Monday, April 22, 2013

Adab Ziarah ke Makam Nabi Muhammad Shollallooh Alayhi Wa Sallam


Adab Ziarah ke Makam Nabi Muhammad Shollallooh Alayhi Wa Sallam
Syaikhul Islam al-Hafiz Imam Muhyidin al-Nawawi al-Bantani al-Sayfi'i

Dikutip dari buku Ensiklopedia Akidah Ahlus Sunah: Maulid dan Ziarah keMakam Nabi (saw)
oleh Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (qs)

Imam al-Nawawî menulis dalam al-Îdhâ fî Manâsikal-Hajj:62
Ziarah ke MakamJunjungan Kita Rasulullah saw.
 

Dalam bab ini akan dibahas tindakan-tindakan yang dianjurkanuntuk mereka yang sedang menunaikan haji.

Pertama : Masalah yang pertama berkenaan dengan mereka yangmengerjakan haji dan umrah.  Bila merekakeluar dari Mekah, hendaknya mereka pergi ke kota Rasulullah saw. untuk menziarahi tanahpemakamannya.  Ini salah satu tindakan terpentingyang dapat mengantar kita menuju Allah swt.  Al-Bazzâr dan al-Dâruquthnî meriwayatkan dari Ibn‘Umar bahwa Rasulullah saw mengatakan, “Siapa menziarahi makamku, syafaatkuakan terjamin baginya.”63
 
Kedua, menyangkut tindakan-tindakan yangdianjurkan dan lebih disukai untuk peziarah, yaitu hendaklah ia berniat tatkalamenziarahi Rasulullah saw.  Niatnyahendaklah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan berkunjung ke masjidnyadan melakukan salat di dalamnya.
 
Ketiga, dianjurkan juga bahwa bila peziarah sedangdalam perjalanan, hendaklah ia meninggikan bacaan selawat dan salamnya kepadaNabi saw., dan bila ia melihat pohon-pohon Madinah, tanah haramnya yangdiberkahi, atau tanda-tanda apa saja dari Madinah, hendaklah ia meningkatkan lagibacaan selawat dan salamnya; dan hendaklah ia memohon kepada Allah swt agarmenerima ziarahnya dan memberikan balasan baik atas ziarahnya itu.
 
Keempat, dianjurkan agar yang sedang berhaji melakukanpenyucian diri dengan mandi sebelum memasuki Madinah dan mengenakan pakaianpaling bersih.  Ia mesti membayangkandalam hatinya kemuliaan Madinah, suatu tempat terbaik di muka bumi setelah Mekahmenurut sebagian ulama; yang lainnya beranggapan Madinah tempat terbaik di mukabumi tanpa pengecualian.  Apa yangmenjadikannya begitu mulia dan dihormati adalah karena kehadiran Nabiullahsaw., sang makhluk terbaik.
 
Kelima, yang sedang berhaji hendaklah menyesuaikandirinya dengan perasaan tentang kebesaran Rasulullah saw; hatinya hendaklahdiliputi oleh kehadiran beliau, seolah-olah ia sedang melihat beliau.
 
Keenam, tatkala ia sampai ke pintu masjid beliau,hendaklah ia membaca apa yang dibacanya sewaktu memasuki Mekah; hendaknya iamasuk dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri, sebagaimana seharusnya ialakukan sewaktu masuk dan keluar dari masjid lainnya.  Begitu ia mendekat ke rawdhah yangsuci, yaitu tempat antara makam Nabi saw. dan mimbar beliau, hendaklah iamelakukan salat tahiyatul masjid di dekat mimbar, di tempat berdirinyaRasulullah saw.  Dalam buku tentangMadinah, jarak antara mimbar Nabi saw dan tempat berdirinya, yaitu tempat yangbeliau gunakan untuk mengerjakan salat sampai beliau wafat, adalah empat puluhhasta dan satu jengkal, sedangkan jarak antara mimbar dan makam adalah lima puluh tiga hasta dansatu jengkal.  Wa Allâh a‘lam.
 
Ketujuh, setelah ia melakukan salat tahiyatul masjiddi rawdhah (atau di mana saja di dalam masjid), sewaktu bersyukur kepadaAllah swt atas karunianya ini, dan meminta-Nya agar menyempurnakan tugasnya danmenerima ziarahnya ini, hendaklah ia menghadap ke dinding makam yang mulia,dengan kiblat ada di belakangnya, sambil melihat ke bagian terbawah daridinding makam, merendahkan pandangannya dalam keadaan khidmat dan takzim,mengosongkan hati dari urusan dunia dan fokus pada sikap hormatnya, dan padakedudukan orang yang kehadirannya ia rasakan. Kemudian hendaklah iamenyampaikan salam dengan suara yang tak terlalu keras dan tak terlalu halus, tetapisedang-sedang saja; hendaknya ia membaca:
 
Al-salâm ‘alayka yâ Rasûl Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Nabî Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Khiyârat Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Khayr Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Habîb Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Nadzîr
Al-salâm ‘alayka yâ Basyîr
Al-salâm ‘alayka yâ Thuhr
Al-salâm ‘alayka yâ Thâhir
Al-salâm ‘alayka yâ Nabî al-rahmah
Al-salâm ‘alayka yâ Nabî al-ummah
Al-salâm ‘alayka yâ Abâ al-Qâsim
Al-salâm ‘alayka yâ Rasûl Rabb al-‘âlamîn
Al-salâm ‘alayka yâ Sayyid al-mursalîn wa yâ Khâtam al-nabiyyîn
Al-salâm ‘alayka yâ Khayr al-khalâ’iq ajma‘în
Al-salâm ‘alayka yâ Qâ‘id al-ghurr al-muhajjalîn
Al-salâm ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ahlbaytika wa azwâjika wa dzurriyyâtika wa ashhâbika ajma‘în
Al-salâm ‘alayka wa ‘alâ sâ’ir al-anbiyâ’wa jamî‘ ‘ibâd Allâh al-shâlihîn
Jazâka Allâh yâ Rasûl Allâh ‘annâafdhala mâ jazâ nabiyyan wa rasûlan ‘an ummatihi
Wa shallâ Allâh ‘alayka wa sallamakulla mâ dzakaraka al-dzâkirûn wa ghafala ‘an dzikrika al-ghâfilûn
Afdhala wa akmala wa athyaba mâ shallâwa shallâ mâ ‘alâ ahad min al-khalq ajma‘în
Asyhadu an lâ ilâha illâ Allâh wahdahulâ syarîka lahu
Wa asyhadu annaka ‘abduhu wa rasûluhuwa khiyâratuhu min khalqihi
Wa asyhadu annaka qad ballaghta al-risâlahwa addayta al-amânah wa nashahta al-ummah wa jâhadta fî Allâh haqqajihâdihi
Alâhumma âtihi al-wasîlah wa al-fadhîlahwab‘atshu maqâman mahmûdan alladzî wa‘adtahu
Wa âtihî nihâyata mâ yanbaghî ‘anyas’alahâ al-sâ’ilûn
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad‘abdika wa rasûlika al-nabî al-ummî wa ‘alâ âl sayyidinâ Muhammad wa azwâjihiwa dzurriyyâtihi
Kamâ shallayta ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîmwa ‘alâ âl sayyidinâ Ibrâhîm
Wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad‘abdika wa rasûlika al-nabî al-ummî wa ‘alâ âl sayyidinâ Muhammad wa azwâjihiwa dzurriyyâtihi
Kamâ bârakta ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîmwa ‘alâ âl sayyidinâ Ibrâhîm fî al-‘âlamîn innaka hamîd majîd.
 
Artinya:
Kedamaian atasmu, wahai Utusan Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Nabi Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Pilihan Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Kebaikan Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Kekasih Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Pemberi peringatan
Kedamaian atasmu, wahai Pemberi kabar gembira
Kedamaian atasmu, wahai Kesucian
Kedamaian atasmu, wahai Orang Suci
Kedamaian atasmu, wahai Nabi penuh rahmat
Kedamaian atasmu, wahai Nabi umat manusia
Kedamaian atasmu, wahai Ayah al-Qâsim
Kedamaian atasmu, wahai Utusan Tuhan Semesta Alam
Kedamaian atasmu, wahai Junjungan para nabi danPenutup para nabi
Kedamaian atasmu, wahai Yang terbaik dari segala makhluk
Kedamaian atasmu, wahaiPemimpin dari orang-orang yang berwajah cemerlang
Kedamaian atasmu dan ataskeluargamu, penghuni rumahmu, istri-istrimu, putra-putrimu, dan semua sahabatmu
Kedamaian atasmu dan atas semua nabi dan hamba-hambaAllah yang saleh
Semoga Allah swt memberimu pahala dengan sebaik-baikpahala yang pernah diberikan kepada nabi dan rasul atas nama umatnya
Selawat dan salam dari Allah swt semoga dilimpahkankepadamu setiap kali orang mengingatmu dan setiap kali orang lalai darimengingatmu
Dengan selawat dan salam yang paling utama, paling sempurna,  dan paling baik, dari yang pernah diberikankepada semua makhluk
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah swt, dantak ada sekutu bagi-Nya
Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya engkau adalahhamba-Nya, utusan-Nya, dan pilihan-Nya di antara semua makhluk
Dan aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah-Nyadan menunaikan amanah-Nya, memberikan nasihat kepada umat, dan berjuang untukAllah swt dengan sebenar-benarnya
Ya Allah swt, berikanlah kepadanya kedudukan-sebagai-penghubung,keutamaan, dan angkatlah beliau ke kedudukan mulia yang telah engkau janjikankepadanya
Dan berikanlah kepadanya tujuan tertinggi dari apayang sepantasnya dimohonkan oleh para pemohon
Ya Allah swt, sampaikanlah selawat kami kepadajunjungan kami, Muhammad saw, hamba-Mu dan rasul-Mu, nabi yang ummi; juga kepadakeluarga junjungan kami, Muhammad saw, kepada istri-istrinya dan putra-putrinya
Sebagaimana engkau telah memberikan selawat kepadajunjungan kami, Ibrahim as, dan kepada keluarga junjungan kami, Ibrahim as
Dan berikanlah berkah kepada junjungan kami, Muhammadsaw, hamba-Mu dan rasul-Mu, nabi yang ummi; dan kepada keluarga junjungan kami,Muhammad saw, kepada istri-istri dan putra-putrinya.
Sebagaimana engkau telah memberikan barakah kepadajunjungan kami, Ibrahim as, dan kepada keluarga junjungan kami, Ibrahim as,selagi di dunia
Sesungguhnya Engkau MahaTerpuji dan Mahamulia.
 
Bagi mereka yang takdapat menghafal semua bacaan ini atau tidak punya waktu membacanya, cukuplahuntuk membaca sebagiannya saja, minimal hendaklah ia membaca al-salâm‘alayka yâ Rasûl Allâh.
 
Setelah itu, bila adaorang yang memintanya menyampaikan salam kepada Rasulullah saw, maka hendaknyaia membaca al-salâm ‘alayka yâ rasûl Allâh min fulân ibn fulân (salamkepadamu, wahai Rasulullah saw dari si fulan anak fulan), atau sejenis bacaansalam lainnya.  Setelah itu, hendaklah iamelangkah satu kaki ke sebelah kanan untuk mengucapkan salam kepada Abû Bakr rakarena berdiri pada bahu Rasulullah saw; 
 
kemudian ia katakan: al-salâm‘alayka yâ Abâ Bakr safiyy Rasûl Allâh wa tsâniyyahu fî al-ghâr, jazâka Allâh ‘anummat al-Nabî khayran (salam kepadamu, wahai Abû Bakr ra, teman dekatRasulullah saw, dan pendampingnya dalam gua, semoga Allah swt membalasmu denganpahala terbaik atas nama umat Nabi saw).  Setelah itu, ia melangkah satu kaki ke sebelahkiri dari posisinya semula, ke hadapan ‘Umar ra, sambil mengatakan: al-salâm‘alayka yâ ‘Umar a‘azza Allâh bika al-islâm, jazâka Allâh ‘an ummat Muhammadkhayran (salam kepadamu, wahai ‘Umar ra, Allah swt telah menguatkan Islamdenganmu, semoga Allah swt membalasmu dengan sebaik-baiknya pahala dengan atasnama umat Muhammad saw). 
 
 Kemudian iakembali ke posisi semula, ke depan Rasulullah saw, dan ia pun dapat bertawasulkepada Nabi saw untuk kepentingan dirinya, dan meminta syafaatnya di depanTuhannya yang Mahasuci dan Mahatinggi, dan salah satu hal terbaik yang dapat iabacakan adalah apa yang diriwayatkan oleh kawan-kawan kita dari al-‘Utbî, dimana mereka sungguh mengagumi apa yang dikatakannya:
 
Selagi aku sedang dudukdekat makam Nabi saw, seorang Arab Badui datang dan berkata, “al-Salâm ‘alaykayâ Rasûl Allâh saw!  Aku telahmendengar Allah swt berfirman, ‘Kalau saja mereka itu, tatkala sadar telahberbuat zalim pada dirinya, datang kepadamu dan meminta ampunan kepada Allahswt, dan Rasul saw kemudian memintakan ampunan buat mereka, niscaya mereka akandapatkan bahwa Allah swt itu sungguh Maha Pengampun dan Maha Penyayang’(4:64), kini aku datang kepadamu untuk meminta ampunan atas segala dosaku,dengan mengharap bantuan syafaatmu pada Tuhanku.”  Ia pun kemudianmembacakan syair berikut:
 
Wahai yangterbaik dari semua yang tulang-belulangnya dikuburkan di kedalaman bumi,
Dan yang dariwewangiannya, kedalaman dan ketinggian menjadi terasa harum,
Biarlah akumenjadi tebusan bagi sebongkah kuburan yang engkau huni,
Yang didalamnya terdapat kesucian, karunia, dan kemurahan hati!
 
Kemudian ia pergi, dan aku pun tertidur.  Dalam tidurku, aku melihat Nabi saw.  Beliau berkata kepadaku, “Wahai ‘Utbî, cepatlahkejar orang Badui itu dan sampaikanlah kabar baik kepadanya bahwa Allah swt telahmengampuninya.”64
 
Peziarah kemudian hendaklah maju ke arah kepala makamdan berdiri di antara makam dan pilar yang ada di sana , sambil menghadap kiblat (dengan tidakmemutarkan punggungnya pada makam).  Hendaklahia memuji Allah swt dan mengagungkannya dan memanjatkan doa untuk dirinyamenyangkut apa yang ia perlukan dan ia inginkan, untuk kedua orangtuanya, danuntuk siapa saja yang ia sukai di antara kerabatnya, guru-guru yangdihormatinya, saudara-saudara, dan muslimin pada umumnya; kemudian iamendatangi rawdhah memanjatkan doa dan melakukan salat.  Terdapat keterangan dalam dua kitab Shahîhyang diriwayatkan dari Abû Hurayrah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Di antara makamkudan mimbarku terletak salah satu taman surga, dan mimbarku  menghadap ke kolam (hawdh)-ku.  Berdirilah di mimbar itu dan berdoalah.”
 
