Saturday, January 19, 2013

MAULID NABI SAW

Berikut adalah fakta bahwa Sahabat Khulafa’urrosyidin dan Ulama tiga generasi menganjurkan dan memotivasi ummat Islam agar diselenggarakan majelis untuk membesarkan atau mengagungkan Maulid Nabi Saw.

1. Abu Bakar ash-Shiddiq (ra)

Telah berkata Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq: “Barangsiapa yang menafkahkan satu dirham bagi menggalakkan bacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di dalam syurga.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

2. Umar bin Khottob al-Furqon (ra)

Telah berkata Sayyidina ‘Umar: “Siapa yang membesarkan (memuliakan) majlis maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

3. Utsman bin ‘Affan Dzun-Nuraini (ra)

Telah berkata Sayyidina Utsman: “Siapa yang menafkahkan satu dirham untuk majlis membaca maulid Nabi saw. maka seolah-olah ia menyaksikan peperangan Badar dan Hunain” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

4. Ali bin Abi Tholib Karomallahu wajhah (ra)

Telah berkata ‘Ali : “Siapa yang membesarkan majlis maulid Nabi saw. dan karenanya diadakan majlis membaca maulid, maka dia tidak akan keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan masuk ke dalam syurga tanpa hisab”. (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

5. Syekh Hasan al-Bashri (ra)

Telah berkata Hasan Al-Bashri: “Aku suka seandainya aku mempunyai emas setinggi gunung Uhud, maka aku akan membelanjakannya untuk membaca maulid Nabi saw. (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

6. Syekh Junaid al-Baghdady (qs)

Telah berkata Junaid Al-Baghdadi semoga Allah mensucikan rahasianya: “Siapa yang menghadiri majlis maulid Nabi saw. dan membesarkan kedudukannya, maka sesungguhnya ia telah mencapai kekuatan iman”. (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

7. Syekh Ma’ruf al-Karkhy (qs)

Telah berkata Ma’ruf Al-Karkhi: “Siapa yang menyediakan makanan untuk majlis membaca maulid Nabi saw. mengumpulkan saudaranya, menyalakan lampu, memakai pakaian yang baru, memasang bau yang wangi dan memakai wangi-wangian karena membesarkan kelahiran Nabi saw, niscaya Allah akan mengumpulkannya pada hari kiamat bersama kumpulan yang pertama di kalangan nabi-nabi dan dia berada di syurga yang teratas (Illiyyin)” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

8. Fakhruddin ar-Rozi (ra)

Telah berkata seorang yang unggul pada zamannya, Imam Fakhruddin Al-Razi: “Tidaklah seseorang yang membaca maulid Nabi saw ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan zahir keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka makanan tersebut akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah mengampunkan orang yang memakannya”.

“Sekirannya dibacakan maulid Nabi saw. ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki, penyakit dan tidak mati hati tersebut pada hari dimatikan hati-hati”.

“Siapa yang membaca maulid Nabi saw. pada suatu dirham yang ditempa dengan perak atau emas dan dicampurkan dirham tersebut dengan yang lainnya, maka akan jatuh ke atas dirham tersebut keberkatan, pemiliknya tidak akan fakir dan tidak akan kosong tangannya dengan keberkatan Nabi saw.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

9. Imam as-Syafii (ra)

Telah berkata Imam Asy-Syafi’i: “Siapa yang menghimpunkan saudaranya (sesama Islam) untuk mengadakan majlis maulid Nabi saw., menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan, dan dia menjadi sebab dibaca maulid Nabi saw. itu, maka dia akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat bersama ahli siddiqin (orang-orang yang benar), syuhada’ dan solihin serta berada di dalam syurga-syurga Na’im.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

10. as-Sary as-Saqothy (qs)

Telah berkata As-Sariyy As-Saqothi: “Siapa yang pergi ke suatu tempat yang dibacakan di dalamnya maulid Nabi saw. maka sesungguhnya ia telah pergi ke satu taman dari taman-taman syurga, karena tidaklah ia menuju ke tempat-tempat tersebut melainkan lantaran kerana cintanya kepada Nabi saw. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: “Sesiapa yang mecintaiku, maka ia akan bersamaku di dalam syurga.” (sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

11. Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar al-Haitami (ra)

“Siapa yang hendak membesarkan maulid Nabi saw. maka cukuplah disebutkan sekedar

ini saja akan kelebihannya. Bagi siapa yang tidak ada di hatinya hasrat untuk membesarkan maulid Nabi saw. sekiranya dipenuhi dunia ini dengan pujian ke atasnya, tetap juga hatinya tidak akan tergerak untuk mencintai Nabi saw. Semoga Allah menjadikan kami dan kalian di kalangan orang yang membesarkan dan memuliakannya dan mengetahui kadar kedudukan Baginda saw. serta menjadi orang yang teristimewa di kalangan orang-orang yang teristimewa di dalam mencintai dan mengikutinya. Aamiin, wahai Tuhan sekalian alam. Semoga Allah melimpahkan rahmat atas penghulu kami Nabi Muhammad saw. keluarganya dan sahabat-sahabatnya sekalian hingga Hari Kemudian.”

(sumber dari kitab anni’matul kubro ‘alaa al-’aalam fii maulid sayyidii waladii aadam karya Imam Syihabuddin Ahmad ibnu Hajar al-Haitami as-Syafii)

Kelahiran Nabi (saw) adalah Kelahiran Islam


Kelahiran Nabi (saw) adalah Kelahiran Islam
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)
Jumat, 11 Januari 2013


a'udzu billah mina 'sy-syaythani 'r-rajiim Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim Nawaytu 'l-arba'iin, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaadhah, nawaytu's-saluuk, nawaytu'l-'uzlah, nawytu as-siyam lillahi ta'ala fii hadza'l-masjid.

athi'uullah wa athi'uur-rasula wa uli'l-amri minkum
Taati Allah, Taati Nabi (saw) dan taati orang-orang yang diberi otoritas atas diri kalian

Alhamdulillah hari ini saya berada di sini.  Minggu lalu saya berada di New York dan saya pikir seseorang meminta salah satu orang kami untuk datang ke sini dan saya katakan, “Ya, saya akan datang.”  Karena orang-orang Bengali, masya Allah mereka mempunyai iman yang kuat dan kita akan mendapat berkah dari mereka dan saya berharap suatu hari nanti dapat pergi ke Bangladesh.  Saya banyak mengenal mereka di Saudi Arabia dan di negara-negara teluk, mereka sangat tulus dan saleh.

Jadi ketika Taher mengatakan kepada saya untuk datang ke sini, saya katakan  sudah lama saya tidak datang ke sini, jadi saya datang dan saya lihat masjid yang baru.  Dan Jumat ini adalah hari terakhir untuk menyambut datangnya bulan Rabi`ul-Awwal yang akan masuk pada hari Ahad.  Jadi bukan suatu kebetulan bahwa satu hari atau dua hari sebelum Rabi`ul-Awwal, karena di beberapa negara ada yang jatuh pada hari Sabtu dan di negara-negara yang lain pada hari Ahad, tetapi alhamdulillah, kita berada di sini minggu ini, menyambut Rabi`ul-Awwal yang merupakan bulan (kelahiran) Nabi (s), dan juga bulannya Islam, karena peristiwa kelahiran Nabi (saw) merupakan kelahiran Islam, itulah sebabnya kita patut untuk menyambut datangnya bulan ini.

Seluruh bulan yang datang dalam 2 hari lagi sebagai awal bagi Islam, karena tanpa Nabi (saw), tidak ada agama.  Tidak ada agama, inna ad-diin `indallahi al-Islam.  Bagi Allah, agama adalah Islam.  Yang lain adalah agama-agama di masanya.  Apa yang Sayyidina Musa (as) bawa, kita terima dan apa yang Sayyidina 'Isa (as) bawa, kita terima.  Dan Allah menyebutkan bahwa agama pertama di Sisi Allah adalah Islam.  Dan Allah berfirman bahwa Sayyidina Ibrahim (as) adalah Muslim.  Haniifan musliman wa ma kaana min al-musyrikiin.  Risalah itu diteruskan melalui Ishaq (as) dan Isma`il (as) hingga sampai kepada Sayyidina Muhammad (saw).

Allah menurunkan kitab Tauraat kepada Sayyidina Musa (as) dan Injiil kepada Sayyidina 'Isa (as) tetapi dengan semua itu, Dia menurunkan wahyu yang menyatakan bahwa "Agama (yang diridai) Allah adalah Islam." Salah satu dari ulama terkemuka dalam Islam, al-Qurtubi berkata bahwa ketika Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Sayyidina Adam (as), itu adalah sajda tahiyyah, sujud penghormatan, bukan sujud ibadah, tetapi sujud penghormatan.   al-Qurtubi mengatakan dalam tafsirnya bahwa yang pertama melakukan sujud setelah Allah memerintahkan sujud itu adalah Israfil, itulah sebabnya ia dikenal sebagai Abdur-Rahman.  Ia adalah yang pertama melakukan sujud kepada Sayyidina Adam (as).

Banyak ulama yang kuat dalam Islam menerim dan percaya bahwa sujud itu adalah untuk menerima dan menunjukkan penghormatan kepada Sayyidina Muhammad (saw), yang cahayanya ada di kening Sayyidina Adam (as).  Allah memperlihatkan kehormatan Nabi (saw) kepada para malaikat, di mana Dia memerintahkan mereka untuk bershalawat atas Nabi (saw):  Inna Allah wa malaa'ikatahu yushalluuna 'ala an-Nabi - Allah dan para malaikat-Nya bershalawat.  Ada makna yang sangat tersembunyi di sini.  Allah dan para malaikat-Nya melakukan shalawat atas Nabi (saw).

Tadi ayah atau guru dia menawarkan sesuatu kepada saya.  Ia mengatakan kepadanya untuk membawakan air minum.  Untuk menawari sesuatu kepada seseorang, kalian harus melihat orang itu.  Kalian tidak bisa datang lalu meletakkan botol di sini.  Saya tidak tahu apakah itu untuk saya, karena ia tidak memberikannya kepada saya.  Tetapi bila ia memberikannya kepada saya, setelah ia melihat saya, maka kepada siapa ia memberikan botol itu?  Kepada saya.  Ia adalah saudara iparmu.  Jika kamu memintanya untuk memberikan sebotol air kepada orang terendah, Hisyam Kabbani, ia akan bertanya ke mana ia harus memberikan botol itu. Sekarang bagaimana menurut kalian ketika Allah memerintahkan para malaikat untuk bershalawat atas Nabi (saw), apakah mereka akan melakukannya atau tidak?  Dan apakah mereka melihatnya atau tidak?  Jadi apakah para malaikat melihat Nabi (saw) atau tidak?  Sayyidina Jabir (ra) meriwayatkan bahwa Nabi (saw) bersabda, “Yang pertama Allah ciptakan adalah Cahaya Nabimu wahai Jabir.”

Jadi para malaikat melihat cahaya itu dan ketika mereka diperintahkan untuk bershalawat, mereka langsung melakukannya.  Mereka dapat melihat apa yang Allah kehendaki bagi mereka untuk melihatnya, dari Hakikat Sayyidina Muhammad (saw).  Jadi ketika Nabi (saw) bersabda bahwa Inna ad-diin `indallahi al-Islam.  Agama di Sisi Allah adalah Islam dan Allah berfirman bahwa siapa yang mematuhi Nabi (saw) berarti mematuhi Allah.  Lalu apa yang perlu kita lakukan?  Mematuhi Nabi (saw) seperti yang Dia perintahkan.  Dan itulah sebabnya mengapa ulama besar, al-Qurtubi mengatakan bahwa ketika Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud, lalu Israfil (as) yang pertama patuh dan bersujud dan Allah menghargainya dengan menuliskan seluruh kitab suci al-Qur’an di antara kedua matanya.

Jadi setelah diperintahkan untuk tunduk, ia melakukan sujud dan Allah menuliskan seluruh kitab suci al-Qur’an di antara kedua matanya.  Sekarang mungkin mereka bertanya bagaimana bisa muat?  Sekarang orang menuliskan seluruh kitab suci al-Qur’an di dalam iphone.  Bisa muat kan?  Allah (swt) dengan Kekuatan Surgawi, ketika Dia memberi, Dia memberikannya.

Dan murid-muridmu menghapal seluruh kitab suci al-Qur’an di sini.  Bagaimana mereka melakukannya?  Dengan intelegensi mereka.  Padahal akal itu tidak lebih dari seukuran biji lentil, itu menurut ilmu kedokteran.  Ia adalah chip kecil yang ditanam pada manusia.  Apa yang membawa semua ilmu itu?  Lihat betapa banyak programer dan insinyur yang diperlukan untuk membuat sebuah chip?  Bagaimana dengan manusia, mereka dapat menghapal al-Qur’an.

