Thursday, April 25, 2013

Misteri negara akhir zaman: Keutamaan Syam


misteri negeri akhir zaman lux.Misteri negara akhir zaman: Keutamaan Syam

 
1. Penduduk Syam sentiasa berada di atas al-haqq yang dominan hingga datang kiamat.

"Sebahagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang bertentangan sehingga datang keputusan Allah, dan mereka sentiasa dalam keadaan demikian. Mu'adz berkata: dan mereka ada di Syam. "(HR.Bukhari)

 "Jika penduduk Syam rosak agamanya maka tak tersisa kebaikan di tengah kalian. Akan sentiasa ada satu kelompok dari umatku yang dimenangi oleh Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang bertentangan sehingga datang hari Kiamat

Doa Nabi saw meminta barokah untuk negara Syam, dan harapan Nabi saw agar penduduknya dihindarkan daripada keburukan dan musibah.

Ya Allah, berilah kami barakah pada negara Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negara Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah berdoa: Ya Allah berilah kami barakah pada negara Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman. Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah saw menjawab: Di sana (Nejed) terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk syaitan. (HR. Bukhari)

Nota: yang dimaksudkan dengan Nejed dalam hadis ini adalah Iraq.

2. Penduduk Syam diuji oleh Allah dengan penyakit taun agar mendapat syahadah dan rohmat.

"Jibril datang kepadaku dengan membawa demam dan wabak, aku menahan demam di Madinah dan aku lepaskan penyakit taun untuk negera Syam, kerana meninggal kerana penyakit taun merupakan mati syahid bagi umatku, rahmat bagi mereka, sekaligus kehinaan bagi kaum kafir." (HR. Imam Ahmad)

3. Negara Syam dinaungi sayap malaikat rahmat

"Beruntunglah negera Syam. Sahabat bertanya: mengapa? Jawab Nabi saw: Malaikat rahmat membentangkan sayapnya di atas negera Syam. "(HR. Imam Ahmad)

4. Syam adalah negera iman dan Islam apabila berlaku huru-hara dan peperangan dahsyat.

"Aku bermimpi melihat tiang kitab (Islam) ditarik dari bawah bantalku, aku ikuti pandanganku, ternyata ia adalah cahaya sangat terang hingga aku mengira akan mencabut penglihatanku, lalu diarahkan tiang cahaya itu ke Syam, dan aku lihat bahawa bila fitnah (konflik) berlaku maka iman terletak di negera Syam. "

6. Syam merupakan pusat negara Islam di akhir zaman

"Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui Nabi saw dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tidak ada lagi perang. 

Nabi saw menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan sentiasa ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rezeki dari mereka (berupa ghanimah) sehingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang dipasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya kiamat. "(Riwayat Imam Ahmad)

7. Syam merupakan benteng umat Islam apabila berlakunya malhamah kubro (perang dahsyat akhir zaman)

"Auf bin Malik al-Asyja'iy berkata: Aku menemui Nabi saw lalu aku ucapkan salam. Nabi saw: Auf? Aku: Ya, benar. Nabi saw: Masuklah. Aku: Semua atau aku sendiri? Nabi saw: Masuklah semua. Nabi saw: Wahai Auf, hitung ada enam tanda Kiamat. Pertama, kematianku. Aku: Kalimat Nabi saw ini membuatku menangis sehingga Nabi saw membujukku untuk diam. Aku lalu menghitung: satu. Nabi saw: Penaklukan Baitul Maqdis. Aku: Dua. Nabi saw: Kematian yang akan meragut umatku dengan cepat seperti wabak kematian kambing. Aku: Tiga. Nabi saw: Konflik dahsyat yang menimpa umatku. Aku: Empat. Nabi saw: Harta membumbung tinggi nilainya sehingga seseorang diberi 100 dinar masih belum puas. Aku: Lima. Nabi saw: Terjadi gencatan senjata antara kalian dengan Bani Ashfar (bangsa perang), lalu mereka menyokong kalian dengan 80 destinasi. Aku: Apa maksud tujuan? Nabi saw: Maksudnya panji. Pada tiap panji terdisi dari 12,000 tentera. Benteng umat Islam ketika itu di kawasan yang disebut Ghouthoh, kawasan sekitar bandar Damsyik. "(HR. Imam Ahmad)

Nota: Daerah bernama Ghauthah masih ada hingga kini, tidak berubah namanya dan kedudukan berhampiran Damsyik.

8. Pasukan terbaik akhir zaman ada di Syam dan Allah menjamin kemenangan mereka.

"Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kamu memilih Syam, kerana ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tidak boleh hendaklah kamu memilih Yaman dan berilah minum (binatang kamu) dari kolam-kolam (di lembahnya), kerana Allah menjamin untukku negera Syam dan penduduknya. "(HR. Imam Ahmad)

9. Kematian Dajjal terjadi di Syam

"Al-Masih Dajjal akan datang dari arah timur, dia menuju Madinah, sehingga berada di balik Uhud, dia disambut oleh malaikat maka malaikat membelokkan arahnya ke Syam, di sana dia dibinasakan, di sana akan binasa." (HR. Imam Ahmad)

"Dajjal akan keluar di tengah Yahudi Asfahan hingga mencapai Madinah, dia singgah di sempadannya, saat itu Madinah mempunyai 7 pintu pada tiap pintu dijaga oleh 2 malaikat, maka penduduk Madinah yang jahat bergabung dengan Dajjal hingga apabila mereka mencapai pintu Ludd, Isa as turun lalu membunuhnya dan sesudah itu Isa as hidup di dunia 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan hakim yang bijak. "(HR. Imam Ahmad)

10. Syam adalah negeri titik temu dan titik tolak

"Kamu akan dikumpulkan di sana - tangannya menunjuk ke Syam - jalan kaki atau naik kenderaan mahupun berjalan terbalik (kepala di bawah) ..." (HR. Imam Ahmad)

"Maimunah bertanya kepada Nabi saw: Wahai Nabi Allah, jelaskan kepada kami tentang Baitul Maqdis. Maka Nabi saw menjawab: Dia adalah negera titik bertolak dan titik berkumpul, datanglah ke sana dan solatlah di sana, kerana solat di sana bersamaan 1000 kali solat di tempat lain. "(HR. Ahmad)
Sumber: www.detikislam.blogspot.com

HADITS ‘KEBAIKAN PADA NEGERI SYAM' ADALAH HADITS SHAHIH

HADITS ‘KEBAIKAN PADA NEGERI SYAM' ADALAH HADITS SHAHIH

Pertanyaan:

Apa tingkat keshahihan hadits ( طوبي للشام ، إن ملائكة الرحمن باسطةٌ أجنحتها عليها ) 'Beruntunglah negeri Syam, sesungguhnya para malaikat Ar-Rahman mengembangkan sayapnya di atasnya’ semoga Allah membalas kebaikan anda.

Jawaban:
 
Alhamdulillah
Hadits ini adalah salah satu di antara hadits shahih terkait dengan keutamaan negara Syam. Diriwayatkan oleh Shahabat mulia Zaid bin Tsabit radhiallahu’anhu, dia berkata: ’Kami bersama Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam sedang menulis Al-Qur’an dari pelepah kayu, kemudian Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda: 

طُوبَى لِلشَّامِ. فَقُلْنَا : لأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : لأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

“Kebaikan pada negeri Syam.' Kami bertanya, 'Mengapa wahai Rasulullah?' Beliau bersabda: 'Karena Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.” 

(HR. Tirmizi, no. 3954, beliau berkomentar, haditsnya hasan Gharib. Imam Ahmad dalam Al-Musnad, 35/483. Cetakan Muassasah Ar-Risalah,   dishahehkan oleh para peneliti. Dishahihkan pula oleh Syekh Al-Albany dalam kitab ‘As-Silsilah As-Shahihah no. 503) 

Ibnu Atsir rahimahullah berkata: “Kata (طوبى) berasal dari wazan (فعلى) , maksudnya  kebaikan. Maknanya bukan kebun juga bukan pohon.’ (An-Nihayah, 3/318)

Al-Mubarokfuri rahimahullah berkata: “Kalimat ‘Tuba Lissyami’ (طوبى للشام) merupakan bentuk mu'annats (feminim) dari kata atyab (أطيب), yang berarti ketentraman dan kehidupan yang baik akan didapatkan di sana bagi para penduduknya. At-Tibi mengatakan, kata  (طوبى) adalah bentuk masdar (kata dasar) dari kata  (طاب)seperti kata ‘Busyro, Zulfa’ artinya adalah kebaikan bagi anda, anda mendapatkan kebaikan dan keindahan. Kalimat (فقلنا لأي يا رسول الله) Al-Qari mengatakan, dengan tanwin iwad (pengganti) pada kata (أيٍّ), artinya 'ada apa (mengapat)'. Sebagaiamana yang ada pada sebagian redaksi mashabikh. 

Kalimat (لأن ملائكة الرحمن) maksudnya adalah malaikat rahmah. 

Kalimat (باسطة أجنحتها عليها ) maksudnya mengembangkan sayapnya di atas wilayah Syam dan pendudukanya dengan menjaganya dari kekafiran. Al-Qari berkata, 'Al-Manawi berkata yakni menaungi dan menjaga dengan diturunkan barokah, serta mencegah bencana dan kerusakan.’ (Tuhfatul Ahwazi, 10/315) 

Wallahu’alam .

Sumber: http://islamqa.info/id/ref/148210

Pidato Syaikhul Islam DR. Muhammad Tahir Qadri Tentang Syaikh Albani

Berikut ini adalah teks asli yang mengantar posting Videonya. Ada bahasa Indonesianya yang kami terjemahkan dari teks berbahasa inggris di bawah ini. Lihat di bawah  untuk Bahasa Indonesianya….   
A prominent scholar of the Salafi sect tamers with Imam Bukhari’s book Adab Mufrad in order to promote his sect.
Its strange that these people claim to be followers of the quran and sunnah and specifically the followers of the madhab of imam bukhari but when imam bukhari or any other scholar writes something which they dont agree with the salafi scholars just simply delete the text as well the ahadith just so that they dont get themselves into trouble.
These are the two-face standards.
may allah give the salafis hidayah and bring them back onto the straight path the true path of ahlus sunnah wal jamah the majority of the ummah. Amin….
( Seorang ‘pentolan’ terkemuka dari aliran  Salafi memalsukan buku imam  Bukhari Adab Mufrad agar aliran agamanya bisa berkembang.
Ini aneh bahwa orang-orang ini mengklaim pengikut dari Qur’an dan sunnah dan secara khusus mengaku debagai pengikut dari mazhab (muhaddits) Imam Bukhari tapi ketika Imam Bukhari atau ahli selain Salafy menulis apa-apa yang  mereka tidak setuju, maka sederhana saja pentolan salafi hanya menghapus teks hadits-hadits agar cocok persis dengan kemauannya, supaya tidak mendapatkan diri mereka sendiri ke dalam problem yang mengganggu dalam dakwahnya.
Ini adalah standar ganda khas mereka.
Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada salafis dan membimbing mereka kembali ke atas jalan yang lurus dan  benar dari ahlus sunnah wal jama’ah yang dianut mayoritas dari ummat ini. amin…. )
Syaikhul Islam DR. Muhammad Tahir Qadri menjelaskan kecurangan Wahabi (salafy palsu) dan ‘kenakalan’ Syaikh Albani  Wahabi. Beliau menjelaskan dan membuktikan bahwa Albani telah memalsukan kitab adabul mufrad Imam Bukhari dengan:
membuang hadis-hadis yang tidak sesuai denagn nafsunya
mendhaifkan hadis-hadis yang telah dishahihkan Imam Bukhari, dsb….

