10 Ayat Terakhir Surat al-Kahfi Sebagai Perlindungan Fitnah Dajjal (Surat Kahfi ayat 101 - 110)
Bacaan
Quran Hari ini adalah 10 ayat terakhir surat al-Kahfi dan jadi teringat
Suhbah Mawlana Syaikh Hisyam kabbani qs tentang 10 ayat pertama dan 10
ayat terakhir Surat al-Kahfi sebagai benteng perlindungan terhadap
Fitnah Dajjal
alladziina kaanat a'yunuhum fii ghithaa-in 'an dzikrii wakaanuu laa yastathii'uuna sam'aan
101. yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari
memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup
mendengar.
afahasiba alladziina kafaruu an yattakhidzuu 'ibaadii min duunii awliyaa-a innaa a'tadnaa jahannama lilkaafiriina nuzulaan
102. maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat)
mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami
telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
qul hal nunabbi-ukum bial-akhsariina a'maalaan
103. Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"
alladziina dhalla sa'yuhum fii alhayaati alddunyaa wahum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun'aan
104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan
dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat
sebaik-baiknya.
ulaa-ika alladziina kafaruu bi-aayaati rabbihim waliqaa-ihi fahabithat a'maaluhum falaa nuqiimu lahum yawma alqiyaamati waznaan
105. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan
mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia [896], maka hapuslah
amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi
(amalan) mereka pada hari kiamat.
dzaalika jazaauhum jahannamu bimaa kafaruu waittakhadzuu aayaatii warusulii huzuwaan
106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan
kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan
rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
inna alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati kaanat lahum jannaatu alfirdawsi nuzulaan
107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal
khaalidiina fiihaa laa yabghuuna 'anhaa hiwalaan
108. mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.
qul law kaana albahru midaadan likalimaati rabbii lanafida albahru
qabla an tanfada kalimaatu rabbii walaw ji/naa bimitslihi madadaan
109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis
(ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan
sebanyak itu (pula)".
qul innamaa anaa basyarun mitslukum
yuuhaa ilayya annamaa ilaahukum ilaahun waahidun faman kaana yarjuu
liqaa-a rabbihi falya'mal 'amalan shaalihan walaa yusyrik bi'ibaadati
rabbihi ahadaan
110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia
biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan
kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan
Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah
ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
Banyak hadits-hadits Nabi saw yang menjelaskan keutamaan surat al-Kahfi, antara lain:
عَنْ
أَبِي الدَّرْدَاءِ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ
حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ
الدَّجَّالِ
Dari Abu Darda,
dari Nabi saw bersabda, “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama
surat al-Kahfi maka dia akan dijaga dari Dajjal (HR: Muslim)
عن
أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم :
من قرأ سورة الكهف كما أنزلت كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة و
من قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه
Dari
Abu Said al-Khudri, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca surat
al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka baginya cahaya pada hari
Kiamat dari tempat berdirinya hingga Makkah, dan barangsiapa membaca
sepuluh ayat terakhirnya kemudian Dajjal keluar, maka dia tidak akan
dapat dikuasainya. (HR: Muslim)
عن أبي الدرداء عن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) أنه قال ( من قرأ عشر آيات من آخر سورة الكهف عصم من فتنة الدجال )
Dari
Abu Darda, dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa membaca
sepuluh ayat terakhir surat al-Kahfi, maka ia terlindung dari fitnah
Dajjal”
Hampir
seluruh nabi mewasiatkan kepada kaumnya untuk berlindung kepada Allah
dari fitnah Dajjal, sebab orang yang mengalami zaman Dajjal akan
mendapat ujian iman yang begitu berat. Selain hadits-hadits di atas yang
berisi pesan agar kita membaca surat al-Kahfi dan terhindar dari fitnah
Dajjal, Rasulullah saw pun menyuruh kita membaca doa perlindungan dari
fitnah Dajjal pada saat tahiyat akhir dan sebelum salam dalam
shalat-shalat kita.
Lalu, apa hubungannya fitnah Dajjal (akhir zaman) dengan surat al-Kahfi sebagai benteng perlindungan dari fitnah Dajjal?
Dalam surat al-Kahfi terdapat empat kisah:
Kisah
pertama; tentang sekelompok anak muda yang beriman kepada Allah SWT dan
hidup di tengah pemerintahan yang zhalim, mereka menawarkan Islam namun
ditolaknya, kemudian mereka dikejar-kejar, lalu berlindung di gua
(kahfi) dan tertidur selama 309 tahun, kemudian tatkala bangkit kembali,
keadaan negeri berubah jauh dari sebelumnya dan penduduknya telah
beriman kepada Allah. (ayat 14-18)
Kisah
Kedua, tentang seorang shohibul Jannatain (pemilik dua kebun) yang
telah diberi nikmat Allah, namun mengingkari nikmat itu, dan melupakan
Allah serta hari kiamat karena terlena dengan harta meskipun sudah
diperingatkan saudaranya. (Ayat 32-42)
Kisah
ketiga, Kisah Nabi Musa as dan Khidr, tatkala Nabi Musa ditanya oleh
kaumnya, “Siapakah orang paling alim (pintar) di bumi ini?” Musa
menjawab bahwa dirinya-lah orang yang paling pintar di dunia. Kemudian
Allah mengingatkan nabi Musa as bahwa ada hamba Allah yang lebih pintar
dan alim dari dirinya, yang kemudian Musa as pun memohon kepada Allah
agar ditunjukkan tempat Khidr yang berada di antara dua pertemuan laut
(Majma’ al-bahrain). Namun setelah menuntut ilmu kepada Khidr, Musa as
pun tidak tahan dengan sikap Khidr as.(ayat 62-70)
Kisah
keempat, tentang Zulkarnain seorang raja yang adil dan menebarkan
kebenaran ke seluruh negeri-negeri, hingga bertemu dengan suatu kaum
yang hampir tidak dapat dimengerti bahasanya. Namun meskipun beliau
mempunyai kekuasaan dan kemampuan, dalam melaksanakan tugasnya beliau
masih tetap meminta pertolongan dari pihak lain karena ketawadhuannya.
“maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku
membuatkan dinding antara kamu dan mereka” (ayat 95)
Keempat kisah di atas mengandung pesan bahwa di dalam kehidupan ini terdapat empat fitnah (ujian) utama:
Pertama,
fitnah atau ujian memegang teguh agama. Dalam memegang teguh agama dan
menegakkannya, seringkali mendapat tantangan, terutama dari kaum mapan,
seperti para penguasa. Hal ini telah dialami para pemuda al-Kahfi
(ashabul Kahfi), namun Allah telah menyelamatkan mereka.
Kedua,
fitnah atau ujian harta, hal ini di alami oleh salah seorang pemilik
kebun seperti yang disebutkan dalam kisah di atas. Dengan hartanya, dia
mengingkari Allah, bahkan mengingkari datangnya hari kiamat. Dia
berkata: “dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang,” (ayat 38)
Ketiga,
fitnah atau ujian ilmu, sehingga seseorang sombong dan mengira dirinya
paling pintar serta merendahkan pihak lain, sehingga hilang sifat
tawadhu’ dan enggan berkumpul menuntut ilmu bersama yang lain. Hal
seperti ini pernah terjadi dalam kisah Nabi Musa as dan Khidr.
Keempat,
fitnah atau ujian kekuasaan. Dengan kekuasaannya seseorang melakukan
apa saja yang diinginkannya, menebar fitnah serta berbuat kezhaliman.
Hal ini berbeda sekali dengan kisah Dzulkarnain sang raja yang adil dan
bijak dan menebar kebenaran serta keadilan.
Nah,
empat fitnah, atau ujian inilah yang akan terjadi pada saat datangnya
Dajjal. Dajjal akan melakukan kezhaliman berupa pemaksaan orang untuk
beriman dan beribadah kepadanya serta melupakan Tuhan Allah swt,
kemudian memamerkan kemampuannya melakukan sesuatu yang supranatural di
luar kemampuan manusia biasa, sehingga manusia mengimaninya. Ini adalah
ujian memegang teguh agama (fitnah al-din).
Dajjal
juga sanggup memenuhi permintaan orang untuk menurunkan hujan di suatu
kawasan, dan dapat merubah pada pasir tandus menjadi kawasan yang subur
dan rindang. Ini merupakan bentuk fitnah harta (fitnah al-maal)
Dajjal
juga mampu menebar orang-orang yang dapat memberitakan
prediksi-prediksi yang akan terjadi sehingga manusia mempercayainya, Ini
merupakan bentuk fitnah ilmu pengetahuan (fitnah al-‘ilm)
Dan
dengan kekuasannya Dajjal pun dapat memaksakan kehendaknya kepada
seluruh negeri (fitnah al-sulthoh/kekuasaan). Keempat fitnah ini
merupakan fitnah yang dahsyat bagi kaum muslimin di setiap zaman dan
tempat. Oleh karena itu Rasulullah saw telah memberi peringatan agar
kita membaca surat al-Kahfi, mentadabburinya, serta merenunginya,
terutama pada empat kisah di atas.
c
Monday, April 22, 2013
SOME OF THE WORLD'S GREATEST SCHOLARS ON Mawlana al-Shaykh Nazim QS
SOME OF THE WORLD'S GREATEST SCHOLARS ON Mawlana al-Shaykh Nazim QS
Grand Mufti of Syria the late Shaykh Yaseen Ahmed Kuftaro calls Mawlana al-Shaykh Nazim as "Our greatest Shaykh"
Shaykh Yaqoubi never mentions Shaykh Nazim except with awe and respect. Shaykh Abd al-Qadir al-Jili of Madina the son of Sidi Muhammad Mahi al-Bukhari when he visited the shiekhs house in Damascus shook from head to toe and was saying Allah, Allah the whole visit.
Hazrat Abd al-Rahman al-Shaghuri, Shaykh Nuh Keller's Shaykh, when he sees a Murid of Sheikh Nazim always says to them: "Remember us in your Du`a."
Sheikh Syed Alawi al Malaiki who is considered by millions to be one of the main supreme knowledgeable ulema of this century took bayat with the sheikh Nazim al Haqqani and said; "If you follow Shaykh Nazim then you must be Haqqani." he also added Sheikh Nazim Is the 'sheikh of sheikhs' perhaps some of you don't know Syedina Nazim al Haqqani holds many of the most fascintateing hadith sharif's along with there entire chains which have been narrated over period of time, which ulema such as Sheikh Syed Alawi al Malaiki have been presented with, which many sub continental ulema continue to translate even today,
The Rightious Walis Of Shaam shaykh Badruddin Al Hassani, Shaykh Yusuf Al Nibhani, Shaykh Ahmad Al Harun Would Kiss The Feet Of Grand Shaykh Abdullah Faiz Daghestani When They Would Meet Them. The shaykh colappsed and he had a vision or a gathering he was carried by all of the awliya,salihin and the shaykh saw all the murids,khalifah's of imam mehdi and the shaykh saw rasualah and rasulalah said to the shaykh that all of your followers shall be saved from allah's revenge .
To quote Shaykh Gibril Fouad Haddad : " May Allah support Shaykh Nazim the Hope of our time ever more, grant him ever higher stations here and hereafter by the Baraka of the Owner of the Flag of Glory our Liege-Lord Muhammad, upon him and his Family and Companions all blessings and peace and the Baraka of the Silsila of the Most Distinguished Tariqatu Naqshbandiyya, and turn over to him the good deeds of his enviers!
When Shaykh Habib Khadim Ba Awlawi sees a person wearing the Naqshbandi imaama( turban) he asks him "How is Mowlana Shaykh Nazim"
Subhaanallah!
Grand Mufti of Syria the late Shaykh Yaseen Ahmed Kuftaro calls Mawlana al-Shaykh Nazim as "Our greatest Shaykh"
Shaykh Yaqoubi never mentions Shaykh Nazim except with awe and respect. Shaykh Abd al-Qadir al-Jili of Madina the son of Sidi Muhammad Mahi al-Bukhari when he visited the shiekhs house in Damascus shook from head to toe and was saying Allah, Allah the whole visit.
Hazrat Abd al-Rahman al-Shaghuri, Shaykh Nuh Keller's Shaykh, when he sees a Murid of Sheikh Nazim always says to them: "Remember us in your Du`a."
Sheikh Syed Alawi al Malaiki who is considered by millions to be one of the main supreme knowledgeable ulema of this century took bayat with the sheikh Nazim al Haqqani and said; "If you follow Shaykh Nazim then you must be Haqqani." he also added Sheikh Nazim Is the 'sheikh of sheikhs' perhaps some of you don't know Syedina Nazim al Haqqani holds many of the most fascintateing hadith sharif's along with there entire chains which have been narrated over period of time, which ulema such as Sheikh Syed Alawi al Malaiki have been presented with, which many sub continental ulema continue to translate even today,
The Rightious Walis Of Shaam shaykh Badruddin Al Hassani, Shaykh Yusuf Al Nibhani, Shaykh Ahmad Al Harun Would Kiss The Feet Of Grand Shaykh Abdullah Faiz Daghestani When They Would Meet Them. The shaykh colappsed and he had a vision or a gathering he was carried by all of the awliya,salihin and the shaykh saw all the murids,khalifah's of imam mehdi and the shaykh saw rasualah and rasulalah said to the shaykh that all of your followers shall be saved from allah's revenge .
To quote Shaykh Gibril Fouad Haddad : " May Allah support Shaykh Nazim the Hope of our time ever more, grant him ever higher stations here and hereafter by the Baraka of the Owner of the Flag of Glory our Liege-Lord Muhammad, upon him and his Family and Companions all blessings and peace and the Baraka of the Silsila of the Most Distinguished Tariqatu Naqshbandiyya, and turn over to him the good deeds of his enviers!
When Shaykh Habib Khadim Ba Awlawi sees a person wearing the Naqshbandi imaama( turban) he asks him "How is Mowlana Shaykh Nazim"
Subhaanallah!
Dajjal Anti-Kristus
Dajjal Anti-Kristus
Mawlana Syaikh Hisham Kabbani
Ditranslasi dari The Approach of Armageddon
Apa pun yang diperlihatkan oleh Dajjal Anti-Kritus selalu bertentangan dengan kebenaran. Abû Hurayrah ra meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Maukah kalian kuceritakan sesuatu tentang Dajjal yang tidak diceritakan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya?
Dajjal adalah manusia bermata satu, dan akan membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka; tetapi apa
yang dikatakannya sebagai surga sebenarnya adalah neraka. Aku memperingatkan kepada kalian tentang Dajjal, seperti yang diperingatkan Nabi Nuh as kepada umatnya. Hudzayfah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Aku lebih mengetahui kekuatan yang dimiliki Dajal ketimbang dirinya sendiri.
Ia akan memiliki dua sungai yang mengalir. Salah satunya tampak seperti air sebening kristal, dan yang lainnya akan tampak seperti kobaran api. Barang siapa sempat menyaksikannya, pilihlah sungai yang tampak seperti api, lalu tutuplah mata kalian, tundukkan kepala dan minumlah airnya, karena airnya akan terasa dingin. Dajjal itu bermata satu, salah satu matanya yang buta akan tertutup oleh sepotong kulit. Di tengah keningnya tertulis kata kâfir dan setiap orang yang beriman akan dapat membacanya sekalipun buta huruf.
Hadis tersebut menyebutkan bahwa Dajal akan berjalan di muka bumi seperti awan yang ditiup angin. Anas
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:Tidak ada tempat yang tidak dimasuki Dajjal kecuali Mekah dan Madinah. Ibn ‘Umar meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Aku memperingatkan kalian tentang Dajjal, dan setiap nabi yang diutus pasti akan memperingatkan umatnya tentang Dajal. Tak diragukan lagi, Nabi Nuh as telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal, tetapi aku akan menceritakan sesuatu tentang Dajjal yang tak diceritakan oleh para nabi sebelumku. Kalian harus tahu bahwa dia bermata satu, dan Allah tidak bermata satu.
Ubay ibn Ka‘b meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Mata Dajjal berwarna hijau seperti kaca. Anas ibn Mâlik
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Tidak ada seorang nabi yang diutus Allah kepada umatnya, kecuali
dia pasti memperingatkan mereka tentang pendusta bermata satu. Sesungguhnya ia memang bermata satu, dan
sesungguhnya Tuhan kalian tidak bermata satu. Di antara kedua matanya tertulis huruf kâf, fâ’ dan râ’ (kafara - kafir, ingkar).
