Friday, March 22, 2013

Selamat Ulang Tahun, Berbahagialah


Selamat Ulang Tahun, Berbahagialah
Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani qs
15 Maret 2013 - Fenton Michigan


Bismillahir Rahmaanir Rahim

Selamat hari ulang tahun, dan selamat berbahagia. Hal ini berarti insya-Allah wilaada sa `ida. Apakah arti dari ucapan selamat ulang tahun? Bukan ucapan untuk merayakan ulang tahun, tapi kami mengucapkan selamat ulang tahun, dihari kelahiran yang bahagia, berarti bisa saja kita lahir di siang hari, atau ketika pagi hari setelah Ishraq datang, setelah subuh, maka hari baru datang, dan hari ulang tahun merupakan hari yang sangat membahagiakan. Datang hari baru yang kita harapkan dan itu adalah hari dimana kita dilahirkan. Kita berdoa dan memohon keada Allah,"Ya Rabbii, jadikanlah hari kelahiran kami, dihari yang baru yang membuat kami bahagia, demikian juga ketika malam tiba, datang hari baru dan semoga malam kita menjadi malam yang  bahagia. "Ya Rabbii, buatlah malam-malam kami adalah malam yang bahagia".

Di setiap saat, terutama di malam hari itu adalah saat dimana Allah (swt) dekat dengan kita, dan membuat kebahagiaan itu meningkat karena kedekatan kita dengan Allah, dan membuat hidup kita lebih baik, pada saat itu, mohonlah kepada Allah agar hidup kalian dipenuhi kebahagiaan. Setiap hari Allah (swt) memberi kalian lima momen yang penting dalam kehidupan kalian, dari subuh hingga malam. Allah memberi kalian salat Fajr (Subuh), Dia memberimu salat  Zhuhur, Ashar Maghrib dan Isya. Lima moment kelahiran sat-saat yang membuatmu bahagia, karena disaat itu kalian berada dihadirat Sang Pencipta dalam Hadirat Ilahi. Saat itu adalah saat dimana kalian menunjukkan penghambaanmu  dan tauhid kalian, menyatakan Ke-Esaan kepada Allah swt, bahwa tidak ada yang kalian lakukan kecuali sujud kepadaNya, dan  tidak ada yang lain selain Allah swt.

Jadi tentu saja setiap saat dalam kehidupan kita, adalah kelahiran baru bagi kita. Karena Allah swt tidak berhenti memberi kalian kelahiran. Jika tidak, maka apa yang terjadi? Anda mati. Anda meninggalkan dunya ini. Jadi bukannya setiap saat didunia ini sesuatu dimana kalian mendapatkan berbagai masalah didunia ini. Tidak. Jika mereka memahami, maka setiap saat, kalian harus bersyukur kepada Allah swt, untuk kelahiran kita, karena Dia memberimu dihari itu atau dimalam itu untuk bersyukur dengan berdzikir mengingatNya. Tidak seperti yang mereka katakan bahwa merayakan ulang tahun adalah `bid'ah.

Merayakan ulang tahun berarti kami menunjukkan bahwa setahun sekali kami berterima kasih kepada Allah (swt) yang memberikan kepada kita lahir pada hari itu, dan kita merayakannya dengan berdoa, salat, dan mengundang orang-orang untuk dzikrullah dan kemudian makan bersama. Demikian juga untuk merayakan hari kelahiran Nabi (saw) dengan Maulid Nabi (saw). Lihatlah mayoritas masyarakat negara-negara Muslim mereka ingat hari lahir mereka, bahwa mereka telah dilahirkan, dan untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Allah (swt) yaitu dengan mengundang tetangga, teman dan orang miskin untuk makan dan berdzikir bersama.

Meskipun demikian dalam kenyataannya kita harus setiap saat dalam hidup kita untuk menawarkan makanan kepada orang-orang miskin dan mengajak mereka berdzikir bersama. Ini adalah apa yang bisa kita lakukan dihari kelahiran kita yang merupakan hari yang suci bagi kita semua, karena jiwa manusia adalah suci. Rahasia ruh kita tidak ada orang yang tahu, ketika dia akan datang kepadamu sebagai ciptaan Allah. Pada saat ruh ditiupkan kedalam janin didalam rahim ibu, maka ruh itu membuat janin bergerak di dalam rahim ibu, juga di saat kelahiran. Jadi bayi bergerak bukan hanya saat ketika kalian keluar dari rahim ibu, tapi itu adalah saat ketika Allah mengirimkan ruhmu yang suci yang tidak ditutupi kegelapan dan dosa apapun. Manusia lahir tanpa dosa, maka dalam agama berarti ia lahir suci. Suci karena tidak ada dosa.

Ketika seorang bayi keluar tanpa dosa, setelah di dalam rahim ibu tanpa dosa. Maka hal ini harus menjadi momen paling bahagia dalam hidup kalian, yaitu saat kelahiranmu, kalian datang ke dunya tanpa dosa. Kemudian setelah itu kalian dipenuhi dengan dosa-dosa dan hanya Nabi Muhammad (saw) yang tetap ma`sum dari dosa.  Kita semua melanggar larangan Allah (swt) hanya Nabi (saw) yang tidak melanggar larangan Allah. Ketika kita semua berada di hari perjanjian  qaalu balaa, ketika Allah bertanya,"Apakah Aku tuhanmu?". Maka semua ruh menjawab, "Ya Engkau adalah tuhanku".

Allah membuat dua samudera untuk bertemu tetapi di antara mereka ada sekat penghalang. Lautan materialisme dan lautan akhirat, demikianm juga Samudera Syariah, dan Lautan Spiritualitas. Samudera Ruh (Bahrul Arwah) adalah saat yang suci, yaitu ketika kalian berada di Hadirat Ilahi, dan Dia memerintahkan ruh untuk pergi. Kemana ruh harus pergi? Apakah ruh mengetahui kemana dia harus pergi? Bagaimana setiap ruh mengetahui tempat dimana dia harus pergi kerahim ibu yang mana, ketika ruh ditiupkan ke jabang bayi. Bagaimana ruh bisa tahu bahwa dia harus pergi ke tubuh yang ini.

Dalam kehidupan yang nyata, mereka membuat statistik, berapa banyak kelahiran per hari. Mereka mengatakan ada jutaan kelahiran setiap harinya, saya mendengar dalam kisaran 10 juta bayi lahir setiap hari. Mari kita katakan 10 juta, dan aku tahu bahwa diseluruh dunia akan ada lebih dari itu. Bagaimana jika ruh telah diberitahu "pergilah!", maka dalam satu detik berapa banyak ruh yang akan masuk kerahim ibu, apa yang akan terjadi? Bagaimana cara mereka pergi, bagaimana mereka tahu mana rahim yang harus mereka masuki? Subhanallah!
Dan ruh tidak membuat kesalahan. Ruh yang satu untuk janin dirahim yang satu itu, mereka tidak melakukan kesalahan. Mereka pergi sesuai perintah Allah, itu berarti ati'ullah wa ati'ur-rasula mereka mematuhi.

Ruh-ruh mereka semua diperintahkan dan mereka patuh, taat. Ketika mereka diperintahkan oleh Allah untuk pergi dan memasuki rahim ibu ini atau ibu itu. Ruh mematuhi perintah surgawi. "Yulid al-insaanu `ala al-fitrah". Itu sebabnya dikatakan "setiap anak-anak lahir suci". Karena ruh mereka patuh "pergi ke sana" dan mereka sami`naa wa atho`naa, kami dengar dan kami patuh. Mereka tidak mengatakan saya ingin pergi dengan ibu yang itu saja.

Apakah ruh dapat mendengar dan dapat melihat? Ya, mereka memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu. Ruh bisa melihat dan bisa mendengar. Apakah ruh dapat berbicara? Ya, ruh bisa berbicara. Kalian berpikir bagaimana mereka berbicara. Kata-kata datang dan menunjukkan Kekuatan Ajaib-Nya. Dia membuat setiap  bahasa yang berbeda. Dan jika semua dari mereka bisa melakukan itu maka ruh juga mengatakan Ya, ya, ya. Mereka patuh.

"Inna lillahi wa inna ilayhi raji `un". Kita milik Allah dan kita akan kembali kepada-Nya. Ghufraanaka rabbanaa wa al-ilayk maseer. Kau Maha  pengampun wahai tuhan kami dan kepada Engkau lah kami kembali.

Setiap manusia yang lahir adalah suci, fitrahnya Suci. Orang tuanya yang membuat dia menjadi beragama ini atau itu, bukan Allah yang membuatnya demikian. Orang tuanya adalah pemilik sperma dan sel telur. Tidak ada rasa malu dalam agama untuk membahas hal ini. Sperma dan sel telur, hidup mereka di Tangan-Nya. Orang tuanya mengajarkan, jika mereka baik maka anak juga menjadi baik. Kita semua berjuang melawan ego kita.

Nabi (saw) mengatakan, manusia dilahirkan suci. Jiwa yang murni. Dan begitulah setiap saat, Allah menciptakan matahari dan setiap saat cahaya datang dan bumi berputar, apakah bumi berputar atau tidak? Bumi sedang melakukan momen yang berbeda setiap harinya, kemudian berubah posisinya,  dan ada waktu yang lewat . Setiap sepersekian detik ada waktu yang dihitung, ketika mereka ingin menemukan seberapa kecil fraction dari hal ini. Ada 10 -22 fraction. Kalian tidak dapat membaca dimana tidak ada waktu lebih, hanya energy. Bumi berputar, dengan jenis energi seperti apa?

Allah memberi dari Samudra KekuatanNya, Bahr al-Qudrah yang mengubah cahaya yang datang, dan tempat dimana dia meninggalkan. Pada saat itu ribuan jiwa masuk. Dari mana ruh itu berasal? Mengapa ruh datang setelah janin berumur 4 bulan? Mengapa tidak setelah satu minggu? Mengapa tidak setelah satu hari? Mengapa tidak setelah sperma membuahi sel telur, datang bersama-sama? Mengapa  menunggu 4 bulan untuk masuk kedalam janin? Karena Allah adalah Muhayyar al-`Uqul. Karena jika Dia mengirim ketika sperma dan sel telur datang bertemu bersama-sama, mereka dapat menghitung ketika sperma dan telur datang, tetapi jika Dia meninggalkannya terbuka, mereka tidak tahu ketika ruh datang. Ruh datang ketika Allah swt menginginkan ruh itu untuk datang. Darimana ruh dikirim? Dari Hadirat Ilahi.

"Qaalu alastu bi-rabbikum qaalu balaa". Apakah Anda menghitung seberapa cepat ruh bergerak untuk mencapai rahim dari Hadirat Ilahi. Dengan  kecepatan seperti apa yang diperlukan untuk mencapainya? Berapa kecepatan cahaya? 300.000 km per detik.  Butuh kecepatan berapa untuk mencapainya, jika kalian dapat menghitung. mungkin memakan waktu jutaan atau milyaran tahun. Seperti juga cahaya beberapa bintang, setelah miliaran tahun cahaya merambat bergerak baru kita bisa melihat cahaya bintang itu. Itulah sebabnya para ilmuwan melihat bintang baru lahir, tetapi mereka bukan baru saja lahir, mungkin bintang itu telah diciptakan 2 miliar tahun yang lalu. Dan mungkin bintang itu sekarang sudah mati dan kita baru melihat cahaya mereka sekarang tetapi mereka sudah tidak ada lagi.

Demikian juga dengan ruh.  Ruh memiliki cahaya dan mengetahui kerahim mana ruh itu akan pergi. Itu seperti sebuah plug stop kontak yang terhubung. Setiap stop kontak untuk satu ruh, dan setiap ruh memiliki steker yang berbeda. Jika jarak ruh miliaran tahun jaraknya dari samudera ruh ke rahim ibu. Maka dimana ruh berada di Samudera Ruh dalam Hadirat Ilahi. Dimanakah Samudera Ruh berada? Dimanakah Allah (swt) telah menempatkan Samudera ruh? Kita tidak mengetahuinya? Tidak ada yang tahu. Tetapi Nabi (saw) mengetahuinya karena beliau (saw) telah melewati tempat itu dan ia pergi lebih jauh dari itu. Nabi (saw) telah pergi sampai ke Qaaba qawsayni aw adnaa, di mana tak seorang pun mencapai dimana Nabi (saw) mencapainya.

Jadi di manakah ada Samudera Ruh itu? Awliyaullah mereka mengetahuinya dari apa yang Nabi (saw) beritahukan kepada mereka tentang pengetahuan itu. Jadi ketika mereka melihat seseorang, mereka melihat samudera itu, mereka tahu. Anda mengetahui batu mulia, khususnya berlian yang berharga. Ada teknologi baru dimana  mereka menempatkan cahaya sinar laser khusus yang tidak membahayakan atau merusak berlian itu, tetapi mereka menempatkan nomor laser dalam setiap berlian. Sekarang ketika kalian membeli berlian, kalian harus memeriksa nomor itu. Semua spesifikasi berlian itu  ada di dalamnya. Sehingga ketika Anda pergi ke Toko Perhiasan apapun, dan jika berlian itu dicuri, maka mereka seketika menginformasikan perusahaan asuransi dan mereka dapat melacaknya. Demikianlah juga dengan Awliyaullah ketika mereka melihat permata, maka ibarat manusia diciptakan bersih bagai permata. Awliyaullah dapat melihat ruh/jiwa kalian dan mereka segera tahu di mana Anda tinggal dan akan dapat mengidentifikasi orang macam apakah kalian.