Jadi Allah meletakkan seluruh al-Qur’an dengan seluruh tawiilnya ditulis di antara kedua mata Sayyidina Israfil (as).  Allah mengizinkan berberapa ulama untuk menarik sejumlah ilmu dari sana, tetapi itu hanya setetes dari ilmunya Allah.

Ketika Jibril menurunkan ayat pertama dari Surat Maryam kepada Nabi (saw), ia mengatakan apa?  “Kaf,” Nabi (saw) berkata, “`alimtu.”  Lalu ia berkata, “Haa” Nabi (saw) berkata, “`alimtu... dan seterusnya.  Jadi setiap huruf yang ia katakan Nabi (saw) mengatakan, “Aku tahu.”  Itu artinya untuk setiap huruf dari al-Qur’an, ada maknanya.  Sekarang ketika para ulama menulis tentang makna dari al-Qur’an, mereka dapat menulis 2-3 volume dari 3 huruf pertama dalam al-Qur’an: ALIF LAM MIIM.

Al-Qur’an tidak diciptakan.  Allah memerintahkan seluruh kitab suci al-Qur’an dituliskan di antara kedua mata Israfil karena ia yang pertama melakukan sujud penghormatan.  Dan itu adalah sujud penghormatan.  Kita melakukan sujud ibadah, yang lebih tinggi.  Sujud penghormatan adalah sekali, tetapi sujud ibadah adalah sepanjang masa di seluruh dunia.  Sujud penghormatan adalah sekali dan kini tidak ada lagi.  Sekarang yang ada adalah sujud ibadah.  Untuk satu sujud penghormatan Allah menuliskan seluruh kitab suci al-Qur’an di antara kedua mata Israfil, lalu apa yang akan Allah berikan kepada mereka yang melakukan sujud ibadah.  Untuk sujud itu, Allah akan memberi mereka apa yang tidak diketahui oleh seorang pun.

Imam Nawawi berkata bahwa ketika manusia melakukan sujud kepada Allah, siapakah di antara manusia yang pertama kali bersujud kepada Allah?  Sayyidina Adam (as).  Ketika ia melakukan sujud untuk berdoa kepada Allah, Allah memberi kompensasi kepadanya dan kepada seluruh anak cucunya untuk mengangkat makanan ke dalam mulutnya, tidak seperti binatang yang harus makan dari tanah, karena mereka harus menunduk untuk mendapatkan makanan.  Allah berfirman, wa laqada karamnaa bani Sayyidina Adam (as), sesungguhnya kami telah memberi kehormatan kepada anak cucu Adam.  Jadi untuk sujud itu, Allah mengangkat manusia untuk makan dari mulut dan tidak harus menunduk ke tanah dan Allah menyukai bau napas yang baik.  Sekarang banyak sekali bau napas yang tidak enak.  Orang-orang menyikat giginya dengan sikata gigi dan pasta gigi untuk menunjukkan “kami adalah orang elit, high class.”  Tetapi Allah mengatakan bahwa apa yang baik bagi mulut kita adalah tidak bergunjing dan memata-matai orang.  Bergunjing dan namima menimbulkan bau yang tidak enak bagi malaikat.

Nabi (saw) bersabda, “Aku mengamati amal/perbuatan umatku.”  Jadi kita harus membersihkan mulut kita dengan zikrullah, dengan shalawat dan daruud.  Jika kalian berpikir bahwa kalian telah bergunjing, maka lakukanlah zikrullah dan shalawat atas Nabi (saw).  Jika kalian telah selesai melakukan salat kalian, bungkuslah dengan istighfar, shalawat dan zikrullah.  Dan jangan tidur tanpa melakukan zikrullah.  Dan ada banyak cara untuk melakukan zikrullah.  Misalnya dengan membaca kitab suci al-Qur’an atau membaca dari Asmaul Husna wal Sifat atau membaca ahadits Nabi (saw). Semoga Allah mengampuni kita dan memberkati kita.

Suatu hal yang baik adalah mendorong anak-anak untuk melantunkan adzan dan membaca kitab suci al-Qur’an, agar mereka dapat menjadi Muslim yang baik.
Alhamdulillah, nasta`iinahu wa nastaghfirahu wa nastahdii wa na`uudzu billah min syuruuri anfusina wa min sayyiaati `amaalinaa.  man yahdillah fa laa mudilla lahu wa man yudlil fa laa haadiya lah

alhamdulillah alladzii hadana lil-Islam wa ja`alan min ummati n-Nabi (saw) w alhamdulillah alladzii tiiba lisanuna bil-Quran w alhamdulillah `ala kulli haal ghayr al-kufr wad-dalaal.

wa nasyhadu an laa ilaaha ill-Llah wahdahu laa syariik lah, wa laa matsiil lahu fii `uluuwi syaanihi wa `azhiimi sultaanih.  wa nasyhadu anna Sayyidina wa Mawlana Muhammadan `abduhu wa habiibahu wa rasuuluh arsalahu ta`ala min arjaahi 'l-`alami miizaanan, wa awdahaha bayaanan, wa afasahiha lisaanan, fa awdahath-thariiqata wa nasaha 'l-khaliiqa shalla-Llahu ta`ala `alayhi wa `ala aalihi wa ash-haabihi wa azwaajih wa awlaadihi wa dzurriyyatihi ajma`iin, wa `alaa wuzaraihi fii `ahdi khusuusan minhum `ala a'immati khulafaa'i rasuulillahi `ala at-tahqiiq, umaraa'il-muminiina hadhraat Abi Bakrin wa `Umarin wa `Utsmaanin wa `Aliyy wa `ala baqiyatis-shahabati wat-tabi`iin ridwaanullahi ta`ala `alayhimn ajma`iin.  ayyuhal-muminuuna'l-haadhiruun. iththaqullaha ta`ala wa athii`uuh. Inna Allah ma` 'Lladziina ataqaw walladziina hum muhsinuun.

Ya ayyuhan-naas inna khalaqnaakum min dzakarin wa untsa.
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan dan yang terbaik di antara kalian adalah yang paling bertakwa.  Seluruh al-Qur’an adalah mengenai takwa hingga kita dibawa ke hadapan Allah (swt) pada Hari Kiamat.  Dan kita akan diminta pertanggungjawabannya.

Dan Nabi (saw) bertanya siapakah orang yang bangkrut?  Dan mereka (para Sahabat) berkata, “Orang yang tidak mempunyai uang.”  Dan Nabi (saw) bersabda bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang kehilangan agamanya, dan perhatikan hadits ini, yang sepatutnya membuat kita takut terhadap Allah.  Dan Nabi (saw) bersabda bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang tidak mempunyai amal. Ia tidak melakukan apa-apa menurut Syari`ah Allah dan tidak melakukan apa-apa menurut agama Allah.  Dan para Sahabat merasa terheran-heran, bagaimana mungkin ada orang yang tidak mempunyai amal, bila mereka melakukan salat dan puasa.  Nabi (saw) bersabda, “Ya, jika ia salat dan puasa.”  Itu pasti untuk orang yang menentang jalannya Nabi (saw).  Misalnya fitnah adalah dalam keadaan tertidur dan orang yang membangungkannya akan dikutuk.  Sama halnya dengan orang yang bergunjing atau memata-matai.  Jadi orang yang melakukannya membuat amalnya habis dan menghancurkan perbuatan baiknya dengan melangkahi batas fitnah, yaitu dengan melakukan ghiba dan namiimah.

Kita harus melindungi salat dan puasa kita dan sedekah kita dengan menghindari ghiba dan namiima.  Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan yang sangat jahat ini, yang akan menghancurkan iman kita.

Kalian melihat sebuah masjid bersatu dan setelah beberapa saat ia terpecah dan kalian melihat kelompok lain dengan pemimpin yang lain.  Allah berfirman, berpegang teguhlah pada Tali Allah dan jangan bercerai-berai.  Allah menyukai persatuan dan kebersamaan.  Kami lihat sekarang Muslim terpecah-pecah dalam berbagai kelompok di mana-mana dan setiap kelompok senang dengan kelompoknya masing-masing.

Konstitusi Allah adalah kitab suci al-Qur’an.  Kita harus bahagia dengan al-Qur’an sebagai konstitusi kita dan bukan dengan konstitusi buatan manusia.  Dan Allah berfirman, “Bertakwalah!” Dan jika itu sulit bagi kalian, lalu Allah berfirman, “Bertakwalah dan berkumpullah dengan para shadiqiin.”  Jika kalian bersama mereka, kalian akan dilindungi.  Jika kalian bersama diri kalian atau saling berselisih satu sama lain, kalian tidak akan berhasil.  Semoga Allah menjadikan kita bersama mereka dan di antara orang-orang yang mencari ampunan Allah.

Wa min Allah at Tawfiq

Sedikit Sekali Hamba-Ku yang Bersyukur


Sedikit Sekali Hamba-Ku yang Bersyukur
Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs
10 Januari 2013 - Lefke Cyprus


Bismillahir Rahmaanir Rahim.

"waqaliilun min 'ibaadiya alsysyakuuru". "Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur". (Surat As-Saba Ayat 13).

Yaa Allah jadikanlah hamba termasuk dalam golongan orang yang bersyukur. Wahai manusia malulah kalian pada dirimu. Dan apa yang membuat kalian malu, mereka selalu mengeluh dan tidak bersyukur. Dan Allah swt mengatakan,""Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur".

Yaa Allah, apa yang harus kami lakukan? Kami harus bertaubat. Jika seseorang memberikan kepadamu permen, maka kau mengatakan Syukron, Syukur Alhamdulillah. Ini adalah adab yang baik dari orang-orang terdahulu, tetapi orang sekarang mengatakan."Mercy" (Kasih). Ini adalah cara barat, mereka mengatakan Thank you, atau Mercy dan bukan Syukron.

Dan lihatlah hari ini, orang desa di Cyprus juga mengikuti cara ini, mereka mengatakan, Mercy, tetapi karena mereka kurang mengerti bahasa ini mereka mengatakan "mersin" (buah).
Ya Syaikh kami sekarang ikut cara modern, mengikuti cara barat dan cara orang Eropa, maka kami harus mengatakan "mercy".

Kata Syukron, Syukur Yaa Robb, memiliki makna yang lebih luhur, agung dan lebih indah. Syukur Yaa Allah, Syukur Yaa Robbi, kalimat ini lebih memilki makna keluhuran dibanding "Mercy O Lord" atau Mercy Allah". Kata Syukur memiliki adab sopan santung yang tertinggi dan memiliki makna yang indah dan ada kegembiraan dibalik kata Syukur tersebut.

Lihatlah mereka mabuk dengan gaya barat dan gaya modern. Dan mereka malu dan tidak ingin terlihat seperti muslim tetapi mereka juga tidak terlihat seperti orang Eropa, mereka kehilangan identitas mereka sebagai umat Islam. Dan sekarang seluruh dunia muslim seperti ini, mereka ingin mengikuti cara orang barat.

Katakanlah Yaa Robbi Syukur Alhamdulillah atas keberkahan yang Engkau berikan. Katakanlah kalimat ini minimal sekali dalam sehari. Mengapa kita harus mengatakan kalimat ini? Karena Allah swt marah kepada hambaNya," Wa qaliilun min 'ibaadiya al sysyakuuru". "Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur". (Surat As-Saba Ayat 13).

Katakanlah kalimat ini, sungguh memalukan apa yang kalian lakukan, Bahkan kalian tidak pernah melakukan Salat Syukur minimal 2 rakaat, sebagai ungkapan syukur kalian kepada Allah atas segala karunia yang Allah berikan kepada kalian. Berterimakasihlah kepadaKu minimal dengan satu kata "Syukur" yang terdengar manis bagi-KU. Dan jika mereka melakukan salat syukur maka AKU akan angkat segala beban dan masalah mereka.

Yaa Rabbi semoga Engkau memberikan kami Madrasah untuk mengajarkan mereka adab sopan santun. Dan mereka bertanya kepadaku Yaa Syaikh apakah yang engkau maksudkan dengan madrasah? Bukankah kita hidup dizaman moderen, katakan College atau University. Apakah College itu bagian dari kita, semoga kepalamu ditimpa College itu. Apakah College? Mengapa kau tidak mau mengatakan itu Madrasah atau Maktab. Maktab adalah suatu intitusi dimana mereka mengajarkan cara menulis.


Tapi hari ini mereka membuat Universitas Theology? Apa maksudnya? Kata-kata ini bukan berasal dari kita. College? apakah ada yang tahu artinya? Mereka semua mengetahui Madrasah. Dan sekarang kalian mengganti kata-kata Madrasah menjadi Theology College, apakah ini? Sungguh mengherankan, kalian ingin menghilangkan identitas sejati kalian sebagai umat Islam. Mengapa kalian tidak menyebutnya Madrasah of Islam. Mengapa menjadi Theology atau Ilahiyat? Apakah ini? Kata College cocok di Inggris tetapi disini  mengapa kalian tidak mau memakai kata Madrasah? Mereka menjadi kebingungan dan tidak tahu harus kemana akhirnya.