Kedelapan, tak diperbolehkan mengelilingi makam Nabisaw., dan makruh hukumnya berdiri begitu dekat dengan makam sehinggakeseluruhan bagian depan atau belakang seseorang bersentuhan dengannya.  Ini menurut pandangan al-Hâlimî danyang lainnya.  Juga makruh hukumnya menggosok-gosok makamdengan tangannya atau menciumnya.65  Tatacara yang baik adalah berdiri agak jauh darinya,sebagaimana halnya bila orang berada dari seseorang yang masih hidup.  Begitulah yang dikatakan oleh ulama, danhendaklah kita tak terbawa-salah oleh tindakan-tindakan orang kebanyakan yangmelanggar perilaku baik ini; kita seharusnya hanyalah mengikuti resep yangdianjurkan ulama saja, tak perlu memedulikan perilaku orang-orang kebanyakan.  Seorang tokoh yang dihormati, yaitu Abû ‘Alîal-Fudhayl ibn ‘Iyâdh kurang lebih mengatakan begini: Seseorang seharusnyamengikuti jalan yang sesuai dengan petunjuk dan tidak terbelokkan kejalan-jalan yang ditempuh oleh segelintir orang, dan hati-hatilah dengan jalankesesatan yang ditempuh oleh mereka yang akan binasa.  Oleh karena itu, orang yang punya pikiranbahwa menggosok dan sejenisnya akan memberinya banyak barakah telah tersesatkanoleh kebodohannya dan ketakpeduliannya, karena barakah itu terdapat pada ajaranyang sesuai dengan syariat dan apa yang dikatakan oleh ulama; dengan demikianbagaimana mungkin pahala dapat diperoleh melalui tindakan yang bertentangandengan ajaran yang benar?
 
Kesembilan, selama tinggal di Madinah, hendaknya iamengerjakan seluruh salatnya di masjid Nabi saw, dan hendaklah berniat iktikaf didalamnya.
 
Kesepuluh, dianjurkan agar ia sehari-hari pergi kepekuburan Baqi, khususnya pada hari Jumat; pertama-tama hendaklah ia membacasalam dulu kepada Nabi saw.  Bila sampaidi Baqi, katakanlah: al-salâm ‘alaykum dâra qawmin mu’minîn wa innâ insyâ’aAllâh bikum lâhiquun, Allahummaghfir li ahli baqî al-gharqad, Allahummaghfirlanâ wa lahum.  Kemudian ia berziarahke makam-makam yang ada di sana seperti makam-makam Ibrahim, ‘Utsmân, al-‘Abbâs, al-Hasan putra ‘Alî, ‘Alîputra al-Husayn, Muhammad ibn ‘Alî, Ja‘far ibn Muhammad,dan lainnya.  Titik akhir perhentian,hendaklah di makam Shafiyyah, bibi Rasulullah saw.; disebutkan dalam beberapa hadissahih bahwa makam-makam di Baqi memiliki keutamaan, demikian juga dalammenziarahinya.66
 
Kesebelas, dianjurkan untuk berziarah ke makam-makam syuhadaUhud, sebaiknya dilakukan pada hari Kamis, dan hendaknya diawali dari makam Hamzahdan dimulai sejak pagi-pagi sekali setelah salat shubuh di masjid Nabi saw,sehingga ada cukup waktu yang memungkinkan untuk kembali ke masjid sebelum salatzuhur.
 
Kedua belas, dianjurkan sekali untuk mendatangi masjidQuba, lebih baik dilakukan pada hari Sabtu, dengan niat untuk mendekatkan dirikepada Allah swt dengan ziarah ke sana dan salat di dalamnya.  Ini didasarkanpada hadis yang dapat dipercaya dalam kitab al-Tirmidzî dan yang lainnya dariUsayb ibn Hudzayr, bahwa satu salat di masjid Quba seperti satu kali umrah;dan dalam dua kitab Shahîh, diriwayatkan bahwa Ibn ‘Umarmengatakan bahwa Rasulullah saw. suka datang ke masjid Quba, baik denganberkendaraan atau berjalan kaki, untuk melakukan salat dua rakaat di sana , dan dalam satu riwayat yang terpercaya disebutkanbahwa beliau biasanya datang ke sana pada hari Sabtu.  Dianjurkan pulaberziarah ke sumur al-Arisy, yang terletak di samping masjid Quba, dan meminumairnya serta berwudu dengannya.
 
Ketiga belas, dianjurkan agar mengunjungi semua tempatbersejarah dalam Islam.   Ada sekitar tigapuluhtempat semacam ini, semuanya dikenal baik oleh penduduk Madinah.  Yang berhaji hendaklah mengunjungitempat-tempat tersebut sekerap mungkin.  Iajuga hendaknya pergi ke dan minum dari sumur-sumur yang biasa digunakan olehRasulullah saw untuk berwudu dan mencuci.  Terdapat tujuh buah sumur yang seperti ini.
 
Keempat belas, yang berhaji seharusnya berlaku takzimterhadap kota ini selama ia tinggal di sana, dengan memelihara perasaan dalamhatinya bahwa kota ini merupakan tempat yang dipilih sebagai tempat hijrah dantinggal Rasulullah saw, serta tempat beliau dimakamkan; hendaknya ia bersikapseolah melihat Nabi saw datang dan pergi di kota ini, dan bagaimana beliauberjalan di jalan-jalan kota ini.
 
Kelima belas, tinggal di Madinah (khususnya untukbelajar) adalah dianjurkan dengan persyaratan yang sama dengan yang telahdisebutkan berkaitan dengan tinggal di Mekah.  Anjuran untuk melakukan hal ini terdapat dalamShahîh Muslim; Ibn ‘Umar dan Abû Hurayrah meriwayatkanbahwa Nabi saw bersabda, “Siapa saja yang bertahan melalui segala kesulitan dankesengsaraan di Madinah, aku akan menjadi saksi dan pemberi syafaat baginyapada Hari Pembalasan.”67
 
Keenam belas, dianjurkan bagi seorang mukmin untukberpuasa di Madinah kapan saja dan hendaklah sesering mungkin, dan hendaklahmemberi sedekah sebanyak mungkin kepada tetangga-tetangga Nabi saw (yaitumereka yang melakukan mujâwarah, seperti tinggal di Madinah agar dapatmemelihara sunah), karena hal tersebut merupakan satu cara menunjukkankesetiaan dan kepercayaan kepada Nabi saw.
 
Ketujuh belas, hendaklah ia tidak membawabarang-barang tembikar yang terbuat dari tanah dan batu-batu dari Tanah HaramMadinah, juga kendi-kendi dan perkakas lain yang terbuat darinya,sebagaimana telah disebutkan sebelumnya berkaitan dengan Tanah Haram Mekah.
 
Kedelapan belas, dilarang berburu di Tanah HaramMadinah, juga mencabut dan memindahkan sesuatu dari pohon-pohonan di Tanah Haram;aturan ini telah dibahas dalam pembicaraan tentang Tanah Haram Mekah. Batas TanahHaram Madinah adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bukhârî dan Muslimdalam kedua kitab Shahîh-nya dari ‘Alî ibn Abî Thâlib radari Nabi saw., “Tanah Haram Madinah adalah antara ‘Ayr dan Tsawr (sebuahbukit di belakang Uhud)”; dan dari Abû Hurayrah ra yang mengatakan, “Bila aku melihatrusa makan rumput dan minum di Madinah aku tak akan mengganggunya.” Nabi saw jugamengatakan, “Apa yang terhampar di antara dua bidang batu hitamnya (itulahbatas-batas kota ).”Dengan demikian hadis tersebut diriwayatkan oleh sekelompok sahabat dalam keduakitab Shahîh tersebut.
 
Kesembilan belas, bila ia akan meninggalkan Madinahdan pulang ke negerinya atau pergi ke negeri lainnya, dianjurkan untuk mengucapkanselamat tinggal kepada masjid dengan melakukan salat dua rakaat dan berdoamenyangkut apa saja yang sesuai dengan keperluannya; hendaklah ia mendatangimakam dan mengatakan hal yang sama dengan doa yang telah disebutkan padapermulaan dan katakanlah, “Ya Allah swt, janganlah Engkau jadikan ini kaliterakhir bagiku untuk datang ke Tanah Haram Rasul-Mu; mudahkanlah aku untukdatang kembali ke kedua Tanah Suci ini, dan limpahkanlah kepadaku ampunan dankeamanan dalam kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang, dan berikanlahkepada kami keselamatan selagi pulang dengan rahmatmu.” Ia pun dapatmeninggalkannya dengan menghadap sambil menjauh dari makam.
 
Kedua puluh, hal-hal penting berkaitan dengan MasjidNabi saw: diriwayatkan dalam Shahîh al-Bukhârî dari Ibn ‘Umarbahwa ia mengatakan, “Pada masa Rasulullah saw, masjid dibangun denganbata-bata dari tanah yang dijemur, atapnya terbuat dari pelepah kurma, dantiang-tiangnya dari batang pohon kurma.  AbûBakr ra tidak menambahkan apa pun padanya; ‘Umar ra menambahkan padanya danmembangun jalan yang biasa digunakan selama masa Nabi saw dengan batu bata danpelepah kurma dan tiang-tiang dari batang pohon kurma.  Pada gilirannya, ‘Utsmân ra mengubahnya danmenambahkan lebih banyak lagi.  Beliaumeninggikan dinding-dindingnya dengan batu-batu yang dipahat dan batu gamping,membuat tiang-tiang dari batu yang dipahat dan atap dari kayu jati.”Seharusnyalah melakukan salat fardu itu di masjid yang dulu ada di masaRasulullah saw.  Karena hadis sahih yangtadi disebutkan, yaitu “Satu salat di masjidku ini lebih baik dari seribu salatdi masjid-masjid lain,” hanya berlaku pada masjid yang berada di tempat padamasa beliau saja.68  Bilaseseorang melakukan salat bersama jamaah, maka sebaiknyalah melangkah maju kebarisan pertama, dan barisan-barisan yang langsung berada di belakangnya.Hendaknya ia memerhatikan apa yang pernah saya peringatkan.  Dalam kedua kitab Shahîhterdapat riwayat dari Abû Hurayrah ra bahwa Nabi saw mengatakan, “Mimbarkumenghadap ke kolamku.” Al-Khaththâbî mengatakan bahwa makna dari hadis iniadalah bahwa siapa yang menjaga salatnya di dekat mimbarnya, maka ia akanmendapatkan air dari kolam Nabi saw pada Hari Perhitungan.  Hadis lain dalam Shahîh menyebutkan,“Di antara makam dan mimbarku, terletak salah satu taman surga.”
 
Kedua puluh satu, beberapa orang awam menyatakan bahwaRasulullah saw pernah bersabda, “Siapa saja yang berziarah kepadaku dan kepadaayahku, Ibrahim as, pada tahun yang sama, aku memberi jaminan surga untuknya.”  Anggapan ini salah.  Pernyataan ini bukanlah dari Rasulullah saw dankata-kata ini tak disebutkan dalam kitab hadis mana pun.  Tetapi, ini lebih merupakan suatu bikinanorang-orang yang suka menyelewengkan. Menziarahi makam-makam para wali Allahswt tidaklah dilarang.  Yang ditolakhanyalah apa yang diriwayatkan oleh orang umum, padahal tak ada hubungan antaraberziarah ke al-Khalîl (Ibrahim as) dan ibadah haji; ziarah ke makam al-Khalîlmerupakan tindakan amal saleh terpisah.  Samahalnya dengan perkataan sebagian masyarakat awam yang menyatakan bahwa bilamereka berhaji dan melengkapinya dengan ziarah ke Yerusalem, maka mereka telahmenyempurnakan hajinya.  Ini adalah pandanganyang salah.  Meskipun berziarah keYerusalem itu dianjurkan, namun ini tak ada hubungannya dengan ibadah haji.  Wa Allâh a‘lam.
 
Kedua puluh dua, bila seseorang bernazar untukberziarah ke makam Nabi saw atau Yerusalem, ada dua pandangan menurut mazhab Syafii;yang lebih tepat adalah yang menyatakan bahwa dianjurkan untuk pergi menunaikannya,tetapi tidaklah wajib.  Wa Allâh a‘lam.
 

 
Catatan Kaki
62. Imam al-Nawawî, al-Îdhâhfî Manâsik al-Hajj (Damaskus: Dâr Ibn Khaldûn, tanpa tahun, h.140-150. Lihat juga bagian yang sama dalam al-Adzkâr al-Nawawî (berbagaiedisi) dan Majmû‘-nya (8:212f.).
63. Hadis hasan:lihat di atas, bagian al-Tawassul.
64. Lihat di atas.
65. Untuk restu Imam Ahmadterhadap menyentuh dan mencium makam, dan kata-kata al-Dzahabî yang membenarkanadanya efek dari tindakan ini dalam Mu’jam al-Syuyûkh, vol. 1, h. 73,#58, lihat di atas. “(Para sahabat) melihat Nabi saw dengan mata mereka sendiritatkala beliau masih hidup, menikmati kehadirannya secara langsung, menciumtangannya secara sungguh-sungguh, mereka hampir bertarung satu sama lainmemperebutkan sisa-sisa air wudunya, ikut mencukur rambutnya yang suci padawaktu berhaji, dan bahkan bila beliau memercikkan air dari mulutnya sungguhtidak akan jatuh kecuali pada tangan seseorang sehingga ia dapat mengusapkannyake mukanya sendiri.  Sementara kita tidakmemiliki keberuntungan yang sedemikian besar itu untuk ikut serta merasakannya,maka kita lemparkan bagian tubuh kita sendiri pada makamnya sebagai tanda rasaketerikatan, ketakziman, dan penerimaan, bahkan dengan menciumnya.  Tidakkah kamu melihat apa yang dilakukan olehTsâbit al-Bunanî tatkala ia mencium tangan Anas ibn Mâlik dan meletakkannya diatas mukanya sambil mengatakan: “Inilah tangan yang pernah menyentuh tanganRasulullah saw?” Kaum muslim tidaklah melakukan hal-hal semacam ini kecualididorong oleh kecintaannya yang menggebu kepada Nabi saw, sebagaimana merekadiperintahkan untuk mencintai Allah swt dan Nabi-Nya saw lebih dari kecintaanmereka pada hidupnya sendiri, anak-anaknya, seluruh umat manusia, hartanya, dansurga serta bidadari-bidadarinya.”
66.   Kaum “Salafi”/Wahabi telah menghancurkan semua makam ini, sehinggamereka tak lagi dapat dikenal bila ada orang ingin menziarahinya sesuai dengantuntunan sunah menurut definisi dari Imam al-Nawawî, sehingga Baqi sekaranglebih tampak seperti padang pasir, tak satu pun dari makam-makam itu yang dapatdikenali. Pada masa Nabi saw, orang-orang yang dimakamkan di sana tidak banyak, sehingga mudah untukdikenali di mana tempat mereka berada. Meskipun demikian, pada masa-masakemudian karena pemakaman tersebut jadi penuh oleh kaum muslim, pentingnyatanda-tanda untuk menentukan di mana para sahabat itu dimakamkan menjadisemakin penting ketimbang pada masa lampau, sebagaimana pentingnya memeliharatanda daerah tempat makam Nabi saw berada.  Itulah mengapa kaum muslim telah terusmempertahankan tanda-tanda ini dari perubahan-perubahan waktu dan penggantian,sampai kaum Wahabi dan kaum “Salafi” muncul terlibat dalam hal ini.  Namun demikian, sangatlah penting memeliharatanda-tanda ini, terlebih pada masa sekarang, karena alasan yang disebutkanoleh al-Nawawî tadi.
67.   Ibn Hajar al-Haytsamî menambahkan dalam syarahnyaatas al-Nawawî,  “Ahmad, al-Tirmidzî,dan yang lainnya meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, ‘Siapa saja yang dapatmeninggal di Madinah, biarlah ia meninggal di sana ,karena aku akan memberikan syafaat untuk siapa saja yang meninggal di sana .’ Banyak hadistentang keutamaan tinggal dan meninggal di Madinah.”
68.   Ibn Hajar al-Haytsamî mengatakan, “ Ada perbedaaan di antara ulama sehubungandengan hal ini. Meskipun demikian, tak ada hadis sahih dari Nabi saw yangberbeda dengan apa yang dikatakan al-Nawawî.”
 