Jadi itu sebabnya setiap saat ada kelahiran dan saat kelahiran hari itu, kita berdoa semoga Allah membuat kita bahagia. Seperti yang kita katakan di awal suhbah setiap saat ada kelahiran. Sebagaimana bumi sudah berubah, selalu ada kelahiran yang baru, dan kelahiran ini menunjukkan cahaya siang dan kemudian menunjukkan malam. Sehingga kita akan merasa itu adalah gerakan suci, karena berasal dari Bahrul Qudraah, apa yang harus kita katakan? Syukran ya Rabbii. Terima kasih bahwa Dia memberi kami sebuah kelahiran, dan momen yang indah disetiap kelahiran. Kalian bisa merayakannya dengan berdoa, salat syukur dan berdzikir bersama. Jika tidak, maka kalian tidak menunjukkan rasa hormat bahwa Allah memberi Anda kehidupan, yang selalu meningkat, kalian semakin dewasa, dan Allah swt dapat saja menghentikan kehidupanmu setiap saat. Saat ruh ingin kembali, Dia memanggil ruh itu dan kalian meninggal. Allahu akbar.

Ketika kami mengatakan bahwa setiap hari ada jutaan kelahiran setiap hari, mungkin 10 juta atau lebih, bisa saja 20 atau 30 juta. Dan disaat yang sama ada 20-30 juta kematian. Jiwa-jiwa itu, ruh itu, dari mana mereka datang? Kita tidak bisa mengatakan sebuah tempat tapi mereka berasal dari Hadirat Ilahi, dari Bahr al-Arwaah, Samudra Ruh. Ketika Allah swt bertanya,"Apakah Aku Tuhanmu?". Kita semua berkata, "Ya Kau tuhan kami". Kemudian ruh datang dari hadirat Ilahi ke rahim ibu. Bagaimana ruh tahu dimana rahim yang dia harus masuki ? Dan ruh tidak pernah membuat kesalahan.

Karena ketika perintah Allah datang kepada ruh untuk pergi ke rahim ibu, rahim itu adalah rumah yang suci, dan Allah tidak menciptakan kecuali bersih dan murni, yang bersih dalam ruh/jiwa maka juga harus pergi ke tempat yang murni yaitu rahim ibu. Sehingga setiap ruh mengetahui mana rahim yang harus dimasuki, ruh tidak melakukan kesalahan. Jadi apa artinya? Saat pertama dalam hidup Anda, saat pertama ketika Allah memerintahkan ruh kalian, kalian mengatakan: "Sami`na wa atho'naa". Kalian tidak mengatakan "Tidak, saya tidak akan pergi" tapi kalian menuruti perintah itu.

Ketika kalian berenang dalam lautan keindahan ilahi, al-Khaliq, yang merupakan Nama Ilahi. Kalian patuh dan  hanya Iblis yang tidak patuh. Itu sebabnya Nabi (saw) mengatakan, yulid al-insanu ala Alfitra 'Manusia dilahirkan suci, yaitu dengan ketaatan". Apakah amal pertama yang Anda lakukan? Ketaatan. Pernikahan adalah ketaatan dan itu adalah sunnah Nabi (saw). Jadi ketika suami dan istri menikah dan ketika mereka memasuki kamar mereka, maka dosa zina tidak akan menjatuhkan mereka, karena mereka taat dengan melakukan pernikahan. Jika belum menikah maka sebanyak yang kalian sentuh itu akan berdosa.

Ada 2 hal yang pasti datang, dan kita tidak bisa mengendalikan. Pertama ketika kita dilahirkan dan terakhir ketika kita meninggal. Dan di antara kedua waktu itu adalah sebuah perjuangan melawan ego, hawa nafsu, cinta dunia dan setan. Ketika kami datang, kita dilahirkan suci murni. Dapatkah kita meninggal sebagai setan? Tidak mungkin, harus bersih. Itulah mengapa jika kalian mau berpikir, bahwa Allah (swt) memberi Nabi (saw) syafaat.

Apakah Syafaat Nabi (saw) hanya di akhirat atau setiap saat ada syafa'at? Selalu ada syafaat Nabi (saw) setiap saat. Dan setiap saat ada seseorang yang meninggal dunya dari umat an-Nabi (saw). Tahukah kalian bahwa ketika kalian berada dalam sakaratul maut, di tujuh napas terakhir kalian, maka Nabi (saw) akan hadir. Ketika kalian mengucapkan at-tahiyyaatu lillah dalam salat kalian, maka Nabi (saw) hadir ketika kalian menyambutnya dlam Maulid dan salawat beliau (saw) juga hadir.

Dan kalian tahu  ketika ruh akan keluar dari tubuh, apa yang dilakukan? Allah swt hanya menginginkan setiap hambaNya berada dalam ketaatan. Aku memberimu lima momen penting dalam setiap hari agar kalian taat. Salat Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib dan Isya. Oleh sebab itulah kalian harus salat di awal waktu. Awliyaullah mengatakan kalian harus salat di awal waktu dan jangan menunda. Setelah adzan salatlah.  Awliyaullah, biasa hidup dengan Syariat yang sangat disiplin. Dalam salat kalian mengarahkan wajah Anda ke Ka'bah. fa la nuwaliyannakum qibalatan tardahaa. Kami memberi Anda arah untuk salat yang kalian cintai. Yaitu Ka'bah di Mekah. Jadi kita mengarahkan salat kita ke ke Ka bah`. Kita mengarahkan diri untuk ke Kabah tetapi kita tidak melihat Kabah tersebut.

Awliyaullah mengatakan lebih dari itu, mereka memberikan kepada  pengikutnya untuk mendorong mereka lebih lagi. Mereka mengatakan siapapun yang diberikan karunia menjadi  umat Nabi (saw), di mana Allah memberikan kepada umat Nabi (saw) salat lima waktu sehari, itu berarti Allah akan memberikan kepada mereka agar terlihat di surga dan Allah adalah ghafoorun rahim ketika kalian mengatakan Allahu akbar, maka kalian akan diampuni. Salatlah disiang hari  dan dimalam hari, setengah salat berada disiang hari dan setengahnya dimalam hari. Ketika kalian kembali kepada Allah swt dengan dosa-dosa, maka dengan salat kalian, kalian akan diampuni karena salat lima waktu yang kalian kerjakan.

Ketika ruh datang, dia menerima ketaatan kepada Allah swt. Dari mana ruh itu datang? Dari bulankah, atau dari matahari? Darimana? Dari Bahr al-Qudrah dan dari Bahr al-Arwaah. Itu adalah lautan ruh (jiwa). Jadi jika seperti itu maka dikatakan inna lillahi wa inna ilayhi raji `un. Lautan adalah suci, dan berapa jauh jarak  ruh untuk datang mencapai rahim ibu. Jika bintang yang kita lihat, jaraknya 2 miliar tahun cahaya jauhnya dan kita baru melihat cahayanya sekarang, dan mungkin bintang itu sudah tidak ada lagi, sudah padam, meskipun seolah-olah kita melihat bintang ini ada benar-benar disana. Butuh waktu  untuk sampai kepada kami. Sekarang jiwa adalah dari Bahr al-Qudra dan tempat ini tidak berada di alam semesta ini. Sementara Bintang ada didalam alam semesta ini.

Nabi (saw) pergi ke qaaba qawsayni aw adnaa kita tidak tahu seberapa jauh itu. Allah berfirman qaaba qawsayni aw adnaa dan kami percaya. Ruh berasal dari nama-nama ilahi Allah swt, yang dengannya mereka diciptakan, mereka berasal dari luar alam semesta ini. Dan berapa lama untuk mencapai rahim ibu. Itu jauh lebih cepat daripada kecepatan cahaya  300.000 km per detik. Kecepatan ruh jauh di depan kecepatan cahaya, kecepatan cahaya bukanlah apa-apa. Ini adalah contoh, antara kurun waktu itu mari kita katakan bahwa segera setelah sperma dan sel telur datang bersama-sama ruh mulai berjalan dan dalam empat bulan mencapai rahim ibu.

Sekarang bintang saja membutuhkan waktu miliaran tahun cahaya untuk bepergian dan cahaya itu baru sampai. Jadi kecepatan cahaya berjalan ini adalah untuk memahami bagaimana perjalanan ruh (jiwa). Atas perintah Allah sebenarnya tidak perlu empat bulan. ketika Allah mengatakan untuk itu "pergi!" segera datang ke rahim. Dan ruh tidak bertanya di mana kami tidur. Ketika Anda menerima tamu yang datang ke rumah Anda, Anda harus menyiapkan kamar dan satu kamar lebih.

Ruh (Jiwa) tidak mengatakan tidak. Nabi (saw) tidak pernah dalam hidupnya berkata "tidak" dia berkata "sami `na wa ata` na", "kami mendengarkan dan mematuhi". Ketika Sayyidina Israfil meniup sangkakala, itu sudah cukup untuk mengambil nyawa semua orang di bumi. Ketika Allah mengatakan "datang kembali kepada KU!" Apakah kita mengatakan tidak? Kita  tidak bisa untuk mengatakan tidak. Dengan cepat jiwa akan siap untuk pergi. Ini adalah sebuah saat di Bahr al-Qudra, Samudera Kekuasaan Allah. Jadi segera ruh pergi keluar dengan sukacita.

Allah mengutus Buraq kepada Nabi (saw). Apakah Nabi (saw) tidak bisa pergi tanpa Buraq? Bukan seperti itu,  bisa saja tanpa Buraq, tetapi Allah ingin menunjukkan bahwa segala sesuatu adalah dengan sebab dan akibat, asbaab, sarana. Mengapa Buraq? Apakah lebih baik dari malaikat Jibril (as)? Buraq tidak pergi ke qaaba qawsayni aw adnaa? Jadi apakah Nabi (saw) membutuhkan kendaraan atau tidak? Orang yang mencapai qaaba qawsayni aw adnaa tidak perlu datang dari rumahnya ke Hadirat Allah dimana Allah mengundangnya, kita tidak tahu.

Itu adalah sesuatu pikiran diatas hal itu. Ketika Allah mengatakan "datang!" jangan mengatakan "tidak". Sampai kemana? Jika kita dapat mengatakan di mana Allah menginginkannya untuk mencapainya, apakah itu perlu kendaraan? Aakah perlu Buraq? Tidak perlu. Tetapi itu berarti tidak mematuhi perintah. Mengapa Allah mengirimkan buraq kepada Nabi (saw)? Adalah untuk Ta `zhiman lin-Nabi (saw), iniu sebuah penghormatan kepada nabi (saw). Bukannya karena Nabi (saw) tidak bisa datang tanpa Buraq tetapi untuk menghormatinya, untuk mengirimkan kendaraan, murkab, yang akan diangkut Mukarram azzazz, orang yang sangat dihormati dan Allah swt mengangkat sangat tinggi untuk datang ke surga.

Bukan hal yang sulit bagi Allah untuk membawa Nabi (saw) ke Hadirat Ilahi-Nya tanpa kendaraan apapun, datang dan dia akan berada di sana. Tetapi untuk menunjukkan dan memberikan penampilan akan keindahan,maka Allah mengirimkan kendaran yang sangat indah untuk dipakai Nabi (saw).   

Allah (swt) ingin memberi kehormatan khusus. Seperti ketika syekh Sahib datang untuk mengunjungi kami, mereka mengatakan  kami akan menyambut dengan parade dan drumband. Jadi Buraq adalah sebuah penghormatan dan penghargaan yang tinggi.

Lihatlah di Vatican ketika mereka memilih seseorang untuk menjadi Paus, kepala gereja, mereka membuat begitu banyak upacara. Apakah kita tidak boleh memberikan acara kebesaran untuk menghormati Nabi (saw) seseorang yang sangat terhormat dan penting, dengan pertunjukan, parade, untuk menunjukkan kepada Nabi (saw) rasa hormat. Allah SWT menunjukkan kepada kita bagaimana cara kalian menghargainya, menunjukkan kepada kita bagaimana Allah (swt) menghormati Nabi (saw).

Lihat dizaman kekalifahan Ottoman, setiap kali nama Nabi (saw) disebutkan mereka berdiri dan mereka memberi hormat, bahkan termasuk para raja atau kaisar. Dan mereka membangun makam tempat Nabi (saw) dan mereka memiliki mihrab dan mereka memiliki tempat di dekat kuburan Nabi untuk untuk membaca Al Qur'an disamping makam Nabi (saw).

Ketika saya membaca Al Qur'an, saya teringat saat Raja datang ke pintu Rawda, mereka berjalan merangkak untuk masuk kedalam makam Nabi (saw), dan mereka menaburinya dengan parfum dari mawar yang sangat khusus dari Isparta, mawar merah yang bau harumnya sangat kuat dengan wangi yang khusus dan berharga sangat mahal, dan mereka menaburi parfum diatas permadani yang indah dan para Sultan, Raja merangkak kedalam dan dengan wewangian yang tersebar di mana-mana didalam Rawdah tersebut. Apakah hal seperti ini masih ada dizaman sekarang ini? Mereka tidak peduli lagi, padahal Tazhim an-Nabi (saw) waji` alaa kulli Muslim wa Muslima. Untuk menampakkan kebesaran Nabi (saw) adalah wajib bagi setiap Muslims dan Muslimat.

Ketika Allah melakukan tazim kepada Nabi (saw), tidak ada yang dapat mengatakan itu adalah syirik. Apakah Allah membuat syirik? Dia tidak mengatakan bahwa Dia adalah pasanganKU,  Dia berkata Muhammad adalah  `abd', hamba KU. Dan Nabi (saw) sangat senang dengan gelar yang Allah (swt) berikan kepadanya.

Sehingga Tazhim atau penghormatan kepada Nabi (saw) bukanlah syirik. Dan Nabi (saw) senang menjadi hambaNya,`abd. Apapun ta `zhim yang kalian berikan kepada Nabi (saw) tidak syirik. Apakah Anda pernah melihat Muslim salat Zhuhur menghadap kemakam Nabi (saw). Aakah kau mendengar orang membuat niat saya bermaksud salat kepada Nabi (saw)? Apakah anda melakukan `shalat Ashar kepada Nabi (saw) atau Fajar atau sholat Isya kepada Nabi (saw)? Wahai Muslim Allah memerintahkan tazhim an-Nabi (saw) penghormatan kepada nabi (saw). Allah memerintahkan kita.