"Wa-idz ta-adzdzana rabbukum la-in syakartum la-aziidannakum wala-in kafartum inna 'adzaabii lasyadiidun" (Surat Ibrahim Ayat 7)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Surat Ibrahim Ayat 7)

Allah swt berfirman, Jika kalian bersyukur maka kami tambah nikmatmu, Jika kau tidak bersyukur kepadaKU maka azabKu sangat pedih.

Sungguh memalukan wahai dunia muslim, kalian jarang bersyukur bahkan kalian membuat hari Jumat sebagai hari untuk bekerja, bukan hari libur yang suci untuk beribadah. Wahai umat Islam, sungguh berani kalian melakukan hal ini, apa otoritas kalian merubah hari libur dari Hari Jumat menjadi Hari minggu untuk hari libur kalian, mengapa kalian menjadikan hari Minggu sebagai hari libur mengikuti liburnya nasrani, dan bukan hari Jumat? Jumat adalah hari yang sangat dihormati baik didunia maupun di akhirat. Dan Allah mengundang kalian di Surga dihari Jumat untuk hadir dihadiratNya, maka kalian harus menghormati hari ini. Dan para Nabi akan mengundang kalian disurga pada hari Kamis. Di hari Jumat, Allah mengundang seluruh hambanNya di HadiratNya. Hari Jumat adalah hari yang paling mulia di Surga.

Tetapi dunia Islam mereka terjatuh dalam fasad, keburukan dan korupsi, sehingga mereka bahkan tidak mengijinkan Hari Jumat sebagai hari untuk beribadah, Hari Sucinya umat Islam. Mereka korup dalam setiap aspek. Maka saat ini negara dengan mayoritas muslim tidak akan sukses karena tidak mengikuti perintah Allah dan mereka berkelahi satu sama lain sesama muslim. Mereka saling membunuh, saling berperang, saling menghancurkan sesama muslim. Allah menyuruh kalian saling menyayangi satu sama lain tetapi kalian malah saling membunuh, maka kalian telah jauh dari jalan Allah (swt) kalian telah korup, maka kemana kalian akan pergi? Kau akan pergi masuk kedalam WC nya setan dan tenggelam dirawa-rawana setan.

SubhanAllah, "waqaliilun min 'ibaadiya alsysyakuuru". "Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur". (Surat As-Saba Ayat 13).

Aman Yaa Robbi, Syukur Yaa Robbi, Syukur Yaa Robbi, Syukur Yaa Robbi. Syukur Alhamdulillah, Allah Yang Maha Kuasa membangunkan kita untuk dapat salat Subuh, karena KedermawananNya. Allah swt membuat kita terbangun untuk Salat Subuh. Dia mengakaruniakan kepada kita untuk sujud diwaktu fajar didalam salat subuh. Kami bersujud untuk Allah, Syukur Yaa Robbi. Kau mengkaruniakan hari-hari kami dengan kesehatan, semoga Engkau memberikan barakah dihari Jumat yang Mulia ini. Semoga Engkau mengkaruniakan kami sukses dalam setiap yang kami kerjakan karena kesuksesan hanya bila Engkau menerima dan ridho atas apa yang kami kerjakan dengan keberkahanMu Yaa Robb.

Bersykur adalah adab dan sopan santun yang baik kepadaMU tetapi banyak manusia telah kehilangan hal ini. Laa hawla wala quwwata ilaa billahil aliyil adzim. Ini cukup untuk kalian. kata-kata ini cukup bagi mereka yang mau memahaminya, tetapi bagi mereka yang tak mau menerima dan tidak mau memahami, maka sebanyak apapun aku bicara atau kerjakan tetap tak cukup untuk mereka. Apakah kau pernah mendengar kalimat ini?

Aman Yaa Robbi, Taubat aa Robbi, Taubat aa Robbi, kami menginginkan sebuah madrasah yang sesuai dengan kami, yang dapat mengajarkan kami adab untuk lebih dekat kepadaMU. Kami tidak inginkan para lulusan akademi teologi.

"fais-al bihi khabiiraan". "Maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui tentang Dia. (Al Furqon ayat 59).

Tanyakan segala sesuatu kepada ahlinya. Bukan kepada mereka yang tak mendalami mengenai sesuatu subyek, sehingga yang mereka bicarakan hanya omong kosong belaka. Dan Allah (swt) mengetahui apa yang mereka ajarkan. Teologi College, tidak akan dapat menggantikan Madrasah.

Wahai Tuhan kami, kirimkan kami pemimpin dan guru yang dapat mengajarkan kami jalan yang lurus, mengajarkan agama dan adab. Jangan tinggalkan kami bersama-sama orang yang kebingungan dan jangan jadikan kami menjadi orang yang tidak tahu adab. Ampuni kami Yaa Allah. Kirimkanlah kepada kami seseorang dengan perilaku yang indah yang dapat mengajarkan kami adab yang indah. Yaa Allah, banyak orang yang tidak tahu dan tidak paham, maka mereka menjadi kebingungan tanpa bimbingan dan mereka tidak paham tentang situasi zaman ini. Maka mereka berjuang sendiri dengan egonya dan tidak bertanya kepada yang lebih ahli, kalian tidak dapat berjuang dengan egomu. Tanyakan segala sesuatu kepada ahlinya.

Syukur Yaa Rabbi, Syukur Yaa Rabbi, Syukur Alhamdulillah. Fatihah. Semoga Allah swt mengkaruniakan kehormatan dan kemuliaan kepada Nabi Muhammad Sallallahu alayhi wasalam lebih banyak dan semakin banyak. Semoga Allah mengkaruniakan kehormatan kepada para nabi dan para awliya lebih banyak dan semakin banyak lagi. Semoga Allah mengkaruniakan kehormatan kepada orang mukmin lebih banyak dan semakin banyak lagi. Semoga Engkau mengirimkan kepada kami sebuah tempat yang dapat mengajarkan kami adab. Yaa Allah, Yaa RasulAllah. Fatihah.

Wa min Allah at Tawfiq

Demokrasi Sandala Mandala


Demokrasi Sandala Mandala
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
23 Desember 2012 - Lefke Cyprus


Audzubillahi minasy syaithanir rajim. Bismillahir Rahmaanir Rahim.

Orang-orang zaman ini hampir tidak memilki pikiran yang benar, mereka memusuhi Kesultanan. Pikiran apakah yang dimasukkan ke dalam otak mereka? Inspirasi telah datang kedalam hatiku, saya katakan hal ini meskipun kalian mungkin tertawa. Sifat seperti apakah yang dimiliki bangsa-bangsa yang menguasai dunia saat ini? Mereka bagaikan Sandala Mandala (Pesta Tarian Rakyat Turki, dmana setiap orang bersama ego mereka).

Semua sistem yang mengatur dunia saat ini dan mereka sebut "demokrasi", yaa ini adalah salah satu dari "Sandala Mandala". Tidak ada yang lain, mereka tidak memiliki nilai. Dan itu adalah salah satu alasan mengapa banyak bangsa didunia saat ini tidak memiliki nilai, dengan sistem ini maka masyarakat telah 'berubah menjadi Masyarakat Sandala Mandala (Berpesta dengan ego mereka).

Sebelum pemerintahan Republik Turki, kita memiliki pemerintahan dibawah Kesultanan Ottoman yang memiliki kemuliaan dan kemegahan. Sedang pemerintahan yang datang setelah itu adalah "Sandala Mandala". Istilah ini sangat cocok bagi mereka? Ya istilah ini sangat tepat. Tidak ada kebenaran dengan sistem ini. Tidak satupun dari mereka.

Jika ada guncangan gempa kecil saja mereka semua akan runtuh. Kami berharap bahwa orang-orang pintar dinatara kita akan mengikuti aturan "ati kulli dzi haqqin haqqa", "Berikan kepada yang berhak, hak mereka". Kembalikan hak-hak setiap orang untuk yang berhak. Hari ini mereka ingin menghapus nama Kesultanan Ottoman yang sangat terhormat, sebuah negara yang mulia yang memerintah lebih dari 700 tahun? Betapa beraninya kalian? Kalian menghancurkan Kesultanan Ottoman, dan tidak ada manfaat apapun bagi mereka? Dan kalian menggantinya dengan sistem negara "Sandala Mandala".

Namanya ini tidak diketahui dan tidak memiliki kemuliaan, dan nama tidak ada di tempat manapun. Mereka telah menjadi bangsa pengemis. Mata uang nenek moyang kita dahulu dan sangat mulia adalah koin emas dan koin perak. Tetapi saat ini mereka menggunakan kertas. Kertas, yang diatasnya ditulis angka-angka yang tidak bernilai, karena emas asli tidak setara dengan kertas. Oleh karena itu datang inspirasi kedalam hatiku hari ini, bahwa semua sistem yang buruk yang mereka sebut demokrasi adalah "Sandala Mandala".

Apakah sistem "Sandala Mandala"? Ini adalah sistem yang membuat setiap orang berkelahi, saling membunuh seperti di Mesir. Kenapa terjadi? Karena mereka mendirikan negara "Sandala Mandala". Penguasa Mesir sebelumnya adalah Sultan, maka berikan hak kepada Sultan yang akan membawa kalian kehormatan bernegara!

Bagaimana bisa kalian mengumpulkan orang-orang dari jalanan untuk menjadi pemimpin kalian! Akhirnya mereka berkelahi satu sama lain seperti di Alexandria. Mereka terus berperang. Orang-orang tua berkata: "Ahmad berasal dari Mesir dan pedangnya akan bersimbah darah". Banyak hal yang akan terjadi.

Semua bangsa, semua negara sudah muak dengan sistem demokrasi sandala mandala yang berkuasa. Bahkan mereka sendiri tidak tahu bagaimana caranya memerintah. Seperti ketika salah satu dari mereka ingin membeli semangka, dan dia bertanya kepada orang yang menjualnya "Pilihkan untuk saya semangka yang terbaik". Dan penjualnya menjawab, "Saya tidak tahu bagaimana memilih semangka yang baik."

Dapatkah orang-orang yang bahkan tidak bisa memilih semangka yang baik kemudian mereka memilih orang yang akan memerintah untuk negeri ini? Mesir memiliki populasi 80 juta jiwa. Sekarang kalian akan memilih 500 orang sebagai anggota parlemen dari 80 juta rakyat Mesir. Kemudian mereka memilih 30 orang lainnya sebagai menteri yang mereka sebut Anggota Kabinet? Ini bagaikan "Kabinet Sandala Mandala".

Tidak ada orang yang memenuhi syarat di antara mereka, tidak satupun dari mereka. Tetapi dalam sistem Sandala Mandala ini mereka menunjuk, "Kau adalah menteri untuk olahraga, kau adalah menteri perkotaan, kau adalah menteri pertanian, padahal orang itu tidak tahu apapun tentang pertanian! "Kau adalah menteri pembangunan pedesaan, padahal dia tidak tahu kebutuhan penduduk desa. Dia menutup pegunungan (padanag rumpu dan sumber air), hutan, dan membuat orang desa sengsara.

Tetapi ia malah mengirim bantuan untuk orang-orang Yunani ketika penduduknya sendiri kelaparan. Masya Allah! Inilah tingkah polah pemerintah Sandala Mandala. Bahkan orang yang menciptakan sistem ini, Sistem Sandala Mandala, dia orang yang tidak tahu apa-apa sama sekali tentang kebaikan sistem ini. Dan kita semua jatuh ke dalam berbagai masalah, dan situasi yang semakin buruk, dan masih saja kita tidak bisa bangun dari kemabukan ini.

Insya Allah ada beberapa gerakan yang sekarang sedang bekerja. Semoga Allah tidak membuat kita dari golongan mereka yang setuju dengan sistem Sandala Mandala ini. Kami akan meninggalkan sistim ini dan mencapai keadaan yang lebih baik. Kami akan meninggalkannya dan menjadi bangsa yang dihormati. Kami akan meninggalkannya dan menjadi bangsa yang mulia. Sultan akan datang. Ketika kalian mengatakan kata Sultan, maka ada keagungan bahkan terasa dalam namanya.

Kesultanan, mereka akan membuat Hari Jumat penuh dengan adab, ketika Sultan pergi untuk ibadah salat Jumat. maka ada Upacara Jumat yang saat ini telah dihapuskan. Karena mereka mengganti hari libur dihari Jumat diganti menjadi libur dihari Minggu. Wahai penduduk Turki, apakah kalian termasuk orang yang tidak beriman? Apa hubungan Islam dengan hari Minggu? Apa yang salah dengan liburan hari Jumat, dimana dahulu selama  10 abad sampai 15 abad yang lalu kita menjadikan hari JUmat sebagai hari libur dan kita pergi untuk beribadah, sekarang kalian bekerja setengah hari pada hari Jumat dan libur dihari Sabtu yang dimiliki oleh orang-orang Yahudi. Dan libur dihari Minggu yang dimiliki orang Kristen.