Monday, April 22, 2013

Tabli Basharat Untuk Nabi Muhammad saw

Tabli Basharat Untuk Nabi Muhammad saw
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs
18 April 2013 - Lefke Cyprus





famakatsa ghayra ba'iidin faqaala ahathtu bimaa lam tuhith bihi waji/tuka min saba-in binaba-in yaqiinin

Surat an-Naml ayat 22. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang meyakinkan".

Burung hud-hud berkata,"Aku datang membawa berita penting dari Ratu Saba. Dan akan aku ceritakan berita itu". Dan burung Hud-hud itu menyampaikannya kepada nabi Sulaiman. Lihatlah bagaiman burung hud-hud memberikan pelayanan kepada Sultannya Nabi Sulaiman as.

Wahai siapapun mereka yang tidak hadir didalam majelis Shahi Mardan ini, maka mereka telah kehilangan. Dengarkan apa yang burung hud-hud ini katakan. Sekarang Shahi Mardan sedang berbicara kepada kalian. Dengarkan dan perhatikanlah. Burung Hud-hud berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang engkau belum mengetahuinya dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting".

Nabi Sulaiman as berkata,"Berita penting apa yang kau bawa? Ceritakan kepadaku". Lihatlah, bahkan Nabi Besar Sulaiman as mendengarkan berita yang dibawa seekor burung yang sangat kecil. Nabi Sulaiman berkata,"Jika berita yang kau bawa benar maka posisi dan derajatmu akan naik". Jika berita yang kau bawa benar maka kau akan diterima dan terpandang dimata Sultan.

Wahai Shahi Mardan, betapa indah kata-katamu. Jika apa yang kau sampaikan benar maka kau akan diterima dan dihargai dimajelis kami atau jika tidak benar

lau'adzdzibannahu 'adzaaban syadiidan aw la-adzbahannahu aw laya/tiyannii bisulthaanin mubiinin. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang". (Surat an-Naml ayat 21).

Aku akan memenjarakanmu atau menyiksamu jika kau orang yang tidak benar. Karena dihadirat kami, kami hanya menerima jalan yang benar dan bukan jalan orang-orang yang tidak jujur. Dengarkan, dan pahami apa yang kami sampaikan melalui ayat ini inilah apa yang Shahi Mardan katakan melalui kata-kata Nabi Sulaiman as.

Burung hud-hud berkeliling, berpatroli mencari berita dan mencari perbendaharaan harta tersembunyi, dia mengawasi untuk kemudian membawa berita penting kepada Nabi Sulaiman as. Hud-hud berkata,"Yaa Sulaiman, kami hanyalah pelayan dihadiratmu". Lihat hud-hud tidak mengatakan bahwa dia adalah pelayannya dan tahanannya atau budaknya. Dia mengatakan kami hanya melayanimu karena engkau adalah Sultan, seorang Raja Besar dan juga seorang Nabi.

Perhatikan kalimat ini, karena banyak orang yang tidak memperhatikan dan tidak memahaminya, hud-hud menyampaikan kata-kata ini yang ditujukan kepada nabi Sulaiman,"Yaa Sulaiman, kami hanyalah pelayan dihadiratmu dan kami merasa mendapat kehormatan yang besar untuk melayanimu".

Segala tindakanku dan kemanapun aku pergi dan apapun yang aku kerjakan, baik terlihat ataupun tidak, semua ini adalah untuk penghormatan kepadamu, untuk melayanimu Yaa Sulaiman. Bahkan kami tidak dapat memutuskan untuk diri kami sendiri, karena kami adalah pelayanmu, kami berada dibawah perintahmu. Kami bukan tahanan aatau budakmu tetapi kami mendapat kehormatan besar untuk melayanimu.

Aku pergi jauh, dan tidak hadir di majelismu, adalah karena aku menemukan sesuatu, kerajaan yang ajaib dan aneh. Kau adalah nabi, dan selain kerajaanmu ada kerajaan lain yang jauh disana, disebut Saba, dan bahkan tentaramu belum pernah sampai kesana.

Siapakah Sultannya? Rajanya Seorang Ratu yang memerintah disana. Aku pergi sendiri kesana, melihatnya dan mengawasi dan aku menceritakan berita yang benar ini dan bukan rumor. Saya menemukan bahwa Kerajaan Sheba adalah kerajaan yang ajaib.

Lihatlah seekor burung hud-hud melayani Sultannya, Nabi Sulamian dengan demikian luar biasa dan lihatlah hari ini apa yang kita lakukan demi penghormatan dan pelayanan kepada Nabi Muhammad (saw), Habibullah, Sang kekasih Allah.

Raja Saudi ketika dia pergi dan menyambut tamunya diiringi dengan iringan Drumband Kerajaan, dengan musik Istana. Tetapi apa yang kalian lakukan untuk menghormati Nabi MUhammad saw? Disurga-Nya mereka menyambut Nabi saw pembawa risalah dengan upacara yang besar penuh kemegahan, tetapi penghormatan apa yang kalian lakukan untuk Nabi saw dibumi ini?

Wahai rakyat Iran, Saudi, Mesir, Syiria, Yaman, wahai muslim di India, China wahai para Raja. Apa kalian melakukan sesuatu penghormatan dan pelayanan untuk Nabi saw dibumi ini? Apa yang kau lakukan wahai raja ketika kau bangun pagi, apakah kau menghromati Nabi saw? Wahai rakyat Turki, kalian bahkan melempar Islam jauh kebelakang dari kehidupan kalian.

Apakah ada diantara kalian ketika kalian bangun pagi, kalian memainkan "Tabli Basharat", drumband musik kerajaan untuk penghormatan kepada Nabi Muhammad saw? Mainkanlah musik kerajaan dengan drumband dan terompet sebagai penghormatan dan pujian kepada Nabi Muhammad saw.

Yaa Robb, semoga kehormatan dan pujian selalu meningkat untuk kekasih-Mu, Nabi-Mu Sayidina Muhammad saw. Apakah ada orang yang pernah menyampaikan hal seperti ini? Tidak ada. Lihatlah dengan keberkahan siapapkah engkau bisa menjadi Raja, Sultan, Presiden? Itu semua adalah dengan keberkahan Nabi Muhammad saw. Kalian bisa menyambut Raja-raja dan pemimpin dengan musik kerajaan dengan drum dan terompet tetapi mengapa kalian tidak pernah menyambut Nabi-Mu dengan musik kerajaan. Mengapa kalian tidak pernah melakukan hal ini? (Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs, 18 April 2013).

The Story Behind Big Tsunami Aceh

The Story Behind Big Tsunami Aceh
Mawlana Shaykh Muhammad Hisham Kabbani qs
Lefke Cyprus 17 April 2013




A'udhu billah mina 'sh-shaytani 'r-rajeem Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem Nawaytu 'l-arba'een, nawaytu'l-'itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-'uzlah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-salook, lillahi ta'ala al-`azheem fee hadha'l-masjid

Alhamdulillah rabbil-`alameen was-salaat was-salaam `ala ashraf al-mursaleen wa `alaa aalihi wa sahbihi ajma`een. Allahumma salli `alaa sayyidinaa Muhammadini 'l-faatihi limaa ughliq, wa 'l-khaatimi limaa sabaq, naasiri 'l-haqqi bi 'l-haqq, wa 'l-haadi ilaa siraatika 'l-mustaqeem, wa `alaa aalihi haqqa qadrihi wa miqdaarihi 'l-`azheem.

Glory be to the One who does no die. All of us are on the way to death. wa inna lillahi wa inna ilayhi raji`oon, and.. may Allah grant us to be carried to the blessed grave of Sayyidina Muhammad (saw). After our death, we hope that Allah swt will move us through his angels from where we have been buried to be near the Prophet (saw) is buried in dunya, in barzakh and in akhira.

We have to take signs and we have to learn lessons from what happened around us.
Today I was coming to Mawlana Shaykh Nazim qs and they said someone died. And who was that one? Who never think that he will die? He is a pious person, everyone thinks he is going to live forever. And everyone wishes to live forever. But no one is going to live forever. So this person who might feel that he is the strong one the powerful one, never Angel of Death can come to him.

Wa laa tadree nafsin bi ayyi ardin tamoot. No one knows where he or she is going to be buried. and this is a big responsibility and you don't know who is going to pray on you salat aljanaza. but from rahmatillah, wherever you dis, Allah swt arranges angels that Grandshaykh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs, may Allah bless his soul, was always asking,"Yaa Rabbee, for my followers, grant them, wherever they die, to be moved to Damascus, Sham and wherever the die angels pray on them salat al-Janaza and carry that janaza to Jabal Qasiyoun or the family of the Prophet (saw) where they are buried in Sham, all Naqshbandis have been moved there.

Sayyidina 'Abdul-Qadir al-Jilani (q) is in Baghdad, but in every part of the world, though he is in Baghdad, but in every part of the world there are Qadiri followers. how does that nur reach them. The light of Sayyidina 'Abdul-Qadir al-Jilani (q) is sent from him to all his mureeds.

And similar in NaqshbandI order, as the Qadiri Order. How you see these NaqshbandI followers in the Far East and in every part of the world, if that light is not moving, how you find these Naqshband from indonesia. I will tell you a story you will be amazed. There are 95 Naqshbandi centers in Indonesia, I spoke with Gibril Haddad there are 135 centers, correct your information.

The story was I was supposed to go with previous vice president to viisit Aceh. It was 25th December, how many years ago, in 2004. I was supposed to go with im in his airplane to Aceh as there was problem between the goverment and separatists. And before we were going, he said, we were invited to a wedding, remember the wedding of Budi, and I was sitting at the table with the Vice President of Indonesia and he received a call, this was before 25th December.

There was a negotiation going on between separatists and goverment in Sweden. And a phone call came they refused to sign, there was a problem. And they refused to sign. He told me immediately there is this problem. And I told him tell him, it is coming to my heart from Mawlana Shaykh Nazim qs to say this, that recite seven times Surat Yaseen and insha-Allah you will, that will work. Immeditaely he called his people in Sweden and told them stop everything and recite 7 Yaseen. Five minutes later the separatists came and signed the agreement.

Two days later or 3 days later, he was supposed to go to Aceh and wants me to join him. I said, no I cannot join you, I am going to Singapore. He said, no, no, you cannot go, I will take your passport. And he said if you are not going, I am not going, and he canceled his trip. I went to Singapore and he stayed home. And that day the tsunami hit Aceh.

I said Mawlana Shaykh Nazim qs doesn't allow me to go to Aceh, with you, you go if you want. He said, no you don't go, I don't go. I said I am going to Singapore, my heart from Mawlana rejects to go there. And why I brought that story. I never brought that story but the reflection of himaya reach even the Far East. The power of awliyaullah like Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani Sultan al-Awliya, can reach far away, he is not just sitting here but his power and his connection to each mureed which power he is taking from the Prophet (saw), he can reach everyone, all awliyaullah there is no limitation on their power.

So Mawlana saved me. First he sent to tell me through my heart to tell him to recite Surah Yaseen. You believe he told his whole delegation to leave what they are doing and come together and sit and recite 7 Surah Yaseen. That is not easy for a Vice President to sit and listen to a nobody. And Mawlana Shaykh Nazim qs stopped the war, and he saved me from tsunami, and he is in presence of the Prophet (saw), and Allah honored them, the Prophet (saw) honored them. When they say something Allah honores them and the Prophet (s) honors them.

There was one place in Aceh where they were doing Naqshbandi Dhikr and there is one person who is representing Mawlana Shaykh Nazim qs, and the whole city is under water the one everyone saw on TV, that masjid is not underwater, and that is the one that they are doing NaqshbandI Dhikr. [Allahu akbar]

You saw that Masjid (Baitur Rahman) on TV? Yes the wooden one [Masjid Bayt ar-Rahman]. Because they were doing Naqshbandi dhikr there and mentioning the name of the Prophet (saw) and the silsila of Naqshbandi and that structure is there and the Naqshbandis there none of them died. Did you know that? We began dhikr in that masjid in Aceh. Subhanallah. Awliyaullah how far their power reaches. This is a reflection of their power. You see them here, but how many different reflections they send everywhere. We have to take ibra from their power.