"Inna Allah wa malaa'ikatahu yusalluna 'ala an-Nabi ya ayyuhalladzina aamanu sollu' alaihi wa sallimu taslima"

Berapa banyak malaikat yang diperintahkan untuk bersalawat pada Nabi (saw). para Malaikat, bukan hanya yang telah dicitakan. Allah adalah al-Khaliq, Dia menciptakan setiap saat. Anda tidak bisa mengatakan ia berhenti membuat malaikat. Malaikat selalu Allah ciptakan bahkan setiap saat,  Dia menciptakan sampai sekarang, Dia akan menciptakan dan malaikat tidak diciptakan seperti kita, butuh untuk perkawinan dan berpasangan suami dan istri, tapi Allah tahu yang terbaik bagaimana Dia menciptakan setiap malaikat Dia menciptakan malaikatNya dan berada di bawah perintah Allah untuk senantiasa bersalawat dan membacakan salam pada Nabi (saw).

Dan orang-orang berpikir bahwa malaikat duduk seperti kita dan membaca salawat allahum salli alay Sayyidina Muhammad (saw) atau Salawat Al-Fatih. Malaikat membaca salawat berbeda setiap malaikat, masing-masing memiliki salawatnya sendiri dan tidak sama satu sama yang lain. Dan ada berapa banyak? Miliaran, triliunan, quadrillsion. Dan setiap malaikat mereka membaca salawat berbeda dari malaikat lainnya dan setiap kali dia melakukan salawat berbeda dari waktu pertama ia melakukannya.

`Azhamat an-Nabi (saw) dan apa yang Dia perintahkan kepada kita? Begitu sederhana.

"Ya ayyuhalladzina aamanu sallu 'alaihi wa sallimu taslima".
Wahai orang beriman bersalawatlah kepada Nabi saw dengan sebaik-baik salawat.

Sallu `alayh, kalian juga akan mendapatkan manfaat dari semua salawat yang dibaca para malaikat. Tapi lihatlah manusia begitu bodoh, dengan mendengarkan Setan berbisik di telinga kita, dan mengatakan bahwa salawat adalah syirik, syirik.

Nabi (saw) menyebutkan bahwa tanda-tanda Hari Akhir ketika mendekat dimana kita sekarang berada didalamnya, yaitu Tanda Hari Terakhir. bahwa haram, haram, haram untuk membongkar dan membuka makam,  bukan hanya makan seorang wali, tapi haram memindahkan kuburan setiap orang.

Apa yang kalian pikirkan tentang seorang wali? Saya melihat ketika mereka membuka makam Sayidina ad-Deen Hasan al-Jibaawi qs, salah satu keturunan dari Nabi (saw) dan dia seorang wali besar, semua orang tahu itu. Dan mereka mengirim buldoser untuk menghancurkan kuburnya dan buldozer itu hancur, dan mereka mencoba lagi dan hancur kembali. Dan mereka bertanya kepada Grandsyaikh Abdullah qs untuk mendapatkan jawaban, diantara mereka yang bertanya adalah pamanku Mufti Lebanon. Dan Grandsyaikh Abdullah qs mengatakan, ia duduk sepanjang malam dan membuat salawat. Kemudian di pagi hari mereka pergi dan mencoba untuk memindahkan kubur, dan tidak ada masalah dan mereka membuka kafan dan wajahnya seolah-olah baru dikuburkan, pipinya berwarna merah muda masih segar. Dan mereka membawanya ke tempat lain untuk menguburkan dia.

Lihatlah bagaimana Allah melarang bumi untuk makan daging para Nabi dan Awliyaullah, karena mereka adalah pewaris para nabi. Sehingga Allah mencegah bumi untuk makan jasad mereka dan hal serupa terjadi di Singapura, pemerintah yang bukan Muslim, mereka adalah Cina. Mereka berusaha memindahkan dan menghancurkan Makam Habib Nuh qs, tetapi mereka tidak bisa memindahkannya sehingga jalan tol yang dibuat di sekitarnya melengkung.

Demikian juga dengan Imam Jazuli qs, saya mengunjungi makamnya di Marrakech, Maroko. Ia telah dikuburkan dan 70 tahun kemudian mereka datang untuk memindahkan makamnya. Tubuhnya masih segar sebagaimana hari ketika ia meninggal. Syaikh Muhammad Amin Al-Kurdi di Baybars dimakamkan di sana dan mereka harus memindahkan tubuhnya dan mereka tidak bisa. Mereka melakukan hal yang sama, membuat majelis untuk membuat salawat. Dan mereka mampu memindahkan kuburnya dan tubuhnya sama seperti saat dikubur 70 tahun yang lalu.

Dan sekarang wahabi meledakkan dan menghancurkan makam Awliyaullah dan mereka merayakannya dan berkata "Lihat dimanakah ada wali?" dan mereka tertawa. Wali itu ada di surga dan melihat kalian berada dalam api dan ada beberapa awliyaullah mereka meminta Allah untuk membuat mereka sebagai orang yang normal dan tubuh mereka musnah dan ada orang-orang wali yang sangat khusus yang Grandsyaikh Abdullah qs mengatakan, tubuh mereka dipndahkan dari kuburan mereka dan pindah ke Damaskus, ke Jabal Qasiyoun, tempat yang suci.

Dan bagaimana ruh mengetahui dimana bumi untuk dia pergi, di bumi ada 7 bumi. Kami tidak akan membahasnya atau menyentuh hal itu. Biarkan setiap orang mengetahui bagaimana cara untuk bersalawat. Biarkan mereka fokus pada `azhamat al-Nabi (saw). Kebesaran Nabi (saw). Hari ini orang tidak tahu tentang kehebatan Nabi (saw), mereka orang-orang yang hanya membaca buku dan mereka mengatakan kami tidak membutuhkan guru. Dunia ini akan tetap sama. Akan ada perubahan besar yang akan datang.

Nabi (saw) adalah sesuatu yang istimewa. Apakah itu karena matanya yang indah? alisnya yang indah? Kita tidak tahu. Tapi apa yang kita tahu, kita percaya bahwa hal pertama yang diciptakan Allah adalah cahaya dari Nabi (saw) - Nur Muhammad saw. Dan ibn `Asakir, mengatakan semua mahluk diciptakan dari cahaya Nabi Muhammad (saw) dan dia menjelaskan hal itu.

Wa min Allah at Tawfiq

Friday, March 15, 2013

Wahai Manusia Mintalah Kepada Allah dan Jangan Berdemonstrasi Dijalan-jalan

Wahai Manusia Mintalah Kepada Allah dan Jangan Berdemonstrasi Dijalan-jalan
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
11 Maret 2013 - Lefke Cyprus

(Kutipan Subha)

Bismillahir Rahmaanir Rahim

Lelaki perempuan bercampur berdemonstrasi dijalan-jalan dan berteriak kami lapar..kami lapar. Sungguh tidak adab, Allah swt memberikan kalian rezeki setiap hari, jika kalian lapar maka katakanlah Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka kalian tidak akan kelaparan.

Manusia adalah mahluk terhormat, bahkan cacing saja Allah berikan rezeki untuk mereka, apalagi manusia. Wahai manusia, malulah kalian, dan ini adalah hukuman bagimu. Kalian lupa menyebut namaKU, maka kalian akan dilupakan. Jika kalian tidak lupa kepadaKU, maka seluruh mahluk akan melayanimu, karena inilah kehormatan yang Allah berikan kepada manusia.

Manusia adalah wakil Allah dimuka bumi. Bukan hanya manusia yang memperoleh rezeki, bahkan tanaman dan binatang memperoleh rezekinya masing-masing. Tanaman dan hewan memberikan pelayanan kepada manusia (untuk dimakan manusia). Allah swt tidak membuat setiap mahluk sia-sia.

Manusia yang senantiasa berdzikir dan mengingat Allah, maka mereka tidak mungkin kelaparan. Tetapi jika kalian mengatakan bahwa kami melakukan penghambaan kepada Allah dan kami lapar, maka pastilah penghambaanmu adalah sebuah kebohongan.

Manusia yang terhormat adalah mereka yang selalu mengingat NamaKU. Buat apa kalian berdemonstrasi dijalan dan berteriak kami lapar, kami lapar. Mengapa kalian tidak berdoa dan meminta kepadaKU dengan menyebut namaKU. Jika kalian meminta kepadaKu maka kalian tidak akan pernah kelaparan.

Kalian tidak meminta kepadaKU malah turun kejalan-jalan dan berteriak, maka kelaparan akan menimpamu dan kalian juga akan mati dijalan-jalan dalam kelaparan. Bahkan kalian tidak akan pernah merasa kenyang dan kecukupan dalam hidupmu.

Siapapun yang melakukan penghambaan dan pelayanan kepada Allah, karena Allah adalah Pemilik Bumi dan Surga. Apakah orang seperti ini akan dibiarkanNya kelaparan? Bahkan orang yang paling tidak penting di Istana Sultan tidak akan pernah ditinggalkan dalam kelaparan. Paling tidak dia akan dapat makanan dari sisa dimeja makan Sultan.

Siapapun yang memohon kepada Sultan tidak akan pernah kelaparan. Mintalah kepada Allah dan bukan kepada pemerintah.
"faalhukmu lillaahi al'aliyyi alkabiiri". "Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar". (QS 40 : 12).

Tidak akan ada manusia yang kelaparan jika mereka selalu mengucapkan Bismillahir Rahmanir Rahim. Tetapi mereka telah melupakan Bismillahir Rahmanir Rahim, dan malah berteriak dijalan-jalan untuk berdemonstrasi. Mereka beteriak,"Kami Lapar!!". Kepada siapa kalian meminta?

Kepada siapa kalian berteriak meminta? Kepada manusia? Manusia tidak bisa memberikan kalian apapun. Mintalah kepada Allah. Dan katakanlah Bismillahir Rahmanir Rahim, dan berdoalah Yaa Allah kirimkan kepada kami harta karun dari Bismillahir Rahmanir Rahim yang dengannya kami dapat makan.



Bagaimana bisa negara muslim dan rakyatnya melupakan Bismillahir Rahmaanir Rahim. Dan mereka bukannya memohon pertolongan Allah, malah meminta bantuan kepada Eropa, meminta senjata kepada Amerika dan meminta bantuan tentara kepada Rusia. Tinggalkan itu semua dan kembalilah kejalan Allah swt.

Ucapkanlah Bismillahir Rahmaanir Rahim, Wahai Tuhan kami, semoga Engkau menjadikan kami hambaMu yang selalu mengingat NamaMU. Jangan jadikan kami termasuk golongan orang yang tersesat. Siapakah orang yang tersesat? Adalah dia yang melupakan Allah.

Semoga Allah mengkaruniakan kami dengan cintaNya yang membuat kami selalu merasa kenyang dan hati kami bersih murni dan wajah kami bercahaya.

Dan Allah tidak akan membiarkan kami turun derajat kelevel binatang. Siapapun yang turun berdemonstrasi dijalan-jalan sesungguhnya level mereka turun dari manusia menjadi level binatang. Yaa Allah kirimkan kepada kami hambaMU yang dapat mengajarkan kami.

Ucapkanlah Bismillahir Rahmaanir Rahim lalu berangkatlah untuk mencari kerja, maka kalian selalu akan mendapat hasil meskipun hanya lima ribu rupah untuk membeli roti. Karena Allah swt tidak akan membiarkan hambaNya yang mengingatNya untuk kelaparan. Jika semut yang kecil saja tidak pernah dibiarkan kelaparan, apalagi manusia yang diberikan Allah kehormatan


Jika kalian lapar pergilah ke Masjid, dan berdoalah Yaa Robbana, Yaa Muhawwilal hawli wal ahwal, hawwil halana ila ahsani. Yaa Allah karuniakan kepada kami kedudukan yang tinggi, dan jadikan kami untuk senantiasa dapat melayaniMu lebih dan lebih baik lagi.

Yaa Allah, Ampunilah kami, dan selamatkan kami dari ego dan hawa nafsu kami, dari cinta dunia dan dari godaan setan yang mengajak kami dalam kesesatan. Semoga Engkau melindungi kami Yaa Allah. Lindungi agama kami, lindungi kehormatan kami, lindungi kemurnian kami dan iman kami.

Dapatkah seseorang yang membiarkan para wanitanya berteriak dan berdemonstrasi dijalan-jalan memilki kehormatan? Dimanakah para Ulama kalian? Jika mereka membiarkan dan tidak menyampaikan yang benar, maka mereka akan merasakan penderita di hari Mahsar, hari Penghakiman. Jika kalian tidak mengatakannya maka kalian lebih cocok untuk bersama setan.

Wahai para kekasih Allah, beri peringatan kepada manusia dan sampaikan pesan ini. Semoga manusia menjadi sadar dan terbangun dari kelalaiannya. Yaa Allah kirimkan kepada kami Sultan yang dapat menyadarkan kami. Kirimkan kami hambaMu yang memiliki keindahan yang dapat mengajarkan kepada kami keindahan jalanMU.

Wa min Allah at Tawfiq

Orang-orang yang Allah Cintai dan Mereka MencintaiNya


Orang-orang yang Allah Cintai dan Mereka MencintaiNya
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
10 Maret 2013 - Lefke Cyprus


Setiap pekerjaan, setiap amal yang tidak dimulai dengan Bismillahir Rahmaanir Rahim maka terputus. Amal ini terputus. Tanpa Bismillahir Rahmaanir Rahim terputus. Semua hal yang setan inginkan adalah bahwa orang-orang terlupa untuk mengatakan Bismillahir-RahmanirRahim. Mereka lupa mengucakan Bismillahir Rahmanir-Rahim, dan akhirnya mereka terjatuh.

Mereka yang tidak mengucakan Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka mereka tidak memiliki, tidak memilki kehormatan yang dikaruniakan kepada mereka dari Surga. Siapapun yang tidak mengatakan Bismillahir Rahmanir-Rahim, maka tidak ada kehormatan yang datang pada mereka yang berasal dari dari Surga atau artinya mereka tidak memilki apa-apa. Wahai manusia setiap amal, pekerjaan yang tidak dimulai dengan Bismillah maka terputus.