Apa yang harus kita lakukan dengan ini? Mereka menghancurkan diri kita agar terlepas dari identitas kepribadian asli kita, karena Ottoman memiliki kehormatan. Karena mereka tidak ingin kita memiliki kehormatan Ottoman, mereka ingin menghancurkannya. Sekarang mereka semua menyesal, karena mereka terjatuh dalam berbagai masalah dan tidak dapat menemukan jalan keluar dari kekacauan dinegara ini. Bagaimana mereka bisa menemukan jalan keluar? Jika mereka meninggalkan Kesultanan dan mendirikan sistem Sandala Mandala. Apa yang mereka sebut demokrasi adalah Mandala Sandala, maka tak ada jealan keluar.

"Apakah Sandala Mandala, O Mawlana?"  Saya tidak tahu artinya. Lihat, tingkah polah orang-orang zaman sekarang dan apa yang mereka kerjakan, itu semua adalah Sandala Mandala. Sistem demokrasi ini adalah Sandala Mandala. Sistem ini tidak baik untuk siapapun. Tidak ada yang tahu apa itu demokrasi. Insya Allah mereka akan hancur karena tidak memiliki landasan yang kuat.

Seluruh dunia akan dipenuhi guncangan di mana-mana. Rakyat tidak puas, mengapa lari ke jalan-jalan untuk demonstrasi? Karena mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari. Mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari dalam sistem Sandala Mandala seperti ini. Mereka yang berkuasa hanya datang untuk mengisi kantongnya dan memperkaya diri sendiri. Semoga Allah menghancurkan semua orang yang memiliki mentalitas ini.

Kami membutuhkan seorang Sultan. Dan ini akan segera terjadi. Tak mungkin negara dibangun kecuali dengan Kesultanan, hanya Kesultanan yang dapat menyelamatkan kita. Kesultanan, seperti kesultanan Otoman, Semoga Allah memberi mereka rahmat dan orang-orang yang menghancurkan mereka akan dikutukNya. Fatiha.

Mereka melarang orang-orang yang bersorban dengan kekerasan. Mereka melarang orang untuk mengenakan tutup kepala dengan kekerasan. Mereka menghukum mati orang-orang yang memakai tutup kepala dengan zalim dan ribuan mati digantung. Pemerintahan apa yang seperti ini? Sandala Mandala. Ini adalah tindakan orang yang tidak waras. Semoga Allah membuat kita jauh dari mereka. Hanya keburukan dan Kezaliman yang ada dikepala mereka. Tetapi mereka masih tidak bisa memahami hal ini.

Kami sudah tidak memiliki orang yang dapat berpikir jernih, karena semua partai saling berkelahi, saya partai ini, kau partai itu. Apakah Partai itu? Bukankah kalian satu bangsa dan satu Sultan. Jangan saling berkelahi dengan banyak partai, karena ini adalah perbuatan buruk setan. Sandala Mandala. Kita lihat Eropa jatuh karena telah korup, Amerika juga korup, Rusia korup juga, seluruh Timur Tengah korup. Mereka yang tersisa berada dalam kebingungan. Apakah yang harus kami lakukan? Tinggalkan sistem Sandala Mandala. Terimalah Kesultanan, bawa Sultan kalian. Sultan adalah wakil Allah dimuka bumi. Dhillullah, dia adalah bayangan Allah dimuka bumi.

Hari ini rakyat Turki semakin bingung. Pemerintah mengatakan "Kami melarang pemakaian huruf abjad Ottoman sehingga orang menjadi kebingungan. Sejarah kebesaran dan kemuliaan Kesultanan Otoman menjadi tidak diketahui. Mereka merubah abjad Ottoman menjadi "A, b, c ..". Kenapa? Tidak ada kebutuhan untuk itu. Abjad Ottoman dapat terus dipakai dengan baik.

Ada orang yang bisa menulis dan membaca huruf Latin, atau bahasa Inggris. Mereka bisa menggunakannya. Mengapa Anda memaksa orang-orang yang tidak membutuhkannya mengatakan "Anda harus menulis dengan tulisan ini saja?" Orang tidak tahu apa-apa sekarang. Mereka semua adalah orang-orang bodoh, mereka tidak menyadari realitas sejarah mereka sendiri.

Yaa Allah, Ya Rabbi, Yaa Ghani. Wahai Sultan Yang Maha Kaya, semoga Engkau mengirimkan kami Sultan yang akan menghapus masyarakat yang bermutu rendah, kelompok Samdala Mandala. Semoga Kau mengirimkan kami Sultan yang akan menyatakan kemuliaan-Mu, yang akan mendeklarasikan Nabi Muhammad (saw) kekasihMU dengan penuh kehormatan, yang akan menunjukkan rasa hormat yang besar untuk Syariat Allah. Amin Amin Amin .. Fatihah.

Apakah kata-kataku ini benar? Bagaimana? Dapatkah kau mengingat hal ini di kepalamu ? Rahasi ini telah dibuka untuk saya seperti ini, ketika saya sedang duduk dan saya berpikir itu kata-kata yang penuh kebenaran.

Haji Fuad : Tentu, ini adalah benar.

Mawlana Syaikh Nazim qs: Wahai anakku, Hukum bagaikan singa Masya Allah, Anda juga. Hal ini berbeda jika ia mengenakan pakaian tua Ottoman, shalwars & meletakkan mahkota di kepalanya Ottoman & pakaian ini berbeda.

Haji Fuad : pakian yang kita kenakan sekarang adalah Sandala Mandala.
Mawlana Syaikh Nazim qs: Anda menyukai istilah ini?

Haji Fuad: Sangat cocok bahkan untuk fashion pakaian juga.

Mawlana Syaikh Nazim qs: Ya, karena sistem mereka, seluruh dunia telah menjadi Sandala Mandala. Bagaimana inspirasi itu datang kepada saya tiba-tiba, Sandala Mandala? Wanita juga pada Sandala Mandala, semua dari mereka. Anda menyukainya? Itu datang benar-benar bagus. Fatiha. Jika Anda berbicara tentang hal ini, bukan hanya jam, hari atau bulan untuk dapat menyelsaiakan masalah, tetapi butuh selama bertahun-tahun masih belum bisa menyelesaikan masalah ini.

Tapi istilah ini sangat sesuai dengan mereka! Saya tidak tahu dari mana istilah ini tiba-tiba muncul, Sandala Mandala. Semua dari mereka menginginkan sistem Sandala Mandala, ini dia, bawa! Terus berjuang satu sama lain. Sebuah pembukaan segera ya Tuhan, ya Tuhan! Kirim Sultan yang akan melaksanakan Syariah murni Muhammad (saw). Semoga Ottoman datang ya Tuhan! Fatiha.

Pemerintahan tidak dapat bekerja dengan sistem Sandala Mandala. Baik Siprus, Turki, Rusia, atau Amerika .. Inggris tetap mempertahankan sistem lama (dengab kerajaan). British tidak meninggalkan kebiasaan mereka. Negara lainnya bagaikan sepak bola, mereka menyepak dan membuang kebiasaan lama mereka ke tempat sampah. Bahkan mereka melemparkannya ke WC. Taubat ya Rabbi.

Istilah Sandala Mandala ini sangat bagus. Para wanita juga dikuasai Sandala Mandala, wanita mengatakan "kita mengikuti mode". "Apa sistem yang kau gunakan?" "Sandala Mandala sistem, mereka hidup mengikuti fashion terbaru dengan berbagai mode pakaian terbaru. Busana mereka sesuatu yang diciptakan setan. Mereka telah membuat wanita seperti pelacur dan laki-lakimereka seperti mucikari. Apa yang terjadi? Seluruh dunia hancur dan diratakan dalam sistem Sandala Mandala. Taubat Ya Rabbi, Taubat Astaghfirullah.

Sultan dahulu melayani rakyatnya, tapi tidak terjadi dimasa sekarang ini. Sama seperti ketika mereka mengampak, mereka hanya memotong dan menarik semua disisi mereka sendiri. Semua manusia yang datang untuk berkuasa dalam sistem Sandala Mandala, mereka hanya memotong ke sisi mereka saja. Tidak ada yang diberikan untuk orang-orang lain. Ketika ia memotong bagian rejekinya hanya untuk kebagian mereka sendiri. Tidak ke sisi lain. "...

Bashiru wala tunaffiru". Buat orang bahagia, dan tidak membuat mereka benci. Saat ini Orang saling membenci. Ada apa ini? Ini karena Sandala Mandala sistem. Tidak ada orang yang membaca Quran lagi dalam sistem  Sandala Mandala. Artinya, setan telah mendominasi. Lalu apa yang mereka baca? Mereka saling memaki dan menyumpahi yang menciptakannya. Seluruh orang saling memaki satu sama lain dalam sistem Sandala Madala, Aman ya Rabbi.

Ini merupakan sohbat yang kuat, dan membuat orang tercengang. Mereka harus menyebarkan deklarasi ini. Ok. Allah memberkati Anda. Kami akan tetap memperjuangkan yang Haqq untuyk segera datang, Insya Allah. Mereka tidak akan membawa saya hanya setengah jalan, tidak, insya Allah. Saya akan tinggal membawa pergi kekotoran dunia ini dan saya akan mengambil Bayat dari Sayidina Mahdi (as), maka kami hanya akan membersihkan ini insya Allah, membuang Sandala Mandala sistem. As-salamu alaikum wa wa Rahmatullahu Barakatuhu. La ilaha illa Allah, Sayyidina Muhammad Rasulullah.

Wa min Allah at Tawfiq

Wednesday, January 9, 2013

Shalat Khusyuk

Shalat Khusyuk

Assalmu’alaikum wr wb

A’udzubillahiminashaiythonirrojiim,

Bismillahirrohmanirrohiim,

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa’ala ali sayyidina Muhammad.

” Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu)
orang-orang yang lalai dari shalatnya” (Q.S.Al-Maa’uun 4-5).

Orang yang lalai disini adalah orang-orang yang tidak khusyuk dalam sholatnya. Saya tidak akan memberi komentar mengenai khusyuk dari sisi saya sendiri, karena dalam diri saya masih banyak kesalahan dan Ego, namun akan mencoba sharing dari pengetahuan yang didapat dari para Ulama.
Saya ambil sedikit dari kitab tafsir Alquran Al-Iklil mengenai Bismillahirrohmanirrohim, imam syafi-i berkata:” Tidak sah sholat tanpa diawali niat terlebih dahulu sebelum sholat…..”. pembacaan niat ini adalah pengukuhan niat ibadah, dan selama niat inilah kita dituntun untuk bisa menyampaikan syukur kita dalam ibadah, syukur karena Allah maha Pengasih lagi maha Penyayang sehingga diberi
kesempatan untuk menghadap Allah(sholat).  Niat ibadah dalam rasa syukur inilah yang akan mendatangkan rahmat Allah sehingga dalam sholat, kita bisa diberi kekusyukan.

Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra.:
Bahwa Nabi saw. mengerjakan salat sehingga kedua telapak kaki beliau membengkak, lalu beliau  ditanya: Apakah engkau masih membebankan dirimu dengan beribadah seperti padahal Allah telah mengampuni dosamu yang terdahulu dan yang akan datang? Kemudian beliau menjawab: Apakah
aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 5044

Maka sebelum sholat dianjurkan untuk menenangkan diri terlebih
dahulu untuk kemudian membaca niat, Urutannya ialah :
1. Ta’awudz
2.Basmalah 3
. QS.Annas
4.Niat sholat.(jangan membaca basmalah kemudian niat, basmallah harus dilanjutkan suratul Quran,
jika ingin mempercepat maka baca ta’awudz kemudian langsung saja
membaca niat}. Khusyuk itu bukan dari kita, namun itu dari Allah SWT”.

Dari Kitab FafiruilaAllah: Syarat Khusyuk ada 5 perkara, dan 5 perkara ini harus dipenuhi kesemuanya, 5 perkara ini adalah sebagai berikut:
1.    Sholat dilakukan tepat waktu
2.    Sholat tepat waktu dilakukan secara Istiqomah ( continue / berkesinambungan)
3.    Rutin melakukan Puasa Sunah.
4.    Menjauhi kemaksiatan
5.    Makan makanan yang halal.

Yang pertama-tama dipertanyakan terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya  adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya
buruk maka dia kecewa dan merugi (Hr.Annasa’i dan Attirmidzi) Beberapa nasihat yang saya rangkum dari ahlul hikmah :

” setelah selesai sholat janganlah langsung beranjak pergi, duduklah sebentar untuk berdzikir dan berdo’a,  karena jika sesudah sholat beranjak pergi tanpa dzikir dan do’a maka baginya sama hal dengan
kera”.