So we begin that lecture with mention of the person who thinks he will never die.
No one can think that? No that person thinks so. Everyone of you know him, and you are all in need of him. The gravedigger and put the body inside and he is outside. hafar al-quboor. The grave digger thinks he is not going to die. This is an example for us. Not he is bad person, no he is helping people, but you can take a sign. So I asked how old is he? I thought he might be 80, 90, 70. Because always the gravedigger is that age. They said no he is 45. And he has 2 graves to dig and he died. Today he died. Inna lillahi wa inna ilayhi raji`oon.

So everything goes back to Allah. And the Prophet (saw) said, adnoo shayaateenakum. We explain this tomorrow.

Wa min Allah at-Tawfeeq bi hurmati 'l-Fatiha.

Tanah Syam yang Diberkahi

Tanah Syam yang Diberkahi



(Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs, Lefke Cyprus 17 April 2013).

 
Dikatakan bahwa umat islam mereka akan menyesal dan menggigit jari mereka dan menyesal jika mereka tidak memiliki tanah di Syam, Damaskus, dan untuk dimakamkan di Syam, karena mereka kehilangan manifestasi, tajalli surgawi yang turun 24 jam sehari di Damaskus (Syam).

"fadaa'ilu ash-shaam la tu`ad wa laa tuhsa". Nikmat yang Allah berikan pada penduduk Syam dan tanah Syam, Nabi (saw) telah menyebutkannya dalam lebih dari 100 hadits tentang pentingnya Tanah Syam. Karena keluarga Nabi (saw) banyak yang dikuburkan di Syam.

Arasy ar-Rahman, (Tahta Allah swt) dimana Allah akan mengadili manusia dihari Mahsyar, Hari Perhitungan akan berada di Syam dan Allah akan memperluas daerah itu mancangkup seluruh alam semesta jika perlu dan tanah Syam akan diperluas untuk mencakup semua manusia di dalamnya.

Jadi siapa saja yang pernah mengunjungi Syam dan dapat menjejakkan kakinya di Syam ketika di dunya, maka dia akan berada di akhirat bawah tajalli dari Keberkahan tanah Sham dimana Allah swt, setiap hari selama 24 jam senantiasa menurunkan tajalli-Nya di tanah Syam. Maka siapa pun yang memiliki sebidang tanah, bahkan satu jengkal tanah di Syam maka mereka akan dibusanai dengan pakaian Al-Anwaar, pakaian Cahaya dari Nama Indah Allah dan Atribut-Nya (Sifat-Nya)

Doa Awliya Allah adalah doa yang mustajaab, doa dari Awliyaullah diterima Allah dan Mawlana Syekh Nazim Adil Haqqani qs berkata kepada saya suatu saat, bahwa Siprus dianggap bagian dari Tanah Syam dan tajalli dari Syam juga turun di Siprus, maka siapa pun yang berada di Siprus, maka seolah-olah ia berada di Syam, dengan cahaya tajali yang sama, tajalli yang turun di Siprus sama seperti di Syam.

Mawlana Syekh Nazim Sultan al-Awliya, mengatakan kepada saya bahwa tajalli manifestasi yang turun di Syam, sama dengan di Cyprus berkat do'a dari Awliyaullah dan Allah menerimanya, sebagaimana doa Wali-Nya, Allah swt mengatakan, `id uni astajib laku, apa pun do'a mu Aku terima.

Jadi katakanlah Asyadu ala ilaha illALlah wa asyadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluh. Apakah Allah akan menerimanya atau tidak? Insya-Allah Dia menerima dengan kita mengatakan Asyhadu ala ilaha illALlah wa asyadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluh. Bagaimana Dia tidak akan menerimanya karena Dia-lah Yang memerintahkan. Allah swt mengatakan datanglah padaKU dan mintalah kepadaKU, maka Allah akan menerima, datanglah ke Taman Surga, maka Aku akan menempatkan kalian di sana. Maka bagian dari tajalli di Syam pun, akan kalian terima jika kalian mengunjungi Siprus.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena para Awliya, Sultan Awliya berdoa, bermunajaat, dan beliau memohon, dengan mendekat dihadirat Nabi (saw) dan ber doa di Hadirat Ilahi sehingga kemudian Allah mengubah Siprus dengan tajalli yang sama yang datang di Syam, selama kalian berada di Cyprus ini. Selama di sini maka tajalli yang ada di sini seerti kalian mengunjungi Syam. Dan mengapa ia mengatakan, bahwa ia tahu sebelumnya bahwa akan ada banyak masalah terjadi Damaskus (peperangan), sehingga tidak ada yang bisa tinggal di sana. Jadi dia meminta agar tajalli dari Syam bisa berada di Siprus, sehingga setiap orang yang datang ke sini dari berbagai negara didunia dapat mengambil manfaat darinya.

Doa Mawlana agar semua orang yang datang ke Cyprus, karena mereka tidak bisa pergi ke Syam sekarang (karena banyak peperangan), maka mereka akan dibusanai dengan cahaya seolah-olah ia berada di Syam, setelah kunjungannya disini akan dicatat dengan tajalli Syam, kemanapun ia pergi, orang akan melihat dia, dan dia akan menjadi refleksi dari mereka.

Tajalli yang dibusanai pada orang itu, dan Awliyaullah akan menempatkan cahaya pada orang itu. Dan cahaya ini yang tidak dapat dipadamkan. Dan cahaya akan dibusanai didalam hati para pengikut para Wali Allah.

Setiap Wali memiliki cahaya sendiri, dimana Allah memberikan cahaya itu kepadanya dan ada 124.000 Awliya dan kami percaya Shaykh Nazim Adil Haqqani qs adalah Sultan al-Awliya. Meskipun beberapa orang dari kelompok lain yang berbeda dari Naqshabandi, mereka merasa bahwa Syaikh mereka adalah Sultan al-Awliya. Kami menghormati mereka, awliyaullah saling menghormati satu sama lain.

Dan kami berbicara di sini tentang Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani qs, semoga Allah memberinya umur panjang, dan permintaannya adalah bahwa setiap murid yang datang kepada saya dan duduk 24 jam disini, itu sudah cukup untuk membawa tajalli dari Syam, selama 24 jam ketika dia melakukan kunjungan itu maka akan tercermin baginya seperti berada dalam sebuah ruangan besar dengan banyak cermin, maka Anda melihat diri Anda, mungkin berjumlah ratusan atau bahkan ribuan.

al-mumim mirrat akhih
Orang beriman (mukmin) adalah cermin bagi saudaranya.

Jadi semuanya tercermin di dalam dirimu, mereka menggunakan kekuatan refleksi dengan kekuatan kecepatan cahaya, 300.000, kilometer per detik. Dan cahaya yang keluar darimu bergerak ke orang lain. Jangan berpikir bahwa ini terlalu banyak. Bahkan bisa lebih banyak lagi.

Dimanakah Kamu dimakamkan?

Di manakah Kamu dimakamkan?

Setiap orang, mereka tidak ada yang tahu di mana dia akan dimakamkan. Dan ini adalah tanggung jawab yang besar dan engkau tidak tahu siapa yang akan mendoakan kalian dan menshalati kalian, saat salat jenazah. Tapi dari Rahmat Allah (swt), melalui doa Grandsyaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs, semoga Allah memberkati jiwanya, beliau selalu berdoa kepada Allah, "Ya Robbii, untuk seluruh pengikut saya, berikan kepada mereka, di mana pun mereka mati, untuk dipindahkan ke Damaskus, Sham.

Maka dimana pun kalian wafat, maka Allah (swt) akan mengatur malaikat-Nya, dan dimanapun mereka mati, maka malaikat akan berdoa pada mereka dan melakukan shalat jenazah untukmu dan membawa jenazahmu ke Jabal Qasiyoun dimana banyak keluarga Nabi (saw) dimakamkan di Syam. Semua murid Naqshbandi telah dipindahkan ruh dan tubuhnya kesana ketika mereka wafat. (Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs, Lefke Cyprus 17 April 2013)

10 Ayat Pertama Surat al-Kahfi Sebagai Perlindungan Fitnah Dajjal

10 Ayat Pertama Surat al-Kahfi Sebagai Perlindungan Fitnah Dajjal

alhamdu lillaahi alladzii anzala 'alaa 'abdihi alkitaaba walam yaj'al lahu 'iwajaan

1. Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan [871] di dalamnya;

[871] tidak ada dalam Al-Qur'an itu ma'na-ma'na yang berlawananan dan tak ada penyimpangan dari kebenaran.

qayyiman liyundzira ba/san syadiidan min ladunhu wayubasysyira almu/miniina alladziina ya'maluuna alshshaalihaati anna lahum ajran hasanaan

2. sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,

maakitsiina fiihi abadaan

3. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

wayundzira alladziina qaaluu ittakhadza allaahu waladaan

4. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak."

maa lahum bihi min 'ilmin walaa li-aabaa-ihim kaburat kalimatan takhruju min afwaahihim in yaquuluuna illaa kadzibaan

5. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

fala'allaka baakhi'un nafsaka 'alaa aatsaarihim in lam yu/minuu bihaadzaa alhadiitsi asafaan

6. Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).

SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Murdawaih mengetengahkan pula hadis yang lain melalui sahabat Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa ketika ayat itu turun, yaitu firman-Nya, "Dan mereka tinggal dalam gua mereka selama tiga ratus." (Q.S. Al Kahfi, 25) para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Tiga ratus apakah, tahun atau bulan?" Allah pun menurunkan kelanjutannya, yaitu firman-Nya, "(tiga ratus) tahun dan ditambah sembilan tahun." (Q.S. Al Kahfi, 25).

innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan

7. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

wa-innaa lajaa'iluuna maa 'alayhaa sha'iidan juruzaan

8. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

am hasibta anna ash-haaba alkahfi waalrraqiimi kaanuu min aayaatinaa 'ajabaan

9. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim [872] itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

[872] Raqim: sebagian ahli tafsir mengartikan nama anjing dan sebagian yang lain mengartikan batu bersurat.

idz awaa alfityatu ilaa alkahfi faqaaluu rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wahayyi/ lanaa min amrinaa rasyadaan

10. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo'a: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."

10 Ayat Terakhir Surat al-Kahfi Sebagai Perlindungan Fitnah Dajjal (Surat Kahfi ayat 101 - 110)

10 Ayat Terakhir Surat al-Kahfi Sebagai Perlindungan Fitnah Dajjal (Surat Kahfi ayat 101 - 110)

Bacaan Quran Hari ini adalah 10 ayat terakhir surat al-Kahfi dan jadi teringat Suhbah Mawlana Syaikh Hisyam kabbani qs tentang 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir Surat al-Kahfi sebagai benteng perlindungan terhadap Fitnah Dajjal

alladziina kaanat a'yunuhum fii ghithaa-in 'an dzikrii wakaanuu laa yastathii'uuna sam'aan

101. yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.

afahasiba alladziina kafaruu an yattakhidzuu 'ibaadii min duunii awliyaa-a innaa a'tadnaa jahannama lilkaafiriina nuzulaan

102. maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.

qul hal nunabbi-ukum bial-akhsariina a'maalaan

103. Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"

alladziina dhalla sa'yuhum fii alhayaati alddunyaa wahum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun'aan

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

ulaa-ika alladziina kafaruu bi-aayaati rabbihim waliqaa-ihi fahabithat a'maaluhum falaa nuqiimu lahum yawma alqiyaamati waznaan

105. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia [896], maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

dzaalika jazaauhum jahannamu bimaa kafaruu waittakhadzuu aayaatii warusulii huzuwaan

106. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

inna alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati kaanat lahum jannaatu alfirdawsi nuzulaan

107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal

khaalidiina fiihaa laa yabghuuna 'anhaa hiwalaan

108. mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.

qul law kaana albahru midaadan likalimaati rabbii lanafida albahru qabla an tanfada kalimaatu rabbii walaw ji/naa bimitslihi madadaan

109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".

qul innamaa anaa basyarun mitslukum yuuhaa ilayya annamaa ilaahukum ilaahun waahidun faman kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya'mal 'amalan shaalihan walaa yusyrik bi'ibaadati rabbihi ahadaan

110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".