Orang-orang berdemonstrasi di jalan-jalan, menjerit memaki dan berteriak-teriak. Mereka tidak pernah berpikir untuk mengucapkan "Bismillahir Rahmanir Rahim, Bismillahir Rahmanir Rahim, Bismillahir Rahmanir Rahim." Jika saja mereka mengucapkan kalimat Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka para malaikat akan turun pada mereka dan membantu mereka.

Tapi mereka lupa karena Setan dan para pengikutnya menyetir segala perbuatan mereka. Setan mengendalikan mereka dan mereka berteriak seperti anjing, Hasha! Jangan kalian menggonggong seperti binatang. Apakah ini kehormatan bagi manusia yang ada didalam Islam?

"Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik” [QS. At-Taubah : 67].

Mereka menjadikan Tuhan lain selain Allah (swt). Tidak ada tuhan selain Allah (swt). Siapakah yang dapat mengklaim menjadi Tuhan bagi mereka? Iblis dan setan? Iblis berkata,"Saya akan membawa kalian ke sebuah kehidupan yang tidak kalian ketahui." Dan semua orang dizaman ini mengikuti ajaran setan, orang belajar dari setan dan mengajarkannya kepada anak-anak mereka, dan mereka meninggalkan ajaran Islam.

Maka mereka tidak akan beruntung. Mereka tidak akan pernah bisa memilikinya. Mereka tidak akan bisa diselamatkan, dan tidak akan berhasil dalam kehidupan ini. Mereka tidak akan berhasil, mereka semua akan gagal. Seluruh dunia kini menjadi tentaranya iblis. Mereka mengerahkan semua usaha mereka untuk mengikuti langkah-langkah setan.

Allah (swt) memerintahkan kepada manusia,"Dan janganlah kamu mengikuti jejak setan" (2:208)

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu udkhuluu fii alssilmi kaaffatan walaa tattabi'uu khuthuwaati alsysyaythaani innahu lakum 'aduwwun mubiinun (Surat Al-Baqarah ayat 208)

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu". (Surat Al-Baqarah ayat 208)

Setiap orang sekarang mengikuti langkah setan, langkah demi langkah, mereka mengerahkan semua upaya mereka dalam mengikuti ajaran setan dan para pengikutnya, ini semua berasal dari ajaran setan.

"Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu man yartadda minkum 'an diinihi fasawfa ya/tii allaahu biqawmin yuhibbuhum wayuhibbuunahu adzillatin 'alaa almu/miniina a'izzatin 'alaa alkaafiriina yujaahiduuna fii sabiili allaahi walaa yakhaafuuna lawmata laa-imin dzaalika fadhlu allaahi yu/tiihi man yasyaau waallaahu waasi'un 'aliimun" (Quran Surat Al-Maidah Ayat 54)

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas pemberian-Nya, lagi Maha Mengetahui. (Quran Surat Al-Maidah Ayat 54).

Allahu Akbar. Allah (swt) tidak akan membiarkan para tiran (orang yang dzalim), Dia akan memusnahkan mereka. "Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka akan mencintai-Nya." (Al-Maidah ayat 54).

Dunia Muslim saat ini telah terpuruk ke tanah. Allah (swt) akan mengirim dizaman akhir ini satu suku yang berasal dari Khorasan. Mereka datang dari Khorasan. Allah Allah! Ketika Sultan mereka mandi disungai, ia tenggelam. Dia tenggelam di sungai Efrat (Irak). Putranya mengambil alih tahtanya, ini adalah sebuah suku kecil, tetapi mereka akan dipandu (secara spiritual) oleh Sultan Al Anbiya Nabi Muhammad (saw).

Mereka tidak akan pergi ke Timur, atau kesisi timur dunia, tetapi mereka akan pergi kearah Barat. Karena musuh terburuk Islam adalah orang-orang Barat yang mengaku sebagai orang-orang Ahli Kitab.

waqawlihim innaa qatalnaa almasiiha 'iisaa ibna maryama rasuula allaahi wamaa qataluuhu wamaa shalabuuhu walaakin syubbiha lahum wa-inna alladziina ikhtalafuu fiihi lafii syakkin minhu maa lahum bihi min 'ilmin illaa ittibaa'a alzhzhanni wamaa qataluuhu yaqiinaan. (Quran Surat An-Nisaa Ayat 157)

Dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah [378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa. (Quran Surat An-Nisaa Ayat 157)

Wa min Allah at Tawfiq

Banjir Besar di Mesir


Mawlana Syaikh Muhammad Nazim q.sBanjir Besar di Mesir
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
12 Maret 2013 - Lefke Cyprus



Bismillahir Rahmaanir Rahim

Hari ini manusia mengejar dunia, mereka begitu cinta akan dunia. Dunia ad-Jifah, dunia bagaikan bangkai. Siapapun yang mencintai bangkai, maka mereka termasuk bangkai. Manusia seperti ini bagai heyna yang suka makan bangkai. Siapa yang mencintai jalannya setan, maka mereka termasuk pengikutnya setan.

Betapa indahnya majelis-majelis para pecinta. Siapapun yang senang dengan majelis kekasihNya, maka dia akan memperoleh cahaya kemuliaan. Mereka mengatakan kami merasa dada kami lega, tidak ada beban yang tertinggal didada kami. Semoga fisik dan ruh kita senantiasa sehat dan selamat. Karena kita senantiasa mengikuti perintahNya dan menjaga untuk tetap dijalanNya, jalannya Sultan. Tetaplah berada di jalan Shah-e Mardan dan jangan takut.

Shah-e Mardan adalah dunia Islam. Shah-e Qaldan adalah Eropa. Shah-e Mardan adalah diantara muslim. Shah-e Qaldan (Eropa) kita tidak bisa membedakan apakah mereka pria atau wanita. Siapapun yang bersama mereka akan dihancurkan, dibakar bersama mereka.

Allah swt berfirman, "Yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ittaquu allaaha wakuunuu ma'a alshshaadiqiina". Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (At-Taubah ayat 119)

Allah swt berfirman," Bersamalah dengan seseorang yang dia berada dijalannya Shah-e Mardan". "Dan dimana kalian berada Wahai Arab, wahai orang Persia, dimana jalan kalian berada?". Allah swt menurunkan perintahNya,"Hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar". Allah swt mengatakan bersamalah dengan para singa. Apakah Allah mengatakan bersamalah dengan para serigala dan heyna?

"Wakuunuu ma'a alshshaadiqiina". Bersamalah dengan orang yang benar. Siapakah para sadiqin, siapakah orang-orang yang benar? Yaitu mereka yang bersama Shah-e Mardan.

Janganlah kalian berdemonstrasi dijalan-jalan, berteriak dan menari tidak karuan dijalan-jalan, bercampur antara wanita dan pria. Karena sekali lagi kalian melakukan hal ini, maka akan ada hujan batu menimpa kalian, juga badai salju dan tornado yang akan menimpa kepala kalian, dan menghancurkan kalian. Akan ada para serigala yang turun dari gunung yang akan membunuh kalian. Kami tidak ikut campur.

Bersamalah dengan Shah-e Mardan, Hazrat Ali (ra), Ibn Amm Rasulullah (saw). Kudanya akan melesat terbang dari timur ke barat. Assalamu alaika Yaa Shah-e Mardan, semoga engkau menerima kami bersamamu dan kami tetap dijaga untuk senantiasa berada dijalanmu. Akan datang Sayidina Mahdi as yang berasal dari keturunanmu (saw). Seseorang yang akan menunjukkan kepada kami jalan yang benar.

Sayidina Mahdi as bagaikan singa. Dia adalah bagaikan singa seperti juga para pendahulunya. Dia juga adalah Shah-e Mardan. Sayidina Mahdi as yang akan datang, dia akan menyapu habis para pembohong, dia akan membersihkan setiap orang yang korup terhadap agamanya. Dan mereka yang menghabiskan waktunya hanya untuk kesenangan dunia, berdansa mabuk-mabukan dan bermain-main.

Dia akan datang dengan Pedang Dzulfikar ditangannya. Wahai Shah-e Mardan, kami memohon perlindunganmu. Kami menunggu Hazrat Mahdi as yang berasal dari garis murni keturunan Nabi (saw), yang akan menghancurkan kerajaan setan. Tidak ada harapan bersama para tiran dan para diktaktor. Mereka tidak tahu apa yang mereka kerjakan dan tidak tahu tindakan mereka. Mereka bertindak dikuasai oleh ego mereka sendiri. Mereka tidak menjaga perintah Allah untuk berada dijalan yang benar.

Wahai manusia, jagalah perintah Allah. Jangan kalian cukur janggut dan kumis kalian. Jangan memakai baju dan celana yang ketat. Jangan kalian berjalan tanpa tongkat kalian. Bawalah shalwar, dan jangan membawa senjata api, karena senjata api tidak cocok untuk para pemberani. Mereka para pemberani, orang yang sidiq dapat menjatuhkan seseorang dengan senjata api dengan sekali tunjuk saja.

Allahu Akbar ul-Akbar. Allahu Akbar ul-Akbar. Allahu Akbar ul-Akbar. Ahlan wa sahlan, Marhaban wahai teman-teman tercinta dari Shah-e Mardan, kami menginginkan umat yang bersatu dibawah jalannya Shah-e Mardan. Kami tidak mengatakan omong kosong belaka, dan mengklaim berbicara sesuatu yang tidak ada kebenarannya.

Saya takut bahwa setiap gedung parlemen akan berjatuhan, pintu akan tertutup dan terkunci dari luar dan api akan membakar memusnahkan mereka. Kami mengatakan hal ini kepada para anggota parlemen. Karena kalian korup dan melakukan sesuatu yang Allah swt tidak menyukainya, maka hukuman akan menimpa kalian.

Lihatlah Gedung kalian tidak ada tulisan Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka jika sesuatu terjadi pada kalian, salahkan diri kalian sendiri. Turunkan foto-foto yang Allah tidak sukai dan gantilah dengan tulisan Bismillahir Rahmaanir Rahim. Bismillahir Rahmaanir Rahim adalah perlindungan surgawi untuk diri kalian. Kalungkan dileher kalian, taruhlah disetiap pintu kalian, juga dikendaraan kalian. Maka malaikat tidak akan membiarkan kejadian buruk menimpa seseorang, menimpa rumah, kendaraan yang dilindungi dengan tulisan Bismillahir Rahmaanir Rahim. Jika tidak maka semua akan terbakar.

Kebakaran hebat telah menghanguskan 700 toko di Ankara. Apakah setiap toko tersebut meletakkan tulisan Bismillahir Rahmaanir Rahim. Tidak, maka tidak ada perlindungan. Allah swt akan menghancurkan setiap orang yang tak pernah mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim.

Wahai wanita Mesir, kalian mengerti Al-Quran, apa yang Allah swt katakan kepadamu,"waqarna fii buyuutikunna walaa tabarrajna tabarruja aljaahiliyyati al-uulaa". "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu".(Surat Al-Ahzab ayat 33).

Wahai para wanita, Tinggallah dirumah kalian, jangan keluar, karena nanti kalian bahkan tak akan bisa menemukan rumah kalian kembali. Jika kau menentangnya, maka akan ada hukuman menimpamu. Tak ada habisnya hukuman yang akan mengenaimu.

Sungai Nil akan meluap dan menenggelamkanmu karena kemarahannya. Mesir akan tenggelam oleh banjir sangat besar. Banjir saat ini tidak ada apa-apanya dibanding banjir yang akan menimpamu kelak. Wahai Ulama, ajarkan dan peringatkan hal ini kepada rakyatmu. Karena peristiwa ini sudah tertulis dibuku-buku ulama terdahulu (salah satunya adalah buku dari Syaikh Ibnu Arabi).

Para Wali (Awliya) telah mengetahui bahwa Mesir akan tenggelam oleh banjir sangat besar. Mesir akan tenggelam setinggi menara Masjid Muhammad Ali di Cairo, hal ini untuk menunjukkan betapa tingginya air yang akan menenggelamkanmu. Ketika air surut, buaya akan memakan orang-orang yang tersisa. Kami hanya memperingatkanmu akan kejahilanmu dan peringatan ini bukanlah omong kosong belaka.

Jangan biarkan para wanita kalian berdemonstrasi dijalan-jalan. Siapapun yang tinggal dirumahnya, maka mereka berada dalam perlindungan Allah. Bagi mereka yang keluar kejalan-jalan maka tidak ada jalan kembali. Kami tidak mengetahui kapankah hal ini akan terjadi, mungkin minggu depan, bulan depan atau dibulan Rajab. Kami tidak tahu.

Ada keturunan Rasulullah (saw) yang dimakamkan di Mesir yang mengetahuinya, dia adalah Sayidina Husein (ra) cucu Nabi (saw). Beliau berusaha mencegah malapetaka ini. Tetapi ada para pengikutnya setan yang berusaha menghancurkan makam Sayidina Husein (ra), maka mereka akan dimusnahkan. Buaya akan memakan mereka. Buaya Nil akan memakan orang-orang yang memusuhi para Awliya Allah. Mereka harus memberi perhatian atas hal ini. Karena tiba-tiba buaya akan berada didalam rumah-rumah mereka ketika air surut.

Mereka musuh para awliya dan musuh Ahlul Bayt, mereka akan menangis karena buaya akan masuk kedalam rumahnya dan membunuh dan menghancurkan dan mencabik mereka sepotong demi sepotong. Ketika air surut, buaya akan memakan mereka.

Wahai penduduk Mesir, berziarahlah kemakam Sayidina Husein (ra) dan mohonlah perlindungannya. Jika kalian orang yang sombong dan mengklaim bahwa Aku adalah pemimpin dan sebagainya maka buaya akan ada didalam rumah kalian dan mencabikmu menjadi kepingan. Inspirasi ini diberikan kepada kami hari ini, berasal dari Shah-e Mardan, untuk kalian semua.