” jika jualan rokok tidak laku, maka kamu bisa jualan beras, demikian pula jika kamu sholat, maka berdikirlah sesudahnya, karena hal itu untuk menutup kekurangan atas sholatmu.”

Tiba-tiba saya ingin menulis mengenai bai’at, padahal pokoknya mengenai sholat dan khusyuk. Namun apalah daya, jika saya tidak menulisnya, maka tidak tenang rasanya hati ini.
Bai’at adalah kesempurnaan beragama, karena para sahabat juga berbai’at kepada Rosululloh SAW.
Sekarang ini  sepeninggal Rosululloh SAW, Bai’at tetap dilakukan kepada pengganti Baginda Nabi Muhammad SAW yaitu para ulama terutama yang mursyid, yang memiliki jalur dari guru-guru menuju Baginda Nabi SAW.

Dari abu abdurrahman bin auf bin malik ra, ia berkata; Kami sedang duduk-duduk bersama rasulullah saw, waktu itu kira-kira berjumlah sembilan , delapan atau tujuh orang , kemudian beliau bertanya”Apakah kalian tidak akan berbai’at  (berjanji setia) kepada rasulullah ? ; padahal kami baru saja berbai’at ; maka kami menjawab; bukankah kami telah berbaiat kepada engkau wahai rasulullah ?? beliau bertanya lagi; “apakah kalian tidak akan berbaiat kepada rasulullah saw ? kemudian kami mengulurkan tangan  dan berkata; kami telah berbaiat kepada engkau, maka dalam hal apakah kami harus berbaiat ? beliau menjawab ; kalian harus menyembah Alloh, Zat yang maha esa dan kalian tidak boleh mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, Salat lima waktu, serta harus senantiasa mendengarkan dan mentaati segala perintah-Nya, dan beliau berbisik “Janganlah kalian meminta-minta sesuatu pun kepada sesama manusia” setelah itu , sungguh saya telah menyaksikan , bahwa salah
seorang di antarakemlompok ini, ada yang cambuknya terjatuh dan ia tidak mau meminta kepada seseorang untuk mengambilkan cambuknya  (HR Muslim ).

Maka jika ingin bersungguh-sungguh dalam beragama, lakukanlah sholat dan bai’at. Siapa saja yang membaca tulisan ini insyaAllah mengetahui Maulana syech Nazim & Maulana Syech Hisyam, maka beruntunglah yang sudah melakukan bai’at kepadanya.

Cintailah beliau, jika sudah mencintai, akan mudah untuk mengikuti. Bertemunya cinta kepada Rosululloh SAW adalah cinta  kepada para pewarisnya. Ditanah jawa ini banyak para wali, jika cinta kita terbalas oleh MSN / MSH, maka akan sangat mudahlah kita bertemu dengan para wali-wali
tersebut.

Para wali ditanah jawa ini melakukan pertemuan setiap bulan sekali, jadi sebenarnya para wali itu tetap satu, tidak ada wali kanan ataupun wali kiri.

Masih sekitar shalat khusyuk, menurut Syeh Mustofa, latihan yang bisa dilakukan supaya khusyuk dengan cara diam sejenak berkonsentrasi sebelum mengangkat tangan takbiratul ihram.

”Aja ujug-ujug takbiratul ihram Allahu Akbar,” katanya dengan logat Jawa Timuran yang medhok. Saat diam dan konsentrasi tersebut gunakan untuk menghitung-hitung segala kenikmatan yang diterima beberapa saat sebelum shalat. ”Bicaralah dengan hati,” tuturnya.

Renungkan juga beban hidup, musibah, berbagai keruwetan masalah yang dihadapi sesaat sebelum shalat. Bila beban dan persoalan itu sangat berat, sampaikan dan pasrahkan semuanya kepada Allah. ”Kalau semuanya sudah, baru takbiratul ihram Allahu Akbar. Coba resep ini, kalau sungguh-sungguh Insya Allah berhasil. Intinya jangan kesusu takbiratul ihram” katanya sambil tersenyum.

Ia menyontohkan peristiwa saat Sayidina Ali terkena panah. Ia minta para sahabatnya untuk mencabut anak panah yang menancap di punggung saat Ali terlihat sudah dalam keadaan benar-benar khusyuk. Benar saja, ketika pengaruh otak dan ego sudah hilang dan berpindah ke hati, para sahabat buru-buru mencabut anak panah. Dan Sayidina Ali tidak merasa kesakitan sedikitpun. (Agus Fathuddin Yusuf-46)
Billahi Taufik…Al-Fatikhah.

Wassalamu’alaikum wr wb

sumber

Kesultanan Ottoman (Utsmaniyah)

Kesultanan Ottoman (Utsmaniyah) yang memerintah selama 700 tahun dan merupakan negara Super Power dimasanya, melebihi Kerajaan Inggrin, Jerman, Spanyol.

Osmanlı Padişahlarının Bilinmeyen Yönleri

1. Osman Gazi 1299-1326
2. Sultan Orhan Gazi 1326-1359
3. Sultan Murad Hüdavendigar 1359-1389
4. Sultan Yıldırım Bayezid 1389-1403
5. Sultan Çelebi Mehmed 1413-1421
6. Sultan Murad II 1421-1451
7. Fatih Sultan Mehmed 1451-1481
8. Sultan Bayezid II 1481-1512
9. Yavuz Sultan Selim 1512-1520
10. Kanuni Sultan Süleyman 1520-1566
11. Sultan Selim II 1566-1574
12. Sultan Murad III 1574-1595
13. Sultan Mehmed III 1595-1603
14. Sultan Ahmed I 1603-1617
15. Sultan Mustafa I 1617-1623
16. Sultan Osman II 1617-1622
17. Sultan Murad IV 1623-1640
18. Sultan İbrahim I 1640-1648
19. Sultan Mehmed IV 1648-1687
20. Sultan Süleyman II 1687-1691
21. Sultan Ahmed II 1691-1695
22. Sultan Mustafa II 1695-1703
23. Sultan Ahmed 1703-1730
24. Sultan Mahmud I 1730-1754
25. Sultan Osman III 1754-1757
26. Sultan Mustafa III 1757-1774
27. Sultan Abdülhamid 1774-1789
28. Sultan Selim III 1789-1807
29. Sultan Mustafa IV 1807-1808
30. Sultan Mahmud II 1808-1839
31. Sultan Abdülmecid 1839-1861
32. Sultan Abdülaziz 1861-1876
33. Sultan Murad V 1876-1876
34. Sultan Abdülhamid II 1876-1909
35. Sultan Mehmed Reşad 1909-1918
36. Sultan Mehmed Vahideddin 1918-1922

Tuesday, January 8, 2013

TATA CARA SHALAT LIDAF’IL BALA

TATA CARA SHALAT LIDAF’IL BALA


Menyikapi semakin maraknya musibah, bencana atau bala yang menimpa manusia saat ini, menuntut kita (umat muslim) untuk bertindak cerdas dan tepat sesuai dengan tuntunan agama. Tindakan tersebut direfresentasikan dalam suatu bentuk ibadah yang bertujuan atau dengan harapan (Semoga dikabulkan oleh Allah SWT.) agar diri dan lingkungan kita terhindar dari segala bentuk bala serta semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT. Dalam tuntunan agama Islam terdapat suatu ibadah / shalat sunah untuk mencegah atau menolak dari berbagai bala yang akan menimpa yaitu SHALAT LIDAF'IL BALA.
  1. Apa yang dimaksud Shalat lidaf’il bala ?
    Pengertian Shalat lidaf’il bala artinya Shalat sunah untuk mencegah atau menolak dari berbagai bala yang akan menimpa. Maka dianjurkan untuk melaksanakannya setiap hari pada waktu yang tidak ditentukan / kapan saja.
  2. Adakah hadist dan qaul ulama tentang Shalat lidaf’il bala ?
    Dalam Kitab Khozinatul Asror halaman 39, hadist shahih dari Abi Ali Hasim bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “idzaa ashobatkum mushibatun aw najalat bikum faaqotun fatawadhouu wa sholuu arbaa rakaatin wayaquulu ba’dahaa ad-du’a paraja Allahu bikum..
    Artinya : “Dimana menimpa kamu semua yaitu musibah atau bala maka berwudlulah dan shalatlah 4 rakaat dan setelahnya berdoalah maka Allah akan melepaskan dari semua itu..
    Dalam Kitab Sunanun Mardhiyah Fii Amaliyah Mursyid Kamil hal 50, Syekh Kamil Faridudin Sakarjanji bahwa setiap setahun sekali Allah menurunkan 320.000 bala / musibah.
    Dalam Kitab Makanatut Dzikri, Allah menurunkan musibah atau bala pada akhir bulan shafar jumlah 320.000 ini tersimpan dalam kekuasaan Allah untuk satu tahun ini turun ke bumi tanpa mengenal waktu, tempat, hari dan bulan. Bisa jadi pada bulan rajab, mulud, bulan Sya’ban dan lain sebagainya.
  3. Kapan dan bagaimana tatacara Shalat lidaf’il bala ?
    Berikut ini cara shalat sunat lidafil bala bulan shafar dan shalat sunat lidafil bala dilakukan setiap hari :
    • Cara shalat sunat lidaf'il bala hari rabu diakhir bulan shafar.
      Dalam Kitab Sunanun Mardhiyah ini karya Syekh Abdul Ghaust Saefullah Al-Maslul hal 50; Barang siapa yang melaksanakan shalat sunat Lidafil bala pada hari rabu akhir di bulan shafar (guna terhindar dari bala), Dilaksanakan sesudah shalat isroq (sekitar jam 06.00 lebih atau 06.30) ba'da membaca Al-Fatihah, baca Al-Kautsar 17 kali, kemudian Al-Ihklas 5 kali, Al falak 1 kali, Annas 1 kali. Dilaksanakan sebanyak 4 rakaat dengan 2 kali salam...dan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat.
    • Cara shalat sunat lidaf'il bala yang dilaksanakan setiap hari.
      Shalat sunat ini dilaksanakan setelah shalat sunat ba’da Isya. Jumlah shalat sunat lidaf’il bala ini yaitu 2 rakaat. Setiap rakaat membaca Ayat Kursy 1 kali, Al-Ikhlas 1 kali, Al-Falaq 1 kali, Annas 1 kali, dan Al-Ikhlas 1 kali.
Sebelum memulai shalat sunat melafalkan Istighfar 3 kali. Dengan lafadz istighfarnya sebagai berikut :Astaghfirullahal ’azhiim alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaiih, taubata ’abdin zhoolimin la yamliku linafsihi dhorron walaa naf’aan, wala mautan, walaa hayaatan, walaa nusyuuron.

Artinya : “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Tegak dan aku bertaubat kepada-Nya. Taubat hamba yang zhalim, yang tidak bisa menguasai dalam dirinya kemadharatan yang ada padanya, kemanfaatannya, matinya, hidupnya, dan pada waktu dikembalikannya.

Niat shalat lidaf’il bala :Usholli sunnatan lidaf’il balaa-i rokataini lillahi ta’ala.

Artinya : “Aku berniat shalat sunah lidaf’il bala dua rakaat karena Allah Ta'ala.

Setelah selesai shalat sunat melafalkan doa sebanyak 3 kali, dengan lafadz doanya sebagai berikut :
Bismiillaahiirahmaaniirahiim yaa sadiidaaquwaa wa yaa sadiidaalmihaali allahumma innii a’udzuubika bikalimaatikat taammaati kullihaa minar riihil ahmari waminad daa-il akbari fin nafsi waddami wallahmi wal’udzmi wal ’uruuqi subhaanaka idzaa qhodhoita amron an taquula lahuu kun fayakuun (Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar) birrohmatika yaa arhamarrohimiin.

Artinya : “Ya Allah, dengan kalimat-Mu yang sempurna, sesungguhnya aku berlindung dari Riihil Ahmar (Angin Merah) dan dari cobaan yang besar dalam diri, dalam darah, dalam daging, dalam tulang, dan dalam setiap tetes keringat. Maha Suci Engkau (Dzat Yang) jika Engkau menghendaki sesuatu maka Engkau berkata padanya : 'Jadilah', maka jadilah. (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar), dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(Catatan : Dalam tulisan doa tersebut di atas bila ada huruf aa, ii, uu artinya panjang.)Terimakasih semoga tulisan nan singkat ini dapat bermanfaat. Dan semoga Allah melepaskan diri kita dari berbagai bala dan ujian serta bencana yang menghalangi diri kita untuk dekat kepada Allah SWT. Terutama untuk negara kita ini Semoga termasuk negara yang baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghoffur... dan umumnya Alam semesta ini.