Di kening Dajjal tertulis huruf kâf, fâ’, dan râ’. Nabi saw. mengatakan bahwa rangkaian huruf itu akan terlihat hanya oleh orang-orang beriman yang akan dilindungi Allah dari fitnah Dajjal. Dajal bukanlah sebuah organisasi yang bernama kafara, bukan pula sebuah komunitas atau negara. Dajjal adalah sesosok manusia. Nabi saw. memberi tahu kita bahwa pada akhir zaman akan muncul seorang manusia yang akan menipu semua manusia. Dajjal akan menguasai dunia. Maka, orang-orang Islam harus waspada agar hati mereka tidak memendam cinta terhadap dunia sehingga mereka tak akan meninggalkan agama karena rayuan Dajal.
Dia dapat menyembuhkan orang yang sakit dengan mengusapkan tangannya ke tubuh mereka, seperti yang
dilakukan Nabi ‘Îsâ, tetapi dengan tipuannya itu, Dajal akan menggiring orang ke jalan menuju neraka. Jadi,
Dajal adalah juru selamat gadungan, atau Anti-Kristus (al-Masîh al-Dajjâl). Dia akan berpura-pura menjadi
juru selamat dan menipu orang dengan mempertontonkan kekuatannya yang menakjubkan.
Nabi saw. bersabda: Dajal akan muncul dengan mengenakan pakaian ihram ke perbatasan Madinah. Salah
seorang penduduk terbaik Madinah akan menghampirinya dan berkata, “Aku bersumpah bahwa engkau adalah Dajal yang diceritakan oleh Nabi saw.” Dajal kemudian berkata kepada para pengikutnya, “Jika aku bunuh orang
ini dan menghidupkannya kembali apakah kalian percaya padaku?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Dajjal membunuh orang itu dan menghidupkannya kembali. Ketika orang itu hidup kembali ia berkata, “Demi Allah, aku yakin bahwa engkau adalah Dajal!” Kemudian Dajal akan membunuhnya.
Dajal akan datang dengan kekuatan setan. Dia akan meneror orang-orang Islam agar mau menjadi pengikutnya, dan mengubah mereka menjadi orang-orang kafir. Dia akan menyembunyikan kebenaran dan menawarkan
kebatilan. Nabi saw. mengatakan bahwa Dajal akan memiliki kekuatan untuk menampilkan wujud leluhur seseorang di kepalanya, seperti layar televisi.
Leluhur itu akan berkata, “Wahai anakku, orang ini berkata benar. Aku kini ada di surga karena aku orang baik dan aku percaya kepadanya.” Sebenarnya orang itu ada di neraka. Jika ia berkata, “Percayalah kepada orang ini, aku ada di neraka karena aku tidak percaya kepadanya,” orang harus berkata kepada Dajjal, “Tidak, ia ada di surga. Ini palsu.” Abû Umâmah al-Bâhilî meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Dajjal akan berkata kepada suku badui, “Apakah pendapat kalian jika aku dapat membawa ayah dan ibu kalian hidup kembali? Apakah kalian akan percaya bahwa akulah tuhan kalian?” Orang-orang badui itu akan menjawab, “Ya.” Kemudian dua sosok setan akan muncul menyerupai ayah dan ibu mereka dan berkata, “Wahai anak-anakku, ikutilah dia karena dialah tuhan kalian.”
Seperti halnya semua nabi dan rasul sebelumnya, Nabi Muhammad saw. memprediksi kedatangan Anti-Kristus
sebagai salah satu isyarat terakhir datangnya Hari Kiamat. Nabi saw. bersabda: Wahai manusia, tak akan ada huru-hara di muka bumi ini sejak masa Adam yang lebih besar daripada huru-hara Dajjal. Sesungguhnya setiap nabi yang dikirim Allah akan memperingatkan umatnya tentang Dajal. Aku adalah nabi terakhir, dan kalian adalah umat terakhir.
Nabi Muhammad saw. adalah nabi bagi semua manusia, muslim maupun nonmuslim. Nabi saw. menujukan hadis ini bagi seluruh manusia sehingga beliau berkata, “Wahai manusia!” bukan, “Wahai umat Islam!” atau “Hai orang-orang beriman!” Kemunculan al-Masîh al-Dajjâl (Dajjal, Juru Selamat Palsu atau Anti-Kristus) merupakan peristiwa yang menakutkan bagi seluruh manusia di muka bumi, dan peristiwa tersebut akan terjadi pada akhir zaman. Dia akan merajalela di muka bumi dengan “menyebarkan kerusakan di mana-mana” dan meneror orang-orang beriman serta mengalihkan mereka dari keimanan menuju kekufuran.
Seribu empat ratus tahun yang silam, para sahabat sekalipun khawatir dengan kedatangan Dajjal. Dajjal akan
muncul di antara Syam dan Irak, dan beberapa hadis menyebutkan bahwa dia akan muncul di Khurasan, Iran,
bergerak cepat dan melintasi seluruh dunia: Al-Nawwâs ibn Sam‘ân meriwayatkan bahwa suatu pagi Rasulullah
bercerita tentang Dajal. Beliau terkadang menggambar kannya sebagai hal yang remeh, dan terkadang sebagai
hal yang (dampaknya) sangat serius, dan kami merasa seolah-olah ia ada di rerimbunan pohon kurma.
Ketika kami menghadap beliau pada sore hari, dan beliau menyaksikan tanda-tanda kecemasan di wajah kami, beliau berkata, “Ada masalah apa?” Kami menjawab, “Ya Rasulullah, engkau bercerita tentang Dajjal tadi pagi. Terkadang engkau menggambarkannya sebagai sosok yang sepele dan terkadang sebagai sosok yang sangat penting, sampai-sampai kami berpikir bahwa ia sudah berada dekat kami di rerimbunan pohon kurma.”
Kemudian beliau bersabda, “Aku mencemaskan kalian dalam berbagai hal selain persoalan Dajjal. Jika ia muncul ketika aku berada di tengah-tengah kalian, maka akan beradu argumen dengannya mewakili kalian, namun jika ia muncul dan aku tidak berada di antara kalian, salah seorang di antara kalian harus beradu argumen dengannya atas nama dirinya, dan Allah akan melindungi setiap muslim atas namaku.
Sesungguhnya Dajjal adalah seorang pemuda dengan rambut dibelit dan salah satu matanya buta. Aku menyerupakannya dengan ‘Abd al-‘Uzzâ ibn Qathan. Jika di antara kalian ada yang sempat bertemu dengannya,
maka hendaklah ia membaca ayat pertama surah al-Kahf. Ia akan muncul di antara Syam dan Irak, dan akan
menyebarkan kejahatan di mana-mana. Wahai hamba Allah, tetaplah berada di atas jalan kebenaran!” Kami
bertanya, “Ya Rasulallah, berapa lama ia akan hidup di dunia?” Beliau menjawab, “Selama empat puluh hari,
yang satu hari seperti satu tahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu minggu, dan hari-hari sisanya seperti hari-hari kalian.”
Kami berkata, “Ya Rasulullah, pada hari yang sama seperti satu tahun, apakah salat sehari sudah cukup bagi kami?” Beliau menjawab, “Tidak, kalian harus memperhitungkan waktunya (dan kemudian melaksanakan salat).” Kami bertanya, “Ya Rasulallah, seberapa cepat ia akan menjelajahi bumi?” Beliau menjawab, “Seperti awan yang ditiup angin. Ia akan mendatangi sebuah bangsa dan mengajaknya (kepada agama yang sesat), dan mereka akan memercayainya dan mengikuti ajakannya.
Ia kemudian akan memberi instruksi kepada langit dan kemudian hujan turun membasahi bumi dan menumbuhkan tanaman. Kemudian pada sore harinya, hewan-hewan yang gemuk akan datang kepada mereka dengan punuknya yang tinggi, kantong susu yang penuh berisi, dan panggul yang lebar. Ia kemudian akan datang ke bangsa lain dan mengajak mereka (kepada agamanya yang sesat). Namun, mereka kemudian menolaknya, dan ia pergi meninggalkan mereka. Lalu mereka ditimpa kekeringan dan tak tersisa lagi kekayaan mereka sedikit pun.
Ia kemudian akan berjalan menelusuri tanah yang tandus itu dan berkata, ‘Keluarkan isi perutmu,’ dan isi bumi
akan keluar dan berkumpul di depannya seperti sekawanan lebah. Ia kemudian akan memanggil seorang anak muda. Kemudian ia memenggalnya dengan pedang dan memotongnya menjadi dua bagian serta memisahkan kedua potongan tubuh itu di dua tempat terpisah sejauh busur panah dan sasarannya. Ia kemudian akan memanggil kembali anak muda itu yang akan datang ke hadapannya sambil tertawa dengan wajah yang ceria karena bahagia, dan persis pada saat-saat seperti itulah Allah akan mengutus ‘Isâ ibn Maryam, dan beliau akan turun dari menara putih di timur Damaskus dengan mengenakan dua jubah yang dicelup dengan semacam kunyit sambil meletakkan kedua tangannya di sayap dua malaikat.
Kedatangan Kembali Isa ibn Maryam
Ketika Nabi Isa as menundukkan lehernya, butiran keringatnya akan jatuh menetes dari kepalanya, dan ketika ia mengangkatnya kembali, butiran laksana mutiara akan bertebaran keluar dari kepalanya. Setiap orang kafir yang mencium wangi tubuhnya akan mati dan tarikan napasnya akan mencapai jarak sejauh mata memandang. Ia akan mencari Dajal hingga berhasil menangkapnya di gerbang Ludd dan kemudian membunuhnya.
Kemudian orang-orang yang dilindungi Allah akan menghadap ‘Îsâ ibn Maryam dan ia akan mengusap wajah
mereka dan memberi tahu kedudukan mereka di surga. Ketika itulah Allah akan menurunkan wahyu kepada ‘Îsâ,
‘Aku telah mengutus ke tengah-tengah kalian seorang hamba-Ku yang tidak akan terkalahkan, engkau membawa
umatku dengan aman ke bukit Thûr,’ dan Allah kemudian akan mengirim Ya’jûj dan Ma’jûj dan mereka akan turun
dari setiap dataran tinggi.
Yang pertama di antara mereka akan melintas Danau Tiberias dan meminum airnya, sementara yang terakhir
di antara mereka akan melewatinya dan berkata, ‘Dulu di sana ada air.’ ‘Îsâ dan para sahabatnya akan terkepung di tempat itu (di bukit Thûr, dan mereka akan sangat tertekan) sehingga harga kepala seekor lembu jantan lebih dari seratus dinar, lalu Nabi Allah, ‘Îsâ, dan para sahabatnya akan berdoa kepada Allah, yang akan mengutus bala tentara serangga untuk menyerang mereka (pada bagian leher) dan pada pagi harinya, mereka musnah seperti satu orang saja.
Nabi Allah, Isa as, dan para sahabatnya kemudian akan menuruni lembah dan mereka menemukan bangkai mereka dan bau busuk pada setiap jengkal tanah daratan. Nabi Allah, ‘Îsâ alaihi salam, dan para sahabatnya kemudian kembali memohon perlindungan Allah, yang akan mengutus bala tentara burung yang lehernya mirip dengan unta berpunuk ganda dan akan membawa bangkai mereka dan membuangnya ke tempat yang dikehendaki Allah.
“Lalu Allah akan menurunkan hujan yang akan menyeret semua rumah dari tanah liat atau tenda dari kulit unta
dan membersihkan bumi hingga ia tampak seperti cermin. Kemudian bumi akan diperintahkan untuk mengeluarkan buah-buahan dan mengembalikan rahmatnya, sehingga akan tumbuh buah delima yang sangat besar sehingga sekelompok orang bisa memakannya beramai-ramai dan berlindung di balik kulitnya, dan sapi perahan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga sekelompok orang bisa meminumnya beramai-ramai.
Unta perahan juga akan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga seluruh anggota suku bisa meminumnya beramai-ramai, dan domba perahan juga akan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga sebuah keluarga bisa meminumnya beramai-ramai. Saat itulah Allah akan mengirimkan hembusan angin lembut yang bahkan akan menyejukkan ketiak setiap orang. Angin sejuk itu akan mengambil nyawa setiap orang beriman, dan yang tertinggal di bumi hanyalah orang-orang jahat yang akan melakukan perzinaan seperti keledai, dan Hari Kiamat akan menimpa mereka.”
Kemunculan Dajjal Anti-Kristus pasti akan terjadi di akhir zaman. Peristiwa menakutkan itu sedang mendekat, dan
pada saat itu hanya tiga kota yang akan selamat: Mekah, Madinah, dan Syam (Damaskus). Jika seseorang ingin menyelamatkan hidupnya, ia harus pergi ke tiga kota itu. ‘Â’isyah meriwayatkan sebuah doa yang dibaca Nabi saw. dalam salatnya: Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur dan dari kekacauan yang dibuat Dajal. Nabi saw. dan para sahabat sangat peduli dengan kemunculan Dajal.
Orang-orang Islam dewasa ini harus benar-benar memerhatikan apa yang dijelaskan Nabi saw. tentang Dajjal dan memohon perlindungan Allah dari kejahatan hebat ini. Nabi saw. sangat menganjurkan orang-orang Islam agar selalu menjaga kondisi wudu (suci). Nabi saw. sendiri selalu memperbarui wudu ketika hendak memulai salat meskipun beliau belum batal wudunya, karena beliau adalah nûr ‘alâ nûr (cahaya di atas cahaya).
Pada Hari Kiamat, cahaya wudu akan memancar dari tubuh orang-orang beriman. Wudu juga akan melindungi kita dari kejahatan setan, seperti yang disebutkan oleh Nabi saw., “Wudu merupakan senjata kaum beriman.”
Setiap kali keimanan seseorang sedang mengalami ujian berat, sangat dianjurkan agar ia selalu menjaga wudu
dan segera memperbarui wudu ketika ia batal, agar kejahatan dan setan menjauh darinya. Nabi saw. juga
menganjurkan agar membaca ayat-ayat tertentu untuk melindungi diri dari huru-hara Dajal.
Abû al-Dardâ’ meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama surah al-Kahf
(dalam riwayat lain, sepuluh ayat terakhir ), maka ia akan terlindung dari keributan Dajal. Dalam hadis lain
yang juga diriwayatkan oleh Abû al-Dardâ’, Nabi saw. bersabda: Jika Dajal menghampiri salah seorang yang
hapal sepuluh ayat pertama surah al-Kahf, ia tidak dapat mencelakainya. Dan barang siapa yang hapal ayat-ayat terakhir surah al-Kahf, ia akan bercahaya pada Hari Pembalasan
Wa min Allah at Tawfiq
Mawlana Syaikh Hisham Kabbani
Ditranslasi dari The Approach of Armageddon
Apa pun yang diperlihatkan oleh Dajjal Anti-Kritus selalu bertentangan dengan kebenaran. Abû Hurayrah ra meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Maukah kalian kuceritakan sesuatu tentang Dajjal yang tidak diceritakan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya?
Dajjal adalah manusia bermata satu, dan akan membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka; tetapi apa
yang dikatakannya sebagai surga sebenarnya adalah neraka. Aku memperingatkan kepada kalian tentang Dajjal, seperti yang diperingatkan Nabi Nuh as kepada umatnya. Hudzayfah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Aku lebih mengetahui kekuatan yang dimiliki Dajal ketimbang dirinya sendiri.
Ia akan memiliki dua sungai yang mengalir. Salah satunya tampak seperti air sebening kristal, dan yang lainnya akan tampak seperti kobaran api. Barang siapa sempat menyaksikannya, pilihlah sungai yang tampak seperti api, lalu tutuplah mata kalian, tundukkan kepala dan minumlah airnya, karena airnya akan terasa dingin. Dajjal itu bermata satu, salah satu matanya yang buta akan tertutup oleh sepotong kulit. Di tengah keningnya tertulis kata kâfir dan setiap orang yang beriman akan dapat membacanya sekalipun buta huruf.
Hadis tersebut menyebutkan bahwa Dajal akan berjalan di muka bumi seperti awan yang ditiup angin. Anas
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:Tidak ada tempat yang tidak dimasuki Dajjal kecuali Mekah dan Madinah. Ibn ‘Umar meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Aku memperingatkan kalian tentang Dajjal, dan setiap nabi yang diutus pasti akan memperingatkan umatnya tentang Dajal. Tak diragukan lagi, Nabi Nuh as telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal, tetapi aku akan menceritakan sesuatu tentang Dajjal yang tak diceritakan oleh para nabi sebelumku. Kalian harus tahu bahwa dia bermata satu, dan Allah tidak bermata satu.