Banyak hadits-hadits Nabi saw yang menjelaskan keutamaan surat al-Kahfi, antara lain:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Dari Abu Darda
, dari Nabi saw bersabda, “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi maka dia akan dijaga dari Dajjal (HR: Muslim)

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : من قرأ سورة الكهف كما أنزلت كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة و من قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه

Dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka baginya cahaya pada hari Kiamat dari tempat berdirinya hingga Makkah, dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhirnya kemudian Dajjal keluar, maka dia tidak akan dapat dikuasainya. (HR: Muslim)

عن أبي الدرداء عن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) أنه قال ( من قرأ عشر آيات من آخر سورة الكهف عصم من فتنة الدجال )

Dari Abu Darda, dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir surat al-Kahfi, maka ia terlindung dari fitnah Dajjal”

Hampir seluruh nabi mewasiatkan kepada kaumnya untuk berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal, sebab orang yang mengalami zaman Dajjal akan mendapat ujian iman yang begitu berat. Selain hadits-hadits di atas yang berisi pesan agar kita membaca surat al-Kahfi dan terhindar dari fitnah Dajjal, Rasulullah saw pun menyuruh kita membaca doa perlindungan dari fitnah Dajjal pada saat tahiyat akhir dan sebelum salam dalam shalat-shalat kita.

Lalu, apa hubungannya fitnah Dajjal (akhir zaman) dengan surat al-Kahfi sebagai benteng perlindungan dari fitnah Dajjal?

Dalam surat al-Kahfi terdapat empat kisah:

Kisah pertama; tentang sekelompok anak muda yang beriman kepada Allah SWT dan hidup di tengah pemerintahan yang zhalim, mereka menawarkan Islam namun ditolaknya, kemudian mereka dikejar-kejar, lalu berlindung di gua (kahfi) dan tertidur selama 309 tahun, kemudian tatkala bangkit kembali, keadaan negeri berubah jauh dari sebelumnya dan penduduknya telah beriman kepada Allah. (ayat 14-18)

Kisah Kedua, tentang seorang shohibul Jannatain (pemilik dua kebun) yang telah diberi nikmat Allah, namun mengingkari nikmat itu, dan melupakan Allah serta hari kiamat karena terlena dengan harta meskipun sudah diperingatkan saudaranya. (Ayat 32-42)

Kisah ketiga, Kisah Nabi Musa as dan Khidr, tatkala Nabi Musa ditanya oleh kaumnya, “Siapakah orang paling alim (pintar) di bumi ini?” Musa menjawab bahwa dirinya-lah orang yang paling pintar di dunia. Kemudian Allah mengingatkan nabi Musa as bahwa ada hamba Allah yang lebih pintar dan alim dari dirinya, yang kemudian Musa as pun memohon kepada Allah agar ditunjukkan tempat Khidr yang berada di antara dua pertemuan laut (Majma’ al-bahrain). Namun setelah menuntut ilmu kepada Khidr, Musa as pun tidak tahan dengan sikap Khidr as.(ayat 62-70)

Kisah keempat, tentang Zulkarnain seorang raja yang adil dan menebarkan kebenaran ke seluruh negeri-negeri, hingga bertemu dengan suatu kaum yang hampir tidak dapat dimengerti bahasanya. Namun meskipun beliau mempunyai kekuasaan dan kemampuan, dalam melaksanakan tugasnya beliau masih tetap meminta pertolongan dari pihak lain karena ketawadhuannya. “maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka” (ayat 95)

Keempat kisah di atas mengandung pesan bahwa di dalam kehidupan ini terdapat empat fitnah (ujian) utama:

Pertama, fitnah atau ujian memegang teguh agama. Dalam memegang teguh agama dan menegakkannya, seringkali mendapat tantangan, terutama dari kaum mapan, seperti para penguasa. Hal ini telah dialami para pemuda al-Kahfi (ashabul Kahfi), namun Allah telah menyelamatkan mereka.

Kedua, fitnah atau ujian harta, hal ini di alami oleh salah seorang pemilik kebun seperti yang disebutkan dalam kisah di atas. Dengan hartanya, dia mengingkari Allah, bahkan mengingkari datangnya hari kiamat. Dia berkata: “dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang,” (ayat 38)

Ketiga, fitnah atau ujian ilmu, sehingga seseorang sombong dan mengira dirinya paling pintar serta merendahkan pihak lain, sehingga hilang sifat tawadhu’ dan enggan berkumpul menuntut ilmu bersama yang lain. Hal seperti ini pernah terjadi dalam kisah Nabi Musa as dan Khidr.

Keempat, fitnah atau ujian kekuasaan. Dengan kekuasaannya seseorang melakukan apa saja yang diinginkannya, menebar fitnah serta berbuat kezhaliman. Hal ini berbeda sekali dengan kisah Dzulkarnain sang raja yang adil dan bijak dan menebar kebenaran serta keadilan.

Nah, empat fitnah, atau ujian inilah yang akan terjadi pada saat datangnya Dajjal. Dajjal akan melakukan kezhaliman berupa pemaksaan orang untuk beriman dan beribadah kepadanya serta melupakan Tuhan Allah swt, kemudian memamerkan kemampuannya melakukan sesuatu yang supranatural di luar kemampuan manusia biasa, sehingga manusia mengimaninya. Ini adalah ujian memegang teguh agama (fitnah al-din).

Dajjal juga sanggup memenuhi permintaan orang untuk menurunkan hujan di suatu kawasan, dan dapat merubah pada pasir tandus menjadi kawasan yang subur dan rindang. Ini merupakan bentuk fitnah harta (fitnah al-maal)

Dajjal juga mampu menebar orang-orang yang dapat memberitakan prediksi-prediksi yang akan terjadi sehingga manusia mempercayainya, Ini merupakan bentuk fitnah ilmu pengetahuan (fitnah al-‘ilm)

Dan dengan kekuasannya Dajjal pun dapat memaksakan kehendaknya kepada seluruh negeri (fitnah al-sulthoh/kekuasaan). Keempat fitnah ini merupakan fitnah yang dahsyat bagi kaum muslimin di setiap zaman dan tempat. Oleh karena itu Rasulullah saw telah memberi peringatan agar kita membaca surat al-Kahfi, mentadabburinya, serta merenunginya, terutama pada empat kisah di atas.

 
c

SOME OF THE WORLD'S GREATEST SCHOLARS ON Mawlana al-Shaykh Nazim QS

SOME OF THE WORLD'S GREATEST SCHOLARS ON Mawlana al-Shaykh Nazim QS
 



Grand Mufti of Syria the late Shaykh Yaseen Ahmed Kuftaro calls Mawlana al-Shaykh Nazim as "Our greatest Shaykh"

Shaykh Yaqoubi never mentions Shaykh Nazim except with awe and respect. Shaykh Abd al-Qadir al-Jili of Madina the son of Sidi Muhammad Mahi al-Bukhari when he visited the shiekhs house in Damascus shook from head to toe and was saying Allah, Allah the whole visit.

Hazrat Abd al-Rahman al-Shaghuri, Shaykh Nuh Keller's Shaykh, when he sees a Murid of Sheikh Nazim always says to them: "Remember us in your Du`a."

Sheikh Syed Alawi al Malaiki who is considered by millions to be one of the main supreme knowledgeable ulema of this century took bayat with the sheikh Nazim al Haqqani and said; "If you follow Shaykh Nazim then you must be Haqqani." he also added Sheikh Nazim Is the 'sheikh of sheikhs' perhaps some of you don't know Syedina Nazim al Haqqani holds many of the most fascintateing hadith sharif's along with there entire chains which have been narrated over period of time, which ulema such as Sheikh Syed Alawi al Malaiki have been presented with, which many sub continental ulema continue to translate even today,

The Rightious Walis Of Shaam shaykh Badruddin Al Hassani, Shaykh Yusuf Al Nibhani, Shaykh Ahmad Al Harun Would Kiss The Feet Of Grand Shaykh Abdullah Faiz Daghestani When They Would Meet Them. The shaykh colappsed and he had a vision or a gathering he was carried by all of the awliya,salihin and the shaykh saw all the murids,khalifah's of imam mehdi and the shaykh saw rasualah and rasulalah said to the shaykh that all of your followers shall be saved from allah's revenge .


To quote Shaykh Gibril Fouad Haddad : " May Allah support Shaykh Nazim the Hope of our time ever more, grant him ever higher stations here and hereafter by the Baraka of the Owner of the Flag of Glory our Liege-Lord Muhammad, upon him and his Family and Companions all blessings and peace and the Baraka of the Silsila of the Most Distinguished Tariqatu Naqshbandiyya, and turn over to him the good deeds of his enviers!


When Shaykh Habib Khadim Ba Awlawi sees a person wearing the Naqshbandi imaama( turban) he asks him "How is Mowlana Shaykh Nazim"
Subhaanallah!


Dajjal Anti-Kristus

Dajjal Anti-Kristus
Mawlana Syaikh Hisham Kabbani
Ditranslasi dari The Approach of Armageddon


Apa pun yang diperlihatkan oleh Dajjal Anti-Kritus selalu bertentangan dengan kebenaran. Abû Hurayrah ra meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Maukah kalian kuceritakan sesuatu tentang Dajjal yang tidak diceritakan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya?

Dajjal adalah manusia bermata satu, dan akan membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka; tetapi apa
yang dikatakannya sebagai surga sebenarnya adalah neraka. Aku memperingatkan kepada kalian tentang Dajjal, seperti yang diperingatkan Nabi Nuh as kepada umatnya. Hudzayfah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Aku lebih mengetahui kekuatan yang dimiliki Dajal ketimbang dirinya sendiri.

Ia akan memiliki dua sungai yang mengalir. Salah satunya tampak seperti air sebening kristal, dan yang lainnya akan tampak seperti kobaran api. Barang siapa sempat menyaksikannya, pilihlah sungai yang tampak seperti api, lalu tutuplah mata kalian, tundukkan kepala dan minumlah airnya, karena airnya akan terasa dingin. Dajjal itu bermata satu, salah satu matanya yang buta akan tertutup oleh sepotong kulit. Di tengah keningnya tertulis kata kâfir dan setiap orang yang beriman akan dapat membacanya sekalipun buta huruf.

Hadis tersebut menyebutkan bahwa Dajal akan berjalan di muka bumi seperti awan yang ditiup angin. Anas
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:Tidak ada tempat yang tidak dimasuki Dajjal kecuali Mekah dan Madinah. Ibn ‘Umar meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Aku memperingatkan kalian tentang Dajjal, dan setiap nabi yang diutus pasti akan memperingatkan umatnya tentang Dajal. Tak diragukan lagi, Nabi Nuh as telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal, tetapi aku akan menceritakan sesuatu tentang Dajjal yang tak diceritakan oleh para nabi sebelumku. Kalian harus tahu bahwa dia bermata satu, dan Allah tidak bermata satu.