Wa min Allah at Tawfiq


* Thanks to Sh. Arief Hamdani yang telah menterjemahkan suhbah ini

Sumber

Tuesday, March 5, 2013

Keutamaan Membaca Al-Qur'an dan Kalimat Tawhid


Keutamaan Membaca Al-Qur'an dan Kalimat Tawhid
Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q)
Masjid ash-Shiddiq, Fenton, MI - 2 Maret 2013




A'udzu billah mina 'sy-syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. Nawaytu 'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaadha, nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, lillahi ta'ala fii hadza'l-masjid.

fa idzaa qara'ata al-qur’aan fasta`id billahi min asy-syaythaan ir-rajiim Inna laysa lahu sulthana `ala alladziina aamanuu ..

Allah berfirman carilah perlindungan kepada Allah, ketika kalian membaca Qur’an.  Apa artinya?  Ketika kalian membaca kitab suci al-Qur’an, sudah tentu tanpa membacanya Setan bersama kalian.   Ketika kalian membacanya, Setan berusaha untuk menghentikan kalian karena membaca kitab suci al-Qur’an bagaikan air pada api.

Bagaimana air menghancurkan api, Setan adalah api.  Khalaqtanii min naar wa khalaqtahu min tiin.  Engkau menciptakan aku dari api dan Engkau menciptakannya dari tanah.  Jadi Setan, sebagaimana Allah berfirman di dalam kitab suci al-Qur’an, adalah api.  Ketika kalian membaca kitab suci al-Qur’an, kalian memasuki Samudra yang tidak ada akhirnya, jadi kalian menyeburkan diri kalian di dalam Samudra itu.

Ketika kalian berada di musim panas, sangat panas, apa yang kalian lakukan?  Kalian pergi berenang, melompat ke lautan.  Jadi, kitab suci al-Qur’an akan membukakan bagi kalian ketika kalian membukanya untuk membaca nya, Allah tahu apa yang akan dibukakan bagi kalian.  Jadi ketika kalian memasuki samudra itu, Setan berusaha untuk menarik kalian keluar, karena segera setelah kalian membacanya, Setan melarikan diri.

Jadi kalian  membaca kitab suci al-Qur’an, kalian belum murni, waktu antara kalian berwudu dan salat 2 rakaat, Setan bisa datang berkali-kali dalam periode yang singkat itu.  Berapa banyak khawatir, pikiran buruk datang, antara waktu kalian berwudu dan salat 2 rakaat, kita tidak tahu sekarang ini, bagaimana wudu itu diterima, karena semua air kini berada di toilet.  Bagaimana kalian berwudu dan kalian berada di toilet?  Subhanallah, mereka memperdaya kita di dalam segala hal.  Di beberapa negara kalian dapat menemukan air (untuk wudu) terpisah dari area toilet.

Jadi dari saat kalian mengambil wudu di toilet, hingga waktu kalian salat 2 rakaat, dan akhirnya kalian mengambil kitab suci al-Qur’an untuk dibaca, Setan telah banyak menginterferensi dalam kehidupan kalian.  Jadi, apa yang Allah katakan?  Ketika kalian ingin membaca kitab suci al-Qur’an, mintalah perlindungan dari Setan kepada Allah.  Ketika kalian memohon perlindungan ini, Setan akan pergi.

Wahai Mukmin, kita diperintahkan untuk membaca kitab suci al-Quran agar Setan senantiasa jauh dari kita.  Dan jika kalian tidak mengetahui bagaimana membacanya, maka bacalah Qul Huwa Allahu Ahad 3 kali.  Sebagaimana Nabi (saw) bersabda, “Barang  siapa yang ingin seolah-olah membaca seluruh kitab suci al-Qur’an, bacalah al-Ikhlash 3 kali.”  Pasti banyak rahasia di dalamnya.  Dan buatlah agar Setan menjadi lelah dengan mengucapkan La ilaha ill’Llaah.  Bagaimana caranya membuat Setan menjadi lelah?

Dengan mengucapkan la ilaha ill’Llaah.  Itu artinya kita beribadah kepada Allah (swt), kita tidak menyembah yang lainnya.  Setan tidak suka dengan hal itu.  Setan tidak suka dengan orang yang mengucapkan la ilaha ill’Llah.  Ia ingin agar semua orang berada di sisinya.  Karena la ilaha ill’Llah berarti, “Wahai hamba-Ku, engkau mengucap kan la ilaha ill’Llah, tetapi engkau masih melakukan dosa, apa itu?”  La ilaha ill’Llah akan melapangkan dada dan membuat hati menjadi gembira.  Di dalam kitab suci al-Qur’an kata “Kalbu” disebutkan 148 kali.  Allah menekankan pada kalbu, dan Dia berfirman, “La ilaha ill’Llah Muhammad Rasuulullah (saw) adalah cahaya bagi kalbu.”

Jika kalian membawa lilin, kalian memerlukan pasangannya, yaitu untuk meletakkan lilin tersebut.  La ilaha ill’Llah adalah lilin itu atau cahaya di dalam kalbu.  Jangan ditutupi, jangan ditutupi dengan kegelapan, karena tidak seorang pun yang dapat memadamkannya.  Cahay itu adalah Cahaya Allah.  Cahaya Allah tidak pernah gelap.  Cahaya Allah selalu terang benderang, tidak ada seorang pun yang dapat memadamkan Cahaya Allah, tidak mungkin.  Jadi Sayyidina 'Abdul-Qadir al-Jilani (q) berkata, “Buatlah agar Setan kalian menjadi lelah dengan terus membaca ‘La ilaha ill’Llah Muhammad Rasuulullaah.”  Jika kalian membacnya sekali, maka Setan akan berlari dari kalian, tetapi bila kalian lupa, apa yang bisa kita lakukan?

Bagaimana hewan kalian yang membawa, di masa dulu, unta yang membawa beban kalian dan bergerak di gurun, jika kalian meletakkan beban terlalu banyak padanya, ia menjadi lelah.  Dan unta itu dapat menyebrangi gurun tanpa minum, karena bila ia minum air, ia menyimpan air itu di dalam perutnya selama 3 bulan.  Tetapi walaupun ia tidak memerlukan air, ia tetap merasa lelah.  Jadi, jangan merasa lelah untuk mengucapkan la ilaha ill 'Llah tetapi buatlah agar Setan merasa lelah karena mendengarnya dari diri kalian, karena Asmaullaah al-Husna-lah yang membuat Setan merasa lelah, dan ia akan berkata, “Orang itu, ia tidak perlu didekati lagi, karena ia di luar jangkauan kita.”

Saya akan menceritakan sebuah kisah: Grandsyekh diperintahkan untuk berkhalwat di Madinatul Munawarrah selama 1 tahun.  Seminggu sebelum khalwat, beliau membuka ruangannya dan memperbaikinya.  Apa yang kita lakukan untuk memperbaiki sebuah ruangan?  Kita membuka jendela-jendelanya.  Jadi, segera setelah beliau masuk, beliau tidak membuka jendelanya.  Beliau membawa kayu dan memakunya di jendela, beliau tidak ingin berhubungan dengan dunia luar.  Salatnya adalah dekat dengan Haram asy-syariif, beliau hanya meninggalkan kamar untuk memperbarui wudunya, karena tempat wudu berada di luar, dan beliau salat di dalam kamarnya.  Dan makanannya adalah 7 buah zaitun dan sepotong roti.

Dan beliau memberi izin pada Mawlana Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) untuk melakukan khalwat bersamanya tetapi beliau boleh keluar untuk melakukan salat 5 waktunya dan Mawlana, semoga Allah memanjangkan umurnya, sangat jarang melihatnya tidur, jarang sekali.  24 jam dalam ibadah.  Beliau berkata, ketika beliau berdoa, beliau merasakan kamarnya begerak.

Beliau berkata, lebih dari itu, saya tidak bisa mengatakannya.  Saya akan mengatakannya sedikit saja, ketika beliau berdoa, alam semesta berguncang karenanya.  Dan doa yang beliau panjatkan pada hari ini, tidak diulangi keesokan harinya, secara spontan doa itu keluar dari dalam kalbunya.  Mawlana Syekh berada di dalam kamar yang sama dengan Grandsyekh.  Pada salat Ashar terakhir dari masa khalwatnya, mereka mendengar suara erangan, tangisan dan terdengar suara yang mengatakan, “Kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan kedua orang ini.  Mereka di luang jangkauan kita.”

Grandsyekh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs berkata bahwa itu adalah Iblis yang mengatakan kepada bala tentaranya untuk meninggalkan mereka berdua.  “Mereka berada di luar jangkauan kita, kita tidak bisa membawa mereka pada kita.” Itu artinya Setan tidak pernah berputus asa untuk membawa orang ke sisi mereka.  Ada banyak jalan bagi mereka, banyak sekali.  Pertama adalah suami-istri yang saling bertengkar, bukankah begitu?  Untuk sesuatu, mereka berteriak satu sama lain.  Anak-anak dengan anak-anak, saudara dengan saudara, orang tua dengan yang lainnya.  Setan bergerak di mana ia bisa menimbulkan masalah.  Jadi Allah berfirman, “Inna Allaha ma ` ash-shabiriin.  Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.”  Itu artinya, jika kalian bersabar, Allah akan membukakan bagi kalian jalan untuk mengirimkan cahaya.  Tetapi bersabarlah, jangan terlalu cepat marah. Sekarang, orang-orang mudah marah, dan mereka tidak suka dengan sesuatu, mereka menjadi marah.

Jadi Sayyidina 'Abdul-Qadir al-Jilani (q) berkata sebagaimana seseorang akan membuat untanya lelah dengan beban yang berat, dengan mengucapkan la ilaha ill 'Llah bahkan sekali sehari, kalian akan membuat Setan lelah dengan membuatnya tidak mengejar kalian.  Setiap orang mempunyai seorang Setan yang ditugaskan untuknya.  Bagaimana kalian mengetahuinya?  Nabi (saw) menyebutkannya di dalam hadits bahwa ada suatu tempat di dalam kalbu di mana Setan bisa keluar masuk ke sana dan satu-satunya yang dapat menunggangi Setannya adalah aku,” yaitu Nabi (saw).  Jadi apa yang harus kita lakukan?  Mengucapkan, la ilaha ill 'Llah Muhammad Rasuulullah.

Walladziina ma`ahu ashidaau `ala al-kufaar ruhamaau baynahum.  Orang-orang yang bersama Nabi (saw) adalah keras terhadap orang-orang kafir dan terhadap Setan dan yang bersamanya.  Orang yang bersama Nabi (saw), orang yang mengucapkan, la ilaha ill 'Llah harus mengucapkan, Muhammad Rasuulullah.  Dan orang yang bersama Nabi (saw) adalah bersama Allah.  Allah berfirman bahwa siapa yang berbay’at denganmu berarti berbay’at dengan ‘Tangan’ Allah.

Jadi seseorang yang berbay’at, itu adalah kepada Nabi (saw) dan itu adalah bay’at kepada Allah.  Dengan segera Nabi (saw) akan mempersembahkan kalian di dalam Hadirat Ilahi.  Jadi sekarang, sebagaimana para Sahabat melakukan bay’at dengan Nabi (saw), kita juga melakukan bay’at.  Kita memerlukan seseorang untuk menyaksikan bay’at kita.  Seseorang yang dapat membawa kita ke hadirat Nabi (saw).

Jika kalian tidak dapat menemukannya, maka dari sini, dari rumah kalian, atau di depan muwajaha asy-syariif, menghadap Nabi (saw), dan bacalah ayat inna alladziina yuba`yuunaka... Membaca ayat itu dan katakan, “Kami datang ke hadiratmu dan memperbarui bay’at kami.”  Dengan segera bay’at itu akan sampai pada Hadirat Ilahi dan ia akan sampai pada hadirat Nabi (saw) dan mencapai Hadirat Allah.  Jika kalian mencapai seseorang yang murni dan tulus, kalian akan tahu bahwa ia adalah seorang wali, kalian bisa berbay’at dengannya dan bay’at itu akan sampai pada Nabi (saw).

Jadi beliau berkata, “Berusahalah untuk membuat Setan kalian lelah dalam ketulusan ketika mengucapkan la ilaha ill 'Llah, bukan karena kalian menghapalnya, tetapi dengan ketulusan yang murni dan akhiri dengan Muhammad Rasuulullah.  Dan dalam hadirat Grandsyekh Abdullah qs, saya selalu menyebutkan Grandsyekh, karena beliau sering mengatakan kepada kami apa yang harus dikatakan.  Beliau berkata, “Ketika kalian berzikir, tutupi diri kalian dengan sehelai kain dan lakukan di dalam kamar.”  Mengapa ditutup dengan sehelai kain?  Untuk mengetahui bahwa itulah batasan kalian.  Itulah ruangan yang kalian gunakan di dalam kehidupan kalian.  Kalian berlari, berlari, dan berakhir di dalam sebuah kuburan dengan maksimum 6 kaki.

Jadi ketika kalian mengucapkan la ilaha ill 'Llah: “La ilaha”, menyangkal bahwa tiada tuhan, diucapkan ke arah kanan, “ill, kecuali” lalu ke arah kiri, menuju kalbu, pastikan bahwa kalbu kalian mengucapkan “Allah”.  Jadi pertama ke kanan: la ilaha, lalu ke kiri, ill-Allah.  Bila kalian melakukannya sendiri, kalian akan melihat bahwa kalbu kalian mengucapkan itu.  Segera setelah kalian membawa sehelai kain itu, Setan lari dari kalian, tidak melihat apa yang terjadi. Dan beliau berkata, bukan hanya di lidah, tetapi ini adalah kalimat Tawhid, berkata kepada Allah bahwa “Engkau adalah Satu, Engkau adalah Sang Pencipta….itu akan membakar Setan, dengan mengucapkan, la ilaha ill ‘Llah artinya kalian mengekspresikan kepada diri kalian sendiri bahwa tiada tuhan selain Allah dan kalian menerimanya dengan tulus, bila tidak tulus, itu tidak berarti apa-apa.