Ubay ibn Ka‘b meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Mata Dajjal berwarna hijau seperti kaca. Anas ibn Mâlik
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Tidak ada seorang nabi yang diutus Allah kepada umatnya, kecuali
dia pasti memperingatkan mereka tentang pendusta bermata satu. Sesungguhnya ia memang bermata satu, dan
sesungguhnya Tuhan kalian tidak bermata satu. Di antara kedua matanya tertulis huruf kâf, fâ’ dan râ’ (kafara - kafir, ingkar).
Di kening Dajjal tertulis huruf kâf, fâ’, dan râ’. Nabi saw. mengatakan bahwa rangkaian huruf itu akan terlihat hanya oleh orang-orang beriman yang akan dilindungi Allah dari fitnah Dajjal. Dajal bukanlah sebuah organisasi yang bernama kafara, bukan pula sebuah komunitas atau negara. Dajjal adalah sesosok manusia. Nabi saw. memberi tahu kita bahwa pada akhir zaman akan muncul seorang manusia yang akan menipu semua manusia. Dajjal akan menguasai dunia. Maka, orang-orang Islam harus waspada agar hati mereka tidak memendam cinta terhadap dunia sehingga mereka tak akan meninggalkan agama karena rayuan Dajal.
Dia dapat menyembuhkan orang yang sakit dengan mengusapkan tangannya ke tubuh mereka, seperti yang
dilakukan Nabi ‘Îsâ, tetapi dengan tipuannya itu, Dajal akan menggiring orang ke jalan menuju neraka. Jadi,
Dajal adalah juru selamat gadungan, atau Anti-Kristus (al-Masîh al-Dajjâl). Dia akan berpura-pura menjadi
juru selamat dan menipu orang dengan mempertontonkan kekuatannya yang menakjubkan.
Nabi saw. bersabda: Dajal akan muncul dengan mengenakan pakaian ihram ke perbatasan Madinah. Salah
seorang penduduk terbaik Madinah akan menghampirinya dan berkata, “Aku bersumpah bahwa engkau adalah Dajal yang diceritakan oleh Nabi saw.” Dajal kemudian berkata kepada para pengikutnya, “Jika aku bunuh orang
ini dan menghidupkannya kembali apakah kalian percaya padaku?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Dajjal membunuh orang itu dan menghidupkannya kembali. Ketika orang itu hidup kembali ia berkata, “Demi Allah, aku yakin bahwa engkau adalah Dajal!” Kemudian Dajal akan membunuhnya.
Dajal akan datang dengan kekuatan setan. Dia akan meneror orang-orang Islam agar mau menjadi pengikutnya, dan mengubah mereka menjadi orang-orang kafir. Dia akan menyembunyikan kebenaran dan menawarkan
kebatilan. Nabi saw. mengatakan bahwa Dajal akan memiliki kekuatan untuk menampilkan wujud leluhur seseorang di kepalanya, seperti layar televisi.
Leluhur itu akan berkata, “Wahai anakku, orang ini berkata benar. Aku kini ada di surga karena aku orang baik dan aku percaya kepadanya.” Sebenarnya orang itu ada di neraka. Jika ia berkata, “Percayalah kepada orang ini, aku ada di neraka karena aku tidak percaya kepadanya,” orang harus berkata kepada Dajjal, “Tidak, ia ada di surga. Ini palsu.” Abû Umâmah al-Bâhilî meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Dajjal akan berkata kepada suku badui, “Apakah pendapat kalian jika aku dapat membawa ayah dan ibu kalian hidup kembali? Apakah kalian akan percaya bahwa akulah tuhan kalian?” Orang-orang badui itu akan menjawab, “Ya.” Kemudian dua sosok setan akan muncul menyerupai ayah dan ibu mereka dan berkata, “Wahai anak-anakku, ikutilah dia karena dialah tuhan kalian.”
Seperti halnya semua nabi dan rasul sebelumnya, Nabi Muhammad saw. memprediksi kedatangan Anti-Kristus
sebagai salah satu isyarat terakhir datangnya Hari Kiamat. Nabi saw. bersabda: Wahai manusia, tak akan ada huru-hara di muka bumi ini sejak masa Adam yang lebih besar daripada huru-hara Dajjal. Sesungguhnya setiap nabi yang dikirim Allah akan memperingatkan umatnya tentang Dajal. Aku adalah nabi terakhir, dan kalian adalah umat terakhir.
Nabi Muhammad saw. adalah nabi bagi semua manusia, muslim maupun nonmuslim. Nabi saw. menujukan hadis ini bagi seluruh manusia sehingga beliau berkata, “Wahai manusia!” bukan, “Wahai umat Islam!” atau “Hai orang-orang beriman!” Kemunculan al-Masîh al-Dajjâl (Dajjal, Juru Selamat Palsu atau Anti-Kristus) merupakan peristiwa yang menakutkan bagi seluruh manusia di muka bumi, dan peristiwa tersebut akan terjadi pada akhir zaman. Dia akan merajalela di muka bumi dengan “menyebarkan kerusakan di mana-mana” dan meneror orang-orang beriman serta mengalihkan mereka dari keimanan menuju kekufuran.
Seribu empat ratus tahun yang silam, para sahabat sekalipun khawatir dengan kedatangan Dajjal. Dajjal akan
muncul di antara Syam dan Irak, dan beberapa hadis menyebutkan bahwa dia akan muncul di Khurasan, Iran,
bergerak cepat dan melintasi seluruh dunia: Al-Nawwâs ibn Sam‘ân meriwayatkan bahwa suatu pagi Rasulullah
bercerita tentang Dajal. Beliau terkadang menggambar kannya sebagai hal yang remeh, dan terkadang sebagai
hal yang (dampaknya) sangat serius, dan kami merasa seolah-olah ia ada di rerimbunan pohon kurma.
Ketika kami menghadap beliau pada sore hari, dan beliau menyaksikan tanda-tanda kecemasan di wajah kami, beliau berkata, “Ada masalah apa?” Kami menjawab, “Ya Rasulullah, engkau bercerita tentang Dajjal tadi pagi. Terkadang engkau menggambarkannya sebagai sosok yang sepele dan terkadang sebagai sosok yang sangat penting, sampai-sampai kami berpikir bahwa ia sudah berada dekat kami di rerimbunan pohon kurma.”
Kemudian beliau bersabda, “Aku mencemaskan kalian dalam berbagai hal selain persoalan Dajjal. Jika ia muncul ketika aku berada di tengah-tengah kalian, maka akan beradu argumen dengannya mewakili kalian, namun jika ia muncul dan aku tidak berada di antara kalian, salah seorang di antara kalian harus beradu argumen dengannya atas nama dirinya, dan Allah akan melindungi setiap muslim atas namaku.
Sesungguhnya Dajjal adalah seorang pemuda dengan rambut dibelit dan salah satu matanya buta. Aku menyerupakannya dengan ‘Abd al-‘Uzzâ ibn Qathan. Jika di antara kalian ada yang sempat bertemu dengannya,
maka hendaklah ia membaca ayat pertama surah al-Kahf. Ia akan muncul di antara Syam dan Irak, dan akan
menyebarkan kejahatan di mana-mana. Wahai hamba Allah, tetaplah berada di atas jalan kebenaran!” Kami
bertanya, “Ya Rasulallah, berapa lama ia akan hidup di dunia?” Beliau menjawab, “Selama empat puluh hari,
yang satu hari seperti satu tahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu minggu, dan hari-hari sisanya seperti hari-hari kalian.”
Kami berkata, “Ya Rasulullah, pada hari yang sama seperti satu tahun, apakah salat sehari sudah cukup bagi kami?” Beliau menjawab, “Tidak, kalian harus memperhitungkan waktunya (dan kemudian melaksanakan salat).” Kami bertanya, “Ya Rasulallah, seberapa cepat ia akan menjelajahi bumi?” Beliau menjawab, “Seperti awan yang ditiup angin. Ia akan mendatangi sebuah bangsa dan mengajaknya (kepada agama yang sesat), dan mereka akan memercayainya dan mengikuti ajakannya.
Ia kemudian akan memberi instruksi kepada langit dan kemudian hujan turun membasahi bumi dan menumbuhkan tanaman. Kemudian pada sore harinya, hewan-hewan yang gemuk akan datang kepada mereka dengan punuknya yang tinggi, kantong susu yang penuh berisi, dan panggul yang lebar. Ia kemudian akan datang ke bangsa lain dan mengajak mereka (kepada agamanya yang sesat). Namun, mereka kemudian menolaknya, dan ia pergi meninggalkan mereka. Lalu mereka ditimpa kekeringan dan tak tersisa lagi kekayaan mereka sedikit pun.
Ia kemudian akan berjalan menelusuri tanah yang tandus itu dan berkata, ‘Keluarkan isi perutmu,’ dan isi bumi
akan keluar dan berkumpul di depannya seperti sekawanan lebah. Ia kemudian akan memanggil seorang anak muda. Kemudian ia memenggalnya dengan pedang dan memotongnya menjadi dua bagian serta memisahkan kedua potongan tubuh itu di dua tempat terpisah sejauh busur panah dan sasarannya. Ia kemudian akan memanggil kembali anak muda itu yang akan datang ke hadapannya sambil tertawa dengan wajah yang ceria karena bahagia, dan persis pada saat-saat seperti itulah Allah akan mengutus ‘Isâ ibn Maryam, dan beliau akan turun dari menara putih di timur Damaskus dengan mengenakan dua jubah yang dicelup dengan semacam kunyit sambil meletakkan kedua tangannya di sayap dua malaikat.
Kedatangan Kembali Isa ibn Maryam
Ketika Nabi Isa as menundukkan lehernya, butiran keringatnya akan jatuh menetes dari kepalanya, dan ketika ia mengangkatnya kembali, butiran laksana mutiara akan bertebaran keluar dari kepalanya. Setiap orang kafir yang mencium wangi tubuhnya akan mati dan tarikan napasnya akan mencapai jarak sejauh mata memandang. Ia akan mencari Dajal hingga berhasil menangkapnya di gerbang Ludd dan kemudian membunuhnya.
Kemudian orang-orang yang dilindungi Allah akan menghadap ‘Îsâ ibn Maryam dan ia akan mengusap wajah
mereka dan memberi tahu kedudukan mereka di surga. Ketika itulah Allah akan menurunkan wahyu kepada ‘Îsâ,
‘Aku telah mengutus ke tengah-tengah kalian seorang hamba-Ku yang tidak akan terkalahkan, engkau membawa
umatku dengan aman ke bukit Thûr,’ dan Allah kemudian akan mengirim Ya’jûj dan Ma’jûj dan mereka akan turun
dari setiap dataran tinggi.
Yang pertama di antara mereka akan melintas Danau Tiberias dan meminum airnya, sementara yang terakhir
di antara mereka akan melewatinya dan berkata, ‘Dulu di sana ada air.’ ‘Îsâ dan para sahabatnya akan terkepung di tempat itu (di bukit Thûr, dan mereka akan sangat tertekan) sehingga harga kepala seekor lembu jantan lebih dari seratus dinar, lalu Nabi Allah, ‘Îsâ, dan para sahabatnya akan berdoa kepada Allah, yang akan mengutus bala tentara serangga untuk menyerang mereka (pada bagian leher) dan pada pagi harinya, mereka musnah seperti satu orang saja.
Nabi Allah, Isa as, dan para sahabatnya kemudian akan menuruni lembah dan mereka menemukan bangkai mereka dan bau busuk pada setiap jengkal tanah daratan. Nabi Allah, ‘Îsâ alaihi salam, dan para sahabatnya kemudian kembali memohon perlindungan Allah, yang akan mengutus bala tentara burung yang lehernya mirip dengan unta berpunuk ganda dan akan membawa bangkai mereka dan membuangnya ke tempat yang dikehendaki Allah.
“Lalu Allah akan menurunkan hujan yang akan menyeret semua rumah dari tanah liat atau tenda dari kulit unta
dan membersihkan bumi hingga ia tampak seperti cermin. Kemudian bumi akan diperintahkan untuk mengeluarkan buah-buahan dan mengembalikan rahmatnya, sehingga akan tumbuh buah delima yang sangat besar sehingga sekelompok orang bisa memakannya beramai-ramai dan berlindung di balik kulitnya, dan sapi perahan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga sekelompok orang bisa meminumnya beramai-ramai.
Unta perahan juga akan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga seluruh anggota suku bisa meminumnya beramai-ramai, dan domba perahan juga akan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga sebuah keluarga bisa meminumnya beramai-ramai. Saat itulah Allah akan mengirimkan hembusan angin lembut yang bahkan akan menyejukkan ketiak setiap orang. Angin sejuk itu akan mengambil nyawa setiap orang beriman, dan yang tertinggal di bumi hanyalah orang-orang jahat yang akan melakukan perzinaan seperti keledai, dan Hari Kiamat akan menimpa mereka.”
Kemunculan Dajjal Anti-Kristus pasti akan terjadi di akhir zaman. Peristiwa menakutkan itu sedang mendekat, dan
pada saat itu hanya tiga kota yang akan selamat: Mekah, Madinah, dan Syam (Damaskus). Jika seseorang ingin menyelamatkan hidupnya, ia harus pergi ke tiga kota itu. ‘Â’isyah meriwayatkan sebuah doa yang dibaca Nabi saw. dalam salatnya: Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur dan dari kekacauan yang dibuat Dajal. Nabi saw. dan para sahabat sangat peduli dengan kemunculan Dajal.
Orang-orang Islam dewasa ini harus benar-benar memerhatikan apa yang dijelaskan Nabi saw. tentang Dajjal dan memohon perlindungan Allah dari kejahatan hebat ini. Nabi saw. sangat menganjurkan orang-orang Islam agar selalu menjaga kondisi wudu (suci). Nabi saw. sendiri selalu memperbarui wudu ketika hendak memulai salat meskipun beliau belum batal wudunya, karena beliau adalah nûr ‘alâ nûr (cahaya di atas cahaya).
Pada Hari Kiamat, cahaya wudu akan memancar dari tubuh orang-orang beriman. Wudu juga akan melindungi kita dari kejahatan setan, seperti yang disebutkan oleh Nabi saw., “Wudu merupakan senjata kaum beriman.”
Setiap kali keimanan seseorang sedang mengalami ujian berat, sangat dianjurkan agar ia selalu menjaga wudu
dan segera memperbarui wudu ketika ia batal, agar kejahatan dan setan menjauh darinya. Nabi saw. juga
menganjurkan agar membaca ayat-ayat tertentu untuk melindungi diri dari huru-hara Dajal.
Abû al-Dardâ’ meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama surah al-Kahf
(dalam riwayat lain, sepuluh ayat terakhir ), maka ia akan terlindung dari keributan Dajal. Dalam hadis lain
yang juga diriwayatkan oleh Abû al-Dardâ’, Nabi saw. bersabda: Jika Dajal menghampiri salah seorang yang
hapal sepuluh ayat pertama surah al-Kahf, ia tidak dapat mencelakainya. Dan barang siapa yang hapal ayat-ayat terakhir surah al-Kahf, ia akan bercahaya pada Hari Pembalasan
Wa min Allah at Tawfiq
Adab Ziarah ke Makam Nabi Muhammad Shollallooh Alayhi Wa Sallam
Adab Ziarah ke Makam Nabi Muhammad Shollallooh Alayhi Wa Sallam
Syaikhul Islam al-Hafiz Imam Muhyidin al-Nawawi al-Bantani al-Sayfi'i
Syaikhul Islam al-Hafiz Imam Muhyidin al-Nawawi al-Bantani al-Sayfi'i
Dikutip dari buku Ensiklopedia Akidah Ahlus Sunah: Maulid dan Ziarah keMakam Nabi (saw)
oleh Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (qs)
oleh Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (qs)
Imam al-Nawawî menulis dalam al-Îdhâ fî Manâsikal-Hajj:62
Dalam bab ini akan dibahas tindakan-tindakan yang dianjurkanuntuk mereka yang sedang menunaikan haji.