Ubay ibn Ka‘b meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Mata Dajjal berwarna hijau seperti kaca. Anas ibn Mâlik
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Tidak ada seorang nabi yang diutus Allah kepada umatnya, kecuali
dia pasti memperingatkan mereka tentang pendusta bermata satu. Sesungguhnya ia memang bermata satu, dan
sesungguhnya Tuhan kalian tidak bermata satu. Di antara kedua matanya tertulis huruf kâf, fâ’ dan râ’ (kafara - kafir, ingkar).

Di kening Dajjal tertulis huruf kâf, fâ’, dan râ’. Nabi saw. mengatakan bahwa rangkaian huruf itu akan terlihat hanya oleh orang-orang beriman yang akan dilindungi Allah dari fitnah Dajjal. Dajal bukanlah sebuah organisasi yang bernama kafara, bukan pula sebuah komunitas atau negara. Dajjal adalah sesosok manusia. Nabi saw. memberi tahu kita bahwa pada akhir zaman akan muncul seorang manusia yang akan menipu semua manusia. Dajjal akan menguasai dunia. Maka, orang-orang Islam harus waspada agar hati mereka tidak memendam cinta terhadap dunia sehingga mereka tak akan meninggalkan agama karena rayuan Dajal.

Dia dapat menyembuhkan orang yang sakit dengan mengusapkan tangannya ke tubuh mereka, seperti yang
dilakukan Nabi ‘Îsâ, tetapi dengan tipuannya itu, Dajal akan menggiring orang ke jalan menuju neraka. Jadi,
Dajal adalah juru selamat gadungan, atau Anti-Kristus (al-Masîh al-Dajjâl). Dia akan berpura-pura menjadi
juru selamat dan menipu orang dengan mempertontonkan kekuatannya yang menakjubkan.

Nabi saw. bersabda: Dajal akan muncul dengan mengenakan pakaian ihram ke perbatasan Madinah. Salah
seorang penduduk terbaik Madinah akan menghampirinya dan berkata, “Aku bersumpah bahwa engkau adalah Dajal yang diceritakan oleh Nabi saw.” Dajal kemudian berkata kepada para pengikutnya, “Jika aku bunuh orang
ini dan menghidupkannya kembali apakah kalian percaya padaku?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu Dajjal membunuh orang itu dan menghidupkannya kembali. Ketika orang itu hidup kembali ia berkata, “Demi Allah, aku yakin bahwa engkau adalah Dajal!” Kemudian Dajal akan membunuhnya.

Dajal akan datang dengan kekuatan setan. Dia akan meneror orang-orang Islam agar mau menjadi pengikutnya, dan mengubah mereka menjadi orang-orang kafir. Dia akan menyembunyikan kebenaran dan menawarkan
kebatilan. Nabi saw. mengatakan bahwa Dajal akan memiliki kekuatan untuk menampilkan wujud leluhur seseorang di kepalanya, seperti layar televisi.

Leluhur itu akan berkata, “Wahai anakku, orang ini berkata benar. Aku kini ada di surga karena aku orang baik dan aku percaya kepadanya.”  Sebenarnya orang itu ada di neraka. Jika ia berkata, “Percayalah kepada orang ini, aku ada di neraka karena aku tidak percaya kepadanya,” orang harus berkata kepada Dajjal, “Tidak, ia ada di surga. Ini palsu.” Abû Umâmah al-Bâhilî meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Dajjal akan berkata kepada suku badui, “Apakah pendapat kalian jika aku dapat membawa ayah dan ibu kalian hidup kembali? Apakah kalian akan percaya bahwa akulah tuhan kalian?” Orang-orang badui itu akan menjawab, “Ya.” Kemudian dua sosok setan akan muncul menyerupai ayah dan ibu mereka dan berkata, “Wahai anak-anakku, ikutilah dia karena dialah tuhan kalian.”

Seperti halnya semua nabi dan rasul sebelumnya, Nabi Muhammad saw. memprediksi kedatangan Anti-Kristus
sebagai salah satu isyarat terakhir datangnya Hari Kiamat. Nabi saw. bersabda: Wahai manusia, tak akan ada huru-hara di muka bumi ini sejak masa Adam yang lebih besar daripada huru-hara Dajjal. Sesungguhnya setiap nabi yang dikirim Allah akan memperingatkan umatnya tentang Dajal. Aku adalah nabi terakhir, dan kalian adalah umat terakhir.

Nabi Muhammad saw. adalah nabi bagi semua manusia, muslim maupun nonmuslim. Nabi saw. menujukan hadis ini bagi seluruh manusia sehingga beliau berkata, “Wahai manusia!” bukan, “Wahai umat Islam!” atau “Hai orang-orang beriman!” Kemunculan al-Masîh al-Dajjâl (Dajjal, Juru Selamat Palsu atau Anti-Kristus) merupakan peristiwa yang menakutkan bagi seluruh manusia di muka bumi, dan peristiwa tersebut akan terjadi pada akhir zaman. Dia akan merajalela di muka bumi dengan “menyebarkan kerusakan di mana-mana” dan meneror orang-orang beriman serta mengalihkan mereka dari keimanan menuju kekufuran.

Seribu empat ratus tahun yang silam, para sahabat sekalipun khawatir dengan kedatangan Dajjal. Dajjal akan
muncul di antara Syam dan Irak, dan beberapa hadis menyebutkan bahwa dia akan muncul di Khurasan, Iran,
bergerak cepat dan melintasi seluruh dunia: Al-Nawwâs ibn Sam‘ân meriwayatkan bahwa suatu pagi Rasulullah
bercerita tentang Dajal. Beliau terkadang menggambar kannya sebagai hal yang remeh, dan terkadang sebagai
hal yang (dampaknya) sangat serius, dan kami merasa seolah-olah ia ada di rerimbunan pohon kurma.

Ketika kami menghadap beliau pada sore hari, dan beliau menyaksikan tanda-tanda kecemasan di wajah kami, beliau berkata, “Ada masalah apa?” Kami menjawab, “Ya Rasulullah, engkau bercerita tentang Dajjal tadi pagi. Terkadang engkau menggambarkannya sebagai sosok yang sepele dan terkadang sebagai sosok yang sangat penting, sampai-sampai kami berpikir bahwa ia sudah berada dekat kami di rerimbunan pohon kurma.”

Kemudian beliau bersabda, “Aku mencemaskan kalian dalam berbagai hal selain persoalan Dajjal. Jika ia muncul ketika aku berada di tengah-tengah kalian, maka akan beradu argumen dengannya mewakili kalian, namun jika ia muncul dan aku tidak berada di antara kalian, salah seorang di antara kalian harus beradu argumen dengannya atas nama dirinya, dan Allah akan melindungi setiap muslim atas namaku.

Sesungguhnya Dajjal adalah seorang pemuda dengan rambut dibelit dan salah satu matanya buta. Aku menyerupakannya dengan ‘Abd al-‘Uzzâ ibn Qathan. Jika di antara kalian ada yang sempat bertemu dengannya,
maka hendaklah ia membaca ayat pertama surah al-Kahf. Ia akan muncul di antara Syam dan Irak, dan akan
menyebarkan kejahatan di mana-mana. Wahai hamba Allah, tetaplah berada di atas jalan kebenaran!” Kami
bertanya, “Ya Rasulallah, berapa lama ia akan hidup di dunia?” Beliau menjawab, “Selama empat puluh hari,
yang satu hari seperti satu tahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu minggu, dan hari-hari sisanya seperti hari-hari kalian.”

Kami berkata, “Ya Rasulullah, pada hari yang sama seperti satu tahun, apakah salat sehari sudah cukup bagi kami?” Beliau menjawab, “Tidak, kalian harus memperhitungkan waktunya (dan kemudian melaksanakan salat).” Kami bertanya, “Ya Rasulallah, seberapa cepat ia akan menjelajahi bumi?” Beliau menjawab, “Seperti awan yang ditiup angin. Ia akan mendatangi sebuah bangsa dan mengajaknya (kepada agama yang sesat), dan mereka akan memercayainya dan mengikuti ajakannya.

Ia kemudian akan memberi instruksi kepada langit dan kemudian hujan turun membasahi bumi dan  menumbuhkan tanaman. Kemudian pada sore harinya, hewan-hewan yang gemuk akan datang kepada mereka dengan punuknya yang tinggi, kantong susu yang penuh berisi, dan panggul yang lebar. Ia kemudian akan datang ke bangsa lain dan mengajak mereka (kepada agamanya yang sesat). Namun, mereka kemudian menolaknya, dan ia pergi meninggalkan mereka. Lalu mereka ditimpa kekeringan dan tak tersisa lagi kekayaan mereka sedikit pun.

Ia kemudian akan berjalan menelusuri tanah yang tandus itu dan berkata, ‘Keluarkan isi perutmu,’ dan isi bumi
akan keluar dan berkumpul di depannya seperti sekawanan lebah. Ia kemudian akan memanggil seorang anak muda. Kemudian ia memenggalnya dengan pedang dan memotongnya menjadi dua bagian serta memisahkan kedua potongan tubuh itu di dua tempat terpisah sejauh busur panah dan sasarannya. Ia kemudian akan memanggil kembali anak muda itu yang akan datang ke hadapannya sambil tertawa dengan wajah yang ceria karena bahagia, dan persis pada saat-saat seperti itulah Allah akan mengutus ‘Isâ ibn Maryam, dan beliau akan turun dari menara putih di timur Damaskus dengan mengenakan dua jubah yang dicelup dengan semacam kunyit sambil meletakkan kedua tangannya di sayap dua malaikat.


Kedatangan Kembali Isa ibn Maryam

Ketika Nabi Isa as menundukkan lehernya, butiran keringatnya akan jatuh menetes dari kepalanya, dan ketika ia mengangkatnya kembali, butiran laksana mutiara akan bertebaran keluar dari kepalanya. Setiap orang kafir yang mencium wangi tubuhnya akan mati dan tarikan napasnya akan mencapai jarak sejauh mata memandang. Ia akan mencari Dajal hingga berhasil menangkapnya di gerbang Ludd dan kemudian membunuhnya.

Kemudian orang-orang yang dilindungi Allah akan menghadap ‘Îsâ ibn Maryam dan ia akan mengusap wajah
mereka dan memberi tahu kedudukan mereka di surga. Ketika itulah Allah akan menurunkan wahyu kepada ‘Îsâ,
‘Aku telah mengutus ke tengah-tengah kalian seorang hamba-Ku yang tidak akan terkalahkan, engkau membawa
umatku dengan aman ke bukit Thûr,’ dan Allah kemudian akan mengirim Ya’jûj dan Ma’jûj dan mereka akan turun
dari setiap dataran tinggi.

Yang pertama di antara mereka akan melintas Danau Tiberias dan meminum airnya, sementara yang terakhir
di antara mereka akan melewatinya dan berkata, ‘Dulu di sana ada air.’ ‘Îsâ dan para sahabatnya akan terkepung di tempat itu (di bukit Thûr, dan mereka akan sangat tertekan) sehingga harga kepala seekor lembu jantan lebih dari seratus dinar, lalu Nabi Allah, ‘Îsâ, dan para sahabatnya akan berdoa kepada Allah, yang akan mengutus bala tentara serangga untuk menyerang mereka (pada bagian leher) dan pada pagi harinya, mereka musnah seperti satu orang saja.

Nabi Allah, Isa as, dan para sahabatnya kemudian akan menuruni lembah dan mereka menemukan bangkai mereka dan bau busuk pada setiap jengkal tanah daratan. Nabi Allah, ‘Îsâ alaihi salam, dan para sahabatnya kemudian kembali memohon perlindungan Allah, yang akan mengutus bala tentara burung yang lehernya mirip dengan unta berpunuk ganda dan akan membawa bangkai mereka dan membuangnya ke tempat yang dikehendaki Allah.