Kalian pergi ke dokter untuk mengecek diri kalian dan ada dokter yang hanya ingin mengambil uang kalian.  Dokter lainnya adalah dokter yang tulus, mereka ingin membuat pasiennya menjadi lebih baik, mereka membutuhkan uang untuk membiayai pengeluarannya, tetapi mereka melakukannya untuk menolong si pasien dan apa yang dikatakan oleh pasiennya? “Semoga Allah memberkatimu, engkau telah melakukan yang terbaik.”  Jadi Allah ingin agar kita mengucapkan la ilaha ill ‘Llah dengan tulus dan murni.  Itu artinya kalian adalah hamba.  Hamba bukanlah apa-apa, mereka bisa menjual kalian di pasar (budak).

Mereka menjual kalian.  Pergi dan bekerjalah untuknya dan berikan kami 50 persen dari pendapatan kalian.  Dan mereka mengajari orang untuk menjadi orang yang pintar, saya tidak ingin mengucapkan kata, “bajingan”, tetapi membuat orang pintar agar tidak membayar pajak, mereka membuat kalian untuk berlaku curang.  Untuk apa semua akuntan ini?  Untuk menyelamatkan uang kalian, untuk berlaku curang.  Jadi, Allah ingin agar kalian mengucapkannya dengan rendah hati, bahwa kita menerima apa yang Dia perintahkan.  Dan saya tidak akan berpanjang-panjang lagi.

Dikatakan bahwa la ilaha ill 'Llah adalah Nuur al-Muwahidiin, cahaya bagi mereka yang menerima Keesaan Allah.  Tetapi beliau mengingatkan kita, “Ada berapa tuhan di dalam kalbu kalian?  Berapa banyak berhala di dalam kalbu kalian?”  Segala yang kalian pikirkan mengantarkan kalian pada sesuatu yang salah, bahkan ketika kalian mengatakan, “Allahu akbar,” kalian tidak tahu kalian berada pada rakaat keberapa. 

Itu adalah karena Setan membawa kalian ke dalam perjalanan yang menyenangkan selama 24 jam.  “Aku akan memberimu rencana yang bagus, membuatmu sukses,”  Segera setelah kalian mengucapkan, “salam 'alaykum wa rahmatullah” rencana itu buyar.  Setan menipu kita.  Kita harus berhati-hati agar tidak ditipu olehnya.  Kita harus mengucapkan la ilaha ill 'Llah Muhammad Rasuulullah alayha nahyaa wa alayha namuut wa alahya nalqallah.  Amantu billahi wa malaa’ikatihi wa kutubihi wa rusulihi wa bil-yawmil-akhir, wa bil-qadri khayrihi wa syarrihi.

Berikutnya kita salat Isya dan mendengar qasidah dari penyanyai American Idol kita yang merupakan penunjuk jalan di langit dan bumi.

Wa min Allah at Tawfiq

Tasbih Khusus Seekor Katak


Tasbih Khusus
Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (qs)
Khotbah Jumat Masjid ash-Shiddiq, Fenton, MI - 1 Maret 2013





Wahai Mukmin!  Orang-orang yang beragama Islam, di mana pun kalian berada.  Alhamdulillah bahwa Allah (swt) telah mengaruniai kita dengan nikmat di mana bila kita terus beribadah, bersujud siang dan malam, itu tidak cukup untuk berterima kasih atas segala nikmat yang telah dikaruniakan kepada kita, khususnya menjadikan kita sebagai ummat an-Nabi (saw).

Dia berfirman, “kuntum khayra ummatun ukhrijat lin-naas... kalian adalah umat terbaik yang Allah kirimkan di antara manusia.  Sejak saat Allah menciptakan kita, Dia memilihkan kita dan membusanai kita dengan Rahmat-Nya dan dengan cinta kepada Allah dan Nabi-Nya (saw) dan menjadikan kita bagian dari kelompok itu, kelompok terbaik, umat terbaik yang pernah dikirimkan bagi manusia.  Itu artinya setiap orang dari ummat an-Nabi (saw), Allah telah membusanainya dengan sesuatu yang istimewa yang tidak diberikan-Nya kepada orang lain.   Itu artinya dikirimkan kepada umat manusia, sehingga tidak ada umat yang lebih baik daripada ummat an-Nabi (saw).

Dan Sayyidina Adam (as) mengetahui hal itu.  Allah berfirman kepadanya bahwa jika Sayyidina Muhammad (saw) datang di masanya, ia pasti akan mengikutinya.  Dan Nabi (saw) bersabda, “Sayyidina Adam (as) dan siapapun selainnya berada di bawah benderaku pada Hari Kiamat.”  Itu mempunyai makna yang besar dalam penafsirannya, dan itu berarti secara harfiah kita berada di bawah benderanya dan termasuk Sayyidina 'Isa (as). Jadi apa yang harus kita lakukan?  Kita harus bersyukur kepada Allah (swt).

Kita harus mengucapkan, “Syukran lillaah, syukran laka yaa Allah.”  Jika kita bersyukur kepada-Nya, kita akan mendapat lebih banyak, sebagaimana firman Allah, “La'in syakartum la aziidannakum.”  Jika kita bersyukur kepada-Nya untuk makanan, apakah Dia akan memberikan lebih banyak?  Ya, dan jika kalian bersyukur atas rezeki yang diberikan, Dia akan memberi kalian lebih banyak.  Dan jika kita bersyukur atas kesehatan kita, Dia akan membuat kalian lebih sehat.  Dan jika kalian bersyukur kepada-Nya yang telah menjadikan kalian sebagai bagian dari ummat an-Nabi (saw), maka Dia akan menjadikan kalian sebagai bintang dalam gelapnya malam.  Bagaimana bintang-gemintang itu bersinar, kalian akan bersinar di Surga. “Aku akan membusanai kalian dengan busana yang belum pernah diberikan kepada orang lain.”

La'in syakartum la aziidannakum, ketika Allah berfirman, “Aku akan menambahkannya untukmu,” menambahkan apa?  Lebih banyak makanan?  Kalian bisa bertahan dengan sedikit makanan.  Lebih banyak rezeki?  Kita bisa bertahan dengan lebih sedikit rezeki.  Lebih sehat?  Kalian bisa bertahan dengan sedikit sehat, dan kalian hidup, lalu kalian menuju kehidupan lainnya.  Lalu apa yang membusanai kita?  Dia membusanai kita dengan Ma laa `aynun ra'aat, wa la udzunun sami`at... tidak ada mata yang pernah melihatnya dan tidak ada telinga yang pernah mendengarnya dan belum pernah dibayangkan sebelumnya.  Itu untuk ummat an-Nabi (saw).

Dan itulah sebabnya Nabi (saw) bersabda, rawahu Abu Ya’la fi musnadih, “Tidak ada suatu hari pun di mana seseorang bangun di pagi hari, setiap hari, siapapun, setiap manusia, bangun, dan malaikat akan berteriak, yasrukh, berteriak dan berkata, “ayyuhan-naas, kepada setiap individu manusia, jadi setiap kali seseorang bangun tidur, ada yang berteriak, artinya setiap orang harus mendengar; jika kalian tidak mempunyai telinga untuk mendengar, Nabi (saw) mengatakan apa yang harus kalian lakukan: Ayyuhan-naas, wahai manusia, sabbih al-Malik al-Quddus. Pujilah Raja dari raja-raja, Sultan dari sultan-sultan, Dzat yang tidak ada yang menyerupai-Nya.  Dzat yang memiliki segalanya.  Pujilah Dia, agungkanlah Dia.

Sayyidina Ibrahim (as) berkata, “Yaa Rabbuu, ma jaza au man sabahak, Ya Allah, apa pahala yang Kau berikan bagi orang yang memuji-Mu.   fa awhaa ilayh, Allah mewahyukan kepadanya, laa ya`lam tawiilahu illa rabbu'l-`alamiin.  Tidak ada yang tahu apa yang akan Kuberikan kepada orang itu, kecuali Aku sendiri.  Jadi, bila kita mencuapkan, “Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah wallaahu akbar,” atau “Subbuuhun qudduusun Rabbunaa wa Rabbul-malaa’ikati war-ruuh”, sekali saja, maka Allah akan membusanai kalian dengan busana yang tidak seorang pun memahaminya.  Jangan katakan ini sesuatu yang terlalu berlebihan, tidak, tidak, ini juga berada dalam batas; jika kalian membandingkannya dengan Kebesaran Allah.  Kebesaran Allah adalah Maha Pemurah (dalam memberi rahmat).  Tidak ada batas bagi Rahmat-Nya.  Jadi setiap kali kalian mengucapkan “Subbuuhun qudduusun Rabbunaa wa Rabbul-malaa’ikati war-ruuh”, kalian memuji-Nya, Allah (swt) membusanai kita dengan rahmat yang tidak terhingga.

Dan Nabi (s) bersabda, “Ada sebuah samudra di mana di sekelilingnya terdapat malaikat-malaikat dari cahaya,” artinya Nabi (s) melihat mereka.   Melihat sebuah samudra di Surga dan di sekelilingnya terdapat malaikat-malaikat.  Mereka menunggangi kuda-kuda dari cahaya.  Di tangan mereka ada tombak surgawi dari cahaya.  Yusabbihuuna hawla al-bahr, mereka memuji Allah (swt) di sekeliling samudra itu.  Wa yaquulun, dan mereka mengucapkan, “Subhanal hayyil ladzi la yamuut” Mahasuci Allah, Dzat yang tidak pernah mati.

Subhanal dzil-Mulki wal-Malakuut, Subhanal dzil `izzati wal Jabaruut. Subhanal hayyil ladzi la yamuut, Subbuuhun qudduusun Rabbul-malaa’ikati war-ruuh.   Apa yang diucapkan oleh malaikat?  Saya ulangi, “Subhanal dzil-Mulki wal-Malakuut, Subhan artinya Mahasuci bagi Dzat yang berada di luar dari apa yang kalian deskripsikan mengenai Dzat-Nya baik di dunia, maupun di Surga, Dia di luar itu, karena tidak ada yang dapat mencakup-Nya, karena Dia mencakup segalanya.  Jadi Dia di luar itu, tunazziah, Maha tinggi dari segalanya.  Dia tidak memerlukan apa-apa; kalian membutuhkan segala sesuatu, tetapi Dia tidak membutuhkannya.  Jadi, itu adalah subhan, salah satu arti dari subhan.

Subhanal dzil-Mulki wal-Malakuut, Mahasuci Dia yang merupakan Pemilik semua kerajaan, di dunia dan langit.  Subhanal dzil `izzati wal Jabaruut. Mahasuci Dia yang memiliki kekuasaan, kehormatan dan Jabaruut, Qahhar, Penguasa dari segala sesuatu.   Subhanal hayyil ladzi la yamuut, Mahasuci Dia yang Maha Hidup dan tidak pernah mati.  Subbuuhun Qudduusun Rabbul-malaa’ikati war-ruuh.  Dia adalah Subbuh, Dia adalah Quddus, Dia adalah Tuhan bagi malaikat dan ruh. 

Barang siapa yang mengucapkannya SATU KALI sehari, atau satu kali dalam sebulan, atau satu kali dalam setahun atau satu kali sepanjang umurnya.  Allah akan mengampuni dosa-dosanya (yaitu orang-orang yang mengerjakan kewajibannya, mukmin, orang-orang yang beriman, muslim, yang melakukan kewajibannya).  Kita semua melakukan kewajiban kita, tetapi kita masih melakukan dosa, kita adalah para pendosa, tidak ada orang yang dapat mengaku bahwa ia tidak mempunyai dosa, kecuali para Nabi.  Mereka maksum, dan begitu pula malaikat.  Jadi, siapapun yang mengucapkannya sekali dalam hidupnya, Allah akan mengampuni dosa-dosanya walaupun jika dosa-dosanya itu sebanyak buih-buih putih di lautan ketika ombak menghantam pantai.  Ombak yang besar ini.

Perhatikan, bayangkan, segala sesuatu harus kalian pikirkan, tafakkur sa`atin khayrun min `ibaadati saba`in sanah. .. berpikir, meditasi, dan merenung (kontemplasi) dan beliau (saw) mengatakan zabad al-bahr, di sini bahr artinya samudra yang tidak mempunyai awal dan tidak ada akhirnya.  Jika kalian melihat samudra, kalian melihat seluruh dunia di kelilingi oleh samudra, itu semua adalah satu lautan tetapi mereka memberikan nama-nama yang berbeda karena daerahnya, tetapi mereka semua adalah satu lautan dan bumi berada di tengahnya.  Di atas Swedia, atau kutub utara, atau kutub selatan, atau Australia, atau Amerika, di atas dan di bawahnya ada samudra.  Dan Timur Tengah, ada samudra-samudra.

Jadi beliau (saw) mengatakan bahkan jika dosa-dosanya itu seperti buih-buih yang muncul dari ombak yang menghantam pantai, kalian melihat buih-buih ini, semuanya dari samudra raksasa yang mengelilingi bumi, berapa banyak ombak yang menghasilkan buih-buih ketika mereka menghantam pantai.  Nabi (saw) bersaba, “Bahkan jika sebanyak itu, Allah (swt) akan mengampuni kalian dari dosa-dosa kalian.”  Dengan mengucapkannya SATU KALI.  Lihatlah betapa Allah Maha Pemurah terhadap umat, sayang pada hamba-hamba-Nya dan betapa Nabi (saw) mencintai umatnya.  Beliau (saw) mengajari kita satu dari apapun yang dimilikinya.  Ada banyak doa al-matsur dari Nabi (saw), doa-doa khusus yang biasa beliau (saw) baca di dalam hidupnya di antara para Sahabat (ra), dan salah satu doanya adalah doa ini.  Jika satu doa saja sudah seperti ini, bagaimana dengan doa-doa yang lainnya.

Wahai Muslim, kuntum khayra ummatin ukhrijat linnaas, Allah menganugerahkan kepada kita untuk menjadi umat terbaik di antara seluruh manusia.  Artinya yang terbaik dari apa yang Allah busanai pada kita.  Dengan doa itu Allah membusanai kita dengan nikmat dan mengampuni dosa-dosa kita.  Bagaimana menurut kalian dengan dua doa sehari atau tiga doa sebulan atau lima doa seperti itu dalam setahun, atau sepuluh doa seumur hidup?  Apa yang kalian dapatkan?  Pikirkan!  Rawahu ad-Daylami, dari Anas bin Malik.