Pertama : Masalah yang pertama berkenaan dengan mereka yangmengerjakan haji dan umrah. Bila merekakeluar dari Mekah, hendaknya mereka pergi ke kota Rasulullah saw. untuk menziarahi tanahpemakamannya. Ini salah satu tindakan terpentingyang dapat mengantar kita menuju Allah swt. Al-Bazzâr dan al-Dâruquthnî meriwayatkan dari Ibn‘Umar bahwa Rasulullah saw mengatakan, “Siapa menziarahi makamku, syafaatkuakan terjamin baginya.”63
Pertama : Masalah yang pertama berkenaan dengan mereka yangmengerjakan haji dan umrah. Bila merekakeluar dari Mekah, hendaknya mereka pergi ke kota Rasulullah saw. untuk menziarahi tanahpemakamannya. Ini salah satu tindakan terpentingyang dapat mengantar kita menuju Allah swt. Al-Bazzâr dan al-Dâruquthnî meriwayatkan dari Ibn‘Umar bahwa Rasulullah saw mengatakan, “Siapa menziarahi makamku, syafaatkuakan terjamin baginya.”63
Kedua, menyangkut
tindakan-tindakan yangdianjurkan dan lebih disukai untuk peziarah, yaitu
hendaklah ia berniat tatkalamenziarahi Rasulullah saw.
Niatnyahendaklah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan
berkunjung ke masjidnyadan melakukan salat di dalamnya.
Ketiga,
dianjurkan juga bahwa bila peziarah sedangdalam perjalanan, hendaklah
ia meninggikan bacaan selawat dan salamnya kepadaNabi saw., dan bila ia
melihat pohon-pohon Madinah, tanah haramnya yangdiberkahi, atau
tanda-tanda apa saja dari Madinah, hendaklah ia meningkatkan lagibacaan
selawat dan salamnya; dan hendaklah ia memohon kepada Allah swt
agarmenerima ziarahnya dan memberikan balasan baik atas ziarahnya itu.
Keempat,
dianjurkan agar yang sedang berhaji melakukanpenyucian diri dengan
mandi sebelum memasuki Madinah dan mengenakan pakaianpaling bersih. Ia
mesti membayangkandalam hatinya kemuliaan Madinah, suatu tempat terbaik
di muka bumi setelah Mekahmenurut sebagian ulama; yang lainnya
beranggapan Madinah tempat terbaik di mukabumi tanpa pengecualian. Apa
yangmenjadikannya begitu mulia dan dihormati adalah karena kehadiran
Nabiullahsaw., sang makhluk terbaik.
Kelima, yang
sedang berhaji hendaklah menyesuaikandirinya dengan perasaan tentang
kebesaran Rasulullah saw; hatinya hendaklahdiliputi oleh kehadiran
beliau, seolah-olah ia sedang melihat beliau.
Keenam,
tatkala ia sampai ke pintu masjid beliau,hendaklah ia membaca apa yang
dibacanya sewaktu memasuki Mekah; hendaknya iamasuk dengan kaki kanan
dan keluar dengan kaki kiri, sebagaimana seharusnya ialakukan sewaktu
masuk dan keluar dari masjid lainnya. Begitu ia mendekat ke rawdhah yangsuci, yaitu tempat antara makam Nabi saw. dan mimbar beliau, hendaklah iamelakukan salat tahiyatul masjid di
dekat mimbar, di tempat berdirinyaRasulullah saw. Dalam buku
tentangMadinah, jarak antara mimbar Nabi saw dan tempat berdirinya,
yaitu tempat yangbeliau gunakan untuk mengerjakan salat sampai beliau
wafat, adalah empat puluhhasta dan satu jengkal, sedangkan jarak antara
mimbar dan makam adalah lima puluh tiga hasta dansatu jengkal. Wa Allâh a‘lam.
Ketujuh, setelah ia melakukan salat tahiyatul masjiddi rawdhah
(atau di mana saja di dalam masjid), sewaktu bersyukur kepadaAllah swt
atas karunianya ini, dan meminta-Nya agar menyempurnakan tugasnya
danmenerima ziarahnya ini, hendaklah ia menghadap ke dinding makam yang
mulia,dengan kiblat ada di belakangnya, sambil melihat ke bagian
terbawah daridinding makam, merendahkan pandangannya dalam keadaan
khidmat dan takzim,mengosongkan hati dari urusan dunia dan fokus pada
sikap hormatnya, dan padakedudukan orang yang kehadirannya ia rasakan.
Kemudian hendaklah iamenyampaikan salam dengan suara yang tak terlalu
keras dan tak terlalu halus, tetapisedang-sedang saja; hendaknya ia
membaca:
Al-salâm ‘alayka yâ Rasûl Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Nabî Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Khiyârat Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Khayr Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Habîb Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Nadzîr
Al-salâm ‘alayka yâ Basyîr
Al-salâm ‘alayka yâ Thuhr
Al-salâm ‘alayka yâ Thâhir
Al-salâm ‘alayka yâ Nabî al-rahmah
Al-salâm ‘alayka yâ Nabî al-ummah
Al-salâm ‘alayka yâ Abâ al-Qâsim
Al-salâm ‘alayka yâ Rasûl Rabb al-‘âlamîn
Al-salâm ‘alayka yâ Sayyid al-mursalîn wa yâ Khâtam al-nabiyyîn
Al-salâm ‘alayka yâ Khayr al-khalâ’iq ajma‘în
Al-salâm ‘alayka yâ Qâ‘id al-ghurr al-muhajjalîn
Al-salâm ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ahlbaytika wa azwâjika wa dzurriyyâtika wa ashhâbika ajma‘în
Al-salâm ‘alayka wa ‘alâ sâ’ir al-anbiyâ’wa jamî‘ ‘ibâd Allâh al-shâlihîn
Jazâka Allâh yâ Rasûl Allâh ‘annâafdhala mâ jazâ nabiyyan wa rasûlan ‘an ummatihi
Wa shallâ Allâh ‘alayka wa sallamakulla mâ dzakaraka al-dzâkirûn wa ghafala ‘an dzikrika al-ghâfilûn
Afdhala wa akmala wa athyaba mâ shallâwa shallâ mâ ‘alâ ahad min al-khalq ajma‘în
Asyhadu an lâ ilâha illâ Allâh wahdahulâ syarîka lahu
Wa asyhadu annaka ‘abduhu wa rasûluhuwa khiyâratuhu min khalqihi
Wa asyhadu annaka qad ballaghta al-risâlahwa addayta al-amânah wa nashahta al-ummah wa jâhadta fî Allâh haqqajihâdihi
Alâhumma âtihi al-wasîlah wa al-fadhîlahwab‘atshu maqâman mahmûdan alladzî wa‘adtahu
Wa âtihî nihâyata mâ yanbaghî ‘anyas’alahâ al-sâ’ilûn
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad‘abdika wa rasûlika al-nabî al-ummî wa ‘alâ âl sayyidinâ Muhammad wa azwâjihiwa dzurriyyâtihi
Kamâ shallayta ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîmwa ‘alâ âl sayyidinâ Ibrâhîm
Wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad‘abdika wa rasûlika al-nabî al-ummî wa ‘alâ âl sayyidinâ Muhammad wa azwâjihiwa dzurriyyâtihi
Kamâ bârakta ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîmwa ‘alâ âl sayyidinâ Ibrâhîm fî al-‘âlamîn innaka hamîd majîd.
Artinya:
Kedamaian atasmu, wahai Utusan Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Nabi Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Pilihan Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Kebaikan Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Kekasih Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Pemberi peringatan
Kedamaian atasmu, wahai Pemberi kabar gembira
Kedamaian atasmu, wahai Kesucian
Kedamaian atasmu, wahai Orang Suci
Kedamaian atasmu, wahai Nabi penuh rahmat
Kedamaian atasmu, wahai Nabi umat manusia
Kedamaian atasmu, wahai Ayah al-Qâsim
Kedamaian atasmu, wahai Utusan Tuhan Semesta Alam
Kedamaian atasmu, wahai Junjungan para nabi danPenutup para nabi
Kedamaian atasmu, wahai Yang terbaik dari segala makhluk
Kedamaian atasmu, wahaiPemimpin dari orang-orang yang berwajah cemerlang
Kedamaian atasmu dan ataskeluargamu, penghuni rumahmu, istri-istrimu, putra-putrimu, dan semua sahabatmu
Kedamaian atasmu dan atas semua nabi dan hamba-hambaAllah yang saleh
Semoga Allah swt memberimu pahala dengan sebaik-baikpahala yang pernah diberikan kepada nabi dan rasul atas nama umatnya
Selawat
dan salam dari Allah swt semoga dilimpahkankepadamu setiap kali orang
mengingatmu dan setiap kali orang lalai darimengingatmu
Dengan selawat dan salam yang paling utama, paling sempurna, dan paling baik, dari yang pernah diberikankepada semua makhluk
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah swt, dantak ada sekutu bagi-Nya
Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya engkau adalahhamba-Nya, utusan-Nya, dan pilihan-Nya di antara semua makhluk
Dan
aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah-Nyadan menunaikan
amanah-Nya, memberikan nasihat kepada umat, dan berjuang untukAllah swt
dengan sebenar-benarnya
Ya Allah swt, berikanlah kepadanya
kedudukan-sebagai-penghubung,keutamaan, dan angkatlah beliau ke
kedudukan mulia yang telah engkau janjikankepadanya
Dan berikanlah kepadanya tujuan tertinggi dari apayang sepantasnya dimohonkan oleh para pemohon
Ya
Allah swt, sampaikanlah selawat kami kepadajunjungan kami, Muhammad
saw, hamba-Mu dan rasul-Mu, nabi yang ummi; juga kepadakeluarga
junjungan kami, Muhammad saw, kepada istri-istrinya dan putra-putrinya
Sebagaimana engkau telah memberikan selawat kepadajunjungan kami, Ibrahim as, dan kepada keluarga junjungan kami, Ibrahim as
Dan
berikanlah berkah kepada junjungan kami, Muhammadsaw, hamba-Mu dan
rasul-Mu, nabi yang ummi; dan kepada keluarga junjungan kami,Muhammad
saw, kepada istri-istri dan putra-putrinya.
Sebagaimana
engkau telah memberikan barakah kepadajunjungan kami, Ibrahim as, dan
kepada keluarga junjungan kami, Ibrahim as,selagi di dunia
Sesungguhnya Engkau MahaTerpuji dan Mahamulia.
Bagi
mereka yang takdapat menghafal semua bacaan ini atau tidak punya waktu
membacanya, cukuplahuntuk membaca sebagiannya saja, minimal hendaklah ia
membaca al-salâm‘alayka yâ Rasûl Allâh.
Setelah itu, bila adaorang yang memintanya menyampaikan salam kepada Rasulullah saw, maka hendaknyaia membaca al-salâm ‘alayka yâ rasûl Allâh min fulân ibn fulân
(salamkepadamu, wahai Rasulullah saw dari si fulan anak fulan), atau
sejenis bacaansalam lainnya. Setelah itu, hendaklah iamelangkah satu
kaki ke sebelah kanan untuk mengucapkan salam kepada Abû Bakr rakarena
berdiri pada bahu Rasulullah saw;
kemudian ia katakan: al-salâm‘alayka yâ Abâ Bakr safiyy Rasûl Allâh wa tsâniyyahu fî al-ghâr, jazâka Allâh ‘anummat al-Nabî khayran
(salam kepadamu, wahai Abû Bakr ra, teman dekatRasulullah saw, dan
pendampingnya dalam gua, semoga Allah swt membalasmu denganpahala
terbaik atas nama umat Nabi saw). Setelah itu, ia melangkah satu kaki
ke sebelahkiri dari posisinya semula, ke hadapan ‘Umar ra, sambil
mengatakan: al-salâm‘alayka yâ ‘Umar a‘azza Allâh bika al-islâm, jazâka Allâh ‘an ummat Muhammadkhayran (salam
kepadamu, wahai ‘Umar ra, Allah swt telah menguatkan Islamdenganmu,
semoga Allah swt membalasmu dengan sebaik-baiknya pahala dengan atasnama
umat Muhammad saw).
Kemudian iakembali ke posisi semula, ke depan
Rasulullah saw, dan ia pun dapat bertawasulkepada Nabi saw untuk
kepentingan dirinya, dan meminta syafaatnya di depanTuhannya yang
Mahasuci dan Mahatinggi, dan salah satu hal terbaik yang dapat iabacakan
adalah apa yang diriwayatkan oleh kawan-kawan kita dari al-‘Utbî,
dimana mereka sungguh mengagumi apa yang dikatakannya:
Selagi aku sedang dudukdekat makam Nabi saw, seorang Arab Badui datang dan berkata, “al-Salâm ‘alaykayâ Rasûl Allâh saw! Aku telahmendengar Allah swt berfirman, ‘Kalau
saja mereka itu, tatkala sadar telahberbuat zalim pada dirinya, datang
kepadamu dan meminta ampunan kepada Allahswt, dan Rasul saw kemudian
memintakan ampunan buat mereka, niscaya mereka akandapatkan bahwa Allah
swt itu sungguh Maha Pengampun dan Maha Penyayang’(4:64), kini aku datang kepadamu untuk meminta ampunan atas segala dosaku,dengan mengharap bantuan syafaatmu pada Tuhanku.” Ia pun kemudianmembacakan syair berikut:
Wahai yangterbaik dari semua yang tulang-belulangnya dikuburkan di kedalaman bumi,
Dan yang dariwewangiannya, kedalaman dan ketinggian menjadi terasa harum,
Biarlah akumenjadi tebusan bagi sebongkah kuburan yang engkau huni,
Yang didalamnya terdapat kesucian, karunia, dan kemurahan hati!
Kemudian
ia pergi, dan aku pun tertidur. Dalam tidurku, aku melihat Nabi saw.
Beliau berkata kepadaku, “Wahai ‘Utbî, cepatlahkejar orang Badui itu
dan sampaikanlah kabar baik kepadanya bahwa Allah swt
telahmengampuninya.”64
Peziarah kemudian hendaklah
maju ke arah kepala makamdan berdiri di antara makam dan pilar yang ada
di sana , sambil menghadap kiblat (dengan tidakmemutarkan punggungnya
pada makam). Hendaklahia memuji Allah swt dan mengagungkannya dan
memanjatkan doa untuk dirinyamenyangkut apa yang ia perlukan dan ia
inginkan, untuk kedua orangtuanya, danuntuk siapa saja yang ia sukai di
antara kerabatnya, guru-guru yangdihormatinya, saudara-saudara, dan
muslimin pada umumnya; kemudian iamendatangi rawdhah memanjatkan doa dan melakukan salat. Terdapat keterangan dalam dua kitab Shahîhyang
diriwayatkan dari Abû Hurayrah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Di antara
makamkudan mimbarku terletak salah satu taman surga, dan mimbarku
menghadap ke kolam (hawdh)-ku. Berdirilah di mimbar itu dan berdoalah.”
Kedelapan, tak diperbolehkan mengelilingi makam Nabisaw., dan makruh hukumnya
berdiri begitu dekat dengan makam sehinggakeseluruhan bagian depan atau
belakang seseorang bersentuhan dengannya. Ini menurut pandangan al-Hâlimî danyang lainnya. Juga makruh hukumnya menggosok-gosok makamdengan tangannya atau menciumnya.65
Tatacara yang baik adalah berdiri agak jauh darinya,sebagaimana halnya
bila orang berada dari seseorang yang masih hidup. Begitulah yang
dikatakan oleh ulama, danhendaklah kita tak terbawa-salah oleh
tindakan-tindakan orang kebanyakan yangmelanggar perilaku baik ini; kita
seharusnya hanyalah mengikuti resep yangdianjurkan ulama saja, tak
perlu memedulikan perilaku orang-orang kebanyakan. Seorang tokoh yang
dihormati, yaitu Abû ‘Alîal-Fudhayl ibn ‘Iyâdh kurang lebih mengatakan
begini: Seseorang seharusnyamengikuti jalan yang sesuai dengan petunjuk
dan tidak terbelokkan kejalan-jalan yang ditempuh oleh segelintir orang,
dan hati-hatilah dengan jalankesesatan yang ditempuh oleh mereka yang
akan binasa. Oleh karena itu, orang yang punya pikiranbahwa menggosok
dan sejenisnya akan memberinya banyak barakah telah tersesatkanoleh
kebodohannya dan ketakpeduliannya, karena barakah itu terdapat pada
ajaranyang sesuai dengan syariat dan apa yang dikatakan oleh ulama;
dengan demikianbagaimana mungkin pahala dapat diperoleh melalui tindakan
yang bertentangandengan ajaran yang benar?
Kesembilan,
selama tinggal di Madinah, hendaknya iamengerjakan seluruh salatnya di
masjid Nabi saw, dan hendaklah berniat iktikaf didalamnya.
Kesepuluh,
dianjurkan agar ia sehari-hari pergi kepekuburan Baqi, khususnya pada
hari Jumat; pertama-tama hendaklah ia membacasalam dulu kepada Nabi saw.