“Lalu Allah akan menurunkan hujan yang akan menyeret semua rumah dari tanah liat atau tenda dari kulit unta
dan membersihkan bumi hingga ia tampak seperti cermin. Kemudian bumi akan diperintahkan untuk mengeluarkan buah-buahan dan mengembalikan rahmatnya, sehingga akan tumbuh buah delima yang sangat besar sehingga sekelompok orang bisa memakannya beramai-ramai dan berlindung di balik kulitnya, dan sapi perahan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga sekelompok orang bisa meminumnya beramai-ramai.

Unta perahan juga akan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga seluruh anggota suku bisa meminumnya beramai-ramai, dan domba perahan juga akan mengeluarkan susu yang berlimpah sehingga sebuah keluarga bisa meminumnya beramai-ramai. Saat itulah Allah akan mengirimkan hembusan angin lembut yang bahkan akan menyejukkan ketiak setiap orang. Angin sejuk itu akan mengambil nyawa setiap orang beriman, dan yang tertinggal di bumi hanyalah orang-orang jahat yang akan melakukan perzinaan seperti keledai, dan Hari Kiamat akan menimpa mereka.”

Kemunculan Dajjal Anti-Kristus pasti akan terjadi di akhir zaman. Peristiwa menakutkan itu sedang mendekat, dan
pada saat itu hanya tiga kota yang akan selamat: Mekah, Madinah, dan Syam (Damaskus). Jika seseorang ingin menyelamatkan hidupnya, ia harus pergi ke tiga kota itu. ‘Â’isyah meriwayatkan sebuah doa yang dibaca Nabi saw. dalam salatnya: Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur dan dari kekacauan yang dibuat Dajal. Nabi saw. dan para sahabat sangat peduli dengan kemunculan Dajal.

Orang-orang Islam dewasa ini harus benar-benar memerhatikan apa yang dijelaskan Nabi saw. tentang Dajjal dan memohon perlindungan Allah dari kejahatan hebat ini. Nabi saw. sangat menganjurkan orang-orang Islam agar selalu menjaga kondisi wudu (suci). Nabi saw. sendiri selalu memperbarui wudu ketika hendak memulai salat meskipun beliau belum batal wudunya, karena beliau adalah nûr ‘alâ nûr (cahaya di atas cahaya).

Pada Hari Kiamat, cahaya wudu akan memancar dari tubuh orang-orang beriman. Wudu juga akan melindungi kita dari kejahatan setan, seperti yang disebutkan oleh Nabi saw., “Wudu merupakan senjata kaum beriman.”
Setiap kali keimanan seseorang sedang mengalami ujian berat, sangat dianjurkan agar ia selalu menjaga wudu
dan segera memperbarui wudu ketika ia batal, agar kejahatan dan setan menjauh darinya. Nabi saw. juga
menganjurkan agar membaca ayat-ayat tertentu untuk melindungi diri dari huru-hara Dajal.

Abû al-Dardâ’ meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama surah al-Kahf
(dalam riwayat lain, sepuluh ayat terakhir ), maka ia akan terlindung dari keributan Dajal. Dalam hadis lain
yang juga diriwayatkan oleh Abû al-Dardâ’, Nabi saw. bersabda: Jika Dajal menghampiri salah seorang yang
hapal sepuluh ayat pertama surah al-Kahf, ia tidak dapat mencelakainya. Dan barang siapa yang hapal ayat-ayat terakhir surah al-Kahf, ia akan bercahaya pada Hari Pembalasan

Wa min Allah at Tawfiq

Adab Ziarah ke Makam Nabi Muhammad Shollallooh Alayhi Wa Sallam


Adab Ziarah ke Makam Nabi Muhammad Shollallooh Alayhi Wa Sallam
Syaikhul Islam al-Hafiz Imam Muhyidin al-Nawawi al-Bantani al-Sayfi'i

Dikutip dari buku Ensiklopedia Akidah Ahlus Sunah: Maulid dan Ziarah keMakam Nabi (saw)
oleh Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (qs)

Imam al-Nawawî menulis dalam al-Îdhâ fî Manâsikal-Hajj:62
Ziarah ke MakamJunjungan Kita Rasulullah saw.
 

Dalam bab ini akan dibahas tindakan-tindakan yang dianjurkanuntuk mereka yang sedang menunaikan haji.

Pertama : Masalah yang pertama berkenaan dengan mereka yangmengerjakan haji dan umrah.  Bila merekakeluar dari Mekah, hendaknya mereka pergi ke kota Rasulullah saw. untuk menziarahi tanahpemakamannya.  Ini salah satu tindakan terpentingyang dapat mengantar kita menuju Allah swt.  Al-Bazzâr dan al-Dâruquthnî meriwayatkan dari Ibn‘Umar bahwa Rasulullah saw mengatakan, “Siapa menziarahi makamku, syafaatkuakan terjamin baginya.”63
 
Kedua, menyangkut tindakan-tindakan yangdianjurkan dan lebih disukai untuk peziarah, yaitu hendaklah ia berniat tatkalamenziarahi Rasulullah saw.  Niatnyahendaklah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan berkunjung ke masjidnyadan melakukan salat di dalamnya.
 
Ketiga, dianjurkan juga bahwa bila peziarah sedangdalam perjalanan, hendaklah ia meninggikan bacaan selawat dan salamnya kepadaNabi saw., dan bila ia melihat pohon-pohon Madinah, tanah haramnya yangdiberkahi, atau tanda-tanda apa saja dari Madinah, hendaklah ia meningkatkan lagibacaan selawat dan salamnya; dan hendaklah ia memohon kepada Allah swt agarmenerima ziarahnya dan memberikan balasan baik atas ziarahnya itu.
 
Keempat, dianjurkan agar yang sedang berhaji melakukanpenyucian diri dengan mandi sebelum memasuki Madinah dan mengenakan pakaianpaling bersih.  Ia mesti membayangkandalam hatinya kemuliaan Madinah, suatu tempat terbaik di muka bumi setelah Mekahmenurut sebagian ulama; yang lainnya beranggapan Madinah tempat terbaik di mukabumi tanpa pengecualian.  Apa yangmenjadikannya begitu mulia dan dihormati adalah karena kehadiran Nabiullahsaw., sang makhluk terbaik.
 
Kelima, yang sedang berhaji hendaklah menyesuaikandirinya dengan perasaan tentang kebesaran Rasulullah saw; hatinya hendaklahdiliputi oleh kehadiran beliau, seolah-olah ia sedang melihat beliau.
 
Keenam, tatkala ia sampai ke pintu masjid beliau,hendaklah ia membaca apa yang dibacanya sewaktu memasuki Mekah; hendaknya iamasuk dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri, sebagaimana seharusnya ialakukan sewaktu masuk dan keluar dari masjid lainnya.  Begitu ia mendekat ke rawdhah yangsuci, yaitu tempat antara makam Nabi saw. dan mimbar beliau, hendaklah iamelakukan salat tahiyatul masjid di dekat mimbar, di tempat berdirinyaRasulullah saw.  Dalam buku tentangMadinah, jarak antara mimbar Nabi saw dan tempat berdirinya, yaitu tempat yangbeliau gunakan untuk mengerjakan salat sampai beliau wafat, adalah empat puluhhasta dan satu jengkal, sedangkan jarak antara mimbar dan makam adalah lima puluh tiga hasta dansatu jengkal.  Wa Allâh a‘lam.
 
Ketujuh, setelah ia melakukan salat tahiyatul masjiddi rawdhah (atau di mana saja di dalam masjid), sewaktu bersyukur kepadaAllah swt atas karunianya ini, dan meminta-Nya agar menyempurnakan tugasnya danmenerima ziarahnya ini, hendaklah ia menghadap ke dinding makam yang mulia,dengan kiblat ada di belakangnya, sambil melihat ke bagian terbawah daridinding makam, merendahkan pandangannya dalam keadaan khidmat dan takzim,mengosongkan hati dari urusan dunia dan fokus pada sikap hormatnya, dan padakedudukan orang yang kehadirannya ia rasakan. Kemudian hendaklah iamenyampaikan salam dengan suara yang tak terlalu keras dan tak terlalu halus, tetapisedang-sedang saja; hendaknya ia membaca:
 
Al-salâm ‘alayka yâ Rasûl Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Nabî Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Khiyârat Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Khayr Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Habîb Allâh
Al-salâm ‘alayka yâ Nadzîr
Al-salâm ‘alayka yâ Basyîr
Al-salâm ‘alayka yâ Thuhr
Al-salâm ‘alayka yâ Thâhir
Al-salâm ‘alayka yâ Nabî al-rahmah
Al-salâm ‘alayka yâ Nabî al-ummah
Al-salâm ‘alayka yâ Abâ al-Qâsim
Al-salâm ‘alayka yâ Rasûl Rabb al-‘âlamîn
Al-salâm ‘alayka yâ Sayyid al-mursalîn wa yâ Khâtam al-nabiyyîn
Al-salâm ‘alayka yâ Khayr al-khalâ’iq ajma‘în
Al-salâm ‘alayka yâ Qâ‘id al-ghurr al-muhajjalîn
Al-salâm ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ahlbaytika wa azwâjika wa dzurriyyâtika wa ashhâbika ajma‘în
Al-salâm ‘alayka wa ‘alâ sâ’ir al-anbiyâ’wa jamî‘ ‘ibâd Allâh al-shâlihîn
Jazâka Allâh yâ Rasûl Allâh ‘annâafdhala mâ jazâ nabiyyan wa rasûlan ‘an ummatihi
Wa shallâ Allâh ‘alayka wa sallamakulla mâ dzakaraka al-dzâkirûn wa ghafala ‘an dzikrika al-ghâfilûn
Afdhala wa akmala wa athyaba mâ shallâwa shallâ mâ ‘alâ ahad min al-khalq ajma‘în
Asyhadu an lâ ilâha illâ Allâh wahdahulâ syarîka lahu
Wa asyhadu annaka ‘abduhu wa rasûluhuwa khiyâratuhu min khalqihi
Wa asyhadu annaka qad ballaghta al-risâlahwa addayta al-amânah wa nashahta al-ummah wa jâhadta fî Allâh haqqajihâdihi
Alâhumma âtihi al-wasîlah wa al-fadhîlahwab‘atshu maqâman mahmûdan alladzî wa‘adtahu
Wa âtihî nihâyata mâ yanbaghî ‘anyas’alahâ al-sâ’ilûn
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad‘abdika wa rasûlika al-nabî al-ummî wa ‘alâ âl sayyidinâ Muhammad wa azwâjihiwa dzurriyyâtihi
Kamâ shallayta ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîmwa ‘alâ âl sayyidinâ Ibrâhîm
Wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad‘abdika wa rasûlika al-nabî al-ummî wa ‘alâ âl sayyidinâ Muhammad wa azwâjihiwa dzurriyyâtihi
Kamâ bârakta ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîmwa ‘alâ âl sayyidinâ Ibrâhîm fî al-‘âlamîn innaka hamîd majîd.
 