[Dikutip, disarikan serta disusun dari berbagai sumber]
Sumber 



============================================


SHALAT SUNNAH LIDAF'IL BALA'

Bagi para ikhwan Thoriqoh Qadiriyah Naqsyabandiyah, pelaksanaan Shalat Sunnah Lidaf'il Bala' bukanlah hal yang asing. Seperti yang diajarkan Pangersa Abah Anom (Syekh Ahmad Shohibul Wafa Taajul Arifin), shalat itu dilaksanakan ba'da shalat Isya dan sebelum shalat Subuh. Jadi, ikhwan dan akhwat TQN PP Suryalaya memang sudah dibiasakan melaksanakan tugas itu dua kali dalam sehari.

Shalat Sunat Lidaf'il Bala' merupakan shalat sunnah yang bertujuan mencegah atau menolak berbagai bala dari mana pun. Karena datangnya bala itu ternyata selalu tiba-tiba dan tidak pernah memberi tahu, apalagi SMS, maka para ikhwan dan akhwat merasa perlu untuk menjalankannya secara rutin.

Khusus pada hari Rabu di setiap akhir bulan Shafar, Pangersa Abah Anom juga telah menyerukan dalam pertemuan para Wakil Talqin pada hari Rabu tanggal 25 Februari 2009 dan dilaksakan ba'da shalat Isroq, Istiadzah, dan Istikharah, sebanyak empat rakaat. Bisa dengan dua salam atau satu salam. Di setiap rakaat, kita dianjurkan membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Al-Ikhlas sebanyak lima kali, Al-Falaq sebanyak satu kali, dan surat An-Nas sebanyak satu kali sebagaimana dijelaskan dalam kitab Sunnanul Mardhiyah karya Syekh Abdul Ghouts Saefullah Al-Maslul hal 50.


Adapun kaifiat pelaksanaannya sebagai berikut :
Sebelum memulai shalat mengucapkan istighfar sebanyak 3 kali sebagai berikut :


"Astaghfirullahal ’azhiim alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaiih, taubatan ’abdin dzhoolimin la yamliku linafsihi dhorron walaa naf’aan, wala mautan, walaa hayaatan, walaa nusyuuron.” 


Artinya : “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Tegak dan aku bertaubat kepada-Nya. Taubat hamba yang zhalim, yang tidak bisa menguasai dalam dirinya kemadharatan yang ada padanya, kemanfaatannya, matinya, hidupnya, dan pada waktu dikembalikannya.”

Niat Shalat Sunnah Lidaf'il Bala':
"USHOLLI SUNNATAN LIDAF'IL BALAA'I ROK'ATAINI LILLAHI TA'ALA"


Artinya : “Aku berniat shalat sunah lidaf’il bala dua rakaat karena Allah Ta’ala.


Setelah selesai shalat sunat kemudian berdo'a sebanyak 3 kali, dengan lafadz doanya sebagai berikut :


Bismiillaahiirahmaaniirahiim, yaa syadiidaalquwwaa wa yaa syadiidaalmihaali, Allahumma innii a’udzuubika bikalimaatikat taammaati kullihaa minar riihil ahmari waminad daa-il akbari fin nafsi waddami wallahmi wal’udzmi waljuluudi wal’uruuqi subhaanaka idzaa qhodhoita amron an taquula lahuu kun fayakuun (Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar) birrohmatika yaa arhamarrohimiin.”


Artinya : “Ya Allah, dengan kalimat-Mu yang sempurna, sesungguhnya aku berlindung dari Riihil Ahmar (Angin Merah) dan dari cobaan yang besar dalam diri, dalam darah, dalam daging, dalam tulang, dan dalam setiap tetes keringat. Maha Suci Engkau (Dzat Yang) jika Engkau menghendaki sesuatu maka Engkau berkata padanya : ‘Jadilah’, maka jadilah. (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar), dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”


Kebiasaan melaksanakan shalat Lidaf'il Balaa' pada hari Rabu di penghujung bulang Safar dinukil dari kitab Al-Jawahir Khomsi (halaman 51-52) dan juga kitab Kanzunnajah. Inti pesan yang disampaikan Syekh Al-Kamil Fariduddin Sakrajanji, "Saya telah melihat dalam aurad Al-Khawaja Mu'iduddin Q.S, sesungguhnya dalam setiap tahun Allah SWT menurunkan 320.000 bala' penyakit dan seluruhnya di hari Rabu akhir di bulan Safar. Maka hari tersebut merupakan hari yang tersusah dari hari-hari yang lain dalam satu tahun".
 
 

Monday, January 7, 2013

Penyembuhan

Hari ini banyak orang pergi ke psikiater. dan mereka pikir mereka akan pulih melalui terapi dari psikolog atau psikiater. Mereka memberikan pengobatannya melalui teori dan logika. Mereka berkata,"Anda harus melakukan ini dan melakukan itu", dan kemudian memeriksa apa yang terjadi dan apakah berhasil.

Mereka melakukan diagnosis penyakit pasiennya dan menasehati. Pekerjaan psikiater adalah salah satu dari praktek yang paling sulit. karena orang yang depresi datang dengan banyak energi negatif, bukan energi positif. Dan energi itu, akan mencerminkan dirinya dan apa yang telah dia kerjakan. Seperti yang mereka katakan hari ini, dalam perang dilarang menggunakan senjata kimia, karena efeknya akan menyebar.

Demikian juga dalam dunia kedokteran ketika Anda bersin, berapa banyak virus, kuman yang keluar dari satu kali bersin. Jutaan virus keluar hanya dengan satu kali bersin. Sehingga virus tersebar dan mengenai semua orang, dan akan mempengaruhi Anda secara medis. Jika sakitnya berbahaya maka kau akan mendapatkan virus yang berbahaya dan kalian tertular penyakit itu.

Berapakah kecepatan virus menyebar melalui bersin? Seberapa cepat? Setidaknya 100mph, itulah sebabnya dianjurkan untuk tidak menutupinya, karena akan balik kembali kepada kalian penyakit yang telah dikeluarkan. Tetapi jika Anda tidak menutupinya, maka akan mengenai orang lain. Sehingga orang lain akan terpengaruh dari bersinmu. Begitu juga efek bersin dengan orang-orang yang membawa banyak energi negatif, maka akan mempengaruhi kalian secara spiritual.

Seperti seseorang yang duduk dengan pandai besi selama satu jam, maka setidaknya dia mendapat beberapa percikan api yang akan membakar kaki dan pakaiannya sehingga tubuh berbau tidak enak. Dan jika kau pergi ke tukang parfum, maka kalian akan mendapatkan bau yang wangi. Demikian juga duduk dengan Awliyaullah, maka kalian akan mendapatkan wangi yang baik untuk spiritual kalian.

Sebaliknya duduk dengan orang-orang buruk, maka kau mendapatkan energi yang buruk. Demikianlah mereka yang depresi dan bermasalah pergi ke psikiater. dan mereka membuang semua energy negatif pada psikitaer atau psikolog, dan akhirnya para psikitaer menemukan dirinya sangat lelah pada akhir praktek ketika mereka pulang. Dia mendengarkan keluhan mereka dan setengah dari apa yang mereka katakan adalah imajinasi saja.

Para Syaikh, para Wali Allah adalah para ahli jiwa, mereka adalah psikolog dan psikiater dan mereka mendengarkan orang-orang yang depresi dan menderita ini.

Tetapi ada para penyembuh palsu, orang yang mengaku sebagai Syaikh, padahal dia tidak memiliki otoritas sebagai Syekh atau diberikan izin oleh Syaikh. Mereka yang tidak memiliki otoritas, mereka menggunakan dzikir Asmaul Husana, Nama Indah Allah dan AtributNya di tempat yang salah atau menggunakan ayat Al-Quran ditempat yang salah, maka pasien mereka bukannya sembuh malah akhirnya menjadi gila.

Demikian juga psikolog dan psikitar yang tidak memiliki ilmu yang lengkap, maka akan seperti itu, demikian juga dengan dokter, juga sama akibatnya. Kekuatan mereka akan hilang.

Para Wali Allah dan Syaikh kami mengajarkan bahwa segera setelah Anda membacakan ayat quran atau asmaul husna pada seseorang yang menderita depresi, maka kalian harus menyalurkan keluar energi buruk mereka, jangan kalian simpan dan telan. Seperti stop kontak berkaki tiga dimana ada arde untuk pentanahan yang berfungsi mengalirkan energi negatif kebumi. Dua kaki terhubung dengan Syekh dan kaki ke 3 adalah penetral dimana Syaikh menyalurkan ke bumi. Anda harus menyalurkannya dan bukan membawanya, karena akan sangat berat dan setelah beberapa saat anda juga akan menderita sakit.

Anda harus segera menyalurkan udara energi buruk itu ketanah, jika Anda tidak menyalurkannya dan tetap membawa energy negatif, maka satu demi satu akan bertambah dan mulai mempengaruhi kehidupan Anda, bahkan meskipun Anda adalah seorang Syaikh anda dapat jatuh sakit.

Jadi kalian harus sangat berhati-hati dengan siapa kalian mengambil pengobatan tersebut, darimana dia dan apakah ia memiliki saluran keluar sebagai arde pentanahan atau tidak. Jika ia tidak memiliki saluran untuk mengeluarkan energi negatif itu maka kita akn jatuh sakit akibat energi negatif dari orang-orang yang datang. (Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani qs, 5 Januari 2013)

 
Saya melihat banyak psikiater datang ke Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani qs, dan mereka mengatakan kami menghadapi banyak masalah. Ada banyak masalah berat yang dibawa para pasiennya dan akhirnya menjadi beban yang berat bagi mereka. Kemudian Mawlana Syaikh Nazim qs akan memberikan wirid atau dzikir kepada para psikiater untuk melindungi mereka dari enerji buruk dan agar mereka tetap dapat memilki kekuatan dan kesahatan.

Mawlana Syaikh Nazim qs menasehati bahwa yang paling utama adalah setelah kalian mengobati pasien dan ketika Anda pulang ke rumah di malam hari, mandi dan berwudhu, kemudian salat dan berdoa. Kemudian apa pun beban yang kalian dapat setelah mengobati pasienmu kirim ke Mawlana Syaikh Nazim qs, jika kalian merupakan murid beliau. Atau jika kalian tidak memiliki Syaikh, kalian dapat mengirim bebanmu berdoa kepada Allah swt atau kepada Nabi (saw) dengan memohon pertolongannya.

Seperti sebuah stop kontak dengan tiga colokan dimana yang ketiga adalah arde pentanahan (seperti banyak dinegara barat), demikian juga energi buruk dari pasien jangan kalian bawa tetapi disalurkan melalui 1 kaki arde dan 2 kaki disalurkan ke Syaikh.

Saya tahu banyak para penyembuh spiritual yang bertanya kepada saya doa untuk penyembuhan. Mereka harus menyalurkan energi negatif ke tanah. Jika kalian tidak memiliki garis penetral ini, maka energi buruk itu akan mengambil semua kekuatanmu.

Shaykh adalah garis penetral tersebut. Ketika kau mendapatkan arus enerjinya, maka Syaikh bisa mengambilnya dan membuangnya. Semoga Allah menjaga kita di pintu para Syaikh dan semoga Allah memanjangkan umur dan kesehatan Mawlana Syaikh Nazim qs dan memberkatinya, Amin Fatihah. (Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs, 5 Januari 2013).

Sayyidina Ali (ra)


Sayyidina Ali (ra)
Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani qs
14 Desember 2012    Burton, Michigan




Khotbah Jumat di As-Siddiq Institute and Mosque


Alhamdulillah, alhamdulillahii nasta`iinuhu wa nastaghfiruhu was nastahdiihi wa na`uudzuu billaahi min syuruuri anfusinaa wa sayyiaati `amaalinaa wa nasyadu an laa ilaaha illa-Llah, wahdahu laa syariika lah, wa nasyadu anna Muhammadan `abduhu wa habiibuhu wa rasuuluh...
ayyuha ’l-mu’minuun al-hadhiruun.

إِنَّ اللّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَواْ وَّالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ


Ittaqullaha wa athi`uuh. Inn Allah ma`a ‘Lladzina at-taqaw wa ‘Lladzina hum muhsinuun.
Wahai orang-orang yang beriman!  Bertakwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (Surat an-Nahl, 16:128)

Wahai Mukmin!  Nabi (saw) tidak meninggalkan apapun tanpa beliau (saw) jelaskan, dan beliau (saw) membimbing kita melalui para Sahabatnya (ra), khususnya Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra), Sayyidina `Umar (ra), Sayyidina `Utsman (ra) dan Sayyidina `Ali (ra).

