Thursday, September 27, 2012

Sholawat Fatih

Assalamu'alaykum wr.wb,

Sebagaimana tadi malam (26 sept 2012) Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q) telah memberi ijazah kepada kita semua untuk membaca Shalawat al-Fatih, barusan di Permata Hijau beliau kembali mewasiatkan kepada kita agar mendawamkan (menja
lankan dengan teratur secara rutin) pembacaan Shalawat al-Fatih 7x pada pagi hari dan 7x pada sore hari menjelang malam, ditambah zikir Hasbunallah wa ni'mal Wakiil 100x setiap hari. Insya Allah semua beban akan menjadi ringan, dan yang sempit menjadi lapang, yang sulit akan menjadi mudah, dan masalah kita akan berlalu. Demikianlah pesan Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q).

Shalawat al-Fâtih :

Allâhumma shalli `alâ Sayyidinâ Muhammadini ‘l-fâtihi limâ ughliq, wa ‘l-khâtimi limâ sabaq, nâshiri ‘l-haqqi bi ‘l-haqq, wa ‘l-hâdî ilâ shirâthika ‘l-mustaqîm, wa `alâ âlihi haqqa qadrihî wa miqdârihi ‘l-`azhîm.
Foto: Assalamu'alaykum wr.wb,

Sebagaimana tadi malam Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q) telah memberi ijazah kepada kita semua untuk membaca Shalawat al-Fatih, barusan di Permata Hijau beliau kembali mewasiatkan kepada kita agar mendawamkan (menjalankan dengan teratur secara rutin) pembacaan Shalawat al-Fatih 7x pada pagi hari dan 7x pada sore hari menjelang malam, ditambah zikir Hasbunallah wa ni'mal Wakiil 100x setiap hari. Insya Allah semua beban akan menjadi ringan, dan yang sempit menjadi lapang, yang sulit akan menjadi mudah, dan masalah kita akan berlalu.   Demikianlah pesan Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q).

Shalawat al-Fâtih :
 
Allâhumma shalli `alâ Sayyidinâ Muhammadini ‘l-fâtihi limâ ughliq, wa ‘l-khâtimi limâ sabaq, nâshiri ‘l-haqqi bi ‘l-haqq, wa ‘l-hâdî ilâ shirâthika ‘l-mustaqîm, wa `alâ âlihi haqqa qadrihî wa miqdârihi ‘l-`azhîm.

Tokoh Pendiri Ponpes Lirboyo Kediri

Tokoh Pendiri Ponpes Lirboyo Kediri



Beliau tokoh pigur pendiri Pon-Pes Lirboyo kediri. Foto yang kiri Almagfur KH.Marzuqi Dahlan beliau adalah penerus pengasuh Pondok pesantren Lirboyo.Dengan ilmu yg bgtu dlm dan luas,tindk tanduk bliau yg tenang dan bersahaja,bliau hmpir tdak mnunjukan seorang alim alamah. Wajah bliau adalah cerminan kesejukan dan kdamain lingkungan sungai Brantas,tempat bliau lahir dan di besarkan.

Dan yang tengah almaghfur KH Abdul Karim pendiri pondok Pesantren Lirboyo Kediri.di desa Diangan.kawedanan Mertoyudan.Walaupun letaknya agak terpencil di wilayah selatan magelang,akhirnya tempat pengasingan dan basis terakhir laskar Pangeran Diponegoro itu terjamah pula.Disinilah,pada tahun 1856 M.KH Abdul Karim dilahirkan.Saat cengkraman penjajah masih sangat kuat,kemungkaran menginjak-injak yg hak,kebodohan dan kesengsaraan bgtu lekat.Suasana yg bgtu mngirngi lahirnya tokoh besar,seakan memberi isyarat tokoh inilah yg kelak menegakan yg hak dan menghilngkn kemungkran.