Artinya:
Kedamaian atasmu, wahai Utusan Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Nabi Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Pilihan Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Kebaikan Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Kekasih Allah swt
Kedamaian atasmu, wahai Pemberi peringatan
Kedamaian atasmu, wahai Pemberi kabar gembira
Kedamaian atasmu, wahai Kesucian
Kedamaian atasmu, wahai Orang Suci
Kedamaian atasmu, wahai Nabi penuh rahmat
Kedamaian atasmu, wahai Nabi umat manusia
Kedamaian atasmu, wahai Ayah al-Qâsim
Kedamaian atasmu, wahai Utusan Tuhan Semesta Alam
Kedamaian atasmu, wahai Junjungan para nabi danPenutup para nabi
Kedamaian atasmu, wahai Yang terbaik dari segala makhluk
Kedamaian atasmu, wahaiPemimpin dari orang-orang yang berwajah cemerlang
Kedamaian atasmu dan ataskeluargamu, penghuni rumahmu, istri-istrimu, putra-putrimu, dan semua sahabatmu
Kedamaian atasmu dan atas semua nabi dan hamba-hambaAllah yang saleh
Semoga Allah swt memberimu pahala dengan sebaik-baikpahala yang pernah diberikan kepada nabi dan rasul atas nama umatnya
Selawat dan salam dari Allah swt semoga dilimpahkankepadamu setiap kali orang mengingatmu dan setiap kali orang lalai darimengingatmu
Dengan selawat dan salam yang paling utama, paling sempurna,  dan paling baik, dari yang pernah diberikankepada semua makhluk
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah swt, dantak ada sekutu bagi-Nya
Dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya engkau adalahhamba-Nya, utusan-Nya, dan pilihan-Nya di antara semua makhluk
Dan aku bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan risalah-Nyadan menunaikan amanah-Nya, memberikan nasihat kepada umat, dan berjuang untukAllah swt dengan sebenar-benarnya
Ya Allah swt, berikanlah kepadanya kedudukan-sebagai-penghubung,keutamaan, dan angkatlah beliau ke kedudukan mulia yang telah engkau janjikankepadanya
Dan berikanlah kepadanya tujuan tertinggi dari apayang sepantasnya dimohonkan oleh para pemohon
Ya Allah swt, sampaikanlah selawat kami kepadajunjungan kami, Muhammad saw, hamba-Mu dan rasul-Mu, nabi yang ummi; juga kepadakeluarga junjungan kami, Muhammad saw, kepada istri-istrinya dan putra-putrinya
Sebagaimana engkau telah memberikan selawat kepadajunjungan kami, Ibrahim as, dan kepada keluarga junjungan kami, Ibrahim as
Dan berikanlah berkah kepada junjungan kami, Muhammadsaw, hamba-Mu dan rasul-Mu, nabi yang ummi; dan kepada keluarga junjungan kami,Muhammad saw, kepada istri-istri dan putra-putrinya.
Sebagaimana engkau telah memberikan barakah kepadajunjungan kami, Ibrahim as, dan kepada keluarga junjungan kami, Ibrahim as,selagi di dunia
Sesungguhnya Engkau MahaTerpuji dan Mahamulia.
 
Bagi mereka yang takdapat menghafal semua bacaan ini atau tidak punya waktu membacanya, cukuplahuntuk membaca sebagiannya saja, minimal hendaklah ia membaca al-salâm‘alayka yâ Rasûl Allâh.
 
Setelah itu, bila adaorang yang memintanya menyampaikan salam kepada Rasulullah saw, maka hendaknyaia membaca al-salâm ‘alayka yâ rasûl Allâh min fulân ibn fulân (salamkepadamu, wahai Rasulullah saw dari si fulan anak fulan), atau sejenis bacaansalam lainnya.  Setelah itu, hendaklah iamelangkah satu kaki ke sebelah kanan untuk mengucapkan salam kepada Abû Bakr rakarena berdiri pada bahu Rasulullah saw; 
 
kemudian ia katakan: al-salâm‘alayka yâ Abâ Bakr safiyy Rasûl Allâh wa tsâniyyahu fî al-ghâr, jazâka Allâh ‘anummat al-Nabî khayran (salam kepadamu, wahai Abû Bakr ra, teman dekatRasulullah saw, dan pendampingnya dalam gua, semoga Allah swt membalasmu denganpahala terbaik atas nama umat Nabi saw).  Setelah itu, ia melangkah satu kaki ke sebelahkiri dari posisinya semula, ke hadapan ‘Umar ra, sambil mengatakan: al-salâm‘alayka yâ ‘Umar a‘azza Allâh bika al-islâm, jazâka Allâh ‘an ummat Muhammadkhayran (salam kepadamu, wahai ‘Umar ra, Allah swt telah menguatkan Islamdenganmu, semoga Allah swt membalasmu dengan sebaik-baiknya pahala dengan atasnama umat Muhammad saw). 
 
 Kemudian iakembali ke posisi semula, ke depan Rasulullah saw, dan ia pun dapat bertawasulkepada Nabi saw untuk kepentingan dirinya, dan meminta syafaatnya di depanTuhannya yang Mahasuci dan Mahatinggi, dan salah satu hal terbaik yang dapat iabacakan adalah apa yang diriwayatkan oleh kawan-kawan kita dari al-‘Utbî, dimana mereka sungguh mengagumi apa yang dikatakannya:
 
Selagi aku sedang dudukdekat makam Nabi saw, seorang Arab Badui datang dan berkata, “al-Salâm ‘alaykayâ Rasûl Allâh saw!  Aku telahmendengar Allah swt berfirman, ‘Kalau saja mereka itu, tatkala sadar telahberbuat zalim pada dirinya, datang kepadamu dan meminta ampunan kepada Allahswt, dan Rasul saw kemudian memintakan ampunan buat mereka, niscaya mereka akandapatkan bahwa Allah swt itu sungguh Maha Pengampun dan Maha Penyayang’(4:64), kini aku datang kepadamu untuk meminta ampunan atas segala dosaku,dengan mengharap bantuan syafaatmu pada Tuhanku.”  Ia pun kemudianmembacakan syair berikut:
 
Wahai yangterbaik dari semua yang tulang-belulangnya dikuburkan di kedalaman bumi,
Dan yang dariwewangiannya, kedalaman dan ketinggian menjadi terasa harum,
Biarlah akumenjadi tebusan bagi sebongkah kuburan yang engkau huni,
Yang didalamnya terdapat kesucian, karunia, dan kemurahan hati!
 
Kemudian ia pergi, dan aku pun tertidur.  Dalam tidurku, aku melihat Nabi saw.  Beliau berkata kepadaku, “Wahai ‘Utbî, cepatlahkejar orang Badui itu dan sampaikanlah kabar baik kepadanya bahwa Allah swt telahmengampuninya.”64
 
Peziarah kemudian hendaklah maju ke arah kepala makamdan berdiri di antara makam dan pilar yang ada di sana , sambil menghadap kiblat (dengan tidakmemutarkan punggungnya pada makam).  Hendaklahia memuji Allah swt dan mengagungkannya dan memanjatkan doa untuk dirinyamenyangkut apa yang ia perlukan dan ia inginkan, untuk kedua orangtuanya, danuntuk siapa saja yang ia sukai di antara kerabatnya, guru-guru yangdihormatinya, saudara-saudara, dan muslimin pada umumnya; kemudian iamendatangi rawdhah memanjatkan doa dan melakukan salat.  Terdapat keterangan dalam dua kitab Shahîhyang diriwayatkan dari Abû Hurayrah ra bahwa Nabi saw bersabda, “Di antara makamkudan mimbarku terletak salah satu taman surga, dan mimbarku  menghadap ke kolam (hawdh)-ku.  Berdirilah di mimbar itu dan berdoalah.”
 
Kedelapan, tak diperbolehkan mengelilingi makam Nabisaw., dan makruh hukumnya berdiri begitu dekat dengan makam sehinggakeseluruhan bagian depan atau belakang seseorang bersentuhan dengannya.  Ini menurut pandangan al-Hâlimî danyang lainnya.  Juga makruh hukumnya menggosok-gosok makamdengan tangannya atau menciumnya.65  Tatacara yang baik adalah berdiri agak jauh darinya,sebagaimana halnya bila orang berada dari seseorang yang masih hidup.  Begitulah yang dikatakan oleh ulama, danhendaklah kita tak terbawa-salah oleh tindakan-tindakan orang kebanyakan yangmelanggar perilaku baik ini; kita seharusnya hanyalah mengikuti resep yangdianjurkan ulama saja, tak perlu memedulikan perilaku orang-orang kebanyakan.  Seorang tokoh yang dihormati, yaitu Abû ‘Alîal-Fudhayl ibn ‘Iyâdh kurang lebih mengatakan begini: Seseorang seharusnyamengikuti jalan yang sesuai dengan petunjuk dan tidak terbelokkan kejalan-jalan yang ditempuh oleh segelintir orang, dan hati-hatilah dengan jalankesesatan yang ditempuh oleh mereka yang akan binasa.  Oleh karena itu, orang yang punya pikiranbahwa menggosok dan sejenisnya akan memberinya banyak barakah telah tersesatkanoleh kebodohannya dan ketakpeduliannya, karena barakah itu terdapat pada ajaranyang sesuai dengan syariat dan apa yang dikatakan oleh ulama; dengan demikianbagaimana mungkin pahala dapat diperoleh melalui tindakan yang bertentangandengan ajaran yang benar?
 
Kesembilan, selama tinggal di Madinah, hendaknya iamengerjakan seluruh salatnya di masjid Nabi saw, dan hendaklah berniat iktikaf didalamnya.
 
Kesepuluh, dianjurkan agar ia sehari-hari pergi kepekuburan Baqi, khususnya pada hari Jumat; pertama-tama hendaklah ia membacasalam dulu kepada Nabi saw.  Bila sampaidi Baqi, katakanlah: al-salâm ‘alaykum dâra qawmin mu’minîn wa innâ insyâ’aAllâh bikum lâhiquun, Allahummaghfir li ahli baqî al-gharqad, Allahummaghfirlanâ wa lahum.  Kemudian ia berziarahke makam-makam yang ada di sana seperti makam-makam Ibrahim, ‘Utsmân, al-‘Abbâs, al-Hasan putra ‘Alî, ‘Alîputra al-Husayn, Muhammad ibn ‘Alî, Ja‘far ibn Muhammad,dan lainnya.  Titik akhir perhentian,hendaklah di makam Shafiyyah, bibi Rasulullah saw.; disebutkan dalam beberapa hadissahih bahwa makam-makam di Baqi memiliki keutamaan, demikian juga dalammenziarahinya.66
 
Kesebelas, dianjurkan untuk berziarah ke makam-makam syuhadaUhud, sebaiknya dilakukan pada hari Kamis, dan hendaknya diawali dari makam Hamzahdan dimulai sejak pagi-pagi sekali setelah salat shubuh di masjid Nabi saw,sehingga ada cukup waktu yang memungkinkan untuk kembali ke masjid sebelum salatzuhur.
 
Kedua belas, dianjurkan sekali untuk mendatangi masjidQuba, lebih baik dilakukan pada hari Sabtu, dengan niat untuk mendekatkan dirikepada Allah swt dengan ziarah ke sana dan salat di dalamnya.  Ini didasarkanpada hadis yang dapat dipercaya dalam kitab al-Tirmidzî dan yang lainnya dariUsayb ibn Hudzayr, bahwa satu salat di masjid Quba seperti satu kali umrah;dan dalam dua kitab Shahîh, diriwayatkan bahwa Ibn ‘Umarmengatakan bahwa Rasulullah saw. suka datang ke masjid Quba, baik denganberkendaraan atau berjalan kaki, untuk melakukan salat dua rakaat di sana , dan dalam satu riwayat yang terpercaya disebutkanbahwa beliau biasanya datang ke sana pada hari Sabtu.  Dianjurkan pulaberziarah ke sumur al-Arisy, yang terletak di samping masjid Quba, dan meminumairnya serta berwudu dengannya.
 
Ketiga belas, dianjurkan agar mengunjungi semua tempatbersejarah dalam Islam.   Ada sekitar tigapuluhtempat semacam ini, semuanya dikenal baik oleh penduduk Madinah.  Yang berhaji hendaklah mengunjungitempat-tempat tersebut sekerap mungkin.  Iajuga hendaknya pergi ke dan minum dari sumur-sumur yang biasa digunakan olehRasulullah saw untuk berwudu dan mencuci.  Terdapat tujuh buah sumur yang seperti ini.
 