Wa min Allah at Tawfiq

Pesan Penting dari Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs


Pesan Penting dari Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)
Shuhba bakda Zikir Khatm Khwajagan
Fenton, Michigan, 4 April 2013
 
 
Nawaytu 'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah,nawaytu'l-riyaadha, nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, lillahi ta'ala fiihadza'l-masjid. Allahumma thahhir qalbii min asy-syirki wa'n-nifaaq. Allahumma shalli 'alaa Sayyidina Muhammad hattaa yardhaa SayyidinaMuhammad (saw). Assalamu 'alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. [Dzikir Khatm]
Saya akanmemberi suhbah, dan tidak terlalu panjangatau pendek, karena Syekh Ali berkata, jika kita tidak mendapat nasihat, makatidak ada manfaat.
A'udzu billah mina 'sy-syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.kalimataan khafiifataan `ala al-lisaan...
Inna Allah laa yu`adzdzibahu `abdahu wa laakin qad yabtalii - Nabi (saw) bersabda, “Allah(swt) tidak menghukum, laa yu`adzdzib,tidak menghukum orang yang dicintainya, tetapi mungkin Dia akan mengirimkanujian atau kesulitan baginya."
 
Itu adalah sesuatu yangbesar!  Karena jika kalian mencintaisaya, kalian tidak akan menyakiti saya. Dan jika saya mencintai kalian, saya ingin segala sesuatu menjadi baikuntuk kalian.  Tetapi Nabi (saw) bersabda, “Allahtidak menghukum orang-orang yang dicintai-Nya, tetapi Dia dapat mengirimkanujian bagi mereka.  Jadi itu artinyaAllah ingin agar orang-orang yang dicintai-Nya bersabar.  Dengan menguji mereka apa saja, jika Allahmengirimkan kalian ujian, kepedihan, atau kesulitan atau bertengkar denganorang lain, semua ini adalah ujian yang bisa kalian alami di dalam kehidupankalian.  Dan terutama bagi mereka yangmerasa dirinya lebih dari orang lain.

Jika Allah mengatakan, “Akutidak menghukum orang yang Ku-cintai, tetapi Aku mengujinya,"  itu artinya walaupun Dia mencintainya, Diaingin agar ia bersabar, bahkan ujian yang paling berat pun akan datang, Diaingin agar ia bersabar menghadapi ujian-ujian ini, sebagaimana Asma Allahterakhir adalah Ash-Shabuur, Yang Maha Penyabar. Jadi Allah ingin agarorang bersabar ketika menghadapi ujian.  DanNabi (saw) bersabda, "Aku adalah orang yang paling banyak menerima ujian dancobaan", sepanjang hidupnya beliau tidak mendapat ketenangan dankedamaian.  Beliau (saw) hijrah dari Mekahke Madinah, membangun negeri, memerangi musuh, dan beliau tidak mempunyai waktuuntuk beristirahat, tetapi Nabi (saw) tetap bahagia. 

Beliau (saw) tidak pernah mengeluh.  Tetapi kita semua mengeluh, siang dan malamkita mengeluh.  Bahkan kita pun mengeluhmengenai napas yang kita hirup.  Egokalian mengeluh ketika kalian menarik napas dalam salat, ego kalian muncul danberkata, “Mengapa engkau bersusah payah untuk salat, tidak usah salat.  Banyak orang yang tidak salat,  Apakah engkau percaya dengan Neraka? Tidak,di mana itu?”  Setan datang danbermain-main dengan kita.  Segera setelahkalian mengucapkan, “Allaahu akbar, segala jenis gosip, pikiran buruk datangpada kalian, dapatkah kalian menghentikannya? Tidak.
 
Jadi Allah menguji kita,jadi ketika kalian melihat hal ini, apakah kalian ingin tahu apakah Allahmenguji kalian?  Salatlah 2 rakaat,segera setalah kalian mengucapkan, “Allahu akbar”, apa yang akan terjadi?  [Nanti malam makan apa ya?]  Segera setelah kalian mulai salat, Allah membiarkanSetan keluar dari belenggunya dan membuat kalian lupa berapa rakaat yang telahkalian kerjakan, 3 rakaat, 5 rakaat, 10 rakaat, bahkan 1 rakaat.
 
Tetapi Mukmin mempunyaisudut pandang yang berbeda.  Apa yangdikatakan oleh Sayyidina 'Abdul-Qadir al-Jilani (q) mengenai Mukmin?  Ketika Allah menguji mereka, ia akan mengertibahwa ada kemaslahatan, ada manfaat di balik ujian itu.  Karena ketika Setan datang dan berbisik ditelinga kalian,kalian akan berjuang melawannya dan melakukan hal yangbertentangan dengan apa yang dikatakannya. Allah akan memberi pahala untukkalian.  Dan pahala Allah tak terhingga,kita tidak tahu seperti apa pahalanya, tetapi sayangnya kita tidak mengejarpahala itu, kita malah mengikuti apa yang dikatakan oleh Setan.  Tetapi para awliyaullah ingin agarmurid-murid mereka menerima kesulitan itu, karena bersabar dalam menghadapikesulitan akan mendatangkan pahala dari Allah.

Tiga hari yang lalu MawlanaSyekh berkata, “Aku diperintahkan untuk tidak berbicara selama 3 hari.  Aku berpuasa untuk tidak bicara.  Setelah 3 hari, aku akan memberi pelajaran yekhberkata, “Aku diperintahkan untuk tidak berbicara selama 3 hari.  Aku berpuasa untuk tidak bicara.  Setelah 3 hari, aku akan memberi pelajaran yangsangat berat.”
 
Dan di dalam ajarannya,beliau menyebutkan tentang waktu, jam. Cara beliau membawakan subjek itu, beliau mengatakan, setiap orangmempunyai jam.  Mengapa kalian mempunyaijam?  Untuk mengetahui waktu.  Mengapa kalian ingin mengetahui waktu?  Kalian tidak perlu mengetahui tentangwaktu.  Jika kalian merupakan orang yangsungguh fokus, kalian tidak memerlukan jam. Maghrib adalam waktu kalian dan Subuh adalah waktu kalian, tetapiMaghrib, kalian akan segera mengetahui bahwa itu telah Maghrib, kalian tidakmemerlukan jam.  Setelah 1.5 jam kaliantahu bahwa itu sudah Isya.  Dan setelahIsya kalian tidur.  Kalian tahu bahwaSubuh adalah 1.5 jam sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbit, ituadalah waktu untuk …
 
Jadi, jam adalah untukdunia, bukan untuk akhirat.  Beliaumembuka subjek itu untuk mengatakan agar jangan mengikuti dunia, tetapi ikutiakhirat.  Tidak ada waktu di sana.  Di dunia, kalian menghitung hari-hari kalian,semakin berkurang dan berkurang.  Jadimereka mempunyai hari dan bulan pada jam dan ketika berlalu, kalian telahkehilangan satu hari dalam kehidupan kalian. Dan Mawlana mengatakan,semoga Allah memanjangkan umurnya, kalian bisa mempunyai sebuah jam, tetapi pastikan bahwa kalianmenggunakannya untuk kebaikan kalian di akhirat.
Awliyaullah merekamemandang untuk masa depan.  Mereka tidakmelihat masa lalu.  Apa yang telahberlalu, itu sudah lewat, selesai. Umurmu berapa? [22]  Bagus, 42tahun telah berlalu dari kehidupanmu, selesai. Jangan repot-repot, tetapi berusahalah untuk mencapai hal-hal yang lebihbaik lagi di waktu-waktu mendatang. Beliau membawa (subjek) waktu sebagai simbol, lihatlah ke depan!
 
Jangan ikuti orang-orangyang tidak menginginkan yang terbaik untuk kalian.  Jangan ikuti mereka yang terkait denganSetan.  Orang yang mencintai kalianadalah orang-orang yang mengatakan tentang akhirat kepada kalian.  Itulah yang harus kalian fokuskan dalam hidupkalian.
 
Jadi awliyaullah, “Janganmenyibukkan diri dengan dunia”, da`wa`ankum al-kalaam fii hadzihi'l-maqaamat.  Jangan terlalu banyak bicara tentangmaqam-maqam yang tinggi.  Setiap orangingin agar kalian bicara tentang maqam-maqam yang tinggi, tetapi beliauberkata, “Jangan, bangun dulu infrastrukturnya. Jangan melihat pada lantai atas. Jika kalian tidak membangun fondasi gedung, kalian tidak bisa naik kelantai atas dan mengabaikan fondasinya dapat menyebabkan gedung itu menjadiruntuh."
Itulah yang kalianlihat, orang-orang Sufi Guufi, mereka berpikir bahwa mereka adalah Sufi, danmereka mempelajari berbagai macam filosofi dan logika untuk membangun kastil dilangit untuk kalian.  Dan apa yang Allah katakan?  
 
Yaa ma`syaral-jinni wal-ins inis tatha`tum an-tanfudzuu min aqthaari's-samawaatiwal-ardhi fanfudzuu laa tanfudzuuna illa bi-sulthaan.
 
Wahai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapatmenembusnya tanpa Sultan. [55:33]
 
Itu artinya wahaimanusia dan jin, jika kalian dapat menembus, tembuslah, tetapi ternyata tidakbisa.  Kalian memerlukan sebuah fondasi,seorang sultan untuk membangun dan kemudian pergi.  Jika kalian tidak mempunyai fondasi, apapunyang kalian ajarkan dari atas, itu akan jatuh dan runtuh. 
wa qadimnaa ila maa `amiluu wa ja`alanahaa habaa'in mantsuura,
Kita sampai padaperbuatan apa yang telah mereka lakukan, dan membuatnya hancur seperti debuyang beterbangan.  Mereka membangunsesuatu di angin. 

Seorang profesor yangtelah meninggal sekarang, ia dari Perancis, dan ia membangun dirinya sendiridengan ilmu-ilmu dari berbagai agama dan filosofi, Buddhisme, Hinduisme,Zenisme, dan ia mendatangi pendeta, ia lebih tahu, pergi ke rabbi, ia lebihtahu darinya, pergi ke Syekh, ia lebih tahu, tetapi ke manapun ia pergi, ia tahubahwa ada sebuah tali, tetapi ia tidak bisa memegangnya.  Ia merasa ia memegang angin, hingga akhirnya menjadibingung. Akhirnya ia datang padaMawlana Syekh.  Ia berkata, “Apa yangharus aku lakukan?  Aku merasa akumemegang angin.”  
 
Dan Grandsyekh Abdullah qs berkatakepadanya, karena kita semua, ajaran kita berasal dari nafsu kita, iameletakkan nafsunya pada kertas, mengkopi dari sana sini, dan menjadikannya(semacam makalah) lalu membagi-bagikannya kepada orang.  Itu seperti buah-buahan dari plastik, tidakada manfaatnya.  Semua ilmu yang kalianpelajari tidak akan bermanfaat seolah-olah kalian memegang tali imajinasi. Ia berkata kepada Syekh,“Apa yang harus aku lakukan?”  Grandsyekhmenjawab, “Aku akan memberimu tiga contoh:
  1)  Engkau menanam sebutir benih lalumenyiraminya, lalu muncul tunas, lalu disirami lagi, muncul pohon, dan denganbuahnya.  Apakah engkau masih menemukanbenihnya?  Tidak, ia telah fana.
2)  Ambil sebuah telur, lalu letakkan di tanahselama 10 tahun, ia akan tetap menjadi telur. Tetapi letakkan di bawah seekor induk ayam selama 21 hari, apa yang kaupunya sekarang? Anak ayam.  Apakah masihada telurnya?  Tidak ada lagi.
3)  Rahim ibu yang mengandung.  Itu awalnya sperma dan sel telur kan?  Ketika mereka menyatu, sperma dan sel teluritu kemudian muncul setelah 9 bulan dan 12 hari.  Ke mana perginya sperma dan sel teluritu?  Sekarang yang ada adalah bayi didalam rahimnya.  
Di manakah anakayam?  Di dalam telur. Di manabenihnya?  Di dalam tanah.  Mereka semua mengasingkan diri daridunia.  Benih memasuki khalwat, telurmemasuki khalwat, bayi di dalam rahim memasuki khalwat.  Dan dalam setiap khalwat terjadi transformasidari satu bentuk menjadi bentuk yang lain. Dari benih menjadi pohon, dari telur menjadi anak ayam, dari sperma dansel telur menjadi bayi, seorang anak.  Danjika engkau tidak memasuki khalwat dan menggosok diri kalian dari kemarahan,maka kalian tidak akan berubah.” 
Lalu orang itumengucapkan, “Asyhadu an la ilaha ill'Llah wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”   Iamengatakan bahwa tidak ada orang yang memberi jawaban seperti itu dariorang-orang yang pernah ia tanya.  Jadi,bila kalian tidak melangkah dari nafsu kalian, baik atau buruk, tidak ada nafsuuntuk akhirat, tidak ada nafsu untuk dunia. Jika kalian mempunyai nafsu untuk dunia, selesai.  Tidak ada 2, 4, 8, 10 nafsu untukakhirat.    Jika kalian mengubah dirimenjadi seseorang yang hanya mencari akhirat, Allah akan membukakan untukkalian apa yang tertutup.  
 
Allahuma shalli `alaa Sayyidina Muhammad (saw) al-faatih limaaughliq.
Ya Allah, limpahkanlahshalawat kepada Nabi-Mu, (yang merupakan) kunci bagi apa yang tertutup.
Ketika kalian sepenuhnyatelah memutuskan cinta terhadap dunia, lalu mereka akan membukakan cinta kalianuntuk akhirat dan … jadi jangan membuang-buang waktu untuk membaca buku-bukuatau mengajarkan berbagai hal.  Tetapikita harus melakukan hal itu, untuk mengulangi dan mengulangi lagi bagi dirikita dan orang lain.  Satu-satunya yangkami katakan adalah untuk mengalahkan keempat musuh kalian: nafs, dunya, hawwa dan Setan. Nafs—ego kalian, dunya—kecintaan terhadap dunia, hawwa—nafsu, Setan—mengejar Setan.  
 
Ketika kalian telahmelepaskan keempatnya, maka kalian akan mampu mengajar.  Bila kalian sudah sakit, apa yang kalianajarkan pada orang?  Penyakit!  Itulah sebabnya mengapa beberapa awliyaullah,mereka tidak pernah bicara, seseorang datang pada mereka, awliyaullah membacakanuntuk mereka.  Beberapa awliyaullah tidakpernah berbicara tentang nasihat. Kehadiran mereka sendiri sudah merupakan nasihat.  Kalian datang pada mereka dan mereka dudukdan membusanai kalian dengan apa yang mereka miliki.
Beberapa awliyaullah,mereka mempunyai keran dan dengan keran itu mereka mengambil dan memberikannyakepada para pengikutnya.  Kita harusbersyukur kepada Allah bahwa Dia menghubungkan kita dengan seseorang yangkerannya terbuka, bukan seseorang yang kerannya tertutup.  Beliau dapat memberi kalian dari kalbu Nabi(saw), dari ilmu-ilmu yang tersembunyi. Dan mereka menggunakannya kadang-kadang dalam bahasa yang sangat dasar,dan kadang-kadang jika mereka mau, mereka dapat memberi pelajaran dengan carayang tidak dapat dimengerti oleh seorang pun.