Dan saya tidak akan berpanjang lebar, karena orang-orang sibuk, tetapi saya akan membacakan kisah mengenai Sayyidina Musa (as) dengan seekor katak.  Karena mereka mempunyai perbicangan ini.

Suatu hari, sepanjang malam Nabi Musa (as) berdri memuji dan beribadah kepada Allah (swt).  Saya tidak akan membaca Bahasa Arabnya untuk membuatnya lebih singkat.  Di pagi harinya ketika ia bangun ada sedikit kebanggaan di dalam dirinya karena ia telah beribadah sepanjang malam.  Berapa banyak kebanggaan yang muncul pada diri kita?  Satu kali Sayyidina Musa (as), satu kali di dalam hidupnya muncul kebanggaan di dalam dirinya.  Bagaimana Allah menegurnya?  Allah ingin memperlihatkan kebanggaannya itu kepadanya.

Pagi harinya ia lewat di tepi pantai dan bertemu dengan seekor katak.  Dan katak itu berbicara dengannya.  Banyak sekali binatang, baik yang liar maupun binatang peliharaan yang berbicara dengan Nabi-Nabi.  Dan katak itu berkata, “Ya Musa, apakah engkau bangga dengan ibadahmu tadi malam?  Aku, sejak 400 tahun yang lalu  Allah menciptakan aku, dan kini sudah 400 tahun aku hidup, aku tidak pernah berhenti memuji, mengagungkan Allah (swt) sejak Dia menciptakan aku 400 tahun yang lalu.”

Fa qaala Musa (as), “Demi Dzat yang membuatmu berbicara denganku dalam bahasaku, aku bertanya apakah yang menjadi tasbihmu?” “Apa yang engkau ucapkan?”  Dan katak itu berkata, “Aku ucapkan, ‘Subhana man yusabbihu lahu man fil-bihar.’  Mahasuci Allah, mahasuci bagi-Nya, sebanyak orang-orang di samudra memuji-Nya.  Subhana man yusabbihu lahu man fil-ardh, Mahasuci Allah sebanyak orang-orang di bumi memuji-Nya.  Subhana man yusabbihu lahu man fil-uusir jibal, Mahasuci Allah sebanyak orang-orang di atas gunung memuji-Nya.  Subhana man yusabbihu lahu bi kulli syafatin wal-lisaan, Mahasuci Allah sebanyak orang-orang memuji-Nya dengan bibir dan lidah mereka.”

Semoga Allah (swt) membuat kita paling tidak bertasbih satu kali setiap hari.  Subbuuhun Qudduusun Rabbul-malaa’ikati war-ruuh.   Semoga Allah mengampuni kita.

Wa min Allah at Tawfiq

http://sufilive.com/Special_Tasbeeh-4877.html

Friday, March 1, 2013

Rahasia Thariqatu ‘l-`Aliyyah


Rahasia Thariqatu ‘l-`Aliyyah
Sultan Awliya Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani (q)
Lefke, Siprus, 23 Februari 2013



A’udzu Billahi min asy-syaythani-r rajim
Bismillahi-r Rahmani-r Rahim
Madad Ya Sultan Al-Anbiya' Sayyidi -l Awwalin wa -l Akhirin.

Jalan kita adalah melalui shuhba (asosiasi) dan kebaikan berada dalam kebersamaan.  Ini adalah prinsip Thariqatu ‘l-`Aliyyah.  Tujuan dari shuhba adalah untuk mendidik murid, dan itu bukan melalui jalan yang sulit.

Syekh, Bismillahi-r Rahmani-r Rahiim, ada dua macam, … Di antara mereka yang merupakan pendidik, dan sebagian lagi adalah pemimpin.  Tetapi Syekh Tarbiyah/pendidik adalah lebih tinggi dalam hal kebesaran dan kekuatannya.  Mereka mengetahui jalan.  Tanpanya orang-orang tidak akan sampai dan mungkin akan menyesatkan diri mereka sendiri dan juga orang lain.  Thariqatu ‘l-`Aliyyah ini memerlukan seorang pelatih yang sempurna yang mampu memimpin hamba-hamba Tuhan menuju jalan kebenaran.

Jumlah mereka semakin sedikit sekarang ini.  Itu artinya kemunculan mereka sudah dilarang.  Mereka dilarang untuk tampil kecuali mendapat izin.  Mereka harus mempunyai izin untuk mengajar dan berbicara mengenai materi-materi yang tersembunyi, begitu juga dengan materi yang umum dan jelas di dalam Thariqatu ‘l-`Aliyyah.   Kita hidup di zaman ini…

Bismillahi-r Rahmani-r Rahim, ada 41 tarekat, di mana 40 di antaranya telah menutup pintunya dan hanya satu tarekat yang terbuka; yaitu Thariqatu ‘n-Naqsybandiyyatu ‘l-`Aliyyah.  Jika Imam dari tarekat lainnya datang, mereka harus minta untuk dilatih secara spritual, untuk dilengkapi oleh seorang Syekh yang sempurna di dalam Thariqatu ‘n-Naqsybandiyyatu ‘l-`Aliyyah, atau Jalan Naqsybandi yang mulia.  Mereka harus tahu hal ini, jika tidak, mereka tetap berada di level mereka.

Mawlana Syekh, Sulthanu-l Awliya, yang namanya disebutkan dalam sanad emas Thariqatu ‘l-`Aliyyah, beliau adalah yang terakhir dalam membawa rahasia terbesar dari Thariqatu ‘n-Naqsybandiyyatu ‘l-`Aliyyah.  Beliau telah meninggalkan kita… meninggalkan… beliau meninggalkan seseorang untuk melanjutkan Thariqatu ‘l-`Aliyyah.  Jalan lainnya telah tertutup.  Kalian mengerti?  Mereka telah tertutup.  Mereka menuruni bukit, sekarang waktunya untuk mendaki bukit, tetapi mereka tidak   mempunyai kekuatan untuk mendaki, kecuali Thariqatu ‘n-Naqsybandi.

Mereka harus mengetahuinya, jemaah ini—Thariqah Syadzili dan thariqah lainnya, bahwa di masa sekarang, kekuatan dari lokomotif adalah bersama Naqsybandi, tidak ada yang lainnya.  Mereka harus tahu dan mencari pelatihan spiritual.  Tidak ada seorang pun di antara Timur dan Barat, Syadzili atau thariqah lain cocok untuk urusan ini, karena mereka telah mencapai … mereka tidak mempunyai kekuatan, mereka duduk, makan, minum dan menikmati perkataan bahwa mereka adalah para Syadziliyyin, atau Qadiriyin atau Rufa’iyyin, atau salah satu dari ke-41 thariqah.  Mereka seperti ini, berpikir untuk mencapai apa yang kita capai, tetapi mereka tidak dapat mencapainya kecuali dengan sebuah lokomotif.  Mereka menemukan sebuah jalan yang mudah untuk berjalan, tetapi jika seperti orang ini yang mendaki bukit, apa yang kita lakukan?  Duduk di sini sampai lokomotif datang untuk membawa mereka dan menggerakkan mereka.  Kalau tidak, itu mustahil.

Mereka berkata, “Datanglah kepada kami.”  Kita boleh mendatangi pertemuan dari salah satu thariqah.  Mereka senang untuk duduk dan berzikir, menikmati undangan bahwa Syekh mereka adalah seperti ini dan itu.  Ya, Syekh kalian seperti ini, tetapi kalian tidak mengikuti jejak kaki mereka.  Mereka menjadi seperti anggur yang diperas, mereka telah terbenam di dalam dunia ini.  Kita sekarang berada di zaman di mana hanya ada sedikit orang; tidak ada orang-orang sejati yang tersisa, dan semua awliya telah lenyap.  Inilah yang mereka katakan, para awliya telah lenyap, mereka tidak terlihat.

Jemaah ini, mereka bicara tetapi mereka tidak mempunyai rahasia; rahasia thariqah, mereka tidak mempunyainya.  Jika jalannya mudah untuk dijalani, ketika waktunya tiba, seperti sekarang, untuk mendaki—kalian menyebutnya apa?  Tongkat geser (alat untuk membantu jalan), mereka memerlukan tongkat geser.  Saya biasanya selalu duduk di samping sopir, mungkin selama 60 tahun, saya tidak pernah tahu mereka masuk ke gigi satu, dua atau tiga.  Jemaah ini seperti itu, mereka tidak mempunyai sopir, masing-masing berusaha untuk dirinya sendiri.  Untuk apa?  Dengan syekh yang mana kalian melanjutkan latihan kalian?

Syekh mana yang mempunyai izin?  Siapa yang memberi kalian latihan spiritual?  Tetapi mereka seperti “siapa yang meniru suatu kelompok, maka ia termasuk di antara mereka” (Hadits)  “Orang-orang akan dibangkitkan bersama dengan orang yang mereka cintai.” (Hadits).  Mereka cinta, tetapi mereka mencintai thariqah mereka melebihi Thariqatu ‘l-`Aliyyah.  Mereka akan tetap berada di tempatnya.

Biarkan mereka menikmati apa yang mereka pelajari dan selesai.  Tetapi tidak ada mesin untuk menggerakkannya… tidak ada mesin untuk menggerakkan mereka.  Dari Timur ke Barat sudah jelas bahwa Sanad Emas Naqsybandi kita berakhir pada Mawlana Sulthanu-l Awliya, Syekh `Abdullah Ad-Daghestani (q).  Masalah ini memerlukan keseriusan dan siapa yang berusaha, mereka akan mendapatkannya.  Segala yang disukai ego mereka, mereka memberikannya, lalu mereka mengaku bahwa kami berada dalam thariqah seperti ini. Tidak!  Kalian seperti orang yang pergi piknik.  Biarkan mereka.

Biarkan salah seorang di antara mereka mengaku bahwa ia adalah seorang pelatih spiritual.  Ia akan senang untuk duduk bersama mereka, kami tidak keberatan.  Ia bisa memberi, tetapi mereka, jemaah ini, tidak mampu memberikan apa-apa kepadanya.  Jika mereka mengambil manfaat darinya, mereka akan sangat beruntung, kalau tidak jika ia datang bersama mereka dan mereka tidak mendapat apa-apa, maka mereka telah menyia-nyiakan waktu mereka.

Syekh, tidak ada lagi Syekh.  Para wali telah lenyap.  Semua Syekh, Syekh sejati adalah wali Allah (swt).  Dan mereka tidak perlu untuk menampakkan diri mereka dan untuk memanggil orang agar datang kepada mereka, tidak.  Untuk mengunjungi saudara-saudara dan tinggal bersama mereka adalah diizinkan, tidak perlu menghentikan hal itu.  Jika ia senang mengunjungi mereka, kunjungilah mereka.  Tetapi jika mereka ingin memberinya, ia mempunyai emas, sementara mereka mempunyai tembaga atau kaleng.  Kaleng!  Sementara ia mempunyai emas, atau berlian.

Ini adalah hal yang sensitif.  Para wali telah lenyap.  Syekh kita dulu berkata, “Di Damaskus ada 40 di antara mereka.”  Syekh Effendi ketika dalam perjalanan ke Masjid ‘Umawi, melalui Suq al-Hamidiya, mereka datang dan Syekh Effendi datang dari arah berlawanan, mereka biasanya mengganti arahnya.  Mereka biasa menakut-nakutinya tetapi Syekh Effendi tidak pernah terpengaruh sama sekali.  Beliau sungguh diperkaya dengan Ilmu Sejati.  Beliau tidak memerlukan apa-apa.  Para Awliya Allah (swt) adalah seperti ini.

Mereka tidak ingin keadaan spiritual mereka terbuka, tidak.  Tidak ada izin untuk itu.  40 di antara mereka pergi ke Masjid ‘Umawi setiap hari, sebagian di antara mereka duduk selama setengah jam, sebagian lagi satu jam, dan sebagain lagi 20 menit di (makam?) Sayyidina Yahya (a).  Shalawat dan salam semoga tecurah pada Nabi kita (saw).  Ketika mereka mengatakan ia lenyap, ia lenyap, jangan bertanya mengenainya. Jangan bertanya mengenainya, karena kalian tidak mempunyai keseimbangan untuk mengetahuinya.  Jagalah adab kalian terhadap setiap orang, sehingga tidak ada yang dapat menahan kalian.

Mereka adalah anak-anak Nabi (saw).  Ia mempunyai kharisma spiritual, ia mempunyai daya tarik, oleh sebab itu, mereka senang bersamanya. Tidak ada masalah.  Ia memberi kepada mereka, tetapi mereka tidak memberi apa-apa kepadanya.

Semoga Allah (swt) menjaga kita teguh di jalan yang Haqq, karena kita tidak menginginkan dunia ini.  Selesai.  Dunia ini adalah bangkai, mereka yang mengejarnya adalah anjing-anjing.  Tidak, kita mempunyai ribuan pengikut!  Kalian adalah seorang hamba, dan saya juga seorang hamba.  Tidak lebih dari ini.  Jika ada pelatihan dalam hal adab, ambillah dari setiap orang, kami tidak keberatan, tetapi jika tidak, maka jangan membuang-buang waktu.

Masya'Allah!  Ia mengambil karena ini, mereka ingin agar ia datang bersama mereka.  Kami tidak keberatan.  Jangan berpisah dengan mereka, jika mereka memintamu atau ingin agar engkau datang bersama mereka, bawakan sesuatu untuk mereka agar mereka bahagia, kami tidak keberatan.  Kami tidak melarang siapapun, dan kami adalah orang yang paling miskin, yang paling lemah.

Saya berpikir bahwa sekarang awan telah tertarik oleh sebuah mesin ke kiri atau ke kanan, atau dengan baterai?  Inilah yang saya pikirkan.  Saya punya banyak waktu….

Syekh Bahauddin:  Syekh tidak mempunyai pekerjaan (bercanda)

Mawlana: Ketika masya Allah, ia aktif.  Biarkan ia memikirkannya soal itu.

Syekh Bahauddin: Apakah awan mempunyai mesin atau tidak? Atau ia mempunyai kait untuk ditarik?