Keempat belas, yang berhaji seharusnya berlaku takzimterhadap kota ini selama ia tinggal di sana, dengan memelihara perasaan dalamhatinya bahwa kota ini merupakan tempat yang dipilih sebagai tempat hijrah dantinggal Rasulullah saw, serta tempat beliau dimakamkan; hendaknya ia bersikapseolah melihat Nabi saw datang dan pergi di kota ini, dan bagaimana beliauberjalan di jalan-jalan kota ini.
 
Kelima belas, tinggal di Madinah (khususnya untukbelajar) adalah dianjurkan dengan persyaratan yang sama dengan yang telahdisebutkan berkaitan dengan tinggal di Mekah.  Anjuran untuk melakukan hal ini terdapat dalamShahîh Muslim; Ibn ‘Umar dan Abû Hurayrah meriwayatkanbahwa Nabi saw bersabda, “Siapa saja yang bertahan melalui segala kesulitan dankesengsaraan di Madinah, aku akan menjadi saksi dan pemberi syafaat baginyapada Hari Pembalasan.”67
 
Keenam belas, dianjurkan bagi seorang mukmin untukberpuasa di Madinah kapan saja dan hendaklah sesering mungkin, dan hendaklahmemberi sedekah sebanyak mungkin kepada tetangga-tetangga Nabi saw (yaitumereka yang melakukan mujâwarah, seperti tinggal di Madinah agar dapatmemelihara sunah), karena hal tersebut merupakan satu cara menunjukkankesetiaan dan kepercayaan kepada Nabi saw.
 
Ketujuh belas, hendaklah ia tidak membawabarang-barang tembikar yang terbuat dari tanah dan batu-batu dari Tanah HaramMadinah, juga kendi-kendi dan perkakas lain yang terbuat darinya,sebagaimana telah disebutkan sebelumnya berkaitan dengan Tanah Haram Mekah.
 
Kedelapan belas, dilarang berburu di Tanah HaramMadinah, juga mencabut dan memindahkan sesuatu dari pohon-pohonan di Tanah Haram;aturan ini telah dibahas dalam pembicaraan tentang Tanah Haram Mekah. Batas TanahHaram Madinah adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bukhârî dan Muslimdalam kedua kitab Shahîh-nya dari ‘Alî ibn Abî Thâlib radari Nabi saw., “Tanah Haram Madinah adalah antara ‘Ayr dan Tsawr (sebuahbukit di belakang Uhud)”; dan dari Abû Hurayrah ra yang mengatakan, “Bila aku melihatrusa makan rumput dan minum di Madinah aku tak akan mengganggunya.” Nabi saw jugamengatakan, “Apa yang terhampar di antara dua bidang batu hitamnya (itulahbatas-batas kota ).”Dengan demikian hadis tersebut diriwayatkan oleh sekelompok sahabat dalam keduakitab Shahîh tersebut.
 
Kesembilan belas, bila ia akan meninggalkan Madinahdan pulang ke negerinya atau pergi ke negeri lainnya, dianjurkan untuk mengucapkanselamat tinggal kepada masjid dengan melakukan salat dua rakaat dan berdoamenyangkut apa saja yang sesuai dengan keperluannya; hendaklah ia mendatangimakam dan mengatakan hal yang sama dengan doa yang telah disebutkan padapermulaan dan katakanlah, “Ya Allah swt, janganlah Engkau jadikan ini kaliterakhir bagiku untuk datang ke Tanah Haram Rasul-Mu; mudahkanlah aku untukdatang kembali ke kedua Tanah Suci ini, dan limpahkanlah kepadaku ampunan dankeamanan dalam kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang, dan berikanlahkepada kami keselamatan selagi pulang dengan rahmatmu.” Ia pun dapatmeninggalkannya dengan menghadap sambil menjauh dari makam.
 
Kedua puluh, hal-hal penting berkaitan dengan MasjidNabi saw: diriwayatkan dalam Shahîh al-Bukhârî dari Ibn ‘Umarbahwa ia mengatakan, “Pada masa Rasulullah saw, masjid dibangun denganbata-bata dari tanah yang dijemur, atapnya terbuat dari pelepah kurma, dantiang-tiangnya dari batang pohon kurma.  AbûBakr ra tidak menambahkan apa pun padanya; ‘Umar ra menambahkan padanya danmembangun jalan yang biasa digunakan selama masa Nabi saw dengan batu bata danpelepah kurma dan tiang-tiang dari batang pohon kurma.  Pada gilirannya, ‘Utsmân ra mengubahnya danmenambahkan lebih banyak lagi.  Beliaumeninggikan dinding-dindingnya dengan batu-batu yang dipahat dan batu gamping,membuat tiang-tiang dari batu yang dipahat dan atap dari kayu jati.”Seharusnyalah melakukan salat fardu itu di masjid yang dulu ada di masaRasulullah saw.  Karena hadis sahih yangtadi disebutkan, yaitu “Satu salat di masjidku ini lebih baik dari seribu salatdi masjid-masjid lain,” hanya berlaku pada masjid yang berada di tempat padamasa beliau saja.68  Bilaseseorang melakukan salat bersama jamaah, maka sebaiknyalah melangkah maju kebarisan pertama, dan barisan-barisan yang langsung berada di belakangnya.Hendaknya ia memerhatikan apa yang pernah saya peringatkan.  Dalam kedua kitab Shahîhterdapat riwayat dari Abû Hurayrah ra bahwa Nabi saw mengatakan, “Mimbarkumenghadap ke kolamku.” Al-Khaththâbî mengatakan bahwa makna dari hadis iniadalah bahwa siapa yang menjaga salatnya di dekat mimbarnya, maka ia akanmendapatkan air dari kolam Nabi saw pada Hari Perhitungan.  Hadis lain dalam Shahîh menyebutkan,“Di antara makam dan mimbarku, terletak salah satu taman surga.”
 
Kedua puluh satu, beberapa orang awam menyatakan bahwaRasulullah saw pernah bersabda, “Siapa saja yang berziarah kepadaku dan kepadaayahku, Ibrahim as, pada tahun yang sama, aku memberi jaminan surga untuknya.”  Anggapan ini salah.  Pernyataan ini bukanlah dari Rasulullah saw dankata-kata ini tak disebutkan dalam kitab hadis mana pun.  Tetapi, ini lebih merupakan suatu bikinanorang-orang yang suka menyelewengkan. Menziarahi makam-makam para wali Allahswt tidaklah dilarang.  Yang ditolakhanyalah apa yang diriwayatkan oleh orang umum, padahal tak ada hubungan antaraberziarah ke al-Khalîl (Ibrahim as) dan ibadah haji; ziarah ke makam al-Khalîlmerupakan tindakan amal saleh terpisah.  Samahalnya dengan perkataan sebagian masyarakat awam yang menyatakan bahwa bilamereka berhaji dan melengkapinya dengan ziarah ke Yerusalem, maka mereka telahmenyempurnakan hajinya.  Ini adalah pandanganyang salah.  Meskipun berziarah keYerusalem itu dianjurkan, namun ini tak ada hubungannya dengan ibadah haji.  Wa Allâh a‘lam.
 
Kedua puluh dua, bila seseorang bernazar untukberziarah ke makam Nabi saw atau Yerusalem, ada dua pandangan menurut mazhab Syafii;yang lebih tepat adalah yang menyatakan bahwa dianjurkan untuk pergi menunaikannya,tetapi tidaklah wajib.  Wa Allâh a‘lam.
 

 
Catatan Kaki
62. Imam al-Nawawî, al-Îdhâhfî Manâsik al-Hajj (Damaskus: Dâr Ibn Khaldûn, tanpa tahun, h.140-150. Lihat juga bagian yang sama dalam al-Adzkâr al-Nawawî (berbagaiedisi) dan Majmû‘-nya (8:212f.).
63. Hadis hasan:lihat di atas, bagian al-Tawassul.
64. Lihat di atas.
65. Untuk restu Imam Ahmadterhadap menyentuh dan mencium makam, dan kata-kata al-Dzahabî yang membenarkanadanya efek dari tindakan ini dalam Mu’jam al-Syuyûkh, vol. 1, h. 73,#58, lihat di atas. “(Para sahabat) melihat Nabi saw dengan mata mereka sendiritatkala beliau masih hidup, menikmati kehadirannya secara langsung, menciumtangannya secara sungguh-sungguh, mereka hampir bertarung satu sama lainmemperebutkan sisa-sisa air wudunya, ikut mencukur rambutnya yang suci padawaktu berhaji, dan bahkan bila beliau memercikkan air dari mulutnya sungguhtidak akan jatuh kecuali pada tangan seseorang sehingga ia dapat mengusapkannyake mukanya sendiri.  Sementara kita tidakmemiliki keberuntungan yang sedemikian besar itu untuk ikut serta merasakannya,maka kita lemparkan bagian tubuh kita sendiri pada makamnya sebagai tanda rasaketerikatan, ketakziman, dan penerimaan, bahkan dengan menciumnya.  Tidakkah kamu melihat apa yang dilakukan olehTsâbit al-Bunanî tatkala ia mencium tangan Anas ibn Mâlik dan meletakkannya diatas mukanya sambil mengatakan: “Inilah tangan yang pernah menyentuh tanganRasulullah saw?” Kaum muslim tidaklah melakukan hal-hal semacam ini kecualididorong oleh kecintaannya yang menggebu kepada Nabi saw, sebagaimana merekadiperintahkan untuk mencintai Allah swt dan Nabi-Nya saw lebih dari kecintaanmereka pada hidupnya sendiri, anak-anaknya, seluruh umat manusia, hartanya, dansurga serta bidadari-bidadarinya.”
66.   Kaum “Salafi”/Wahabi telah menghancurkan semua makam ini, sehinggamereka tak lagi dapat dikenal bila ada orang ingin menziarahinya sesuai dengantuntunan sunah menurut definisi dari Imam al-Nawawî, sehingga Baqi sekaranglebih tampak seperti padang pasir, tak satu pun dari makam-makam itu yang dapatdikenali. Pada masa Nabi saw, orang-orang yang dimakamkan di sana tidak banyak, sehingga mudah untukdikenali di mana tempat mereka berada. Meskipun demikian, pada masa-masakemudian karena pemakaman tersebut jadi penuh oleh kaum muslim, pentingnyatanda-tanda untuk menentukan di mana para sahabat itu dimakamkan menjadisemakin penting ketimbang pada masa lampau, sebagaimana pentingnya memeliharatanda daerah tempat makam Nabi saw berada.  Itulah mengapa kaum muslim telah terusmempertahankan tanda-tanda ini dari perubahan-perubahan waktu dan penggantian,sampai kaum Wahabi dan kaum “Salafi” muncul terlibat dalam hal ini.  Namun demikian, sangatlah penting memeliharatanda-tanda ini, terlebih pada masa sekarang, karena alasan yang disebutkanoleh al-Nawawî tadi.
67.   Ibn Hajar al-Haytsamî menambahkan dalam syarahnyaatas al-Nawawî,  “Ahmad, al-Tirmidzî,dan yang lainnya meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, ‘Siapa saja yang dapatmeninggal di Madinah, biarlah ia meninggal di sana ,karena aku akan memberikan syafaat untuk siapa saja yang meninggal di sana .’ Banyak hadistentang keutamaan tinggal dan meninggal di Madinah.”
68.   Ibn Hajar al-Haytsamî mengatakan, “ Ada perbedaaan di antara ulama sehubungandengan hal ini. Meskipun demikian, tak ada hadis sahih dari Nabi saw yangberbeda dengan apa yang dikatakan al-Nawawî.”
 
Wa min Allah at Tawfiq
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...