Mereka memberi sesuaidengan orang yang duduk bersamanya, sesuai dengan maqam/levelnya, sepertihalnya seseorang di zamannya Sayyidina 'Abdul-Qadir al-Jilani (q), beliau menjelaskan Surat al-Fatiha.  Belaiberbicara selama setengah jam dan berkata bahwa ini adalah untuk dapatdimengerti oleh setiap orang, lalu beliau membaca Surat al-Fatiha danmenjelaskan lagi selama setengah jam dan berkata bahwa penjelasan ini hanyauntuk para ulama, orang-orang awan tidak dapat memahaminya.  Lalu beliau berbicara lagi mengenai Suratal-Fatiha, dan berkata bahwa ini hanya dapat dimengerti oleh para awliyaullah,tidak ada orang lain yang dapat memahaminya. Lalu beliau memberi penjelasan lain dan mengatakan bahwa ini untuk orangyang bersembunyi di balik pilar.  Dan merekamelihat siapa orang itu, ternyata ia adalah Sayyidina Khidr (as) yang kemudianlangsung pergi. 
 
Jadi kita beruntungmemiliki seorang Syekh yang mempunyai dua keran, satu dari maqam pemahaman yangumum, dan satu level lagi untuk maqam yang tinggi, walaupun orang tidakmengerti, apa yang dikatakan akan bermanfaat bahkan anak-anak pun akan mendapatmanfaat dengan apa yang dikatakannya. Oleh sebab itu saya menganjurkan untuk membawa anak-anak untuk dudukbersama Mawlana Syekh, tetapi hanya jika mereka dapat tenang seperti anak-anakdi sini sekarang.  Tetapi kadang-kadangada anak yang menangis, dengan segera pelajaran itu akan turun satu level.  Lalu mengapa mereka tidak membawa anak merekauntuk menenangkannya dan kemudian kembali lagi. Tetapi apapun itu, mereka akan dibusanai dengan maqam-maqam tersebut. 
 
Wa min Allah at Tawfiq

Tujuh Tipe Orang yang akan berada dalam Naungan Allah di Hari Kiamat


Tujuh Tipe Orang yang akan berada dalam Naungan Allah di Hari Kiamat
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs
29 Maret 2013 - Burton, Michigan

Khotbah Jumat di Masjid As-Siddiq

Hari-hari berlalu dan sekarang sudah hari Jumat, di mana banyak non-Muslim di berbagai negara di seluruh dunia yang memperingatinya sebagai “Jumat Agung”.  Dan Allah (swt) memberi Muslim 52 ‘Jumat Agung’, Dia memberi Jumat Agung itu setiap minggu.  Bukan seperti satu Jumat Agung yang diperingati oleh umat lain, tetapi Allah berfirman, “Aku memberimu 52 Jumat, memuliakanmu dengannya.  Hari di mana Aku menurunkan Sayyidina Adam (a) ke Bumi adalah Jumat, hari di mana Aku menyelamatkan Sayyidina Nuh (a) dari tenggelam dengan bahteranya adalah hari Jumat, dan hari di mana Aku menyelamatkan from drowning with his vessel was a Friday, and the day I saved Sayyidina Ibrahim (a) dari api Namrud adalah Jumat, hari di mana Aku menyelamatkan Sayyidina Musa (a) dari Firaun adalah Jumat, hari di mana Aku menyelamatkan Sayyidina `Isa (a) adalah Jumat, dan hari di mana Aku menyelamatkan semua Mukmin ini dari musuh-musuh mereka adalh Jumat, dan hari di mana Aku mengangkat Nabi (s) dalam ‘Israa dan Mi`raaj adalah Jumat.”

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ
مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

Subhaan-alladzii asraa bi `abdihi laylan min al-masjid al-haraam ila 'l-masjidi 'l-aqshaa 'Lladzii baaraknaa hawlahu li-nuuriyahu min ayaatinaa innahu huwa ‘s-samii`u 'l- bashiir.
Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram (di Mekah) ke Masjidil Aqsha (di Jerusalem), yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.  Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.  
(Surat al-'Israa, 17:1)

Dan apa yang kita lakukan bukannya membalas kebaikan Allah dengan kebaikan pula, tetapi kita melakukan hal yang buruk, tetapi alhamdulillah pada hari Jumat kita pergi ke masjid dan jika masjidnya penuh, alhamdulillah.  Jika ada dua masjid yang bersebelahan di jalan yang sama, alhamdulillah karena tajali berkah akan turun lebih banyak, bila semakin banyak masjidnya. Jika ada seratus masjid di suatu daerah, semakin banyak berkahnya karena Allah tidak melihat pada jumlah manusianya, daerah itu dan sekelilingnya akan penuh dengan keberkahan dengan berkah yang Allah turunkan pada Rumah-Rumah Allah. Jadi masjid-masjid harus dibuka.  Jika ada orang yang datang, tugas kalian adalah menyenangkan orang itu dengan jalan salat bersamanya dan memberinya nasihat.

Dan Allah memberi kita sesuatu di mana bila kita berpegang teguh padanya, kita akan selamat.  Itu sangat mudah dan sederhana.  

Pada Hari Kiamat, pikirkanlah hari itu, jangan berpikir pada nafsu yang kalian miliki, bahwa “Aku menginginkan dunia.”  Saya tidak akan mengatakan, karena ada yang berpikir bahwa mereka sangat kompeten, dapat meninggalkan dunia--tunjukkan pada saya seorang syekh yang telah meninggalkan dunia, itu sangat langka, meskipun langka, namun ada syekh yang memang telah meninggalkan dunia--saya tidak akan mengatakan kepada kalian, “Tinggalkan dunia ini”, karena jika saya mengatakannya, lalu mengapa Allah mengirim kita ke dunia?  Dan mengapa Allah berfirman di dalam al-Qur’an,
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa atinaa fi ’d-dunyaa hasanatan wa fi ’l-akhirahti hasanatan wa qinaa `adzaaba ’n-naar.
Wahai Tuhan kami!  Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa Neraka!" (Surat al-Baqarah, 2:201)

Itu akan terakumulasi di dalam bank kalian di sini, itu adalah bank kalian untuk akhirat di mana kalian bekerja dan menyimpan di dalamnya.  Lakukanlah kebaikan dan jadilah orang yang baik, dan besarkan anak-anak kalian dalam kebaikan, maka kalian akan berada di bawah hadits yang disebutkan oleh Nabi (s) kepada Abu Hurayrah (r), yang penting bagi kita agar kita mendapat tiket selamat untuk ke Surga.

Mengapa kita datang untuk salat Jumat?  Untuk mendengar apa yang Nabi (s) katakan.  Mengapa kita datang untuk salat?  Agar diberkati dengan pahala dari Allah dan agar selamat di Akhirat nanti.  Pikirkanlah tentang hari itu.  Kini mereka membuat perencanaan untuk dua puluh atau tiga puluh atau empat puluh atau lima puluh tahun.  “Rencana untuk 2050.  Kita harus merencakan untuk membangun infrastruktur kota.”  Bagaimana dengan infrastruktur bagi Surga?  Apakah kita tidak perlu membuat rencana apa-apa?  Hentikan kemarahan kalian!  Kemarahan membuat kalian menjadi gila, ia membuat manusia menjadi gila ketika ia marah, jadi jangan marah.  Sebagaimana sebuah puisi mengatakan,

ما  كل  ما  يتمناه  المرء   يدركه تجري الرياح بما لا تشتهي السفن

Maa kull maa yatamanaahu ’l-marraw yudrikahu tajrii ar-riyaahu bimaa laa tasytahii as-sufunu
Tidak semua yang engkau inginkan akan terjadi, seperti sebuah perahu di samudra yang bergerak sesuai dengan arah angin.

Jadi, tidak semua yang kalian inginkan akan kalian temukan, tidak.  Mungkin saja, itu menjadi ujian bagi kalian, apakah kalian kuat, menahan diri kalian atau tidak?  Itulah sebabnya apa yang kita lihat di dunia adalah ujian.  Segala sesuatu menginginkan sesuatu dari dunia dan Allah memberinya ujian, dengan berfirman, “Biarkan Aku melihat, semir dirimu, berjuanglah.”  Jadi, untuk menjadi bersih dan masuk Surga, ikuti hadits ini karena pada Hari Kiamat Allah akan memerintahkan matahari untuk mendekati bumi dan dalam beberapa hadits dikatakan, “sejarak 70 yard,” atau 210 kaki, yang sangat rendah untuk matahari.  

Manakah bagian tubuh kalian yang paling penting untuk berpikir?  Kepala.  Allah membuat kepala kalian mendidih, bukan kalian saja, tetapi kita semua.  Allah membuat kepala manusia mendidih, tidak ada naungan, dan itu bukannya seperti makanan yang mendidih pada 100 derajat Celcius, bukannya pada suhu di mana besi atau emas meleleh, yaitu pada 1000 derajat Celcius.  Di dalam inti dari matahari, yang lebih jauh dari bumi, pusat matahari suhunya 55 juta derajat Celcius, karena setiap saat terjadi reaksi atom, terjadi ledakan, dan subhaanAllah matahari tetap bertahan!  Allah akan memerintahkan matahari dengan suhu 50 juta derajat Celsius untuk mendidih dan Allah tidak membuat tubuh kita untuk meleleh, tetapi membuat otak kita meleleh! (Mikrofon terjatuh.) Ini adalah sebuah tanda!

Apa yang telah kita persiapkan untuk Hari itu?  Apa yang telah kita persiapkan untuk mendapat naungan pada Hari di mana tidak ada naungan kecuali Naungan-Nya untuk melindungi kepala-kepala mereka agar tidak mendidih?  Siapakah orang-orang ini, yang Allah ciptakan sebuah naungan untuk membalas perbuatannya?  Ada tujuh golongan manusia yang akan diberikan naungan oleh Allah pada Hari Kiamat, ketika yang lain meleleh dan mendidih.  

Mereka berkata, “Sini, jangan duduk terlalu lama di tepi pantai, kulitmu akan terbakar.”  Bagaimana dengan panas matahari ketika ia mendekati manusia dan dengan suhunya yang mencapai 55 juta derajat Celcius dan Allah tetap membuat kalian hidup, tetap berdiri, tidak meleleh, ketika otak mendidih dan Dia tetap membuat kalian dalam hukuman itu?  Saba`tan yazhiluhumullaah yawman laa zhillun illa zhillahu, “Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi dengan Naungan-Nya pada Hari di mana tidak ada naungan kecuali Naungan-Nya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
`An an-nabiyy (s) qaala saba`tun yuzhillahum allahu fii zhillihi yawma laa zhilla illah zhillahu: al-imaamu ’l-`adil wa syaabun nasyaa bi-`ibaadatillahi wa rajulun qalbuhu mu`allaqun fi ’l- masaajidi wa rajulaani tahaabbaa fillaahi ’jtma`aa `alayhi wa tafarraqaa `alayhi wa rajulun da`t-hu’mraatun dzaatu mansibin wa jamaalin fa-qaala innii akhaafullaaha wa rajulun tashaddaqa bi-shadaqatin fa-akhfaahaa hattaa laa ta`lama yamiinuhu maa tunfiqu syimaaluhu wa rajulun dzakara ’Llaaha khaaliyan fa-faadhat `aynaahu.

Ada tujuh golongan yang Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan kecuali Naungan-Nya, yaitu: seorang pemimpin yang adil; seorang pemuda yang tumbuh dalam kebiasaan beribadah kepada Allah; seorang yang hatinya terpaut dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka bertemu dan berpisah karena Allah;
seorang pria yang digoda oleh seorang wanita yang cantik dan berkedudukan tinggi, tetapi ia menolak dengan mengatakan, “Aku takut kepada Allah”; seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diberikan oleh tangan kanannya; dan seorang yang berzikir mengingat Allah dalam keadaan sendiri, hingga kedua matanya basah karena menangis.
(Sahih Muslim, Book 5, Number 2248)

1: Imaamun `aadil, yaitu seorang pemimpin yang adil, tidak memakan yang haram dan melakukan perbuatan yang haram, dan orang yang adil dalam menjaga orang-orang di sekitarnya, tidak mengatakan sesuatu untuk keuntungannya sendiri, tetapi hanya demi masyarakat.  Apakah `adl itu?  Yaitu adil dalam pemerintahan, adil dalam masyarakat, adil bagi wanita, adil dalam pernikahan dan perceraian, adil di pengadilan, adil dalam hal uang dan urusannya, adil dalam bertempur.  Dan semua bentuk keadilan ini yang tidak kita pikirkan; keadilan dalam segala hal di mana Nabi (s) telah mengajarkan kita.  Kalian melakukan sunnah, misalnya, sebelum Zuhur, kalian juga melaksanakan salat setelahnya, bukan hanya sebelumnya, dan kalian melakukan salat pada waktunya atau paling telat satu jam kemudian.  Ketika berdiri, kalian tidak bisa mengandalkan pada satu kaki saja.  Jangan merusak tubuh yang telah diberikan Allah kepada kalian, jangan letakkan tirai-tirai dan tirai kegelapan dalam jiwa kalian.  Jadi adil artinya tidak melakukan hal itu.  Imaamin `adil artinya orang yang selalu berada pada Shiraat al-Mustaqiim.

2: Syaabun nasya'at bi-tha`tillaah, pemuda yang dibesarkan dalam keluarga dan masyarakatnya dalam ibadah kepada Allah. Itulah yang harus kalian lakukan.  Jika kalian tidak membuat mereka berada di jalan Islam sekarang, mereka akan tersesat, dan pada Hari Kiamat naungan akan diberikan kepada orang-orang ini, yang dibesarkan sejak kanak-kanak sebagai orang yang beribadah kepada Allah (swt).  Jangan hanya memberikan mereka segala kesenangan duniawi, tetapi jangan pula hanya memberikan mereka dari akhirat, sebagaimana Allah berfirman, “Rabbanaa atinaa fi ’d-dunyaa hasanatan wa fi ’l-akhirati hasanatan,” jadi itu akan membuat kalian diangkat pada Hari Kiamat di bawah naungan Allah, jika kalian membesarkan anak-anak dalam ibadah dan kepatuhan kepada Allah.  Banyak orang yang datang untuk Jumatan, lalu mereka pergi, mereka tidak melakukan apa-apa ...
3: Tipe orang ketiga adalah mereka yang begitu terpaut dengan masjid dan kalian selalu melihat mereka pergi ke masjid.  Jika mereka tidak bisa pergi ke masjid, mereka menjadikan rumah mereka sebagai masjid dan membawa anak-anak untuk salat bersama mereka.  Bangunkanlah keluarga kalian, bangunkanlah anak-anak kalian, dan ajaklah mereka salat.

Itu adalah tugas kita jika kita ingin agar anak-anak kita berada di bawah naungan-Nya dan jika mereka berada di bawah naungan itu dan karena kita mengajari mereka, maka Allah akan menempatkan kita berada di bawah naungan-Nya juga.