Mawlana:  Ini adalah pekerjaan saya, jika mereka suka, “selamat datang!”  Jika tidak, biarkan mereka pergi.  Silakan cek bagaimana awan bergerak, apakah ia ditarik atau apakah ia bergerak seperti ini?  Saya melihat, lalu ada orang yang kurang pandai datang dan bertanya mengenai berbagai hal dan itu membuat saya marah.  “Yahoo!  Saya berpikir sekarang “ “Apa yang engkau pikirkan o Syekh?”  “Aku berpikir tentang awan.” “Awan?” “Awan…apakah mereka ditarik dengan kaitan atau dengan mesin?”

Syekh Bahauddin: Inilah yang syekh pikirkan.

Mawlana: Saya memberinya izin, biarkan ia menanyakan hal ini.  Sibukkan dirimu dengan hal-hal seperti ini.  Apa yang bisa kita lakukan, ini yang tertinggi.  Beberapa orang ketika mereka muncul dari sisi itu, saya mengumpat pada mereka.  Inilah cara mengajar orang di masa ini, mereka tidak mengerti kecuali dengan bahasa umpatan.


Semoga Allah mengampuni saya.  Wali-wali lainnya tertawa ketika saya berbicara seperti ini.  Mereka senang ketika saya berbicara seperti ini.  Mereka duduk seperti ini, “Apa yang engkau pikirkan o Syekh?”  “Aku berpikir berapa ton berat awan itu?”  “Engkau tidak punya pekerjaan lain?”  “Tidak, saya sudah pensiun.  Saya sudah pensiun.  Saya berpikir tentang cara menimbang awan, meletakkannya ke dalam timbangan.”  “Oh faqir, maafkan aku.”  Semoga Allah mencurahkan Kemurahan-Nya pada kalian. Fatiha.

Wa min Allah at Tawfiq

Selamat Kepada Paus Benecdictus


Selamat Kepada Paus Benecdictus
Sultanul Awliya Mawlana Shaykh Nazim Adil Al-Haqqani qs
Shuhba – Lefke, Siprus Senin, 11 Feb 2013




 Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs dan Paus, 5 Juni 2010, Nicosia Cyprus


Bismillahir Rahmaanir Rahim.

Sri Paus kini sedang bersiap-siap untuk menjadi seorang hamba yang baik hanya untuk Tuhannya saja. Selamat untuknya. Semoga ia diberi panjang umur dan dikaruniai amal yang baik. Sri Paus dari Roma, orang yang diberkati dari Gereja Katolik hingga sekarang, yang pernah saya temui dan saya lihat ia berada di jalan yang baik, dan niat baiknya hanya untuk menjadi hamba Tuhannya.

Dan ia telah melakukan apa yang saya niatkan untuknya. Tidak ada derajat bagi seseorang selain daripada menjadi hamba bagi Tuhannya. Sri Paus telah bersiap-siap hanya untuk menjadi hamba Tuhan, seorang hamba yang sederhana tanpa membawa suatu kehormatan atau membawa seseorang, kecuali hanya menjadi hamba bagi Tuhannya.

Sri Paus telah mempersiapkan diri untuk menjadi hamba Tuhannya. Sungguh, tanpa membawa pangkat atau kehormatan apapun. Selamat, dan semoga ia dianugerahi kehidupan yang baik di dunia dan akhirat, dan berada bersama dengan orang-orang yang baik di Hadirat Ilahi.

Selamat dari saya sebagai temannya. Orang tidak dapat berpikir bahwa hal seperti itu dapat terjadi, kecuali mereka yang telah paham dengan bahasa Penghambaan Sejati. Ia baru bertemu dengan saya, seorang hamba Tuhan Surgawi yang sederhana. Dan kami bahagia bertemu dengannya, dan saya memohon kepada Tuhan saya untuk membuatnya lebih dekat dengan Hadirat Ilahiah-Nya.

Semoga Allah mengampuni saya dan mengampuninya juga. Ia adalah seorang pejuang yang baik dalam melawan Syaitan, sadanas. Kita juga menentang dan melawan setan, sadanas. Itu sungguh merupakah nasihat bagi mukmin sejati, yaitu untuk memerangi setan, sadanas.

Dan Sri Paus melakukan upaya terbaiknya dengan segala pemikirannya. Semoga Allah mengampuni saya dan mengampuninya dan juga orang-orang beriman yang lain. Semoga Allah melindungi semua orang beriman yang sejati dari sebuah perang besar yang akan terjadi sebelum Hari Kiamat di bumi. Semoga Allah memberkati orang-orang yang diberkati-Nya selamanya. Dari manusia pertama, Nabi Adam (as), dan semua nabi yang kita percayai sampai yang terakhir juga, Sayyidina Muhammad (saw).  (Mawlana berdiri—ihtiram).

Sayyidina Muhammad (saw) mempunyai maqam yang megah di Hadirat Ilahi menembus langit, sebagaimana nabi-nabi lainnya, termasuk Nabi Isa (as), Nabu Musa (as), Nabi Ibrahim (as), Nabi Ishaq (as), Nabi Yaqub (as).
Semoga rida Allah bagi mereka semua, mereka semua berada di Hadirat Ilahi. Mereka mendaki untuk menjadi seorang hamba yang sederhana bagi Tuhan mereka, Allah (swt). Allahu Akbar. Bersamalah dengan Tuhan Penguasa Surgawi selamanya.

Ini adalah penjelasan sederhana terhadap apa yang terjadi pada teman saya: Paus dari Gereja Katolik. Dan saya memohon untuk masa depan yang baik baginya di dunia dan di Hari Kiamat. Semoga Allah mengampuni saya. Ya Tuhanku. Saya dapat bicara dari sekarang hingga akhir zaman, namun itu tetap belum cukup. Tetapi itu akan cukup bagi mereka yang mengerti dan memahami. Jangan mengejar dunia ini dan gelar-gelar palsunya. Kita harus memohon gelar sejati di Hadirat Ilahi dari Tuhan Surgawi.

Semoga Allah mengaruniai kita pemahaman yang baik, wahai manusia, khususnya mereka yang mengejar sadanas, dan tidak mengikuti para Nabi. Semoga Allah menyingkirkan mereka dan membawa Keadilan Surgawi di bumi sehingga seluruh manusia akan bahagia di dunia dan juga bahagia di Hadirat Ilahi.

Jagalah penghambaan kalian terhadi Tuhan kalian, kalau tidak Kekuatan-Nya yang Dahsyat akan menyingkirkan mereka karena mereka mengikuti sadanas, dan tidak mengikuti para Nabi yang suci dan Kitab-Kitab suci. Dimulai dari Sayyidina Adam (as) dan diakhiri dengan Khatamul Anbiya, Nabi Penutup, Sayyidina Muhammad (saw), (Mawlana berdiri—ihtiram).  Terima kasih untuk yang mendengarkan suhbah ini.

Wahai manusia, pikirkanlah tentang hal itu. Saya hanyalah seorang hamba yang sederhana. Saya ucapkan, “Allahu Akbar!” (Mawlana berdiri) Laa ilaaha ilallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd. Ucapkanlah kalimat-kalimat itu, kalian akan bahagia di dunia dan akhirat. Berikan penghormatan tertinggi kepada Tuhan kalian dan kepada hamba-hamba-Nya. Merci beaucoup (terima kasih). Saya merangkul Sri Paus dan saya memikirkan masa depan yang baik baginya di Hari Kebangkitan. Cukup.

Wa min Allah at Tawfiq.


Congratulations To The Pope
Sultanul Awliya Mawlana Shaykh Nazim Adil Al-Haqqani qs
11 February 2013 - Lefke Cyprus


His Holiness the Pope, he just prepared to be a good servant for his Lord only. Congratulations to him, long life with good deeds. His Holiness the Pope of Rome. The best one of the Catholic Church up to today, whom I met and found in a good way. And his good intentions are only to be a servant for his Lord. And just he be what I was intending for him to be. No any rank for a person more than to be his Lord's servant. Just he prepared, his Holiness, to be only for his Lord a humble servant without carrying any honour for anyone then to be his Lord's servanthood. Just he prepared to be only for his Lord's servant freely without carrying any other rank or honour.

Congratulations and good life for him here and Hereafter, to be with good ones in Divinely Presence. Congratulations for his rank that anyone can't think such a things except who is understanding such a language of real servanthood. Just he met with a humble servant of The Lord of Heavens & we were happy to be with him and asking from my Lord to make him closer to His Divinely presence.

May Allah (swt) forgives me and forgives him also. He was a good fighter against satan, sadanas. We are also against sadanas. That is real way for believers to fight sadanas. And he his Holiness he did his best as he was thinking. May Allah (swt) forgives me & him, and other believers and real believers. To protect them from a big war that should be before the Day of Resurrection on earth.

May Allah (swt) blesses His blessed ones forever. From first man Adam (as) and whole Prophets (as) that we are believing in the last one also Sayyidina Muhammad (saws). That he, Nabi (saws) has a majestic position in Divinely Presence through Heavens, as all Prophets (as) including Jesus Christ (as), Moses (as), and others, Abraham (as), Is'haq (as) Yaqub (as), Jacob, they were all in Divinely Presence. They are climbing, climbing to be humble servants for their Lord Almighty Allah (swt). Allahu Akbar! The Lord of Heavens all over forever.

It is a small presenting what happened for my friend Pope of Catholic Church. And I am asking a good... a good future for him here and The Day of Resurrection. May Allah (swt) forgives me. Yes Sir. I shall speak from now up to end of day it is not enough. But it is enough for who may understand something. Don't run after dunya and its imitated titles. You must ask real title in Divinely Presence of The Lord of Heavens.

May Allah (swt) gives a good understanding to whole people particularly who they are running after sadanas not following Prophets (as). May Allah takes them away and brings Heavenly Justice on earth to be whole mankind happy here and happy in Divinely Presence. Keep servanthood of your Lord or His heavy.. His Mighty Power should take them away because they are following sadanas not following Holy Prophets and Holy Books. Beginning from Adam (as) and ending with the Seal of Prophets Sayyidina Muhammad (saws).

Thank you for your listening. Please whole mankind may think on it. I am very simple servant. I am saying Allahu Akbar! I am saying Allahu Akbar, La Ilaha illa Allah Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahi Al Hamd. Say it & you should be happy here & Hereafter.

Give your highest respect to your Lord and His servants. Merci beaucoup! I am embracing his Holiness and I am thinking for him a good future here & and good honour in The Day of Resurrection. Enough!

Wa min Allah at Tawfiq.

http://­www.sufilive.com/Congratulation_to_the_
Pope-4864.html

Saturday, February 23, 2013

Hasil penelitian terbaru terungkap kerja otak lebih aktif saat seseorang berdoa atau shalat

Hasil penelitian terbaru terungkap kerja otak lebih aktif saat seseorang berdoa atau shalat
Hasil penelitian terbaru terungkap kerja otak lebih aktif saat seseorang berdoa atau shalat

Sebuah penelitian medis baru-baru ini mengungkapkan adanya serangkaian perubahan dalam tubuh manusia selama ia dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi. Menurut penelitian tersebut, perubahan pertama yang tampak adalah adanya integrasi pikiran sepenuhnya dengan alam semesta setelah lima puluh detik memulai doa (shalat) atau meditasi.

Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.

Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar(otak) dalam keadaan normal.

Aktivitas sel-sel saraf di otak telah berkurang dan terdapat warna mengkilap yang muncul di radiologi.
Ramchandran menegaskan bahwa hasil gambar ini merupakan bukti ilmiah mengenai apa yang yang disebut “spiritual transenden” dan kehadiran agama di dalam otak, yang membawa dampak terhadap seluruh anggota, seperti otot, mata, sendi dan keseimbangan organ-organ tubuh.

Ia juga menambahkan bahwa semua anggota tubuh mengirim sinyal ke otak selama seseorang berdo’a (shalat) atau meditasi, hal inilah yang menyebabkan aktivitas otak meningkat, sehingga otak kehilangan kontak dengan tubuh sepenuhnya hanya menjadi pikiran murni dan menarik diri dari alam dunia ke dunia lain.

Pada gilirannya, penelitian tersebut merupakan upaya yang signifikan dari para ilmuwan untuk mengungkap batas hambatan antara manusia dan rahasia otak. Penelitian ini mendapat apresiasi kepuasan dari sebuah penerbitan Sains di AS. Penelitian ini penting untuk menjelaskan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan.

Yang perlu diperhatikan bahwa hal ini benar-benar membantah hasil studi dan penelitian William James, seorang pelopor psikologi agama, tentang misteri agama dalam otak yang menyimpulkan bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah dua dunia yang sama sekali berbeda. Subhanallah…

sumber

Doa Memohon Madad (Mohon Dukungan)

Sungguh malu rasanya jika meminta madad (dukungan), untuk mendapatkan harta benda didunia ini. Sungguh sebuah rasa malu yang besar.

Untuk apakah kalian mengatakan madad (mohon dukungan)? Madad Yaa Robbi, Madad Yaa HabibAllah, Madad Yaa RijalAllah. Kirimkan kepada kami dukungan surgawi. Untuk apakah kita memohon dukungan surgawi? Yaitu agar kita mendapat kekuatan untuk berada didalam jalannya Allah, dan Allah menerimanya dan Allah ridho kepada kita.

Tujuan kita adalah agar Allah menerima kita, karena Dia yang menciptakan kita semua. Janganlah meminta dukungan untuk harta dunia dan kedudukan didunia ini. Atau untuk hal lainnya yang seperti ini, sungguh sangat malu rasanya.

Ketika kalian membuka tanganmu untuk berdoa, maka katakan Madad, Madad, Madad, Madad, Madad Madad Yaa Sahibal Imdad (sang penolong yang didukung Allah), Yaa Allah tolonglah kami, Allahu Akbar. Kirimkan kepada kami Imdad-MU (PertolonganMU), kirimkan kami Sahibal Imdad (Sang Penolong), Allahu Akbar. (Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs, 21 Februari 2013)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...