Bila sampaidi Baqi, katakanlah: al-salâm ‘alaykum dâra qawmin
mu’minîn wa innâ insyâ’aAllâh bikum lâhiquun, Allahummaghfir li ahli
baqî al-gharqad, Allahummaghfirlanâ wa lahum. Kemudian ia berziarahke makam-makam yang ada di sana seperti makam-makam Ibrahim, ‘Utsmân, al-‘Abbâs, al-Hasan putra ‘Alî, ‘Alîputra al-Husayn, Muhammad ibn ‘Alî, Ja‘far ibn Muhammad,dan
lainnya. Titik akhir perhentian,hendaklah di makam Shafiyyah, bibi
Rasulullah saw.; disebutkan dalam beberapa hadissahih bahwa makam-makam
di Baqi memiliki keutamaan, demikian juga dalammenziarahinya.66
Kesebelas, dianjurkan untuk berziarah ke makam-makam syuhadaUhud, sebaiknya dilakukan pada hari Kamis, dan hendaknya diawali dari makam Hamzahdan
dimulai sejak pagi-pagi sekali setelah salat shubuh di masjid Nabi
saw,sehingga ada cukup waktu yang memungkinkan untuk kembali ke masjid
sebelum salatzuhur.
Kedua belas, dianjurkan sekali
untuk mendatangi masjidQuba, lebih baik dilakukan pada hari Sabtu,
dengan niat untuk mendekatkan dirikepada Allah swt dengan ziarah ke sana
dan salat di dalamnya. Ini didasarkanpada hadis yang dapat dipercaya
dalam kitab al-Tirmidzî dan yang lainnya dariUsayb ibn Hudzayr, bahwa satu salat di masjid Quba seperti satu kali umrah;dan dalam dua kitab Shahîh,
diriwayatkan bahwa Ibn ‘Umarmengatakan bahwa Rasulullah saw. suka
datang ke masjid Quba, baik denganberkendaraan atau berjalan kaki, untuk
melakukan salat dua rakaat di sana , dan dalam satu riwayat yang
terpercaya disebutkanbahwa beliau biasanya datang ke sana pada hari
Sabtu. Dianjurkan pulaberziarah ke sumur al-Arisy, yang terletak di
samping masjid Quba, dan meminumairnya serta berwudu dengannya.
Ketiga belas,
dianjurkan agar mengunjungi semua tempatbersejarah dalam Islam. Ada
sekitar tigapuluhtempat semacam ini, semuanya dikenal baik oleh penduduk
Madinah. Yang berhaji hendaklah mengunjungitempat-tempat tersebut
sekerap mungkin. Iajuga hendaknya pergi ke dan minum dari sumur-sumur
yang biasa digunakan olehRasulullah saw untuk berwudu dan mencuci.
Terdapat tujuh buah sumur yang seperti ini.
Keempat belas,
yang berhaji seharusnya berlaku takzimterhadap kota ini selama ia
tinggal di sana, dengan memelihara perasaan dalamhatinya bahwa kota ini
merupakan tempat yang dipilih sebagai tempat hijrah dantinggal
Rasulullah saw, serta tempat beliau dimakamkan; hendaknya ia
bersikapseolah melihat Nabi saw datang dan pergi di kota ini, dan
bagaimana beliauberjalan di jalan-jalan kota ini.
Kelima belas,
tinggal di Madinah (khususnya untukbelajar) adalah dianjurkan dengan
persyaratan yang sama dengan yang telahdisebutkan berkaitan dengan
tinggal di Mekah. Anjuran untuk melakukan hal ini terdapat dalamShahîh Muslim;
Ibn ‘Umar dan Abû Hurayrah meriwayatkanbahwa Nabi saw bersabda, “Siapa
saja yang bertahan melalui segala kesulitan dankesengsaraan di Madinah,
aku akan menjadi saksi dan pemberi syafaat baginyapada Hari Pembalasan.”67
Keenam belas,
dianjurkan bagi seorang mukmin untukberpuasa di Madinah kapan saja dan
hendaklah sesering mungkin, dan hendaklahmemberi sedekah sebanyak
mungkin kepada tetangga-tetangga Nabi saw (yaitumereka yang melakukan mujâwarah, seperti
tinggal di Madinah agar dapatmemelihara sunah), karena hal tersebut
merupakan satu cara menunjukkankesetiaan dan kepercayaan kepada Nabi
saw.
Ketujuh belas, hendaklah ia tidak membawabarang-barang tembikar yang terbuat dari tanah dan batu-batu dari Tanah HaramMadinah, juga kendi-kendi dan perkakas lain yang terbuat darinya,sebagaimana telah disebutkan sebelumnya berkaitan dengan Tanah Haram Mekah.
Kedelapan belas,
dilarang berburu di Tanah HaramMadinah, juga mencabut dan memindahkan
sesuatu dari pohon-pohonan di Tanah Haram;aturan ini telah dibahas dalam
pembicaraan tentang Tanah Haram Mekah. Batas TanahHaram Madinah adalah
sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bukhârî dan Muslimdalam kedua
kitab Shahîh-nya dari ‘Alî ibn Abî Thâlib radari Nabi saw., “Tanah Haram Madinah
adalah antara ‘Ayr dan Tsawr (sebuahbukit di belakang Uhud)”; dan dari
Abû Hurayrah ra yang mengatakan, “Bila aku melihatrusa makan rumput dan
minum di Madinah aku tak akan mengganggunya.” Nabi saw jugamengatakan,
“Apa yang terhampar di antara dua bidang batu hitamnya
(itulahbatas-batas kota ).”Dengan demikian hadis tersebut diriwayatkan
oleh sekelompok sahabat dalam keduakitab Shahîh tersebut.
Kesembilan belas,
bila ia akan meninggalkan Madinahdan pulang ke negerinya atau pergi ke
negeri lainnya, dianjurkan untuk mengucapkanselamat tinggal kepada
masjid dengan melakukan salat dua rakaat dan berdoamenyangkut apa saja
yang sesuai dengan keperluannya; hendaklah ia mendatangimakam dan
mengatakan hal yang sama dengan doa yang telah disebutkan padapermulaan
dan katakanlah, “Ya Allah swt, janganlah Engkau jadikan ini kaliterakhir
bagiku untuk datang ke Tanah Haram Rasul-Mu; mudahkanlah aku
untukdatang kembali ke kedua Tanah Suci ini, dan limpahkanlah kepadaku
ampunan dankeamanan dalam kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang,
dan berikanlahkepada kami keselamatan selagi pulang dengan rahmatmu.” Ia
pun dapatmeninggalkannya dengan menghadap sambil menjauh dari makam.
Kedua puluh, hal-hal penting berkaitan dengan MasjidNabi saw: diriwayatkan dalam Shahîh al-Bukhârî
dari Ibn ‘Umarbahwa ia mengatakan, “Pada masa Rasulullah saw, masjid
dibangun denganbata-bata dari tanah yang dijemur, atapnya terbuat dari
pelepah kurma, dantiang-tiangnya dari batang pohon kurma. AbûBakr ra
tidak menambahkan apa pun padanya; ‘Umar ra menambahkan padanya
danmembangun jalan yang biasa digunakan selama masa Nabi saw dengan batu
bata danpelepah kurma dan tiang-tiang dari batang pohon kurma. Pada
gilirannya, ‘Utsmân ra mengubahnya danmenambahkan lebih banyak lagi.
Beliaumeninggikan dinding-dindingnya dengan batu-batu yang dipahat dan
batu gamping,membuat tiang-tiang dari batu yang dipahat dan atap dari
kayu jati.”Seharusnyalah melakukan salat fardu itu di masjid yang dulu
ada di masaRasulullah saw. Karena hadis sahih yangtadi disebutkan,
yaitu “Satu salat di masjidku ini lebih baik dari seribu salatdi
masjid-masjid lain,” hanya berlaku pada masjid yang berada di tempat
padamasa beliau saja.68 Bilaseseorang melakukan salat
bersama jamaah, maka sebaiknyalah melangkah maju kebarisan pertama, dan
barisan-barisan yang langsung berada di belakangnya.Hendaknya ia
memerhatikan apa yang pernah saya peringatkan. Dalam kedua kitab Shahîhterdapat
riwayat dari Abû Hurayrah ra bahwa Nabi saw mengatakan,
“Mimbarkumenghadap ke kolamku.” Al-Khaththâbî mengatakan bahwa makna
dari hadis iniadalah bahwa siapa yang menjaga salatnya di dekat
mimbarnya, maka ia akanmendapatkan air dari kolam Nabi saw pada Hari
Perhitungan. Hadis lain dalam Shahîh menyebutkan,“Di antara makam dan mimbarku, terletak salah satu taman surga.”
Kedua puluh satu,
beberapa orang awam menyatakan bahwaRasulullah saw pernah bersabda,
“Siapa saja yang berziarah kepadaku dan kepadaayahku, Ibrahim as, pada
tahun yang sama, aku memberi jaminan surga untuknya.” Anggapan ini
salah. Pernyataan ini bukanlah dari Rasulullah saw dankata-kata ini tak
disebutkan dalam kitab hadis mana pun. Tetapi, ini lebih merupakan
suatu bikinanorang-orang yang suka menyelewengkan. Menziarahi
makam-makam para wali Allahswt tidaklah dilarang. Yang ditolakhanyalah
apa yang diriwayatkan oleh orang umum, padahal tak ada hubungan
antaraberziarah ke al-Khalîl (Ibrahim as) dan ibadah haji; ziarah ke
makam al-Khalîlmerupakan tindakan amal saleh terpisah. Samahalnya
dengan perkataan sebagian masyarakat awam yang menyatakan bahwa
bilamereka berhaji dan melengkapinya dengan ziarah ke Yerusalem, maka
mereka telahmenyempurnakan hajinya. Ini adalah pandanganyang salah.
Meskipun berziarah keYerusalem itu dianjurkan, namun ini tak ada
hubungannya dengan ibadah haji. Wa Allâh a‘lam.
Kedua puluh dua,
bila seseorang bernazar untukberziarah ke makam Nabi saw atau
Yerusalem, ada dua pandangan menurut mazhab Syafii;yang lebih tepat
adalah yang menyatakan bahwa dianjurkan untuk pergi menunaikannya,tetapi
tidaklah wajib. Wa Allâh a‘lam.
Catatan Kaki
62. Imam al-Nawawî, al-Îdhâhfî Manâsik al-Hajj (Damaskus: Dâr Ibn Khaldûn, tanpa tahun, h.140-150. Lihat juga bagian yang sama dalam al-Adzkâr al-Nawawî (berbagaiedisi) dan Majmû‘-nya (8:212f.).
63. Hadis hasan:lihat di atas, bagian al-Tawassul.
64. Lihat di atas.
65. Untuk restu Imam Ahmadterhadap menyentuh dan mencium makam, dan kata-kata al-Dzahabî yang membenarkanadanya efek dari tindakan ini dalam Mu’jam al-Syuyûkh,
vol. 1, h. 73,#58, lihat di atas. “(Para sahabat) melihat Nabi saw
dengan mata mereka sendiritatkala beliau masih hidup, menikmati
kehadirannya secara langsung, menciumtangannya secara sungguh-sungguh,
mereka hampir bertarung satu sama lainmemperebutkan sisa-sisa air
wudunya, ikut mencukur rambutnya yang suci padawaktu berhaji, dan bahkan
bila beliau memercikkan air dari mulutnya sungguhtidak akan jatuh
kecuali pada tangan seseorang sehingga ia dapat mengusapkannyake mukanya
sendiri. Sementara kita tidakmemiliki keberuntungan yang sedemikian
besar itu untuk ikut serta merasakannya,maka kita lemparkan bagian tubuh
kita sendiri pada makamnya sebagai tanda rasaketerikatan, ketakziman,
dan penerimaan, bahkan dengan menciumnya. Tidakkah kamu melihat apa
yang dilakukan olehTsâbit al-Bunanî tatkala ia mencium tangan Anas ibn
Mâlik dan meletakkannya diatas mukanya sambil mengatakan: “Inilah tangan
yang pernah menyentuh tanganRasulullah saw?” Kaum muslim tidaklah
melakukan hal-hal semacam ini kecualididorong oleh kecintaannya yang
menggebu kepada Nabi saw, sebagaimana merekadiperintahkan untuk
mencintai Allah swt dan Nabi-Nya saw lebih dari kecintaanmereka pada
hidupnya sendiri, anak-anaknya, seluruh umat manusia, hartanya, dansurga
serta bidadari-bidadarinya.”
66. Kaum “Salafi”/Wahabi
telah menghancurkan semua makam ini, sehinggamereka tak lagi dapat
dikenal bila ada orang ingin menziarahinya sesuai dengantuntunan sunah
menurut definisi dari Imam al-Nawawî, sehingga Baqi sekaranglebih tampak
seperti padang pasir, tak satu pun dari makam-makam itu yang
dapatdikenali. Pada masa Nabi saw, orang-orang yang dimakamkan di sana
tidak banyak, sehingga mudah untukdikenali di mana tempat mereka berada.
Meskipun demikian, pada masa-masakemudian karena pemakaman tersebut
jadi penuh oleh kaum muslim, pentingnyatanda-tanda untuk menentukan di
mana para sahabat itu dimakamkan menjadisemakin penting ketimbang pada
masa lampau, sebagaimana pentingnya memeliharatanda daerah tempat makam
Nabi saw berada. Itulah mengapa kaum muslim telah terusmempertahankan
tanda-tanda ini dari perubahan-perubahan waktu dan penggantian,sampai
kaum Wahabi dan kaum “Salafi” muncul terlibat dalam hal ini. Namun
demikian, sangatlah penting memeliharatanda-tanda ini, terlebih pada
masa sekarang, karena alasan yang disebutkanoleh al-Nawawî tadi.
67. Ibn Hajar al-Haytsamî menambahkan dalam syarahnyaatas al-Nawawî, “Ahmad,
al-Tirmidzî,dan yang lainnya meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda,
‘Siapa saja yang dapatmeninggal di Madinah, biarlah ia meninggal di sana
,karena aku akan memberikan syafaat untuk siapa saja yang meninggal di
sana .’ Banyak hadistentang keutamaan tinggal dan meninggal di Madinah.”
68. Ibn Hajar al-Haytsamî
mengatakan, “ Ada perbedaaan di antara ulama sehubungandengan hal ini.
Meskipun demikian, tak ada hadis sahih dari Nabi saw yangberbeda dengan
apa yang dikatakan al-Nawawî.”
Pesan Penting dari Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
Pesan Penting dari Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)
Shuhba bakda Zikir Khatm Khwajagan
Fenton, Michigan, 4 April 2013
Nawaytu
'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah,nawaytu'l-riyaadha,
nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, lillahi ta'ala fiihadza'l-masjid.
Allahumma thahhir qalbii min asy-syirki wa'n-nifaaq. Allahumma shalli
'alaa Sayyidina Muhammad hattaa yardhaa SayyidinaMuhammad (saw).
Assalamu 'alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. [Dzikir Khatm]
Saya akanmemberi suhbah, dan tidak terlalu panjangatau pendek, karena
Syekh Ali berkata, jika kita tidak mendapat nasihat, makatidak ada
manfaat.
A'udzu billah mina 'sy-syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.kalimataan khafiifataan `ala al-lisaan...
Inna Allah laa yu`adzdzibahu `abdahu wa laakin qad yabtalii - Nabi (saw) bersabda, “Allah(swt) tidak menghukum, laa yu`adzdzib,tidak menghukum orang yang dicintainya, tetapi mungkin Dia akan mengirimkanujian atau kesulitan baginya."
Itu
adalah sesuatu yangbesar! Karena jika kalian mencintaisaya, kalian
tidak akan menyakiti saya. Dan jika saya mencintai kalian, saya ingin
segala sesuatu menjadi baikuntuk kalian. Tetapi Nabi (saw) bersabda,
“Allahtidak menghukum orang-orang yang dicintai-Nya, tetapi Dia dapat
mengirimkanujian bagi mereka. Jadi itu artinyaAllah ingin agar
orang-orang yang dicintai-Nya bersabar. Dengan menguji mereka apa saja,
jika Allahmengirimkan kalian ujian, kepedihan, atau kesulitan atau
bertengkar denganorang lain, semua ini adalah ujian yang bisa kalian
alami di dalam kehidupankalian. Dan terutama bagi mereka yangmerasa
dirinya lebih dari orang lain.