4: Yang keempat adalah dua orang yang berteman dan menjadi akrab satu sama lain hanya demi kecintaan pada Allah (swt).  Mereka tidak berbicara kecuali mengenai Allah dan Nabi-Nya (s) dan mereka tidak melakukan sesuatu kecuali yang bermanfaat bagi masyarakat.  Mereka melakukan yang terbaik untuk membantu masyarkat dan mereka memberi senyuman pada wajah orang-orang yang sedang gelisah, membuat mereka bahagia. Jangan melihat masa lalu.  Apa manfaatnya berkata kepada suami atau istri, “Kau tidak melakukannya untukku, kau tidak melakukan itu!”  Itu memang sulit, tetapi kadang-kadang orang harus melangkahi egonya dan menemukan jalan untuk mengatasinya.

5: Yang kelima adalah seseorang yang menghadapi sesuatu yang diinginkan oleh nafsunya, tetapi itu dilarang, seperti seorang pria yang menjumpai seorang wanita yang cantik, atau seorang wanita yang melihat seorang pria yang menawan, dan mereka berkata, “Tidak” untuk tidur dengan orang itu.  Itu artinya mengetahui keseimbangan antara apa yang dapat kalian lakukan dengan apa yang tidak.

6: Yang keenam adalah seseorang yang memberi donasi dan tangan kirinya tidak tahu apa yang telah dikerjakan oleh tangan kanannya.  Itu artinya, jangan menjadi dermawan agar menjadi terkenal karena dermawan seperti itu akan dikatakan seorang pembohong pada Hari Kiamat, sebagaimana disebutkan dalam hadits Muslim:

وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

(Pada Hari Kiamat) seseorang yang Allah jadikan sebagai hartawan, orang yang telah diberi segala jenis kekayaan akan dibawa dan Allah akan memperlihatkan nikmat-nikmat-Nya itu dan ia akan mengenalinya.  Lalu (Allah) akan berkata, “Dan apa yang kau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?” Ia akan mengatakan, “Tidak ada jalan atau tempat di mana Engkau senang agar uang itu digunakan, kecuali aku telah menginfakkannya semata-mata karena Engkau!”  Dia akan berkata, “Engkau bohong!  Engkau melakukan perbuatan itu agar orang-orang mengatakan, ‘Ia orang yang dermawan’ dan orang-orang telah mengatakan hal itu seperti yang kau inginkan.”  Kemudian Allah akan memerintahkan (malaikat) untuk membawanya melemparkannya ke dalam Neraka!"
(Muslim, Tirmidzi, Nasa'i)

7: Yang ketujuh adalah orang yang mengingat Allah (swt), yang tidak membiarkan orang untuk mendengar ketika ia melakukan zikrullah, dan ia menemukan tempat di sebuah ruangan atau di ruang bawah tanah atau di atap dan melakukan zikrullah di sana, tidak membiarkan orang lain mendengarnya.  Jika ia dapat melakukan hal itu, tetapi bila tidak, apa boleh buat?  Dan air mata membasahi mata kalian.  Jika kalian mempunyainya, kalian akan mendapatkan naungan Allah di Hari Kiamat.  Dan saya mengetahui beberapa orang yang menyembunyikan dirinya ketika melakukan zikrullah dan mereka menangis.  Itu adalah jarang, tetapi jika ya, mengapa tidak belajar dari mereka?  Bahkan jika mereka masih muda.

Jadi itulah jalan untuk mendapatkan naungan Allah di Hari Kiamat ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, dan kami akan menerangkannya lebih lanjut nanti.

(Du`a.)
(Shalaat al-Jumu`ah.)

Berdoalah Untuk Bersama Pasukan Shah Mardan

Berdoalah Untuk Bersama Pasukan Shah Mardan
Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
27 Maret 2013 - Lefke Cyprus




Assalamu alaykum wahai yang tercinta...Shah Mardan, siapapun yang mencintainya maka dia bagaikan singa. Shah Mardan adalah singa dimedan perang, dialah manusia yang paling gagah berani, marilah kita mencintainya dan menghormati namanya.

Ketika bangun pagi dia selalu mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim. Siapapun yang tidak mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka dia adalah pembohong. Jika kalian mengucapkannya maka kalian berada dijalannya. Dan berdoalah, "Wahai Shah Mardan, jadikanlah kami untuk bersama pasukanmu".

Yaumum jadid, rizkun jadid, hari baru, rezeki baru, maka marilah kita mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim Saifun Maslul, ini seperti menggambarkan pedang Basmala Syarif. "Bismillah wal Billah wa bi 'Azamatillah wa bi Qudratillah, Bismillahir Rahmaanir Rahim". Angkatlah beban kami wahai pemimpin kami.

Saya mengucapkan kalimat seperti ini adalah karena adab. Level kita tidaklah cukup tinggi untuk langsung menujukan permohonan kita kepada Allah swt. Sehingga kita hanya bisa mengirimkan salam kepada Shah Mardan. Karena kami hanya mengharapkan untuk dapat dibusanai dengan busana kehormatan dari pasukan Shah Mardan. Siapapun yang menghormatinya, maka katakanlah,"Jadikanlah kami untuk bersama dalam pasukanmu Wahai Shah Mardan", maka dia akan selamat didunia dan di akhirat

Wahai teman-temanku yang tercinta, salam dariku untukmu, dan salam dari Shah Mardan untuk kalian semua. Kami menerima salamnya dengan penuh rasa bahagia. Kami percaya bahwa Shah Mardan menjaga dan memperhatikan kita didunia ini. Dan kelak di Padang Mahsyar di Hari Penghakiman, Shah Mardan akan menjadi perantara kita untuk mendapatkan syafaat dihadirat Rasulullah (saw).

MasyaAllah, semoga hari-harimu menjadi hari-hari yang menyenangkan wahai anak-anakku. Bersyukurlah kepada Allah (swt) karena kita bangun dalam keadaan sehat. Harapan kami hanyalah agar kami tidak tertidur disetiap waktu panggilan salat tiba.

Ketika Azan Muhammadi terdengar memanggilmu, jika kalian bangun dan pergi ke masjid maka kalian akan dibusanai dengan pakaian baru dan kehidupan baru. Ketika kalian bangun pagi maka kalian dianugerahi busana kehidupan yang baru. Allahu Akbar, Allahu Akbar, ketika azan memanggil kalian, maka Shah Mardan adalah yang pertama kali memenuhi panggilan itu, kemudian para sahabatnya dan orang-orang yang mencintainya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, dengarkan betapa indahnya panggilan azan ini. Betapa indahnya bila setiap hari dimulai dengan panggilan azan ini, Allahu Akbar Allahu Akbar, janganlah kalian masih tertidur, jangan tertidur. Mengapa kalian masih tidur wahai orang yang bodoh dan jahil? Ketika nama Allah Dzul jalal dikumandangkan, jangan tidur, janganlah kalian masih tertidur. Para pencintanya telah bangun, kalian juga harus bangun untuk bersama dengannya.

Habibi Kibriya, dialah yang membusanai kalian dengan cintaNya Allah Dzul Jalal. Nabi kita Sayidina Muhammad (saw) kekasih Allah yang terbesar, dia pemimpin semesta alam ini dan beliau (saw) membusanai kita dengan cintaNya, maka segeralah kalian bangun. Maka kalian akan dibusanai oleh Nabi Muhammad (saw) dengan pakaian kemuliaan.

Janganlah kalian tidur. Mengapa kalian masih tidur? Wahai mereka yang mengharapkan surgaNya. Jangan tidur, azan telah memanggil kalian, lima kali sehari azan dikumandangkan, jangan tidur. Kita tidak dibangunkan untuk salat oleh dering alarm, jam, bel atau lonceng. Lonceng bukanlah tanda panggilan dari agama apapun dijaman para Nabi-Nabi. Tidak ada seorang Nabipun yang memanggil umatnya dengan bel atau lonceng.

Wahai manusia marilah melihat realitas yang sejati, marilah menuju yang Haqq (hakikat yang benar), marilah melihat realitas kebenaran ini. Tinggalkan segala kepalsuan dunia. Adakah manusia hari ini yang mengatakan Allahu Akbar, tidak ada. Adakah yang mengatakan Bismillahir Rahmaanir Rahim setiap pagi? Tidak ada. Sebagian besar manusia didunia ini sudah melupakannya.

Banner, Bendera Shah Mardan adalah,"innaa fatahnaa laka fathan mubiinaan". "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata". (Surat Al-Fath Ayat 1).

Tetapi lihatlah hari ini, level manusia telah jatuh kedalam tingkatan binatang. Ketika hewan melihat padang rumput mereka merasa senang. Demikian juga manusia hari ini, senang melihat kesenangan dunia, berdansa setiap malam, mereka berteriak kegirangan dan menjadi gila. Apakah ini? Apakah ini yang diajarkan oleh agama kalian?

Agama yang sejati, agama yang murni dan terpelihara hanyalah agama yang dibawa Nabi Muhammad (saw), agama yang diridhoi dan diterima disisi Allah adalah Islam. Dan Shah Mardan berdiri berperang untuk mempertahankan agama yang dibawa Nabi Muhammad (saw).

Apakah kalian pernah mengirimkan salam kepada Shah Mardan? Tidak pernah. Apakah kalian mengirimkan salawat dan salam sejahtera kepada Nabi Muhammad (saw)? Tidak pernah. Apakah kalian memuji tuhan-Mu dengan berdzikir, apakah pernahkah kalian memuji Allah? Tidak pernah. Tetapi lihatlah, kalian malah menceburkan diri ketempat-tempat maksiat dan berdansa, maka hal ini bagaikan kalian menceburkan diri kalian kedalam api.

Wahai teman-teman tercinta dari Shah Mardan dan juga para pencintanya, apakah kalian mengatakan Allahu Akbar pada hari Nawruz? Apakah kalian membaca Maulid Syarif? Tidak. Apakah mereka mengajak kalian untuk bersama dibawah benderanya Shah Mardan dengan pedang Dzul Fikarnya. Tidak pernah. Maka mereka semua akan jatuh, mereka akan musnah dan menjadi sia-sia kehidupan mereka. Jangan melihat kepada siapa yang berbicara, tetai lihatlah kepada siapa yang membuat kami berbicara.

Katakan Bismillahir Rahmanir Rahim, maka kalimat ini adalah untuk kesenangan memuji Tuhanmu dan kebahagian kalian di akhirat kelak. Dia yang telah memberikan kehidupanmu didunia ini, Dia yang membuat kebahagiaan pada kalian, dengan panggilah Azan Muhammadi, dengan namaNya, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Lihatlah, apakah mereka berdzikir dan mengatakan Allahu Akbar, Allahu Akbar? Tidak pernah, maka hidup kalian sungguh menjadi kesia-sian yang besar dan tak berguna. Mereka tidak senang dengan panggilan untuk berdzikir, tidak senang dengan panggilan azan, tetapi mereka senang mengikuti pangilan setan, untuk terjun kadalam api. Kalian akan mati dan dikubur, maka kuburan kalian akan menjadi pintu neraka yang dipenuhi api yang membakar. Saat itulah kalian baru menyadari apa yang kami katakan hari ini.

Apakah tidak ada yang pernah mengatakan dan memperingatkan kalian tentang hal ini? Mengapa kalian tidak mau mendengarkan? Malaikat akan melemparkan kalian kedalam api yang panas membakar berkali-kali didalam kubur kalian.

Wahai sahabatku tercinta, meskipun kalian hanya 3 orang, 5 atau 10 orang berkumpul, lakukanlah dzikir bersama. Tetapi lihatlah hari ini mereka malah berbondong2 memenuhi panggialn setan ditempat-tempat setan untuk berdansa dan melihat segala macam permainan yang diciptakan setan

Duduklah di majelis dzikir dan jangan ceburkan dirimu dalam api, tetapi mereka masih saja bersenang-senang dengan berdansa ditempat yang buruk. Begitu banyak api akan membakar, kebakaran di kereta api, dipesawat, digedung, di kendaraan kalian, di hutan, dimall, ini adalah tanda akhir zaman. Ketika zaman korupsi dan keburukan menyebar maka tinggalah dirumah-rumah kalian, menyepilah dan menjauh dari keburukan manusia, maka kalian akan selamat.

Wa min Allah at Tawfiq

Sunday, April 14, 2013

Bersamalah dengan Majelis Shah Mardan

Bersamalah dengan Majelis Shah Mardan
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs
7 April 2013 - Lefke Cyprus


Bismillahir Rahmaanir Rahim
Di masa lalu sebelum adzan di masjid-masjid akan mengumandangkan salawat "Sayyidi Kainat sebagai Salawat!" untuk membuat jamaah menjadi penuh semangat. "Kirimkan berkah dan kedamaian kepada Pemimpin dari semua ciptaan, Sayidina Muhammad (saw)! Bangunlah kalian dengan mengucapkan "Allahumma salli ala Sayyidina Muhammad", ketika mereka membasuh tangan dan mengusapkan di wajah mereka dengan salawat, maka wajah kalian akan menjadi bersih penuh cahaya.

Itulah sebabnya didalam masjid-masjid Naqshbandi kami, sebagai bagian dari kebiasaan lama kita, sebelum dan setelah mengumandangkan adzan kami bersalawat dengan menyebutkan namanya, muazin akan mengumandangkan salawat: "Ala Rasulina salawat!", Artinya: "kami kirimkan keberkahan dan salam kedamaian atas pemimpin kami Sayidina Muhammad (saw)! "Masya Allah, betapa indahnya! Kami tak pernah melupakan pemimpin kami, dan mengirim salawat, keberkahan dan kedamaian atasnya (saw) - betapa indahnya, betapa indahnya!

Tetapi hari ini, mereka telah menghapuskan kebiasaan lama kita untuk bersalawat sebelum dan sesudah azan, maka bersama dengan hilangnya salawat maka hilanglah semua kebaikan. Tidak ada kebaikan yang tersisa bersama dengan orang-orang yang membenci salawat. Pemimpin kami Sayidina Muhammad (saw) tidak pernah melupakan kita, tidak pernah. Dia (saw) mengingat kita terus menerus.

Dia (saw) adalah Pemimpin dari semua ciptaan, karena semua ciptaan diciptakan demi dirinya. Nabi Muhammad (saw) adalah penguasa dari semua ciptaan. Beliau (saw) adalah kebanggaan seluruh alam semesta. Tetapi hari ini mereka tidak mengumandangkan lagi salawat di Masjid-masjid sebelum dan sesudah azan, masjid kita hari ini penuh dengan orang yang jahil, bodoh dan tidak peduli. Tidak ada lagi yang tersisa dari manisnya Islam.

Iman yang benar, bagaikan makanan yang dimasak dalam panci yang menyatu dengan gairah cinta. Itulah sebabnya bagaimana masakan menjadi manis. Itulah sebabnya mengapa orang-orang beriman (mukmin), mereka menjadi manis. Orang yang tidak beriman bagaikan racun, sementara orang yang memiliki iman sejati adalah bagaikan obat untuk penyembuhan.

Wahai Shah Mardan, dukunglah kami dan hadiahkan kami dengan dukunganmu. Wahai saudara-saudaraku yang tercinta bangunlah di pagi hari! Wahai kaum lelaki jangan habiskan waktumu di rumah dengan bermalas-malasan kecuali kalian sudah sangat tua. Tetapi seorang pria yang masih sehat harus membuka pintu rumahnya dan melangkah keluar dan mengucapkan "Bismillahir-Rahmanir Rahim". Katakanlah "Bismi-Llahi r-Rahmani r-Rahim" dan pintu segala kebaikan akan terbuka untuk mu.