Nabi (saw) bersabda,

أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم

Ash-haabii ka 'n-nujuum bi ayyihim aqtadaytum ahtadaytum.
Sahabatku bagaikan bintang-gemintang (di malam yang gelap); siapapun yang kalian ikuti, kalian akan terbimbing.
(`Abd ibn Humayd, ad-Daraqutnii, ibn `Adiyy, ibn `Abd al-Barr, dengan sanad yang tidak sahih, tetapi maknanya sahih.)

Bergunung-gunung ilmu dan tidak ada seorang pun yang mampu memahami Nabi (saw) sebagaimana keempat khalifah ini.  Nabi (saw) menjadikan Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra) yang menemaninya ketika hijrah dari Mekah ke Madinah, dan beliau (saw) berkata bahwa iman Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra) adalah lebih besar daripada semua Sahabat (ra).  Dan mengenai Sayyidina `Umar (ra), Nabi (saw) bersabda, “Jika setelahku masih ada nabi, maka `Umar-lah yang akan menjadi nabi itu.”  Dan Sayyidina `Utsman (ra) disebut sebagai “Dzi 'n-Nurayn,” Penerima Dua Cahaya, karena beliau menikah dengan dua di antara putri-putri Nabi (saw).  Beliau juga menyusun Kitab Suci al-Qur’an dan menempatkan setiap ayat di posisinya masing-masing.  Dan untuk Sayyidina `Ali (ra), yang merupakan topik dari khotbah Jumat hari ini, Nabi (saw) bersabda,

أنا مدينة العلم و علي بابه

Anaa madinatu 'l-`ilmi wa `Aliyyun baabuha.
Aku adalah kotanya ilmu dan `Ali adalah pintu (atau gerbangnya). (al-Haakim, Tirmidzi)

Allah (swt) telah mengaruniai Sayyidina `Ali (ra) dengan banyak hal.  Diriwayatkan oleh Sayyidina `Ali (ra) di dalam Sahih Bukhari:


عن علي قال : أنا أول من يجثو للخصومة بين يدي الرحمن يوم القيامة قال قيس وفيهم نزلت هذان خصمان اختصموا في ربهم قال هم الذين بارزوا يوم بدر علي وحمزة وعبيدة وشيبة بن ربيعة وعتبة بن ربيعة والوليد بن عتبة

Anaa awwala man yajtsuu’l-khusuumata bayna yadaayi ’r-rahmaana yawm al-qiyamah. Qaala Qays wa fiihim nazalat haadzaan khashmaan ‘khtashamuu fii rabbihim. Qaala humu’Lladziina baarazoo yawma badrin: `aliyyin wa hamzata wa `ubaydata wa syaybata bin rabi`ata wa `utba bin rabi`ayata wa’l-waliid ibn `utba.

Nabi (saw) bersabda, “Aku akan menjadi yang pertama di antara Tangan ar-Rahmaan pada Hari Kiamat.

Pada saat itu, Allah (swt) akan memberinya kekuatan syafaat untuk membantu manusia.  Ibn `Asakir (ra) menyebutkan bahwa Sayyidina `Ali (r) telah disebutkan di dalam kitab suci al-Qur’an lebih banyak daripada yang lainnya dan lebih dari 300 ayat diturunkan mengenai beliau, itu artinya Sayyidina `Ali (ra) adalah seseorang yang dimuliakan oleh Allah!  Bagaimana tidak, beliau adalah menantu Nabi (saw) dan merupakan salah satu dari ulama besar yang Allah kirimkan bagi manusia, karena setelah Nabi Muhammad (saw) tidak ada lagi nabi lainnya.  Sayyidina `Ali (r) adalah salah satu `ulama, ‘ar-Rabbaniyyuun,’ ulama-ulama besar yang muncul setelah Nabi (saw).

Umm Salama (ra) meriwayatkan dari Nabi (saw), “Sayyidina `Ali (ra) bersama kitab suci al-Qur’an dan al-Qur’an bersama Sayyidina `Ali (ra),” artinya beliau membawa al-Qur’an sepenuhnya di dalam kalbunya, bukan seperti kita membaca kitab suci al-Qur’an, tetapi beliau dapat mengekstrak makna dari setiap ayat al-Qur’an, dan dari setiap kata dan huruf, beliau dapat mengekstrak maknanya.  Kalian mungkin bertanya, “Bagaimana beliau dapat mengekstrak makna dari sebuah kata?”  Ada banyak huruf di dalam kitab suci al-Qur’an yang memulai beberapa surat dan huruf-huruf itu merupakan kode.

Demikian pula, setiap ayat dan setiap kata di dalam al-Qur’an mempunyai kode-kode dan Sayyidina `Ali (ra) mampu mengekstrak rahasia-rahasia itu.  Kini kalian mempunyai kode untuk kartu plastik yang kalian gunakan di mesin-mesin ATM.  Serupa dengannya, huruf-huruf ini adalah kode-kode rahasia yang Allah (swt) turunkan kepada Nabi (saw), yang kemudian menurunkannya kepada beberapa Sahabatnya dan kita tahu bahwa Sayyidina `Ali (ra) adalah salah satu yang dapat mengekstrak makna dari huruf-huruf itu.

Suatu ketika orang bertanya kepada Sayyidina `Ali (ra) mengenai `ilm dan beliau berkata,

العلم يرفع الوضيع والجهل يضع الرفيع.

Al-`ilmu yarfa`u 'l-wadhii` wa 'l-jahl yadha`u 'r-rafii`
Ilmu akan mengangkat mereka yang berada di derajat yang rendah.

Ketika kalian mempelajari ilmu duniawi, bahkan jika kalian berasal dari keluarga yang sangat miskin atau dari keluarga yang tidak memenuhi tugasnya dalam melaksanakan Syariah, dan setiap orang melihat kalian seolah-olah kalian berasal dari keluarga kelas bawah, tetapi bila kalian mempunyai ilmu, maka tidak ada orang yang dapat berkata apa-apa.  Kalian dapat menjadi seorang profesor, dan tak seorang pun yang dapat bicara buruk mengenai keluarga kalian, karena Allah (swt) mengangkat mereka dari kelas bawah ke kelas yang lebih tinggi.  Jadi bagaimana menurut kalian mengenai seseorang yang mempunyai ilmu tentang Islam dan hakikat, di mana Nabi (saw) bersabda, “Aku adalah kotanya ilmu dan Sayyidina `Ali (ra) adalah pintunya.” Ini artinya tidak ada seseorang yang dapat memberikan ilmu seperti yang diberikan oleh Sayyidina `Ali (ra) dan tidak ada yang dapat menyerupainya!

Sayyidina `Ali (ra) berkata:
Kebodohan dan kesombongan akan menjatuhkan derajat seseorang.
Itu artinya ilmu mengangkat kalian dan kebodohan menjatuhkan kalian.

Sayyidina `Ali (raw) berkata:
العلم خير من المال

Al-`Ilm khayrun min al-maal.
Ilmu lebih baik daripada uang.

Suatu hari kalian akan mati dan tidak membawa apa-apa bersama kalian.  Di masa dulu, sebuah rumah dari tanah liat dianggap sebagai istana, sementara yang lain mempunyai rumah dari jerami; tetapi sekarang mereka tidak bisa menerima hal itu karena mereka menginginkan rumah-rumah yang bagus; namun demikian pergilah ke Afrika dan kalian masih dapat menemukan rumah-rumah dari tanah liat atau pergilah ke Siprus dan kalian akan melihat bahwa bahkan rumah Mawlana Syekh Nazim (q) pun dibuat dari tanah liat!  Itu adalah rumah yang sederhana dan sekarang orang-orang menginginkan istana karena mereka penuh dengan Setan jika mereka tidak mengikuti Syari`atullah.  Rumah-rumah dari tanah liat adalah rumah yang penuh kedamaian dan menentramkan dan ketika kalian tinggal di sana, kalian tidak mempunyai sifat sombong di dalam hati kalian, karena kalian tinggal di rumah yang sederhana, sementara orang yang tinggal di rumah yang besar mungkin berkata, “Aku lebih baik dari yang lain, aku kaya.”

Jadi Sayyidina `Ali (ra) berkata, “Ilmu lebih baik daripada kekayaan,” karena kalian tidak bisa membawa kekayaan kalian ke dalam kubur tetapi ilmu adalah sesuatu di mana orang dapat mempelajarinya dan itu adalah Shadaqat al-Jariyyah, amal yang pahalanya terus mengalir, sebagaimana Nabi (saw) bersabda,
Amal dari anak cucu Adam terputus kecuali tiga:

1) Shadaqah al-Jariyyah, (misalnya membangun sebuah masjid, rumah bagi anak yatim, rumah sakit, dll);

2) Anak yang saleh, yang berdoa bagi kalian dan ketika anak itu mengucapkan, “Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim,” pahala mereka dalam membaca kitab suci al-Qur’an akan tertulis bagi kalian di dalam kubur; dan

3) ilmu yang bermanfaat bagi manusia.

Jadi untuk meninggalkan ilmu yang bermanfaat adalah dengan cara belajar dan mengajarkan orang lain, bukannya belajar lalu menyimpannya untuk diri sendiri.  Syariah memerintahkan kita untuk mengajarkan apa yang kita ketahui dan bukannya menyimpannya untuk diri sendiri.

Sayyidina `Ali (raw) berkata, “`Ilm lebih baik daripada uang.”  Uang harus dijaga, kalian selalu melihat pada kotak penyimpanan uang atau khawatir apakah bank yang menyimpan deposit kalian aman, dan berbagai isu-isu lain yang masuk ke dalam pikiran kalian.  Kalian menjaga uang kalian.  Apa yang beliau katakan?  “Ilmu akan menjaga kalian agar selamat, sementara kalian harus menjaga uang kalian,” jadi di lain pihak, ilmu akan menjaga kalian agar tetap selamat.  Al`ilmu haakiman, “Ilmu akan memegang kendali,” dan seseorang dengan ilmu akan mampu memberi penilaian, meskipun tanpa uang.

Dan kita akan akhiri dengan yang satu ini.


قصم ظهري رجلان عالم متهتك وجاهل متنسك

qashurra zhahri rajulaan, `aalimu mutahattik wa jaahilun mutanassik
Dua tipe manusia yang mematahkan punggungku, seorang ulama yang bangga dan kasar terhadap orang dan seorang bodoh yang zuhud.

Tipe terakhir seperti orang yang dengan malas duduk di sudut hanya mengingat Allah.  Tetapi Allah ingin agar hamba-hamba-Nya untuk menolong, untuk bekerja dan menjadi baik, bukannya untuk duduk di sudut, menjadi orang yang malas, dan mengulurkan tangannya untuk meminta-minta!

Tipe pertama adalah seorang yang `alim, yang berilmu tetapi ia bangga terhadap dirinya.  Ia akan membuat orang lari darinya, karena ia sombong; dan orang yang duduk di sudut, di mana orang mengira ia seorang wali besar dan `alim, membuat orang menyimpang dari Jalan Syariah dan mengikuti jalannya.  Jadi, orang harus sangat berhati-hati, dan Sayyidina `Ali (ra) tidak mengatakan sesuatu tanpa alasan, beliau mengatakan itu sebagai suatu peringatan!

Ilmu adalah reservoir bagi peradaban, bukannya peradaban seperti yang mereka definisikan sekarang, bukannya dunia yang sekarang, yang membawa kita entah ke mana.  Orang-orang terdahulu adalah orang-orang ‘beradab’ karena mereka mempunyai ilmu tentang akhirat dan mereka semua dijanjikan Surga.  Semua Sahaabah (ra) akan masuk Surga, jadi kita harus mengikuti jejak mereka!

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Qul in kuntum tuhibbuuna 'Llaaha fattabi`uunii yuhbibkumullaahu wa yaghfir lakum dzunuubakum w 'Allaahu Ghafuuru 'r-Rahiim.
Katakanlah (wahai Muhammad), "Jika engkau (sungguh) mencintai Allah, maka ikutilah aku! Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surat Aali-`Imraan, 3:31)

Kini, banyak praktik di Barat yang berasal dari Islam tetapi kita tidak menggunakannya, misalnya kebebasan untuk bicara dan kebebasan beragama.  Nabi (s) memberi kebebasan kepada kaum Yahudi dan Nasrani selama bertahun-tahun di Madinah dan beliau (s) berusaha untuk membangun perdamaian dan hubungan yang baik, sebagaimana Allah (swt) berfirman,

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

W `atasimuu bi hablillaahi jamiyy`an wa laa tafaraquu.
Berpegang teguhlah pada Tali Allah dan jangan bercerai-berai. (Surat Aali-`Imraan, 3:103)

Wahai Muslim! Tugas Islami kita adalah menjaga perdamaian, menuntut ilmu dan bersikap tawaduk.