Jika Allah mengatakan, “Akutidak menghukum orang yang Ku-cintai, tetapi Aku mengujinya," itu artinya walaupun Dia mencintainya, Diaingin agar ia bersabar, bahkan ujian yang paling berat pun akan datang, Diaingin agar ia bersabar menghadapi ujian-ujian ini, sebagaimana Asma Allahterakhir adalah Ash-Shabuur, Yang Maha Penyabar. Jadi Allah ingin agarorang bersabar ketika menghadapi ujian. DanNabi (saw) bersabda, "Aku adalah orang yang paling banyak menerima ujian dancobaan", sepanjang hidupnya beliau tidak mendapat ketenangan dankedamaian. Beliau (saw) hijrah dari Mekahke Madinah, membangun negeri, memerangi musuh, dan beliau tidak mempunyai waktuuntuk beristirahat, tetapi Nabi (saw) tetap bahagia.
Beliau (saw) tidak pernah mengeluh. Tetapi kita semua mengeluh, siang dan malamkita mengeluh. Bahkan kita pun mengeluhmengenai napas yang kita hirup. Egokalian mengeluh ketika kalian menarik napas dalam salat, ego kalian muncul danberkata, “Mengapa engkau bersusah payah untuk salat, tidak usah salat. Banyak orang yang tidak salat, Apakah engkau percaya dengan Neraka? Tidak,di mana itu?” Setan datang danbermain-main dengan kita. Segera setelahkalian mengucapkan, “Allaahu akbar, segala jenis gosip, pikiran buruk datangpada kalian, dapatkah kalian menghentikannya? Tidak.
Jadi Allah menguji
kita,jadi ketika kalian melihat hal ini, apakah kalian ingin tahu apakah
Allahmenguji kalian? Salatlah 2 rakaat,segera setalah kalian
mengucapkan, “Allahu akbar”, apa yang akan terjadi? [Nanti malam makan
apa ya?] Segera setelah kalian mulai salat, Allah membiarkanSetan
keluar dari belenggunya dan membuat kalian lupa berapa rakaat yang
telahkalian kerjakan, 3 rakaat, 5 rakaat, 10 rakaat, bahkan 1 rakaat.
Tetapi
Mukmin mempunyaisudut pandang yang berbeda. Apa yangdikatakan oleh
Sayyidina 'Abdul-Qadir al-Jilani (q) mengenai Mukmin? Ketika Allah
menguji mereka, ia akan mengertibahwa ada kemaslahatan, ada manfaat di
balik ujian itu. Karena ketika Setan datang dan berbisik ditelinga
kalian,kalian akan berjuang melawannya dan melakukan hal
yangbertentangan dengan apa yang dikatakannya. Allah akan memberi pahala
untukkalian. Dan pahala Allah tak terhingga,kita tidak tahu seperti
apa pahalanya, tetapi sayangnya kita tidak mengejarpahala itu, kita
malah mengikuti apa yang dikatakan oleh Setan. Tetapi para awliyaullah
ingin agarmurid-murid mereka menerima kesulitan itu, karena bersabar
dalam menghadapikesulitan akan mendatangkan pahala dari Allah.
Tiga hari yang lalu MawlanaSyekh berkata, “Aku diperintahkan untuk tidak berbicara selama 3 hari. Aku berpuasa untuk tidak bicara. Setelah 3 hari, aku akan memberi pelajaran yekhberkata, “Aku diperintahkan untuk tidak berbicara selama 3 hari. Aku berpuasa untuk tidak bicara. Setelah 3 hari, aku akan memberi pelajaran yangsangat berat.”
Dan
di dalam ajarannya,beliau menyebutkan tentang waktu, jam. Cara beliau
membawakan subjek itu, beliau mengatakan, setiap orangmempunyai jam.
Mengapa kalian mempunyaijam? Untuk mengetahui waktu. Mengapa kalian
ingin mengetahui waktu? Kalian tidak perlu mengetahui tentangwaktu.
Jika kalian merupakan orang yangsungguh fokus, kalian tidak memerlukan
jam. Maghrib adalam waktu kalian dan Subuh adalah waktu kalian,
tetapiMaghrib, kalian akan segera mengetahui bahwa itu telah Maghrib,
kalian tidakmemerlukan jam. Setelah 1.5 jam kaliantahu bahwa itu sudah
Isya. Dan setelahIsya kalian tidur. Kalian tahu bahwaSubuh adalah 1.5
jam sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbit, ituadalah waktu
untuk …
Jadi, jam adalah untukdunia, bukan
untuk akhirat. Beliaumembuka subjek itu untuk mengatakan agar jangan
mengikuti dunia, tetapi ikutiakhirat. Tidak ada waktu di sana. Di
dunia, kalian menghitung hari-hari kalian,semakin berkurang dan
berkurang. Jadimereka mempunyai hari dan bulan pada jam dan ketika
berlalu, kalian telahkehilangan satu hari dalam kehidupan kalian. Dan
Mawlana mengatakan,semoga Allah memanjangkan umurnya, kalian bisa
mempunyai sebuah jam, tetapi pastikan bahwa kalianmenggunakannya untuk
kebaikan kalian di akhirat.
Awliyaullah
merekamemandang untuk masa depan. Mereka tidakmelihat masa lalu. Apa
yang telahberlalu, itu sudah lewat, selesai. Umurmu berapa? [22] Bagus,
42tahun telah berlalu dari kehidupanmu, selesai. Jangan repot-repot,
tetapi berusahalah untuk mencapai hal-hal yang lebihbaik lagi di
waktu-waktu mendatang. Beliau membawa (subjek) waktu sebagai simbol,
lihatlah ke depan!
Jangan ikuti orang-orangyang
tidak menginginkan yang terbaik untuk kalian. Jangan ikuti mereka yang
terkait denganSetan. Orang yang mencintai kalianadalah orang-orang yang
mengatakan tentang akhirat kepada kalian. Itulah yang harus kalian
fokuskan dalam hidupkalian.
Jadi awliyaullah, “Janganmenyibukkan diri dengan dunia”, da`wa`ankum al-kalaam fii hadzihi'l-maqaamat.
Jangan terlalu banyak bicara tentangmaqam-maqam yang tinggi. Setiap
orangingin agar kalian bicara tentang maqam-maqam yang tinggi, tetapi
beliauberkata, “Jangan, bangun dulu infrastrukturnya. Jangan melihat
pada lantai atas. Jika kalian tidak membangun fondasi gedung, kalian
tidak bisa naik kelantai atas dan mengabaikan fondasinya dapat
menyebabkan gedung itu menjadiruntuh."
Itulah
yang kalianlihat, orang-orang Sufi Guufi, mereka berpikir bahwa mereka
adalah Sufi, danmereka mempelajari berbagai macam filosofi dan logika
untuk membangun kastil dilangit untuk kalian. Dan apa yang
Allah katakan?
Yaa ma`syaral-jinni wal-ins inis
tatha`tum an-tanfudzuu min aqthaari's-samawaatiwal-ardhi fanfudzuu laa
tanfudzuuna illa bi-sulthaan.
Wahai jemaah jin dan manusia,
jika kamu sanggup menembus(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka
lintasilah, kamu tidak dapatmenembusnya tanpa Sultan. [55:33]
Itu
artinya wahaimanusia dan jin, jika kalian dapat menembus, tembuslah,
tetapi ternyata tidakbisa. Kalian memerlukan sebuah fondasi,seorang
sultan untuk membangun dan kemudian pergi. Jika kalian tidak mempunyai
fondasi, apapunyang kalian ajarkan dari atas, itu akan jatuh dan
runtuh.
wa qadimnaa ila maa `amiluu wa ja`alanahaa habaa'in mantsuura,
Kita
sampai padaperbuatan apa yang telah mereka lakukan, dan membuatnya
hancur seperti debuyang beterbangan. Mereka membangunsesuatu di angin.
Seorang profesor yangtelah meninggal sekarang, ia dari
Perancis, dan ia membangun dirinya sendiridengan ilmu-ilmu dari berbagai
agama dan filosofi, Buddhisme, Hinduisme,Zenisme, dan ia mendatangi
pendeta, ia lebih tahu, pergi ke rabbi, ia lebihtahu darinya, pergi ke
Syekh, ia lebih tahu, tetapi ke manapun ia pergi, ia tahubahwa ada
sebuah tali, tetapi ia tidak bisa memegangnya. Ia merasa ia memegang
angin, hingga akhirnya menjadibingung. Akhirnya ia datang padaMawlana
Syekh. Ia berkata, “Apa yangharus aku lakukan? Aku merasa akumemegang
angin.”
Dan Grandsyekh Abdullah qs
berkatakepadanya, karena kita semua, ajaran kita berasal dari nafsu
kita, iameletakkan nafsunya pada kertas, mengkopi dari sana sini, dan
menjadikannya(semacam makalah) lalu membagi-bagikannya kepada orang.
Itu seperti buah-buahan dari plastik, tidakada manfaatnya. Semua ilmu
yang kalianpelajari tidak akan bermanfaat seolah-olah kalian memegang
tali imajinasi. Ia berkata kepada Syekh,“Apa yang harus aku lakukan?”
Grandsyekhmenjawab, “Aku akan memberimu tiga contoh:
1)
Engkau menanam sebutir benih lalumenyiraminya, lalu muncul tunas, lalu
disirami lagi, muncul pohon, dan denganbuahnya. Apakah engkau masih
menemukanbenihnya? Tidak, ia telah fana.
2) Ambil sebuah
telur, lalu letakkan di tanahselama 10 tahun, ia akan tetap menjadi
telur. Tetapi letakkan di bawah seekor induk ayam selama 21 hari, apa
yang kaupunya sekarang? Anak ayam. Apakah masihada telurnya? Tidak ada
lagi.
3) Rahim ibu yang mengandung. Itu awalnya sperma dan
sel telur kan? Ketika mereka menyatu, sperma dan sel teluritu kemudian
muncul setelah 9 bulan dan 12 hari. Ke mana perginya sperma dan sel
teluritu? Sekarang yang ada adalah bayi didalam rahimnya.
Di
manakah anakayam? Di dalam telur. Di manabenihnya? Di dalam tanah.
Mereka semua mengasingkan diri daridunia. Benih memasuki khalwat,
telurmemasuki khalwat, bayi di dalam rahim memasuki khalwat. Dan dalam
setiap khalwat terjadi transformasidari satu bentuk menjadi bentuk yang
lain. Dari benih menjadi pohon, dari telur menjadi anak ayam, dari
sperma dansel telur menjadi bayi, seorang anak. Danjika engkau tidak
memasuki khalwat dan menggosok diri kalian dari kemarahan,maka kalian
tidak akan berubah.”
Lalu orang itumengucapkan, “Asyhadu an la ilaha ill'Llah wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”
Iamengatakan bahwa tidak ada orang yang memberi jawaban seperti itu
dariorang-orang yang pernah ia tanya. Jadi,bila kalian tidak melangkah
dari nafsu kalian, baik atau buruk, tidak ada nafsuuntuk akhirat, tidak
ada nafsu untuk dunia. Jika kalian mempunyai nafsu untuk dunia,
selesai. Tidak ada 2, 4, 8, 10 nafsu untukakhirat. Jika kalian
mengubah dirimenjadi seseorang yang hanya mencari akhirat, Allah akan
membukakan untukkalian apa yang tertutup.
Allahuma shalli `alaa Sayyidina Muhammad (saw) al-faatih limaaughliq.
Ya Allah, limpahkanlahshalawat kepada Nabi-Mu, (yang merupakan) kunci bagi apa yang tertutup.
Ketika
kalian sepenuhnyatelah memutuskan cinta terhadap dunia, lalu mereka
akan membukakan cinta kalianuntuk akhirat dan … jadi jangan
membuang-buang waktu untuk membaca buku-bukuatau mengajarkan berbagai
hal. Tetapikita harus melakukan hal itu, untuk mengulangi dan
mengulangi lagi bagi dirikita dan orang lain. Satu-satunya yangkami
katakan adalah untuk mengalahkan keempat musuh kalian: nafs, dunya, hawwa dan Setan. Nafs—ego kalian, dunya—kecintaan terhadap dunia, hawwa—nafsu, Setan—mengejar Setan.
Ketika
kalian telahmelepaskan keempatnya, maka kalian akan mampu mengajar.
Bila kalian sudah sakit, apa yang kalianajarkan pada orang? Penyakit!
Itulah sebabnya mengapa beberapa awliyaullah,mereka tidak pernah bicara,
seseorang datang pada mereka, awliyaullah membacakanuntuk mereka.
Beberapa awliyaullah tidakpernah berbicara tentang nasihat. Kehadiran
mereka sendiri sudah merupakan nasihat. Kalian datang pada mereka dan
mereka dudukdan membusanai kalian dengan apa yang mereka miliki.
Beberapa
awliyaullah,mereka mempunyai keran dan dengan keran itu mereka
mengambil dan memberikannyakepada para pengikutnya. Kita harusbersyukur
kepada Allah bahwa Dia menghubungkan kita dengan seseorang yangkerannya
terbuka, bukan seseorang yang kerannya tertutup. Beliau dapat memberi
kalian dari kalbu Nabi(saw), dari ilmu-ilmu yang tersembunyi. Dan mereka
menggunakannya kadang-kadang dalam bahasa yang sangat dasar,dan
kadang-kadang jika mereka mau, mereka dapat memberi pelajaran dengan
carayang tidak dapat dimengerti oleh seorang pun.
Mereka
memberi sesuaidengan orang yang duduk bersamanya, sesuai dengan
maqam/levelnya, sepertihalnya seseorang di zamannya Sayyidina
'Abdul-Qadir al-Jilani (q), beliau menjelaskan Surat al-Fatiha.
Belaiberbicara selama setengah jam dan berkata bahwa ini adalah untuk
dapatdimengerti oleh setiap orang, lalu beliau membaca Surat al-Fatiha
danmenjelaskan lagi selama setengah jam dan berkata bahwa penjelasan ini
hanyauntuk para ulama, orang-orang awan tidak dapat memahaminya. Lalu
beliau berbicara lagi mengenai Suratal-Fatiha, dan berkata bahwa ini
hanya dapat dimengerti oleh para awliyaullah,tidak ada orang lain yang
dapat memahaminya. Lalu beliau memberi penjelasan lain dan mengatakan
bahwa ini untuk orangyang bersembunyi di balik pilar. Dan merekamelihat
siapa orang itu, ternyata ia adalah Sayyidina Khidr (as) yang
kemudianlangsung pergi.
Jadi kita
beruntungmemiliki seorang Syekh yang mempunyai dua keran, satu dari
maqam pemahaman yangumum, dan satu level lagi untuk maqam yang tinggi,
walaupun orang tidakmengerti, apa yang dikatakan akan bermanfaat bahkan
anak-anak pun akan mendapatmanfaat dengan apa yang dikatakannya. Oleh
sebab itu saya menganjurkan untuk membawa anak-anak untuk dudukbersama
Mawlana Syekh, tetapi hanya jika mereka dapat tenang seperti anak-anakdi
sini sekarang. Tetapi kadang-kadangada anak yang menangis, dengan
segera pelajaran itu akan turun satu level. Lalu mengapa mereka tidak
membawa anak merekauntuk menenangkannya dan kemudian kembali
lagi. Tetapi apapun itu, mereka akan dibusanai dengan maqam-maqam
tersebut.
Tujuh Tipe Orang yang akan berada dalam Naungan Allah di Hari Kiamat
Tujuh Tipe Orang yang akan berada dalam Naungan Allah di Hari Kiamat
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs
29 Maret 2013 - Burton, Michigan


Khotbah Jumat di Masjid As-Siddiq
Hari-hari
berlalu dan sekarang sudah hari Jumat, di mana banyak non-Muslim di
berbagai negara di seluruh dunia yang memperingatinya sebagai “Jumat
Agung”. Dan Allah (swt) memberi Muslim 52 ‘Jumat Agung’, Dia memberi
Jumat Agung itu setiap minggu. Bukan seperti satu Jumat Agung yang
diperingati oleh umat lain, tetapi Allah berfirman, “Aku memberimu 52
Jumat, memuliakanmu dengannya. Hari di mana Aku menurunkan Sayyidina
Adam (a) ke Bumi adalah Jumat, hari di mana Aku menyelamatkan Sayyidina
Nuh (a) dari tenggelam dengan bahteranya adalah hari Jumat, dan hari di
mana Aku menyelamatkan from drowning with his vessel was a Friday, and
the day I saved Sayyidina Ibrahim (a) dari api Namrud adalah Jumat, hari
di mana Aku menyelamatkan Sayyidina Musa (a) dari Firaun adalah Jumat,
hari di mana Aku menyelamatkan Sayyidina `Isa (a) adalah Jumat, dan hari
di mana Aku menyelamatkan semua Mukmin ini dari musuh-musuh mereka
adalh Jumat, dan hari di mana Aku mengangkat Nabi (s) dalam ‘Israa dan
Mi`raaj adalah Jumat.”