Kalian harus tahu mengapa kalian bangun pagi dan untuk siapa kalian bangun. "Wahai Maha Pelindung, Yang telah menciptakan kami, kami mengingat Engkau dengan nama-MU yang paling Utama melalui Bismi-Llahir-Rahmanir-Rahim". Jangan tidur, jika Anda mampu berjalan, maka pergilah ke masjid yang mulia, untuk salat disana. Carilah dukungan spiritual di masjid yang mulia. Kemudian setelah shalat, bersiaplah untuk berkumpul didalam majelisnya Shah Mardan (as).
Ada waktu untuk segalanya. Semuanya terjadi dalam waktu yang telah ditetapkan. Bukankah begitu? Untuk setiap peristiwa ada waktu yang telah ditentukan. Ketika saat itu tiba, Ia akan menghancurkan mereka tanpa meninggalkan jejak. Tapi Dia menunggu sampai waktu yang telah ditentukan.

Wahai manusia, kau dengar apa yang dikatakan Shah Mardan? "Bagi mereka yang melupakan Allah, maka cambukan akan datang dari langit." Kamarahan dan hukuman akan datang, kurbash akan datang. Mereka akan dicambuk. Siapa yang menerima hukuman ini akan menjadi setengah gila. Hari ini orang telah kehilangan tiga perempat dari kecerdasan mereka, seperempat yang tersisa tidak cukup untuk diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.

Sultan, yang memiliki satu keinginan yang agung telah pergi. Satu kehendak tanpa paksaan akan mencapai kita dari Barat ke Timur, mengumpulkan semua manusia di bawah satu kehendak yang agung. Dengan seorang Sultan, cucu dari Shah Mardan (as), saat itu semua orang bertindak sesuai dengan kehendak Sultan. Mereka bertindak tanpa paksaan, dengan suka cita, dengan sukarela. Mereka bertindak dari rasa suka, dari rasa bangga di dalamnya hatinya, setiap orang akan mengatakan tentang pemimpinnya atau perintah jenderalnya "kami patuh pada perintah Anda dengan sepenuh hati!", Melayani seseorang yang dia mencintai dari hatinya. Dia bertindak atas dasar kasih sayang yang tulus.

Tidak ada paksaan dalam agama. (2:256)

Dalam agama kami, tidak ada paksaan! Jika Anda suka maka kalian melakukannya, dan kalian melakukannya dengan antusiasme penuh gairah! Mereka yang tidak bersujud kepada Allah, yang tidak menerima Allah, maka mereka bagaikan menjilati kelamin Setan itu. Itulah apa yang mereka layak dapatkan. Mereka akan mendapat hukuman terus menerus tanpa istirahat, baik didunia ini atau di akhirat kelak, mereka pasti akan menerima hukumannya. Ada waktu untuk segalanya. Semuanya terjadi dalam waktu yang telah ditetapkan. 


"Belajarlah, belajar!", Kata Rasulullah (saw) manusia yang terhormat dan Shah Mardan mengatakan kepada kita, "Pelajarilah jalan yang indah! Jangan memulai pekerjaan setan segera setelah Anda membuka mata Anda. Jadilah bersih, santun, pakailah pakaian dari sifat Pemimpian kita Sayidina Muhammad (saw) pemimpin yang kita junjung yaitu dengan mengucapkan "Bismi-Llahir-Rahmanir-Rahim".

Mereka yang bangun dan pergi salat subuh ke masjid adalah yang selamat. Dan mereka yang tersesat dan tidak salat berarti sedang dalam perjalanan mereka ke neraka, hidup mereka telah selesai, mereka membusuk. Seumur hidup, mereka hidup didalam racun neraka, tidak peduli apakah mereka penguasa atau dokter. Janganlah kalian melupakan Allah!


Wahai saudara-saudara terkasihku Shah Mardan, bukankah ini sebuah nasehat yang luar biasa, sebuah pertemuan yang indah dengan Bismi-Llahir-Rahmanir-Rahim. Mari kita dengarkan, saudara-saudaraku yang kucintai. Mari kita ingat Tuhan kita yang Maha Tinggi, Maha Agung! Mari kita katakan "Allahu Allah, Allahu Allah, Allahu Allah, Allahu Allah, Allahu Allah, La ilaha illa-Llah, Allahu Allah Allahu Allah La ilaha illa-Llah, Allahu Allah La ilaha illa-Llah Sayyidina Muhammadu Rasulullah (saw)." Mari kita menghidupkan kembali hati kita dengan berdzikir!

Lihatlah kalian telah menjadi begitu kecapaian dan lesu. Wajah kalian menjadi tak sedap dipandang mata, perempuan dan laki-laki sama. Kaum bangsawan telah hilang keanggunannya, mereka telah hilang. Mereka menghias wajah mereka dengan makeup. Semakin mereka merias wajahnya, maka menjadi semakin buruk.

Mari datanglah, menjadi salah satu dari saudara-saudara terkasih Shah Mardan! Mari kita menjadi bagian dari lingkaran teman yang begitu dekat! Semoga hari kami penuh dengan kebaikan, wahai saudara-saudara yang kukasihi Ini adalah hari yang baru dengan ketentuan ilahi yang baru. 


Wahai anak-anak muda, wahai Muslim, ikuti saran tulus dari Shah Mardan. Mari kita meraih kehormatan. Mari kita mencapai kehormatan di dunia ini dan di akhirat kelak. Semoga Dia Sang Pemilik Kehormatan senantiasa mendukung kami. Siapakah mereka yang tidak memiliki kehormatan? Mereka yang telah melupakan Allah dan Rasul-Nya, mereka yang tidak pernah sujud kepada Allah, maka pada Hari Penghakiman mereka akan mengisi lubang-lubang neraka.

Shah Mardan menasehati kita, "Dengarkan dan ambillah pelajaran! Apa yang telah kalian dengar melalui rangkaian suhbah ini, bukan hanya satu suhbah, maka kalian akan menyimpannya dan menjadi seperti energi yang tak ada habis-habisnya, semua itu akan mengisi diri kalian dengan kekuatan spiritual, yang memungkinkan baterai kalian tidak pernah menjadi kosong. Jika baterai Anda habis, maka jika kalian jualpun tidak ada yang mau membelinya.

Manusia dapat mengambil kekuatan melalui penghambaan yang benar melalui Shah Mardan, dan semua Awliya berada di jalan-nya. Kita tidak pernah bisa mencapai Nabi Muhammad (saw), Kebanggaan semua ciptaan tanpa melaluinya. Selangkah demi langkah kita juga akan diberikan dari kekuatan itu. Jika kita mengucapkan dzikir "Allah, Allah, Allah", maka kita akan mengguncang dunia. Ini adalah kekuatan Shah Mardan. Kami tidak memiliki kekuatan apapun. Kami meminta beberapa remah-remah kecil dari mejanya yang penuh dengan kekuatan spiritual.

Wahai saudara-saudara terkasihku, marilah kita mengambil bagian dari meja Shah Mardan. Mari kita menjadi lebih kuat, dan lebih kuat lagi. Mari kita kembangkan sayap kita. Mari kita terbang ke kerajaan surgawi, untuk bersama di majelisnya yang sejati, dengan cara ini maka kalian akan disucikan! Ketika kalian meninggal, mayat kalian tidak akan berubah menjadi bangkai (tubuh kalian tetap segar dan harum mewangi). Siapakah mereka yang mati dan tubuhnya menjadi bangkai? Mereka adalah Orang-orang yang tidak mendengarkan Shah Mardan, yang tidak berada dijalannya, maka mereka seperti bangkai yang memancarkan bau busuk, bahkan bau busuk itu jauh melampaui kuburan mereka.

Semoga Allah tidak memisahkan kita dari hamba-hamba-Nya yang suci, jadilah para murid dari Shah Mardan dan berpegang teguh pada jalannya, jalannya adalah jalan yang diberkati, mereka ada di setiap zaman. Carilah mereka para Wali Allah, hai orang-orang Anatolia! Carilah orang-orang yang baik. Jangan ikuti jalannya shaytans. Carilah orang-orang suci, sehingga kehormatan kalian akan bersinar lagi seperti di masa lalu. Dunia akan terpesona oleh cahaya wajahmu. Bersyukurlah kepada Allah, bahwa kita diberikan hari ini untuk mendengarkan salah satu dari percakapan Shah Mardan, bahkan jika itu hanya sebuah percakapan yang singkat.


Berpegang teguhlah pada jalan Shah Mardan. Wahai manusia jangan berkeliaran di cafe-cafe, wahai petani jangan meninggalkan desa kalian dan pindah kekota-kota besar. Desa adalah tempat yang bersih, murni. Rawatlah kebun Anda, jaga tanah pertanian kalian. Jangan bawa kotaknya setan (TV) kerumah kalian. Jangan biarkan tv kalian menyebarkan kerusakan dan keburukan dirumah kalian. Kalian tidak perlu semua berita dan tontonan lain. Yang kalian butuhkan adalah senantiasa mengingat Allah. Allah (swt) mengatakan bahwa apa yang kalian butuhkan, adalah mengikuti jalan yang diperintahkan Allah, dan ini adalah apa yang Shah Mardan ajarkan kepada kalian.

Mari kita bertakbir dan mengumandangkan Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa li-Llahi l-Hamd. Ya Robb Subhan-sin, Sultan-sin, Engkau adalah Maha Tinggi, Kekuasaan-Mu adalah mutlak! Biarkan teman-teman tercinta datang kepada kita, dan mengajarkan kita cara-cara yang luar biasa!. Biarkan teman-teman dekat Shah Mardan datang kepada kita! BerSyukurlah kepada Allah bahwa Dia memberikan kami suhbah dan percakapan yang indah hari ini. Semoga Allah menaikkan derajat dan rohani mereka - para ahlul bayt, anggota rumah tangga Rasulullah saw dan keturunan Shah Mardan, mereka adalah orang-orang yang harus kalian cari, dan harus kalian temukan!. Semoga kalian diberikan kehidupan yang baik di dunia ini dan kehidupan yang indah di surga.

Wahai Tuhanku, ampunilah kami. Biarkan mereka datang kepada kami, yang akan mengajarkan jalan dari Shah Mardan. Untuk menghormati mereka dan memberikan penghargaan tinggi dengan al-Fatihah. Setiap hari matahari terbit - berapa banyak orang senang melihat matahri terbit! Tetapi ketika matahari terbenam ada semacam kesedihan. Tapi di sini kita memiliki matahari kita yaitu Shah Mardan. Dia bersinar terang setiap jam. Matahari tenggelam tetapi matahari Shah Mardan tidak pernah terbenam. Ya Allah, jadikanlah pangkat tertinggi dan peringkat yang tinggi baginya. Biarkan dia menjadi bagian dari majelis yang paling dikasihi. Fatiha.


Wa min Allah at Tawfiq

Sunday, March 24, 2013

Menjadi Indah Dengan Wewangian Surgawi


Menjadi Indah Dengan Wewangian Surgawi
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil Haqqani qs
Lefke Cyprus - 22 Maret 2013
 


Audzubillahi minasy syaithanir rajim. Bismillahir Rahmaanir Rahim

Siapapun yang tidak melayani maka dia tidak akan dilayani. Segala sesuatu akan kembali kepada diri kita, jika kita menghormati Syaikh Mardan (Sayyidina Ali as), maka beliaupun akan mengangkat kehormatan kita. Siapapun yang tidak menghormatinya, maka dia tidak akan dihormati, dan dia tidak termasuk orang yang beriman.

Suatu saat sahabat Sayidina Ali (ra karamallahu wajhahu), bercerita tentang kehebatan Sayyidina Ali ra, dan tiba-tiba dia merasakan keindahan cinta yang luar biasa, dia merasa kenikmatan keindahan Islam. Bagai bunga mawar yang mekar kelopaknya, di siang hari bunga mawar itu mekar dan dimalam hari menutupkan kelopaknya. Maka ketika Shah Mardan datang, dia bagaikan matahari keimanan yang menyinari orang beriman, sehingga semua mawar akan berkembang merekah.

Seseorang akan bersama dengan yang dicintainya, maka dengan cinta kita kepada Shah Mardan (Sayidina Ali bin Abu Tholib karamallahu wajhahu) maka kita akan dibangkitkan di Padang Mahsar bersama beliau dibawah benderanya. Yaa Robbi berikan kepada kami cinta, biarkan kami mengambil cinta dari yang Engkau cintai, sehingga dengan cinta itu akan membawa kami untuk mengenal cintaMu dan untuk mencintai-Mu.

Cinta mereka akan membawa kami dihadiratMU Yaa Allah Azza wa Jalla dan dihadirat yang paling Engkau Cintai, Sayidina Muhammad (saw). Tidak akan ada stres dan depresi bagi mereka yang mencintai para kekasih-Mu (Awliya) dan mencintai Nabi-Mu (saw). Tidak, karena Allah tidak akan memberikan berbagai masalah dan kesulitan bagi mereka yang mencintai para kekasihNya

Orang yang mencintai dunia, maka dia adalah orang yang tidak memiliki iman. Hari ini begitu banyak tajali seperti dimalam Laylatul Qadar, dimana semua tanaman, semua hewan dan semua mahluk bersujud, termasuk orang yang jahil, karena tajali yang akan datang itu bagaikan kilatan petir. Dan zaman ini akan dipenuhi keajaiban dengan tajali (manifestasi) seperti dimalam Laylatul Qadar.

Apakah ada tajali (manifestasi) yang demikian besar ini dalam agama lainnya? Allah swt berfirman,"Innaddina 'Indallahil Islam" Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam.  Agama yang benar disisi Allah hanya Islam. Tidak ada agama lain kecuali Islam. Semua Nabi, mereka semua Muslim. Muslim berarti mereka yang telah menghancurkan egonya, dan menerima seluruh Perintah Allah. Islam menerima seluruh perintah Allah, dimana setiap agama menghendaki hal ini.

Agama bukanlah seperti pakaian yang kita kenakan, tetapi agama adalah rasa didalam hati kita. Yaitu suatu rasa kepada siapakah hati kita bersujud, apakah kepada Yesus, Musa? Nabi Muhammad (saw) tidak pernah bersujud kecuali kepada Allah (swt). Hakikat Islam sebenarnya adalah bukan sujud dalam arti yang tampak, tetapi kepada siapakah hati kita bersujud. Dan Islam adalah siapapun yang hatinya hanya bersujud kepada Allah (swt).

Hati kita mewakili kemanusiaan, mewakili kita sebagai manusia. Ketika kami mengatakan hati, bukanlah seperti segumpal daging yang dapat kita genggam. Tetapi hati bagaikan cahaya yang diberikan Allah (swt) kepada kekasihNya Sayidina Muhammad (saw), kepada para sahabatnya (ra) dan kepada umatnya. Cahaya Itulah yang disebut Islam.

Manusia hari ini bangga dengan gelar yang diberikan manusia lain kepadanya (dari universitas). Gelar ini sebenarnya adalah gelar palsu yang berasal dari manusia bukan gelar yang diberikan Allah karena penghambaan kalian kepada Allah. Dan mereka sebenarnya hanya bangga kepada egonya dengan berbagai gelar yang disandangnya. Mereka bangga dengan penampilan mereka dengan berbagai gelar yang disandangnya tersebut. Tetapi sadarlah, bagaimanakah penampilan kalian nanti di hadapan Allah di Hari Pengadilan (Mahsar)? Bagaimana kalian akan terlihat disana?