Dan foto yg sebelah kanannya adalah KH Mahrus Aly. Di Gedongan inilah,pada tahun 1906 M.beliau KH Mahrus Aly dilahirkan dri seorang ayh brnma KH Aly bin Abdul Aziz dan seorang ibu bernama Hashinah binti Sa'id.

Bagaimana Ajaran Nabi SAW mengenai cinta?


Bagaimana Ajaran Nabi SAW mengenai cinta?
 
 














Sehubungan dengan Maulid Nabi (saw), apa dan bagaimana Rasulullah (saw) mengajarkan kita mengenai cinta, dan bagaimana kita mengikuti ajarannya dalam konteks cinta menurut ajaran Sufi?

Jawaban oleh Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q):

Jika kita mencintai Nabi (saw), kita akan memberinya posisi tertinggi yang dapat kita berikan. Jadi bagaimana menurut Anda dengan Allah (swt), Yang menciptakan Muhammad (saw)? Di dalam setiap makhluk pasti ada cahaya Muhammad (saw), kalau tidak, makhluk tersebut tidak akan muncul. Mereka yang mencintai Sayyidina Muhammad (saw) akan bersama beliau (saw)!

Wahai para pencinta Nabi (saw)! Hal termanis yang dapat Anda bicarakan adalah tentang cinta; tidak ada yang lain kecuali cinta. Seluruh dunia adalah berdasarkan cinta: Sayyidina Adam (as) mempunyai cinta terhadap Ummi Hawa (as) dan Hawa (as) mempunyai cinta terhadap Adam (as).

Musuh cinta adalah Iblis, karena ia ingin agar segala sesuatu menjadi buruk bagi Nabi (saw) dan bagi Sayyidina Adam (as). Ia ingin agar menjadi yang paling diterima dalam pandangan Allah (swt)! Itulah sebabnya ia tidak mau melakukan sujud terhadap Sayyidina Adam (as). Para malaikat bersujud kepada Adam (as) karena mereka mematuhi Allah (swt) dan mereka dapat melihat cahaya Muhammad (saw) pada kening Sayyidina Adam (as).

Kita berada di bulan Maulid, dan mereka yang mengerti bahasa Arab dapat memahami betapa para awliyaa memuji Nabi (saw) di dalam qasidah-qasidah mereka.

Cinta merupakan kunci bagi keimanan kita, dan Maulid an-Nabi (saw) merupakan kunci untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap Sayyidina Muhammad (aws). Cinta adalah untuk selalu memikirkan sang kekasih. Merayakan Maulid, merupakan sebuah jalan untuk lebih dekat terhadap Nabi kita (saw) karena kita mengaitkan peristiwa kelahirannya, kemudian mengaitkan bagaimana beliau dibesarkan dan bagaimana beliau menjadi seorang manusia yang sempurna di masa jahiliyah.

Kemudian kita mengingat bagaimana Allah (swt) mengutusnya kepada umatnya dan bagaiamana beliau menghadapi perjuangan yang berat untuk membawa risalah Qur'an yang suci; risalah Keesaan Ilahi dan risalah tentang martabat manusia.

Nabi (saw) bersabda kepada seorang Badui yang memanggilnya dari pintu masjid ketika beliau sedang menyampaikan khotbah Jumat dan bertanya, "Kapankah Hari Kiamat itu?" dan Nabi (saw) bertanya kepadanya, apa yang telah ia siapkan untuk hari itu? Dan orang Badui itu menjawab, "Aku tidak mempersiapkan banyak ibadah, salat, dan puasa. Tetapi aku mencintaimu dan aku mencintai Tuhanmu." Nabi (saw) menjawabnya, "Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai."

Jawaban itu bagaikan Hari Raya Eid bagi para Sahabat, karena hingga saat itu mereka bergantung pada perbuatan baik dan ibadah dalam mengharapkan kebersamaan bersama Nabi (saw) di Surga. Ketika Nabi (saw) bersabda, "Engkau akan dibangkitkan bersama orang yang kau cintai," mereka merayakannya seperti hari ketika mereka baru masuk Islam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...