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى
بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ
الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ
مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
Subhaan-alladzii
asraa bi `abdihi laylan min al-masjid al-haraam ila 'l-masjidi
'l-aqshaa 'Lladzii baaraknaa hawlahu li-nuuriyahu min ayaatinaa innahu
huwa ‘s-samii`u 'l- bashiir.
Mahasuci Allah yang telah
memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram (di Mekah)
ke Masjidil Aqsha (di Jerusalem), yang telah Kami berkahi sekelilingnya
agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)
Kami. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Surat al-'Israa, 17:1)
Dan
apa yang kita lakukan bukannya membalas kebaikan Allah dengan kebaikan
pula, tetapi kita melakukan hal yang buruk, tetapi alhamdulillah pada
hari Jumat kita pergi ke masjid dan jika masjidnya penuh, alhamdulillah.
Jika ada dua masjid yang bersebelahan di jalan yang sama,
alhamdulillah karena tajali berkah akan turun lebih banyak, bila semakin
banyak masjidnya. Jika ada seratus masjid di suatu daerah, semakin
banyak berkahnya karena Allah tidak melihat pada jumlah manusianya,
daerah itu dan sekelilingnya akan penuh dengan keberkahan dengan berkah
yang Allah turunkan pada Rumah-Rumah Allah. Jadi masjid-masjid harus
dibuka. Jika ada orang yang datang, tugas kalian adalah menyenangkan
orang itu dengan jalan salat bersamanya dan memberinya nasihat.
Dan Allah memberi kita sesuatu di mana bila kita berpegang teguh padanya, kita akan selamat. Itu sangat mudah dan sederhana.
Pada
Hari Kiamat, pikirkanlah hari itu, jangan berpikir pada nafsu yang
kalian miliki, bahwa “Aku menginginkan dunia.” Saya tidak akan
mengatakan, karena ada yang berpikir bahwa mereka sangat kompeten, dapat
meninggalkan dunia--tunjukkan pada saya seorang syekh yang telah
meninggalkan dunia, itu sangat langka, meskipun langka, namun ada syekh
yang memang telah meninggalkan dunia--saya tidak akan mengatakan kepada
kalian, “Tinggalkan dunia ini”, karena jika saya mengatakannya, lalu
mengapa Allah mengirim kita ke dunia? Dan mengapa Allah berfirman di
dalam al-Qur’an,
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa atinaa fi ’d-dunyaa hasanatan wa fi ’l-akhirahti hasanatan wa qinaa `adzaaba ’n-naar.
Wahai
Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat,
dan lindungilah kami dari siksa Neraka!" (Surat al-Baqarah, 2:201)
Itu
akan terakumulasi di dalam bank kalian di sini, itu adalah bank kalian
untuk akhirat di mana kalian bekerja dan menyimpan di dalamnya.
Lakukanlah kebaikan dan jadilah orang yang baik, dan besarkan anak-anak
kalian dalam kebaikan, maka kalian akan berada di bawah hadits yang
disebutkan oleh Nabi (s) kepada Abu Hurayrah (r), yang penting bagi kita
agar kita mendapat tiket selamat untuk ke Surga.
Mengapa
kita datang untuk salat Jumat? Untuk mendengar apa yang Nabi (s)
katakan. Mengapa kita datang untuk salat? Agar diberkati dengan pahala
dari Allah dan agar selamat di Akhirat nanti. Pikirkanlah tentang hari
itu. Kini mereka membuat perencanaan untuk dua puluh atau tiga puluh
atau empat puluh atau lima puluh tahun. “Rencana untuk 2050. Kita
harus merencakan untuk membangun infrastruktur kota.” Bagaimana dengan
infrastruktur bagi Surga? Apakah kita tidak perlu membuat rencana
apa-apa? Hentikan kemarahan kalian! Kemarahan membuat kalian menjadi
gila, ia membuat manusia menjadi gila ketika ia marah, jadi jangan
marah. Sebagaimana sebuah puisi mengatakan,
ما كل ما يتمناه المرء يدركه تجري الرياح بما لا تشتهي السفن
Maa kull maa yatamanaahu ’l-marraw yudrikahu tajrii ar-riyaahu bimaa laa tasytahii as-sufunu
Tidak semua yang engkau inginkan akan terjadi, seperti sebuah perahu di samudra yang bergerak sesuai dengan arah angin.
Jadi,
tidak semua yang kalian inginkan akan kalian temukan, tidak. Mungkin
saja, itu menjadi ujian bagi kalian, apakah kalian kuat, menahan diri
kalian atau tidak? Itulah sebabnya apa yang kita lihat di dunia adalah
ujian. Segala sesuatu menginginkan sesuatu dari dunia dan Allah
memberinya ujian, dengan berfirman, “Biarkan Aku melihat, semir dirimu,
berjuanglah.” Jadi, untuk menjadi bersih dan masuk Surga, ikuti hadits
ini karena pada Hari Kiamat Allah akan memerintahkan matahari untuk
mendekati bumi dan dalam beberapa hadits dikatakan, “sejarak 70 yard,”
atau 210 kaki, yang sangat rendah untuk matahari.
Manakah
bagian tubuh kalian yang paling penting untuk berpikir? Kepala. Allah
membuat kepala kalian mendidih, bukan kalian saja, tetapi kita semua.
Allah membuat kepala manusia mendidih, tidak ada naungan, dan itu
bukannya seperti makanan yang mendidih pada 100 derajat Celcius,
bukannya pada suhu di mana besi atau emas meleleh, yaitu pada 1000
derajat Celcius. Di dalam inti dari matahari, yang lebih jauh dari
bumi, pusat matahari suhunya 55 juta derajat Celcius, karena setiap saat
terjadi reaksi atom, terjadi ledakan, dan subhaanAllah matahari tetap
bertahan! Allah akan memerintahkan matahari dengan suhu 50 juta derajat
Celsius untuk mendidih dan Allah tidak membuat tubuh kita untuk
meleleh, tetapi membuat otak kita meleleh! (Mikrofon terjatuh.) Ini
adalah sebuah tanda!
Apa yang telah kita persiapkan untuk
Hari itu? Apa yang telah kita persiapkan untuk mendapat naungan pada
Hari di mana tidak ada naungan kecuali Naungan-Nya untuk melindungi
kepala-kepala mereka agar tidak mendidih? Siapakah orang-orang ini,
yang Allah ciptakan sebuah naungan untuk membalas perbuatannya? Ada
tujuh golongan manusia yang akan diberikan naungan oleh Allah pada Hari
Kiamat, ketika yang lain meleleh dan mendidih.
Mereka
berkata, “Sini, jangan duduk terlalu lama di tepi pantai, kulitmu akan
terbakar.” Bagaimana dengan panas matahari ketika ia mendekati manusia
dan dengan suhunya yang mencapai 55 juta derajat Celcius dan Allah tetap
membuat kalian hidup, tetap berdiri, tidak meleleh, ketika otak
mendidih dan Dia tetap membuat kalian dalam hukuman itu? Saba`tan
yazhiluhumullaah yawman laa zhillun illa zhillahu, “Ada tujuh golongan
yang Allah akan naungi dengan Naungan-Nya pada Hari di mana tidak ada
naungan kecuali Naungan-Nya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ
اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ
الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ
مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا
عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ
مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ
بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ
شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
`An
an-nabiyy (s) qaala saba`tun yuzhillahum allahu fii zhillihi yawma laa
zhilla illah zhillahu: al-imaamu ’l-`adil wa syaabun nasyaa
bi-`ibaadatillahi wa rajulun qalbuhu mu`allaqun fi ’l- masaajidi wa
rajulaani tahaabbaa fillaahi ’jtma`aa `alayhi wa tafarraqaa `alayhi wa
rajulun da`t-hu’mraatun dzaatu mansibin wa jamaalin fa-qaala innii
akhaafullaaha wa rajulun tashaddaqa bi-shadaqatin fa-akhfaahaa hattaa
laa ta`lama yamiinuhu maa tunfiqu syimaaluhu wa rajulun dzakara ’Llaaha
khaaliyan fa-faadhat `aynaahu.
Ada tujuh golongan yang
Allah naungi pada hari di mana tidak ada naungan kecuali Naungan-Nya,
yaitu: seorang pemimpin yang adil; seorang pemuda yang tumbuh dalam
kebiasaan beribadah kepada Allah; seorang yang hatinya terpaut dengan
masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka
bertemu dan berpisah karena Allah;
seorang pria yang digoda
oleh seorang wanita yang cantik dan berkedudukan tinggi, tetapi ia
menolak dengan mengatakan, “Aku takut kepada Allah”; seorang yang
bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak
mengetahui apa yang telah diberikan oleh tangan kanannya; dan seorang
yang berzikir mengingat Allah dalam keadaan sendiri, hingga kedua
matanya basah karena menangis.
(Sahih Muslim, Book 5, Number 2248)
1:
Imaamun `aadil, yaitu seorang pemimpin yang adil, tidak memakan yang
haram dan melakukan perbuatan yang haram, dan orang yang adil dalam
menjaga orang-orang di sekitarnya, tidak mengatakan sesuatu untuk
keuntungannya sendiri, tetapi hanya demi masyarakat. Apakah `adl itu?
Yaitu adil dalam pemerintahan, adil dalam masyarakat, adil bagi wanita,
adil dalam pernikahan dan perceraian, adil di pengadilan, adil dalam
hal uang dan urusannya, adil dalam bertempur. Dan semua bentuk keadilan
ini yang tidak kita pikirkan; keadilan dalam segala hal di mana Nabi
(s) telah mengajarkan kita. Kalian melakukan sunnah, misalnya, sebelum
Zuhur, kalian juga melaksanakan salat setelahnya, bukan hanya
sebelumnya, dan kalian melakukan salat pada waktunya atau paling telat
satu jam kemudian. Ketika berdiri, kalian tidak bisa mengandalkan pada
satu kaki saja. Jangan merusak tubuh yang telah diberikan Allah kepada
kalian, jangan letakkan tirai-tirai dan tirai kegelapan dalam jiwa
kalian. Jadi adil artinya tidak melakukan hal itu. Imaamin `adil
artinya orang yang selalu berada pada Shiraat al-Mustaqiim.
2:
Syaabun nasya'at bi-tha`tillaah, pemuda yang dibesarkan dalam keluarga
dan masyarakatnya dalam ibadah kepada Allah. Itulah yang harus kalian
lakukan. Jika kalian tidak membuat mereka berada di jalan Islam
sekarang, mereka akan tersesat, dan pada Hari Kiamat naungan akan
diberikan kepada orang-orang ini, yang dibesarkan sejak kanak-kanak
sebagai orang yang beribadah kepada Allah (swt). Jangan hanya
memberikan mereka segala kesenangan duniawi, tetapi jangan pula hanya
memberikan mereka dari akhirat, sebagaimana Allah berfirman, “Rabbanaa
atinaa fi ’d-dunyaa hasanatan wa fi ’l-akhirati hasanatan,” jadi itu
akan membuat kalian diangkat pada Hari Kiamat di bawah naungan Allah,
jika kalian membesarkan anak-anak dalam ibadah dan kepatuhan kepada
Allah. Banyak orang yang datang untuk Jumatan, lalu mereka pergi,
mereka tidak melakukan apa-apa ...
3: Tipe orang ketiga adalah
mereka yang begitu terpaut dengan masjid dan kalian selalu melihat
mereka pergi ke masjid. Jika mereka tidak bisa pergi ke masjid, mereka
menjadikan rumah mereka sebagai masjid dan membawa anak-anak untuk salat
bersama mereka. Bangunkanlah keluarga kalian, bangunkanlah anak-anak
kalian, dan ajaklah mereka salat.
Itu adalah tugas kita
jika kita ingin agar anak-anak kita berada di bawah naungan-Nya dan jika
mereka berada di bawah naungan itu dan karena kita mengajari mereka,
maka Allah akan menempatkan kita berada di bawah naungan-Nya juga.
4:
Yang keempat adalah dua orang yang berteman dan menjadi akrab satu sama
lain hanya demi kecintaan pada Allah (swt). Mereka tidak berbicara
kecuali mengenai Allah dan Nabi-Nya (s) dan mereka tidak melakukan
sesuatu kecuali yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka melakukan yang
terbaik untuk membantu masyarkat dan mereka memberi senyuman pada wajah
orang-orang yang sedang gelisah, membuat mereka bahagia. Jangan melihat
masa lalu. Apa manfaatnya berkata kepada suami atau istri, “Kau tidak
melakukannya untukku, kau tidak melakukan itu!” Itu memang sulit,
tetapi kadang-kadang orang harus melangkahi egonya dan menemukan jalan
untuk mengatasinya.
5: Yang kelima adalah seseorang yang
menghadapi sesuatu yang diinginkan oleh nafsunya, tetapi itu dilarang,
seperti seorang pria yang menjumpai seorang wanita yang cantik, atau
seorang wanita yang melihat seorang pria yang menawan, dan mereka
berkata, “Tidak” untuk tidur dengan orang itu. Itu artinya mengetahui
keseimbangan antara apa yang dapat kalian lakukan dengan apa yang tidak.
6:
Yang keenam adalah seseorang yang memberi donasi dan tangan kirinya
tidak tahu apa yang telah dikerjakan oleh tangan kanannya. Itu artinya,
jangan menjadi dermawan agar menjadi terkenal karena dermawan seperti
itu akan dikatakan seorang pembohong pada Hari Kiamat, sebagaimana
disebutkan dalam hadits Muslim:
وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ
عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِيَ بِهِ
فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا قَالَ مَا
تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ
فِيهَا لَكَ قَالَ كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ
فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ
فِي النَّارِ
(Pada Hari Kiamat) seseorang yang Allah
jadikan sebagai hartawan, orang yang telah diberi segala jenis kekayaan
akan dibawa dan Allah akan memperlihatkan nikmat-nikmat-Nya itu dan ia
akan mengenalinya. Lalu (Allah) akan berkata, “Dan apa yang kau lakukan
dengan nikmat-nikmat itu?” Ia akan mengatakan, “Tidak ada jalan atau
tempat di mana Engkau senang agar uang itu digunakan, kecuali aku telah
menginfakkannya semata-mata karena Engkau!” Dia akan berkata, “Engkau
bohong! Engkau melakukan perbuatan itu agar orang-orang mengatakan, ‘Ia
orang yang dermawan’ dan orang-orang telah mengatakan hal itu seperti
yang kau inginkan.” Kemudian Allah akan memerintahkan (malaikat) untuk
membawanya melemparkannya ke dalam Neraka!"
(Muslim, Tirmidzi, Nasa'i)
7:
Yang ketujuh adalah orang yang mengingat Allah (swt), yang tidak
membiarkan orang untuk mendengar ketika ia melakukan zikrullah, dan ia
menemukan tempat di sebuah ruangan atau di ruang bawah tanah atau di
atap dan melakukan zikrullah di sana, tidak membiarkan orang lain
mendengarnya. Jika ia dapat melakukan hal itu, tetapi bila tidak, apa
boleh buat? Dan air mata membasahi mata kalian. Jika kalian
mempunyainya, kalian akan mendapatkan naungan Allah di Hari Kiamat. Dan
saya mengetahui beberapa orang yang menyembunyikan dirinya ketika
melakukan zikrullah dan mereka menangis. Itu adalah jarang, tetapi jika
ya, mengapa tidak belajar dari mereka? Bahkan jika mereka masih muda.
Jadi
itulah jalan untuk mendapatkan naungan Allah di Hari Kiamat ketika
tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, dan kami akan menerangkannya
lebih lanjut nanti.
(Du`a.)
(Shalaat al-Jumu`ah.)
Berdoalah Untuk Bersama Pasukan Shah Mardan
Berdoalah Untuk Bersama Pasukan Shah Mardan
Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
27 Maret 2013 - Lefke Cyprus

Assalamu alaykum wahai yang tercinta...Shah Mardan, siapapun yang mencintainya maka dia bagaikan singa. Shah Mardan adalah singa dimedan perang, dialah manusia yang paling gagah berani, marilah kita mencintainya dan menghormati namanya.
Ketika bangun pagi dia selalu mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim. Siapapun yang tidak mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka dia adalah pembohong. Jika kalian mengucapkannya maka kalian berada dijalannya. Dan berdoalah, "Wahai Shah Mardan, jadikanlah kami untuk bersama pasukanmu".