Setiap hari kalian bercermin dikaca 100 kali sehari, khususnya mereka yang tidak punya akal. Mereka melihat dicermin dengan tas barunya, dengan pakaiannya, dengan berbagai kosmetik dan kalian bertanya apakah aku sudah cantik? Kalian tidak akan menjadi cantik dengan pakaianmu atau dengan make up yang kalian balur diwajahmu. Kecantikan adalah karunia yang berasal dari surga, bukan dari kosmetik dunia. Jangan sibukkan dirimu dengan barbagai kosmetik dan make up, karena kecantikan hanya datang dari surga.

Ucapkanlah Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka kecantikan akan dibusanai kepadamu yang berasal dari keindahan surgawi. Betapa indahnya apa yang mereka ucapkan. Jika kalian bisa mencium bau wangi dari Shah Mardan maka kalian akan mencium bau wangi surgawi. Tetapi manusia hari ini tercium baunya seperti baunya setan.

Mereka memakai minyak wangi dunia yang palsu, bukan wewangian surgawi. Ketika kalian baru memakainya mungkin saja berbau wangi tetapi ke-esokan harinya ketika kalian bangun pagi, maka wangi tersebut berubah menjadi bau yang tidak enak. Dan wajah mereka terlihat buruk dengan berbagai kosmetik yang melekat diwajahnya bagaikan kera.

Jadilah bersih, dan bersamalah dengan majelis Shah Mardan (Sayidina Ali karamAllahu wajhah, yang wajahnya bercahaya), dan rasakan betapa indahnya kalian. Janggut dan tubuhmu berbau wangi surgawi, sehingga setiap orang yang berjumpa denganmu ingin mencium tanganmu karena wangi surgawi itu.

Yaa Robbi, Yaa Allah anugerahkanlah kepada kami dan berikanlah kepada kami wangi surgawi yang dibawa oleh malaikat-Mu, dari surgamu. Apakah kalian menginginkannya? Maka ucapkanlah Bismillahir Rahmaanir Rahim dan tiupkan keseluruh tubuhmu maka kalian akan menjadi bersih. Kalian akan tercium dengan bau harum wangi surgawi dan kalian akan terlihat sangat indah.

Jika kalian ingin terlihat indah dengan keindahan surgawi, maka ucapakan Bismillahir Rahmaanir Rahim, ini adalah nasehat yang berasal dari Shah Mardan (Sayidina Ali as), jika tidak maka kalian tidak akan pernah menjadi indah.

Hari ini dengan berbagai tipuan yang mereka iklankan sebagai mode fashion terbaru, dan kalian selalu ingin mengikuti mode terbaru. Apakah yang dapat mereka berikan? Mode terbaru tidak dapat memberikan kalian kecantikan dan keindahan. Karena keindahan berasal dari surgawi, dan tidak dapat diberikan oleh fashion terbaru yang kalian kenakan.

Tetapi tidak ada manusia yang mau mendengar dan memahami hal ini. Mereka berpikir bahwa mereka akan terlihat ganteng dan cantik dengan busana yang mereka kenakan. Mereka para lelaki mengatakan aku sangat ganteng dan bergaya dengan pakaian ini dan yang wanita berkata aku sangat cantik dengan pakaian ini. Tidak pernah terjadi, lihatlah beberapa saat kemudian, maka kalian akan terlihat buruk dengan mode terbaru rancangan setan (tidak menutup aurat) dan kalian para lelaki sangat bangga dengan gelar palsu kalian, maka tunggulah hukuman Allah yang akan menimpa kalian.

Jadilah indah dihadirat Ilahi. Mereka yang senantiasa berada di majelis dzikir mengingat Allah dan bersama Shaykh Mardan, maka mereka akan terlihat indah meskipun dengan pakaian tua yang mereka kenakan, tetapi mereka memiliki penampilan yang agung, karena kedekatan untuk bersama kekasihNya.

Setan hari ini membuat manusia berpaling dari Allah dengan berbagai bisnis yang dibuatnya. Dengan berbagai mode terbaru, make-up, lotion, parfum yang kalian kenakan, apa yang setan buat adalah untuk menurunkan derajat dan kehormatan kalian sebagai manusia.

Apa yang bisa kami lakukan hanya beberapa kata sederhana untuk manusia awam. Tetapi mereka yang dekat dengan Shah Mardan dan dia memerintahkan kepada mereka untuk menyampaikan hal ini. Dan pintu dari Shah Mardan adalah pintu hikmah (wisdom).

"Berbicaralah kepada seseorang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka".

Jika kalian berbicara dengan kucing dan memanggil mereka, puss..puss maka mereka akan datang. Tetapi jika kalian memanggil anjing dengan sebutan itu, maka anjing itu tidak akan mengerti. Bahasa antara anjing dan kucing berbeda. Demikian juga bahasa ayam, kuda dan keledai berbeda. Maka kita berbicara sesuai kapasitas pemahaman manusia saat ini.

Wa min Allah at Tawfiq

Friday, March 22, 2013

Happy Birthday


Happy Birthday


Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani qs
15 Maret 2013 - Fenton Michigan


What is there to say, nothing to say, except Sadat saw you in Sayyidina 'Ali Hujwiri's maqam. A'udhu billah mina 'sh-shaytani 'r-rajeem Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem. Atee'oollah wa atee'oor-rasula wa uli'l-amri minkum.

Salam 'alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh to anyone who is there. Happy birthday, happy birthday. It means insha-Allah wilaada sa`eeda. Because what is the meaning of happy birthday? It is not celebrating birthday, but we say happy birthday, the day that you are in, is happy insha-Allah.

Birth, means the day earth gave birth to the daylight when the morning after ishraq comes, after Fajr, a new day comes, so happy birthday. Coming a new day that we hope it is happy. The birth of the day, that we are asking Ya Rabbee, the birth of that day makes us happy, and when the night comes happy birth night. Means Ya Rabbee, make that night a happy night. In every moment in our day or in our night it is a moment that Allah gave birth to that moment, increasing, making your life, in that moment, asking to make that moment in your life happy.  yawmun sa`eed aw laylatan sa`eeda.

How, where Allah swt gave you five important moments in your day and part of  the night. He gives you Fajr, He gave you Zhuhr, He gave you `Asr, He gave you Maghrib and He gave you `Isha. Five births that make you happy because you will be in these moments in the Presence of the Creator in His Divine Presence. Showing your worshipness and your tawheed, declaring your Oneness to Allah swt that no one you do sajda to, no one else but Allah swt.

So of course every moment in our life is a new birth to us. Because, I Allah swt stop giving you that birth what happens? You die, you leave this dunya. So it is not a birth for something that is dunya issue. No, if they understand, these people, in every moment you have to thank Allah swt for the birth He gave you in that day or that night. Not as they say bida`. We are showing once a year thanking Allah for giving us birth on that day and by praying and inviting people to dhikrullah, to a Mawlid and because majority of Muslim countries they remember the day they have been born in to show thanks to Allah swt and to invite poor people to eat and to go, but in reality it has to be every moment in your life to offer food to people and to say  prayers. But that is what we can do.

Our birth is sacred. The souls of human beings are sacred: inna lillahi wa inna ilayhi raji`oon. The secret of the soul that no one knows is coming to you as creation of a creature, at that moment making the body to move in the womb of the mother. That is the moment of the birth. That is not only the moment when you come out, but that is the moment when Allah is sending that soul which is not covered with any darkness.

yuli al-insaanu `ala al-fitra.
Human beings is born on innoncence.

Innoncnes in religious way means he is born sacred birth. Sacred because there is no sin. When the child comes out no sin, in the womb of the mother, no sin. So it must be the happiest moment in the moment of your life, the birth, coming to dunya with no sin. Only Prophets are ma`soomeen or ma`soomoon from sins, but at the momen we were created the `ismah was there. We broke it but Prophets did not break `ismah.

We were in day of promises, qaaloo balaa, we said yes when Allah asked,”Am I not your Lord”. Then no sin. When Allah wants to merge,

maraj al-bahrayni multaqiyaan baynahuma barzakhun la yabghiyaan.
Allah made the two oceans to meet but between them is a barrier.

The Ocean of Materialism and The Ocean of Akhira, the Ocean of Shariah and The Ocean of Spirituality. The Ocean of that sacred moment when you were in Divine Presence and He order the soul to go. Where to go? Does the soul know wehre to go or not? How it knows which womb it has to enter? How does the soul know go to that one?

In normal life, in the real life, they make statistics, how many births a day. They say in millions, I heard 10 million or that range, every moment or every day. Let us say 10 million, and I know it is more than that. How is it if they have been told "Go!" in one second how many will it be? How they go, how they know which womb they have to enter? Subhanallah!

And they don't make mistake. That one to that one, they dont make mistake. They go to the one Allah orderd. That means “Atee'oollah wa atee'oor-rasula”. They obeyed. These souls all of them ordered and obeyed when they are ordered by Allah to go and enter the womb of this mother or that mother. Who obeys deserves Paradise.

That is why yulid al-insaanu `ala al-fitrah. That is why children are born on innocense. Because when first order ,"Go there". They sami`naa wa ata`naa, we hear and we obey. They didn’t say I want to go to that other lady.

Do souls hear and see? Yes, they have power do to that, can see, can hear. Do they speak? Yes. Did you think how they speak? The words come and to show His Miraculous Power He makes each to speak a different language. And if all of them can do that and say yes, yes, yes. They are obedient.

Inna lillahi wa inna ilayhi raji`oon.
We belong to Allah and we are going back to him.

Ghufraanaka rabbanaa wa ilayk al-maseer.
Your forgiveness O our Lord and to you is the journeying.

So every human beings is born on sacredness, fitra, sacred. Either his parents make him that religion or that religion or that religion, so it is not Allah that make him that religion. His parenets are owner of the sperm and the egg. There is no shyness in religion. So the sperm and egg their life in His Hands. His parents make him, so if they were good, the child is good, if they were stuggling then they will be like that.

So the Prophet (s) said, human beings are born on innnocense. That soul is pure. And so every moment, Allah created the sun and every moment that light is coming as earth is turning. Is earth turning or not? The earth is doing different moments in its turning. If it is like that and then turning, there are passing moments. As it turns, every fraction of a second there is a moment, as they calculated, when they want to find how small a fraction of second there is 10 -22.

You cannot read that number, there is no more time then, only energy. Earth is turning, with what? What kind of energy. Allah giving from Ocean of Power, Bahr al-Qudrah, as it is turning light is coming one place night is leaving. in that moment thousands of souls are entering. From where? Why it comes only after 4 month? Why not after one week? Why not after one day? Why not after sperm and egg come together? Why does it wait four months for it to come?

Because Allah Muhayyar al-`Uqool. Because if He sent it when sperm and egg come together first, they can calculate when sperm and egg comes, but if He leaves it open, they don’t know when it comes. It comes when He wants it to come. Sending from where? Sending from the Divine Presence. “Qaaloo alastu bi-rabbikum qaalooo balaa”.

Did you calculate how fast to reach from Divine Presence to the womb of the mother? With what speed it takes to reach? How much is speed of light? 300,000 km per second. It needs how much to reach if you can calculate. It might take millions of year or billions. Some stars they are billions of light years. that is why scientists see newborn stars ,but they are not newborn, might be they were created 2 billion years ago. and it might be they are by now extinguished. and we are seeing their lightts now but they are no longer there. so that soul, is there.

Its light knows which womb it is going to go. it is like a plug. where it's plug for that soul and wevery plug is different and every soul has different plug. if the souls are billions of years distance, the souls are in ocean of souls, in Divine Presence. where is that ocean of souls? where has Allah put that ocean of souls?
do we know? no one knows. yes the Prophet (s) knows because he passed that and he went farther than that. he went to qaaba qawsayni aw adnaa where no one reached he reached.

And so where is that ocean? awliyaullah they know. from , what prophet gave them to know. so when they look at someone they look at that ocean, they know. you know precious stones, expecially diamonds, precious ones, there is new tech. that they put laser special light it does not harm the stone but they put a number now when you buy you have to check that number. all the specificiations of that stone are in it. so you go to any jeweler, if that is stolen, then they immediatly inform insurance companies and they trace it.

So awliyaullah when they look at a jewel, human beings are created clean as a jewel. awliyaullah look at your soul and they immediately know where you are living. that will identify to them what kind of a person you are.   So that is why every moment there is a birth and that birth is the birth moment of that day. and Allah swt , it is not happy birthday the day you were born, yes may Allah make it happy, but as we said at beginning every moment there is birth of light. as the earth is turning there is a birth, and these births shows the light and then shows the night.

so when we feel it is a sacred movement, because it is coming from Bahr al=Qudraah, what do we have to say? shukran ya Rabbee. thank ing that He gave us a brith. and every moent is a birth, you can celebrate it by worshipping. else you are not showing respect that Allah gave you a moment of life, increasing it, increaseing it, and He can stop it any moment. until the moment He wants it back, He calls that soul.

Allahu akbar. When we were saying that every day there are millions of births every day, might be 10 or more, 20, 30 millions. and 20-30 milloin deaths. and these souls from where did they come? Coming from, we cannot say a place but from the Divine Presence , from Bahr al-Arwaah, the Ocean of souls, where when He asked us "am I not your Lord?" we said, "Yes our lord" coming from that presence to the womb of the mother. how does the soul know which womb to go and never makes mistakes. and when order come to soul to go to womb of mother, as that is sacred home, and Allah doesnt create except clean and pure, that purit in the soul also has to go to the purity of the womb. so it knows which one it has to go in. they dont make mistakes. reaching .

So what does that mean? the first moment in your life, the first moment when Allah orders your soul you say: sami`na wa ata`anaa, you dont say "no I wont go" but you obey. there you are swiming in that divine beauty ocean of al-KHaliq, that is a Divine Name. so you are obeing and not disobeying. even Iblees obeyed, then he disobeyed. that is why the Prophet (s) said, yulid alinsanu `ala alfitra' human beings are born on obedience. first `amal you do is what? obedience. Marriage is obedience and it is a sunnah. so when marriage husband and wife when they enter their room, sins are going from them dropping. obedience, as much as you touch sins are going. so we are doing 2 obediences we cannot control. first when we came and last when we leave and in between it is a struggle. we came pure. we are leaving as devils? no impossible, must be clean.

That is why do you think Allah gave the Prophet (s) shafa`a only in akhira, or in every moment there is shafa`? tu`aradoo `alayya `amal ummatee. there is shafa`a every moment. and every moment there is someone leaving the dunya from ummat an-Nabi (s). dont you know that when you are giving your last 7 breaths, the Prophet (s) is present.  When you say at-tahiyyaatu lillah in prayers, he is present when you greet him. and do you know what when soul is going out, what is doing? only He wants from us obedience. I am giving you five moments in your day for obedience. fajr, zhuhur, `asr, maghrib, isha. so that is why you should pray early in the time.

Awliyaullah say you must pray in first hour of its time. and dont delay aafter adhaan. awliyaullah, normally by Shari`ah, in every prayer you direct your face to Ka`aba. fa la nuwaliyannakum qibalatan tardahaa. we gave you a diretion of prayer that you love. that is Ka`ba in Mecca. And so we are directing to Ka`ba. we direct ourselves to Ka`ba but we don't see. awliyaullah say more than that. they give to teir followers to encourage them more, they say if anyone, Allah granted to ummat an-Nabi (s), where Allah granted to ummat an-Nabi (s) five prayers, it means Allah will give to them heavenly look, and Allah is ghafoorun raheem when you say Allahu akbar, you will be forgiven. prayers aare day and night, in that day and night, half day and half night, will go to Allah swt with your sins forgiven due to your five prayers.