Wa min Allahi 't-tawfiiq, bi hurmati 'l-habiib, bi hurmati 'l-Fatihah.

http://www.sufilive.com/Sayyidina_Ali_r_-4731.html

Kekuatan Tasbih dan Aayaat asy-Syifaa

Kekuatan Tasbih dan Aayaat asy-Syifaa
Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani qs
7 Desember 2012   Burton, Michigan



Khotbah Jumat di Masjid As-Siddiq


Wahai Muslim dan Mukmin!  Allah (swt) menciptakan segala sesuatu dan memerintahkan mereka untuk bertasbih, artinya mengucapkan, “SubhaanAllah wa ‘l-hamdulillah wa laa ilaaha illa-Llah Allahu Akbar,” atau pujian apapun kepada Allah (swt) melalui Asmaul Husna wal Sifat-Nya.

Allah (swt) berfirman,

أَنَا جَلِيْسُ مَنْ ذَكَرَنِي


Anaa jaliisu man dzakaranii.
Aku duduk bersama orang yang mengingat-Ku. (Ahmad, Bayhaqi)
Jadi, mengingat Allah (swt) secara terus-menerus merupakan suatu keharusan setiap saat dalam kehidupan kita!  Allah (swt) membuat segala sesuatu bertasbih dan keberadaan setiap elemen atau unsur adalah melalui tasbihnya, dan tidak ada yang mengetahui (tasbihnya) kecuali unsur itu sendiri.  Demikian pula, Allah (swt) menciptakan kita dari berbagai unsur di dalam tubuh kita, masing-masing melakukan tasbihnya sendiri dan melakukan fungsinya di dalam tubuh melalui tasbih itu.  

Tetapi kita berjuang melawan kejahatan, berjuang untuk melalukan yang baik dan menghindari yang buruk, dan karena kita berada di tempat transisi itu, kita tidak dapat mendengar tasbih dari tubuh kita (yang secara konstan mengingat Allah).  Ketika salah satu bagian tubuh sedang sakit, itu disebabkan adanya perubahan di dalam tasbihnya yang membuatnya sakit, dan untuk menyembuhkannya, kalian harus mengubah tasbihnya, untuk menghilangkan penyakit itu dari tubuh.  Nabi (saw) menyebutkan tentang ruqya, tawiiz, hijab, atau apapun kalian ingin menyebutkannya, yaitu untuk dibaca dan Aayaat asy-Syifaa’, enam ayat di dalam kitab suci al-Qur’an untuk menyembuhkan penyakit.[1]

Nabi (saw) bersabda bahwa Surat al-Fatihah limaa quriyat lah, “Surat al-Fatihah dibaca untuk apa saja, ia akan menyembuhkan yang sakit,” dan membuat panjang umur melalui tasbih itu, yang kita lakukan (tanpa sengaja) dan kita tidak merasakannya. Kita katakan bahwa tubuh kita bertasbih karena segala sesuatu di alam semesta ini bertasbih dan kita adalah bagian dari alam semesta ini, sebagaimana firman Allah (swt) di dalam kitab suci al-Qur’an:
وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدَهِ

Wa in min syay'in illa yusabihu bihamdih.
Dan tidak ada apapun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya! (Surat al-'Israa, 17:44)
Segala sesuatu bertasbih, tetapi kita tidak bisa memahami atau mendengarnya karena nafsu fisik kita, nafs/ego menguasai kita di dunia dan kekuasaannya mengalahkan sisi baik kita.  Allah (swt) ingin agar kita keluar dari kekuasaan ego yang buruk dan mengubahnya menjadi penguasaan oleh sisi baik kita.
Bukti bagi hal ini ada di dalam hadits dari Abu Dzarr al-Ghifar (ra):
في حديث أبي ذر قال تناول رسول الله صلى الله عليه وسلم سبع حصيات فسبحن في يده حتى سمعت لهن حنينا ثم وضعهن في يد أبي بكر فسبحن ثم وضعهن في يد عمر فسبحن ثم وضعهن في يد عثمان فسبحن أخرجه البزار والطبراني في الأوسط وفي رواية الطبراني فسمع تسبيحهن من في الحلقة وفيه ثم دفعهن إلينا فلم يسبحن مع أحد منا

Tanawala an-Nabi (saw) saba` hashaayaat, fa sabahna fi yaddih, hatta sami`ta lahu haniinan, tsumma wadha`hunna fii yad Abi Bakrin fasabihna tsumma wadh`ahunna fii yad `Umar fasabahna tsumma wadha`ahunna fii yadi `Utsmaan fa sabahna fasama`a tasbiihihinna man fi’l-halaqata wa fiihi tsumma dafa`hunna ilaynaa falam yusabihna ma` ahadun minnaa.

Nabi (saw) mengambil tujuh butir batu, hasaayaat dengan tangan sucinya, dan mereka (batu-batu itu) bertasbih, mengagungkan Allah (swt) di tangannya, dan kami dapat mendengar tasbih mereka. Aku mendengar suaranya yang merdu dengan kerinduan (dengan kecintaan pada Nabi [saw] dan kerinduan dengan kecintaan pada Allah [swt]).

Kalian lihat bagaimana mereka dulu hidup?  Tidak seperti sekarang, kita duduk dan salat di atas karpet lalu kalian melangkah keluar dan melihat rumput yang dipangkas rapi dan jalan yang bagus aspalnya.  Dulu hanya ada jalan kecil dan gang di antara rumah-rumah, dan semuanya dipenuhi kerikil kecil.  Nabi (saw) duduk bersama para Sahabat dan beliau (saw) mengambil tujuh butir batu dari lantai, yang artinya beliau (saw) sedang duduk di suatu tempat, mungkin di sebuah rumah, dan tidak ada apa-apa (di bawah mereka) kecuali kerikil.  Apakah kalian duduk di atas kerikil sekarang?  Kaki kalian akan terasa nyeri, tetapi mereka duduk di atas kerikil!
Dan Allah (swt) berfirman bahwa segala sesuatu bertasbih, tetapi kalian tidak dapat mendengarnya, tetapi ketika batu-batu itu berada di dalam tangan yang suci (dari Nabi (saw)), para Sahabat (ra) dapat mendengarnya!
Batu-batu itu bukan hanya memuji Allah (swt) dan bertasbih, tetapi mereka juga merindukan Nabi (saw), untuk berada di tangannya, bukan di lantai.  Dan setiap sel dari tubuh kita juga bertasbih, tetapi kita terhalang untuk mendengar tasbih mereka dan oleh sebab itu kita perlu bekerja untuk membersihkan diri kita dari segala gangguan yang membuat kita tidak bisa mendengar tasbih batu-batuan atau tubuh kita.
Dan hadits itu berlanjut:
Kemudian beliau (saw) meletakkan ketujuh batu itu ke tangan Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra) dan mereka memuji Allah (swt) di tangan Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra).

Ia mengetahui karena ia mendengar tasbih di tangan Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra), tetapi ia tidak mengatakan bahwa mereka ‘rindu’.  Kerinduan itu adalah adab, artinya batu-batu itu juga mempunyai adab!  Kita harus belajar tentang adab, artinya ketika Nabi (saw) hadir, pandangan kalian hanya tertuju pada Nabi (saw), bukan yang lain di dalam masjid atau majelis itu.  

Jadi adab di dalam sebuah masjid adalah ketika guru telah hadir, kalian tidak berhak untuk memandang orang lain, kalau tidak kalian akan mengganggu pelajaran bila kalian melihat seseorang yang datang ke pintu.  Oleh sebab itu, ketika guru kalian sedang memberi pelajaran, kalian tidak boleh memandang yang lain, bahkan ke arah pintu.  Batu-batu tadi memperlihatkan kerinduannya ketika mereka berada di tangan Nabi (saw), tetapi ketika berada di tangan Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra) mereka bertasbih, tetapi tidak mempunyai kerinduan.

Kemudian beliau (saw) meletakkannya ke tangan Sayyidina `Umar (ra), dan serupa halnya, mereka juga bertasbih dan beliau (saw) meletakkannya ke tangan `Utsmaan (ra), dan serupa juga mereka bertasbih memuji Allah (swt).”  (Bazzaar dan at-Tabarani).

Ia tidak mengatakan jenis tasbihnya, barangkali ‘subhaanAllah’ atau ‘alhamdulillah’ atau ‘laa ilaaha illa-Llah’ atau ‘Allahu Akbar.’
Dan dalam riwayat yang lain, hadits itu berlanjut:
Pada saat itu semua orang yang berada di sekeliling itu dapat mendengar tasbih (batu-batu itu).  Lalu Nabi (saw) mengambilnya dari tangan Sayyidina `Utsmaan dan memberikannya ke tangan seorang Sahaabah, tetapi tidak ada yang dapat mendengar tasbih mereka saat itu dan mereka tidak bertasbih dengan suara keras ketika diletakkan di tangan Sahabat yang lain.

Jadi batu-batu kerikil itu melakukan tasbih dengan suara keras ketika berada di tangan Nabi (saw), Sayyidina Abu Bakr ash-Shiddiq (ra), Sayyidina `Umar (ra) dan Sayyidina `Utsmaan (ra), kemudian ketika Nabi (saw) meletakannya ke tangan Sahabat yang lain, mereka tidak bersuara.  Sayyidina `Ali (ra) tidak hadir pada saat itu.  Karena kita bukan Sahabat dan mereka pun tidak bisa mendengar lagi suara tasbihnya, bagaimana kita bisa mendengar tasbih dari tubuh kita?  Ada masalah di sini: kita tidak bisa mendengar.  Jadi untuk mengatasi masalah itu, kita harus melakukan tasbih dalam hati (diam) dan dengan lidah (suara keras) karena dengan demikian Allah akan mengaruniai tubuh kalian untuk lebih banyak bertasbih dan secara perlahan Allah akan membukakan bagi kita untuk dapat mendengarnya!  Itulah sebabnya Nabi (saw) bersabda bahwa Allah (swt) berfirman,

من عادا لي وليا فقد آذنته بالحرب

Man `adaa lii waliyyan faqad aadzantahu bi ’l-harb.
Barang siapa yang menentang wali-Ku, Aku nyatakan perang terhadapnya. (Hadits Qudsi; Bukhari dari Abu Hurayrah)

Dan Allah (swt) berfirman:
عن ‏ ‏أبي هريرة ‏ ‏قال ‏‏قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏إن الله قال ‏ ‏من عادى لي وليا فقد ‏ ‏آذنته ‏ ‏بالحرب وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه وما يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي بها وإن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه وما ترددت عن شيء أنا فاعله ترددي عن نفس المؤمن يكره الموت وأنا أكره مساءته ‏
ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره
الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها ورجله التي يمشي بها،

Man `adaa lii waliyan faqad aadzantahu bi ’l-harb wa maa taqarraba ilayya `abdii bi-syayy’in ahabba ilayya mimmaa ’ftaradhtu `alayhi wa maa yazaalu `abdii yataqarabu ilayya bi’ n-nawaafil hatta uhibbah. Fa idzaa ahbaabtahu kuntu sama`uhulladzii yasma`u bihi wa basharahulladzii yubshiru bihi, wa yadahulladzii yabthisyu bihaa wa rijlahullatii yamsyii bihaa.

Barang siapa menentang seorang Wali-Ku, sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya.  Dan hamba-Ku tidak akan berhenti mendekati-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Kuwajibkan atas mereka, dan hamba-Ku tidak akan berhenti mendekati-Ku melalui ibadah sunnah (nawafil) sampai Aku mencintainya.  Ketika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia melakukan sesuatu, dan kakinya yang dengannya ia berjalan (dan dalam versi lain termasuk juga, “dan lidahnya yang dengannya ia berbicara”). (Hadits Qudsi, Bukhari)

Jadi, jika kita melakukan tasbih lebih banyak secara sukarela, kita akan mencapai level itu.
Dan di dalam hadits lain dari Imam Bukhari sebagaimana diriwayatkan oleh Ibn Mas`uud:

كنا نأكل مع النبي صلى الله عليه وسلم الطعام ونحن نسمع تسبيح الطعام

Kunna naakul ma` an-Nabi (saw) ath-tha`am, wa nahnu nasma` tasbiih ath-tha`m.
Kami duduk dengan Nabi (saw) untuk makan dan kami mendengar makanan itu bertasbih dan bershalawat atas Nabi (saw).
Meskipun ia dimasak dalam api, makanan itu tetap bertasbih!  Jika dipanaskan dengan api, ia terbakar, dan jika dididihkan seluruh rasanya akan berubah, tetapi ia tetap bertasbih.  Jadi bagaimana dengan tubuh kita?  Apakah mereka bertasbih?  Ya, tetapi kita tidak mendengarnya.  Jadi semoga Allah (swt) mengampuni kita dan memberkati semua Mukmin dan Muslim di seluruh dunia, apapun latar belakang mereka.
(Du`a.)
(Salaat al-Jumu`ah.)
http://sufilive.com/The_Stones_Made_Tasbeeh-4726.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...