Yaumum jadid, rizkun jadid, hari baru, rezeki baru, maka marilah kita mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim Saifun Maslul, ini seperti menggambarkan pedang Basmala Syarif. "Bismillah wal Billah wa bi 'Azamatillah wa bi Qudratillah, Bismillahir Rahmaanir Rahim". Angkatlah beban kami wahai pemimpin kami.
Saya mengucapkan kalimat seperti ini adalah karena adab. Level kita tidaklah cukup tinggi untuk langsung menujukan permohonan kita kepada Allah swt. Sehingga kita hanya bisa mengirimkan salam kepada Shah Mardan. Karena kami hanya mengharapkan untuk dapat dibusanai dengan busana kehormatan dari pasukan Shah Mardan. Siapapun yang menghormatinya, maka katakanlah,"Jadikanlah kami untuk bersama dalam pasukanmu Wahai Shah Mardan", maka dia akan selamat didunia dan di akhirat
Wahai teman-temanku yang tercinta, salam dariku untukmu, dan salam dari Shah Mardan untuk kalian semua. Kami menerima salamnya dengan penuh rasa bahagia. Kami percaya bahwa Shah Mardan menjaga dan memperhatikan kita didunia ini. Dan kelak di Padang Mahsyar di Hari Penghakiman, Shah Mardan akan menjadi perantara kita untuk mendapatkan syafaat dihadirat Rasulullah (saw).
MasyaAllah, semoga hari-harimu menjadi hari-hari yang menyenangkan wahai anak-anakku. Bersyukurlah kepada Allah (swt) karena kita bangun dalam keadaan sehat. Harapan kami hanyalah agar kami tidak tertidur disetiap waktu panggilan salat tiba.
Ketika Azan Muhammadi terdengar memanggilmu, jika kalian bangun dan pergi ke masjid maka kalian akan dibusanai dengan pakaian baru dan kehidupan baru. Ketika kalian bangun pagi maka kalian dianugerahi busana kehidupan yang baru. Allahu Akbar, Allahu Akbar, ketika azan memanggil kalian, maka Shah Mardan adalah yang pertama kali memenuhi panggilan itu, kemudian para sahabatnya dan orang-orang yang mencintainya.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, dengarkan betapa indahnya panggilan azan ini. Betapa indahnya bila setiap hari dimulai dengan panggilan azan ini, Allahu Akbar Allahu Akbar, janganlah kalian masih tertidur, jangan tertidur. Mengapa kalian masih tidur wahai orang yang bodoh dan jahil? Ketika nama Allah Dzul jalal dikumandangkan, jangan tidur, janganlah kalian masih tertidur. Para pencintanya telah bangun, kalian juga harus bangun untuk bersama dengannya.
Habibi Kibriya, dialah yang membusanai kalian dengan cintaNya Allah Dzul Jalal. Nabi kita Sayidina Muhammad (saw) kekasih Allah yang terbesar, dia pemimpin semesta alam ini dan beliau (saw) membusanai kita dengan cintaNya, maka segeralah kalian bangun. Maka kalian akan dibusanai oleh Nabi Muhammad (saw) dengan pakaian kemuliaan.
Janganlah kalian tidur. Mengapa kalian masih tidur? Wahai mereka yang mengharapkan surgaNya. Jangan tidur, azan telah memanggil kalian, lima kali sehari azan dikumandangkan, jangan tidur. Kita tidak dibangunkan untuk salat oleh dering alarm, jam, bel atau lonceng. Lonceng bukanlah tanda panggilan dari agama apapun dijaman para Nabi-Nabi. Tidak ada seorang Nabipun yang memanggil umatnya dengan bel atau lonceng.
Wahai manusia marilah melihat realitas yang sejati, marilah menuju yang Haqq (hakikat yang benar), marilah melihat realitas kebenaran ini. Tinggalkan segala kepalsuan dunia. Adakah manusia hari ini yang mengatakan Allahu Akbar, tidak ada. Adakah yang mengatakan Bismillahir Rahmaanir Rahim setiap pagi? Tidak ada. Sebagian besar manusia didunia ini sudah melupakannya.
Banner, Bendera Shah Mardan adalah,"innaa fatahnaa laka fathan mubiinaan". "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata". (Surat Al-Fath Ayat 1).
Tetapi lihatlah hari ini, level manusia telah jatuh kedalam tingkatan binatang. Ketika hewan melihat padang rumput mereka merasa senang. Demikian juga manusia hari ini, senang melihat kesenangan dunia, berdansa setiap malam, mereka berteriak kegirangan dan menjadi gila. Apakah ini? Apakah ini yang diajarkan oleh agama kalian?
Agama yang sejati, agama yang murni dan terpelihara hanyalah agama yang dibawa Nabi Muhammad (saw), agama yang diridhoi dan diterima disisi Allah adalah Islam. Dan Shah Mardan berdiri berperang untuk mempertahankan agama yang dibawa Nabi Muhammad (saw).
Apakah kalian pernah mengirimkan salam kepada Shah Mardan? Tidak pernah. Apakah kalian mengirimkan salawat dan salam sejahtera kepada Nabi Muhammad (saw)? Tidak pernah. Apakah kalian memuji tuhan-Mu dengan berdzikir, apakah pernahkah kalian memuji Allah? Tidak pernah. Tetapi lihatlah, kalian malah menceburkan diri ketempat-tempat maksiat dan berdansa, maka hal ini bagaikan kalian menceburkan diri kalian kedalam api.
Wahai teman-teman tercinta dari Shah Mardan dan juga para pencintanya, apakah kalian mengatakan Allahu Akbar pada hari Nawruz? Apakah kalian membaca Maulid Syarif? Tidak. Apakah mereka mengajak kalian untuk bersama dibawah benderanya Shah Mardan dengan pedang Dzul Fikarnya. Tidak pernah. Maka mereka semua akan jatuh, mereka akan musnah dan menjadi sia-sia kehidupan mereka. Jangan melihat kepada siapa yang berbicara, tetai lihatlah kepada siapa yang membuat kami berbicara.
Katakan Bismillahir Rahmanir Rahim, maka kalimat ini adalah untuk kesenangan memuji Tuhanmu dan kebahagian kalian di akhirat kelak. Dia yang telah memberikan kehidupanmu didunia ini, Dia yang membuat kebahagiaan pada kalian, dengan panggilah Azan Muhammadi, dengan namaNya, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Lihatlah, apakah mereka berdzikir dan mengatakan Allahu Akbar, Allahu Akbar? Tidak pernah, maka hidup kalian sungguh menjadi kesia-sian yang besar dan tak berguna. Mereka tidak senang dengan panggilan untuk berdzikir, tidak senang dengan panggilan azan, tetapi mereka senang mengikuti pangilan setan, untuk terjun kadalam api. Kalian akan mati dan dikubur, maka kuburan kalian akan menjadi pintu neraka yang dipenuhi api yang membakar. Saat itulah kalian baru menyadari apa yang kami katakan hari ini.
Apakah tidak ada yang pernah mengatakan dan memperingatkan kalian tentang hal ini? Mengapa kalian tidak mau mendengarkan? Malaikat akan melemparkan kalian kedalam api yang panas membakar berkali-kali didalam kubur kalian.
Wahai sahabatku tercinta, meskipun kalian hanya 3 orang, 5 atau 10 orang berkumpul, lakukanlah dzikir bersama. Tetapi lihatlah hari ini mereka malah berbondong2 memenuhi panggialn setan ditempat-tempat setan untuk berdansa dan melihat segala macam permainan yang diciptakan setan
Duduklah di majelis dzikir dan jangan ceburkan dirimu dalam api, tetapi mereka masih saja bersenang-senang dengan berdansa ditempat yang buruk. Begitu banyak api akan membakar, kebakaran di kereta api, dipesawat, digedung, di kendaraan kalian, di hutan, dimall, ini adalah tanda akhir zaman. Ketika zaman korupsi dan keburukan menyebar maka tinggalah dirumah-rumah kalian, menyepilah dan menjauh dari keburukan manusia, maka kalian akan selamat.
Wa min Allah at Tawfiq
Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
27 Maret 2013 - Lefke Cyprus

Assalamu alaykum wahai yang tercinta...Shah Mardan, siapapun yang mencintainya maka dia bagaikan singa. Shah Mardan adalah singa dimedan perang, dialah manusia yang paling gagah berani, marilah kita mencintainya dan menghormati namanya.
Ketika bangun pagi dia selalu mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim. Siapapun yang tidak mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka dia adalah pembohong. Jika kalian mengucapkannya maka kalian berada dijalannya. Dan berdoalah, "Wahai Shah Mardan, jadikanlah kami untuk bersama pasukanmu".
Yaumum jadid, rizkun jadid, hari baru, rezeki baru, maka marilah kita mengucapkan Bismillahir Rahmaanir Rahim Saifun Maslul, ini seperti menggambarkan pedang Basmala Syarif. "Bismillah wal Billah wa bi 'Azamatillah wa bi Qudratillah, Bismillahir Rahmaanir Rahim". Angkatlah beban kami wahai pemimpin kami.
Saya mengucapkan kalimat seperti ini adalah karena adab. Level kita tidaklah cukup tinggi untuk langsung menujukan permohonan kita kepada Allah swt. Sehingga kita hanya bisa mengirimkan salam kepada Shah Mardan. Karena kami hanya mengharapkan untuk dapat dibusanai dengan busana kehormatan dari pasukan Shah Mardan. Siapapun yang menghormatinya, maka katakanlah,"Jadikanlah kami untuk bersama dalam pasukanmu Wahai Shah Mardan", maka dia akan selamat didunia dan di akhirat
Wahai teman-temanku yang tercinta, salam dariku untukmu, dan salam dari Shah Mardan untuk kalian semua. Kami menerima salamnya dengan penuh rasa bahagia. Kami percaya bahwa Shah Mardan menjaga dan memperhatikan kita didunia ini. Dan kelak di Padang Mahsyar di Hari Penghakiman, Shah Mardan akan menjadi perantara kita untuk mendapatkan syafaat dihadirat Rasulullah (saw).
MasyaAllah, semoga hari-harimu menjadi hari-hari yang menyenangkan wahai anak-anakku. Bersyukurlah kepada Allah (swt) karena kita bangun dalam keadaan sehat. Harapan kami hanyalah agar kami tidak tertidur disetiap waktu panggilan salat tiba.
Ketika Azan Muhammadi terdengar memanggilmu, jika kalian bangun dan pergi ke masjid maka kalian akan dibusanai dengan pakaian baru dan kehidupan baru. Ketika kalian bangun pagi maka kalian dianugerahi busana kehidupan yang baru. Allahu Akbar, Allahu Akbar, ketika azan memanggil kalian, maka Shah Mardan adalah yang pertama kali memenuhi panggilan itu, kemudian para sahabatnya dan orang-orang yang mencintainya.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, dengarkan betapa indahnya panggilan azan ini. Betapa indahnya bila setiap hari dimulai dengan panggilan azan ini, Allahu Akbar Allahu Akbar, janganlah kalian masih tertidur, jangan tertidur. Mengapa kalian masih tidur wahai orang yang bodoh dan jahil? Ketika nama Allah Dzul jalal dikumandangkan, jangan tidur, janganlah kalian masih tertidur. Para pencintanya telah bangun, kalian juga harus bangun untuk bersama dengannya.
Habibi Kibriya, dialah yang membusanai kalian dengan cintaNya Allah Dzul Jalal. Nabi kita Sayidina Muhammad (saw) kekasih Allah yang terbesar, dia pemimpin semesta alam ini dan beliau (saw) membusanai kita dengan cintaNya, maka segeralah kalian bangun. Maka kalian akan dibusanai oleh Nabi Muhammad (saw) dengan pakaian kemuliaan.
Janganlah kalian tidur. Mengapa kalian masih tidur? Wahai mereka yang mengharapkan surgaNya. Jangan tidur, azan telah memanggil kalian, lima kali sehari azan dikumandangkan, jangan tidur. Kita tidak dibangunkan untuk salat oleh dering alarm, jam, bel atau lonceng. Lonceng bukanlah tanda panggilan dari agama apapun dijaman para Nabi-Nabi. Tidak ada seorang Nabipun yang memanggil umatnya dengan bel atau lonceng.
Wahai manusia marilah melihat realitas yang sejati, marilah menuju yang Haqq (hakikat yang benar), marilah melihat realitas kebenaran ini. Tinggalkan segala kepalsuan dunia. Adakah manusia hari ini yang mengatakan Allahu Akbar, tidak ada. Adakah yang mengatakan Bismillahir Rahmaanir Rahim setiap pagi? Tidak ada. Sebagian besar manusia didunia ini sudah melupakannya.
Banner, Bendera Shah Mardan adalah,"innaa fatahnaa laka fathan mubiinaan". "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata". (Surat Al-Fath Ayat 1).
Tetapi lihatlah hari ini, level manusia telah jatuh kedalam tingkatan binatang. Ketika hewan melihat padang rumput mereka merasa senang. Demikian juga manusia hari ini, senang melihat kesenangan dunia, berdansa setiap malam, mereka berteriak kegirangan dan menjadi gila. Apakah ini? Apakah ini yang diajarkan oleh agama kalian?
Agama yang sejati, agama yang murni dan terpelihara hanyalah agama yang dibawa Nabi Muhammad (saw), agama yang diridhoi dan diterima disisi Allah adalah Islam. Dan Shah Mardan berdiri berperang untuk mempertahankan agama yang dibawa Nabi Muhammad (saw).
Apakah kalian pernah mengirimkan salam kepada Shah Mardan? Tidak pernah. Apakah kalian mengirimkan salawat dan salam sejahtera kepada Nabi Muhammad (saw)? Tidak pernah. Apakah kalian memuji tuhan-Mu dengan berdzikir, apakah pernahkah kalian memuji Allah? Tidak pernah. Tetapi lihatlah, kalian malah menceburkan diri ketempat-tempat maksiat dan berdansa, maka hal ini bagaikan kalian menceburkan diri kalian kedalam api.
Wahai teman-teman tercinta dari Shah Mardan dan juga para pencintanya, apakah kalian mengatakan Allahu Akbar pada hari Nawruz? Apakah kalian membaca Maulid Syarif? Tidak. Apakah mereka mengajak kalian untuk bersama dibawah benderanya Shah Mardan dengan pedang Dzul Fikarnya. Tidak pernah. Maka mereka semua akan jatuh, mereka akan musnah dan menjadi sia-sia kehidupan mereka. Jangan melihat kepada siapa yang berbicara, tetai lihatlah kepada siapa yang membuat kami berbicara.
Katakan Bismillahir Rahmanir Rahim, maka kalimat ini adalah untuk kesenangan memuji Tuhanmu dan kebahagian kalian di akhirat kelak. Dia yang telah memberikan kehidupanmu didunia ini, Dia yang membuat kebahagiaan pada kalian, dengan panggilah Azan Muhammadi, dengan namaNya, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Lihatlah, apakah mereka berdzikir dan mengatakan Allahu Akbar, Allahu Akbar? Tidak pernah, maka hidup kalian sungguh menjadi kesia-sian yang besar dan tak berguna. Mereka tidak senang dengan panggilan untuk berdzikir, tidak senang dengan panggilan azan, tetapi mereka senang mengikuti pangilan setan, untuk terjun kadalam api. Kalian akan mati dan dikubur, maka kuburan kalian akan menjadi pintu neraka yang dipenuhi api yang membakar. Saat itulah kalian baru menyadari apa yang kami katakan hari ini.
Apakah tidak ada yang pernah mengatakan dan memperingatkan kalian tentang hal ini? Mengapa kalian tidak mau mendengarkan? Malaikat akan melemparkan kalian kedalam api yang panas membakar berkali-kali didalam kubur kalian.
Wahai sahabatku tercinta, meskipun kalian hanya 3 orang, 5 atau 10 orang berkumpul, lakukanlah dzikir bersama. Tetapi lihatlah hari ini mereka malah berbondong2 memenuhi panggialn setan ditempat-tempat setan untuk berdansa dan melihat segala macam permainan yang diciptakan setan
Duduklah di majelis dzikir dan jangan ceburkan dirimu dalam api, tetapi mereka masih saja bersenang-senang dengan berdansa ditempat yang buruk. Begitu banyak api akan membakar, kebakaran di kereta api, dipesawat, digedung, di kendaraan kalian, di hutan, dimall, ini adalah tanda akhir zaman. Ketika zaman korupsi dan keburukan menyebar maka tinggalah dirumah-rumah kalian, menyepilah dan menjauh dari keburukan manusia, maka kalian akan selamat.
Wa min Allah at Tawfiq
Subscribe to:
Posts (Atom)