So that soul that is coming in is accepting obedeiency to Allah swt. from where is it coming? from the moon, from the sun? from where? from bahr al-qudrah and from bahr al-arwaah. it is an ocean of souls. so if it is like that from inna lillahi wa inna ilayhi raji`oon, because that ocean is pure , and how much distance is that soul coming to reach the womb of its mother. If a star we are seeing is 2 billion light years away and we are seeing the light now, and it might not be existing anymore, it is extinguished. as if we are seeing this star and really it is notthere. it takes time ot reach us.

Now soul is from Bahr al-Qudra and that is not in this universe. star is in this univers. the Prophet (s) went to qaaba qawsayni aw adnaa we dont know how far is that. Allah said qaaba qawsayni aw adnaa and we believe. the soul comes from the divine names of Allah swt, that is where they are created, an they come from beyond this universe. and how long do they take to reach the womb of the mother. is it far faster than speed of light which is 300,000 kps. speed of soul in front of speed of light is nothing. this is an example, between brackets
Let us say that as soon as sperm and egg come together the soul begins to travel and in four months it reaches. now stars take billions of light years to travel. so what speed is it traveling this is to understand how the soul travels. By Allah's order it does not need four months. when Allah says to it "go!" it immediately comes to the womb. and it does not ask where to sleep. when you have guest coming to your home, you have to prepare the rooms and one room is for more higly aristocratic, and others...

And so the soul does not say no. the Prophet (s) never in his life said "no" sami`na wa ata`na, we listen and obey. when Sayyidina Israfil blows on the Trumpet it is enough to take the life of everyone on earth. when Allah says "come bakc to Me!~" do we say no? no tyr to say no. quickly the soul will be ready to go. this is a prsion. it was in bahr al-qudra, the ocan of power. so immediately it likes to go out.

Allah sent Buraq to the Prophet (s). does the Prophet (s) not be able to go without buraq? no but Allah wants to show that everythign is by cause and effect, asbaab, the means. Why is buraq better than Gibril? did buraq go to qaaba qawsayni aw adnaa ? so does he (s) need means or no? the one who reached qaaba qawsayni aw adnaa does not need means to come from his home to Allah's Presence where Allah invited him , we don't know. it is something beyoned mind. when Allah says "come!" it goes without saying "no". It reaches where it lands if we can say that, where Allah wants it to reach. does it need a vehicle? a buraq? it doesnt' need. it obeys the order.

Why did Allah sent buraq to the Prophet (s)? ta`zheeman lin-Nabi (s), not because the Prophet (s) cannot come without a buraq but to honor him, to send him a vehicle, murkab, to be transported mu`azzazz mukarram, honored and raised high. To come up to Paradise. It is not difficult to Allah to bring the Prophet (s) to His Divine Presence without any vehicle, come and he will be there. but in order to give a display, and magnificence. Because soul, when order comes it immediately returns to Divine Presence. but Allah wanted to be a special honor. so when shaykh Sahib comes to visit, they say o our leade with parades and drums.

So when buraq came it is to be honor and respect. Look there when they elect someone to be head of their church, they made so much. we cannot givfe the show of greatness for or Prophet (s). importance is the show, the parade, to show him (s) respect. Allah Almighty showed him respect how do you not show him respect.

Look Ottomans, some were good and some were not but whenever the name of the Prophet (s) was mentioned they stand up and they give respect, even king or emperor. and they built up the place of the Prophet (s) and they have mihrab and they have a place near the Prophet's grave for the reciters to recite Holy Qur'an. I rememeber seeing these quraa reciting Holy Qur'an. and I remembrer when king used to come to the door of the Rawda, they go crawling on their chests with perfume from ward, roses, especitally from Isparta, roses that are rred and special strong smell, and they make perfume on a mat and he crawls inside and with that sponge spread it everywhere on the rawdah. where is that now? no one caring.

So ta`zheem an-Nabi (s) waji `alaa kulli Muslim wa muslima. the showing of greatness of the Prophet (s) is obligatory on every Msulims and Muslima. since Allah did ta`zheem to the Prophet (s), no one can say it is shirk. did Allah make shirk? He didn't say He is my partner, he said He is my `abd. and the Prophet (s) so happy with what Allah gave him of that title. So t`azheem does not affect shirk. and the Prophet (s) is happy to be `abd. whatever ta`zheem you give to the Prophet (s) it is not shirk. did you ever see any Muslim say Zhuhr prayer to the Prophet (s). did you hear anyone make intention I am intending to pray to the Prophet (s)? did anyone do `Asr prayer to the Prophet (s) or Fajr or `Isha pryaer to the Prophet (s).

O Muslims Allah ordered t`azheem an-Nabi (s). He ordered us. Inna Allah wa malaa'ikatahu yusalloona 'ala an-Nabi ya ayyuhalladheena aamanoo salloo 'alayhi wa sallimoo tasleema. How many angels are ordered to pray on the Prophet (s). al angels, not just the ones who are already created. Allah is al-Khaliq, He creates every moment. you cannot say He stopped making angels at any time. So angels that He created, angels that He is crrently creating, angels that He is going to create. and they are not created like us, with marriage and husband and wfie, but Allah knows best how He is creating them but every angel He created is under the order of Allah reciting salawat on the Prophet (s).

And people think that angels are sitting like us and reciting salawat allahum salli alay Sayyidina Muhammad (s) .. or Salawat al-Fatih. No each one is reciting his own individual salawat and not one is the same as the other. and there are how many? billions, trillions, quadrillsion. and every one of them reicitng salawat different from the other angel and every time he does salwat is different from the other time he did it. Azhamat an-Nabi (s). And what did He order us? so simple. ya ayyuhalladheena aamanoo salloo 'alayhi wa sallimoo tasleema.

Sallo `alayh, you will get the benefit of all salawat of the angels. but we are so ignorant, by listening to shaytan whispering on our ears, shirk,shirk. this is finished. the time that the Prophet (s) mentioned that the signs of Last Days is approaching is not approaching anymore. we are in the Signs of Last Days. it is haram , haram , haram to open the grave of not a wali, but ordinary person. What do you think about a wali? I saw when they opened the grave of S`ad ad-Deen al-Jibaawi, one of descendants of the Prophet (s) and one big wali at everyone knows that. And they sent bulldozer to take his grave and it broke and they tried again it broke. And they sent to grandshaykh to get answer, between them my uncle head of scholars of Lebanon. And grandshaykh said, sit all night and make salawat. then in morning they went and tried to open the grave, without any problem and they open his kafan and face as if the day he was bureid, his cheeks were pink and they took him to another place to bury him. how. Allah prohibited the earth to eat flesh of the prophets. And the awliyaullah are inheritors of the prophets. So Allah prevented earth to eat them as wel.

And similar in Singapore, the govt is not Muslim, they are Chinese. they could not remove the Maqam of Habib Noh. and so the made road around it it is curved. and Imam Jazouli, I visited his grave in Marrakech. he was buried and 70 year later they came to move his grave. his body was fresh as the day he died. Shaykh Muhammad Amin Al-Kurdi in Baybars buried there and they had to move his body. and they could not. they did the same thing, made association to make salawat. and they were able to move him and his body was same as when buried 70 years ago.

And now they blow up the awliyaullah tomb and they are celebrating and saying "O where is that wali?" and laughing. that wali is in paradise and looking at yo in the fire and there are some awliyaullah they are al-kummal they ask Allah to make them as normal people their bodies to decompose and there are those whom grandshaykh said, their bodies to be removed from their graves and moved to Damascus, Jabal Qasiyoun, a holy place. And how does the soul know which earth to go too, this earth or that earth, there are 7 earths.... we did not touch on that.

This man does work on Celebrating Mercy.com. Let them drop everything, people know how to pray. let them focus on `azhamat al-Nabi (s). the greatness of the Prophet (s). people dont know about greatness of the Prophet (s). except those who read books. but those who do not need teachers. Those who live and have connection with the Prophet (s). they can bring more to the Life of the Prophet (s). that is what we need people to do. insha-Allah one light and the other light.

Yahudi, Maseehi, they are Allah's creation. what we say, the ones who believed, did not change the `aqida of Sayyidina Musa (as), and who believed in Sayyidina 'Isa (as), we love them and accept them. wehere are they. insha-Allah comign soon. dont think this world will stay same. big change coming. the one who makes earth to turn around its axle, with what kind of fuel it turns. what makes it turn? does gravity make it turn around sun, and make it turn aournd its axle. doe gravity make moon turn around sun? what kind of qudra is there?

Life of the Prophet (s)? what he did to deserve, we cannot use that word deserve but how did he get honored to visit qaaba qawsayni aw adnaa ? was it something divine that was ordered before, or because he was born in Mecca and so on. it was because the Prophet (s) is something special. is it because his eyes are something beautiful? his eyebrows? it must be something. we don't know. but what we do know, and some might say that is not correct hadith, but what we believe is the first thing Allah created is the light of the Prophet (s).

And ibn `Asakir, he said everything is created from light of Muhammad and he explained it. so Allah created that light from His light, so finished. that light is divine, ismullah an-Nour. when Allah creatd the light of the Prophet (s) from that light, from His Light, that light is from the main light. so it is what? It is holy, it is Divine. it is something we cannot understand. we call it divine, some scholars say dont say that. but we say it is from siffat an-Nour the attribute of Allah an-Nour, the Light.

Allah light of heavens and earth. mathala noorihi, the example of His light , it is not His light but it is the Example of His light, is a bundle, of light, in the middle of which is a lamp. that lamp is the Prophet (s). That is a lamp coming from the source, it is not the source but it is the lamp. Allah is Creator and the Prophet (s) is the creation. la ilaha ill 'Llah Muhammad rasoolullah. the whole creation is withing the circle of Muhammad Rasoolullah. nothing can be with Allah, no creatoin. no partnership, finished. but everything is in siffat al-`abdiyya. The description of servanthood ,everything is servant to Allah, inclding the universe, stars, trees, human beings, jinn and creation we don't know, all are `abd. who is the `abd responsible for everyone. who is the one whose name is mentioned.

His name is Rasoolullah. in kalimat at-tawheed. He didnt say la ilaha ill 'Llah Moosa Rasoolullah. from beginning. even Sayyidina Adam (as) saw name of Sayyidina Muhammad (s) everywehre and he asked forgiveness for sake of Rasoolullah. Rasoolullah is messenger to whom? to everyone, to all creation. I was a hidden treasure I wanted to be known so I creatd creation. they knew me through Muhammad. that doesn't mean Muhammad is partner to Allah. He is sincere servant. He is the only true servant, no one reached the level of servant else we would be in qaaba qawsayni aw adnaa.

So Sayyidina Adam (as) wa man doonahu tahta liwaaee yawm al-qiyamah. I am master of children of Sayyidina Adam (as) and no pride. yet at end what did the Prophet (s) say? allahuma laa takilnee ila nafsee tarfatu `ayni wa laa aqal min dhalik. we have to put our head under the soil and knock our head. like you knowcked your head.
I feel happy, because I feel I dont deserve this, but I see 2 of Allah's servants coming and that means there is something they are going to honor us with their dua. I belong at the shoes at the door.

innamaa bu`ithtu li utammium makaarim al-akhlaaq -
I have been sent to perfect human behavior

Celebrate Mercy visitor: We had a day in November, called "Global Salawat Day". Many Naqshbandis participated, we had over 100 million of salawat pledged by attendees, after maghrib. from Dala'il al-Khayrat and any salawat they like. we do the program twice a year, once in Rabi` al-Awwal and once in Ramadan.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani: alhamdulillah good job! do you know story of Muhammad Talmaysani?
He finished the recitation of 100,000 Dalail al-Khayrat and he saw the Prophet (s) in a dream congratulating him. all his life reading Dalail al-Khayrat and he finished reading it 100,000t times. and the Prophet (s) said to him: Ya Muhammad , I will give you one salawat as if you read 800,000 Dalail al-Khayrat. because there are some specialties in every salawat. that is why I mentioned that angels never repeat a salawat. So he dictated to him this salawat:

Allahumma salli `alaa sayyidinaa Muhammadini 'l-faatihi limaa ughliq, wa 'l-khaatimi limaa sabaq, naasiri 'l-haqqi bi 'l-haqq, wa 'l-haadi ilaa siraatika 'l-mustaqeem, wa `alaa aalihi haqqa qadrihi wa miqdaarihi 'l-`azheem.

So we collected these salawat in a small book and everyone of them has a specialty. we will send that to you. so making salawat is very accepted. I knew one person, not here, overseas. he calls me every now and then. I finished 2 million salawat. I finished 1 million salawat. He goes to the beach, after Qiyam al-Layl and he sits and does salawat. and up to time of Ishraq, and that is all he does. he recites these salawat we compiled. and I asked him do you count all these salawat. [mawlana demonstrates: he moves tasbeeh very fast and recites allahum salli `ala Sayyidina Muhammad (s)

Very good work, may Allah bless you. Allah bringing things back to the way they should be. when I first came here in 1990, I wnt to mosque. and imam giving Jumu`ah kutba. and he is attacking mawlid of the Prophet (s). and he is blind. wa man kaana fee hadhihi `amaa kaana fi'l-akhirat `amaa wa addalloo sabeel. And that is the way each mosque, and from that time we begin our campaign. we began me, you, Abdur Rauf and ... so we put campaign and we said we are going to hit them hard. we made brochure and its subjects were mawlid, tasawwuf, tawassul, dhikr. and very summarized. and we printed 500,000 and sent to all our centers.

And we distributed on eid day exactly to hundreds of mosques. and we continued our movement our campaign to do that. at that time they called it Seerah and now they are accepting to say it is Sufi. Now those who reject sufism, they are now heads of sufis. One time I went to ISNA conference and Abdullah Idris, it was in 96. and they have in convention center in Chicago. we had booth and we printed 1000 copies about different subjects, about Mawlid, about turbans, about kissing hands of elders, and we were passing these free. And they opened ISNA conference and people coming to our booth and most of them from Pakistan and India, Bangladesh background of Ahl as-Sunnah wa 'l-Jama'ah and they are believe in tasawwuf.

And so they were coming to the booth. and then they want to close the booth. why? these literature are not accepted. these are all from ahadith of the Prophet (s) and with full footnotes. and they said, "you have to close it" and I said, "I never will close it". I brought all African Americans and they surrounded the booth and then Abdullah Idris came to me and said "let me talk to you privately" his father was there who is founder of ISNA.. so he said, you must take these books. It is sunnah, you cannot keep knowledge to yourself. you must spread that know. we are spreading the teaching of the Prophet (s).

He said, I want to tell you something. I am a sufi. but here we cannot say we are sufi. he said, please close. I said, because you said you are sufi, I will close it now but I will open tomorrow. so from beginning we have problems with ISNA. So I dont go there anymore. but we focus more on Europe,and Spain, and overseas, England, Singapore. here it is square-headed. in England it is easy. most of the Muslims are Ahl as-Sunnah wa 'l-Jama'ah. When I said 80% it is not as they present it CAIR and others. they want to come against us. I didn't say 80% of Muslims but I said 80% of mosques controlled by Wahabis. and I said "majority of Muslims dont accept that" and Robert Crane, made a statement, I asked him, and I said this is what I am saying, 80% and he said not 80% but 100% are controlled by Wahabi bakcground. Alhamdulillah it is changing now. but whenever they hear my name they are afraid. I am not fighting. happy to see you, honored.

Wa min Allah at Tawfeq
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...