Sunday, August 19, 2012

Khotbah Jumat Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)

Catatan (Tidak Lengkap) dari Khotbah Jumat Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)
17 Agustus 2012

alhamdulillah nasta`iinuhu wa nastahdiih...
ayyuhal mu’minuun wal-haadhiruun itaqullah wa athi`uuh...

Wahai ahbab an-Nabi (s), Ramadan telah berakhir dan Syawwal berada di depan pintu, dan kita memohon kepada Allah untuk membukakan bagi kita tajali dari bulan yang diberkati ini. Allah (swt) berfirman, “Ramadan adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan member pahala untuknya. Ramadhaanu lii wa anaa ajzii bihi.”

Alhamdulillah Ramadan telah berakhir dan yang menjadi urusan kita adalah apakah Ramadan kita akan diterima atau tidak, tetapi dari Rahmat Allah Yang Mahaluas, Dia akan mengaruniai kita dengan menerima Ramadan kita. Nabi (s) bersabda, “10 hari pertama Ramadan adalah rahmat, sepuluh kedua adalah ampunan dan sepuluh terakhir adalah pembebasan dari api neraka. Jadi ini adalah sepuluh hari terakhir sehingga mereka yang berpuasa akan dibebaskan dari api neraka.

Dan di bulan Ramadan, sebagian besar waktu kalian diisi dengan puasa dan salat dan Allah berfirman di dalam kitab suci al-Qur’an, “inna ash-shalaata tanhaa `anil-fahsyaai wal-munkar – sesungguhnya salat akan mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan di bulan ini Nabi (s) diutus untuk melakukan salat tarawiih dan qiyam al-layl dan salat tarawiih dilakukan bersama jemaah kecuali kalian sedang dalam perjalanan atau sakit. Mengapa bersama jemaah? Karena jika dilakukan sendiri, bisa jadi itu tidak diterima, tetapi bersama jemaah itu akan diterima karena Allah berfirman, “Yad’ullaaha ma’al jami’ah, “Tangan” Allah berada di atas jemaah atau “Tangan” Allah bersama jemaah.” Ini bukanlah tangan dalam arti fisik tetapi melambangkan Rahmat Allah dan Cinta Allah. Barangkali demi satu orang di dalam jemaah, bahkan mungkin demi seorang anak kecil di dalam jemaah, Allah akan membuat salat kita diterima.

Itulah sebabnya mengapa dikatakan bahwa salat sangat penting di bulan Ramadan karena itu adalah syawaariq al-anwaar, cahaya yang muncul dari cakrawala, dari Cahaya Allah, Nuur Allah. Cahaya itu akan muncul dalam setiap salat yang kalian lakukan secara berjamaah dan cahaya itu akan membusanai kalian. Dan Nabi (s) bersabda, “Ketika aku salat, itu adalah waktu yang paling membahagiakan,” karena itu adalah tempatnya bermunajat, tempatnya kalian berbicara kepada Allah secara langsung, dan tak seorang pun berada di antaranya. Kita meminta agar salat kita diterima demi Sayyidina Muhammad (s). Jika doa kalian baik maka salat kalian baik. id`u Allah mukhlishiina lahu ad-diin. Sebutlah Allah dengan keikhlasan kepada agama-Nya. Dan kita tahu bahwa agama yang diridai Allah adalah Islam. inna ad-diina `indallahi al-Islam. Jadi, jika kita ikhlas dengan Islam, kita ikhlas dengan Muslim, dan jika kita ikhlas dengan Muslim kita ikhlas dengan Mukmin, dan kemudian kita ikhlas dengan Allah. Jadi untuk mengetahuinya, kalian harus mengecek apakah salat kalian diterima.

Jika kalian malas untuk salat, kalian berusaha untuk menundanya dan menundanya, kalian katakana 10 menit lagi, kemudian 10 menit lagi, lalu 10 menit kemudian sudah ‘Ashar. Ketika kalian seperti ini, Setan berada di sana. Ketahuilah bahwa ia siap untuk menyerang kita. Jika salat kalian adalah salat yang (dikerjakan dengan) malas, ketahuilah bahwa salat kalian mungkin tidak akan diterima. Tetapi bila salat kalian dilakukan dengan iman, maka segera setelah Allahu akbar, Allahu akbar, kita segera berdiri untuk salat, salat itu akan diterima. Dan setiap salat yang tidak mencegah kalian dari perbuatan keji dan munkar, maka itu bukanlah salat karena jika kalian salat, kalian harus memilih, apakah aku akan berada di sisi iman atau tidak. Jika salat kalian tidak menghentikan kalian dari perbuatan dosa, maka itu tidak dapat diterima. Tetapi jika salat kalian menjadikan kalian sebagai Mukmin yang lebih baik dan Muslim yang lebih baik, berarti salat itu mencegah kalian dari perbuatan dosa.

Dan Abu Darda (r) berkata, “Setiap napas yang aku hirup dan aku keluarkan tidak dalam keadaan mengingat Allah atau tanpa zikrullah, maka itu adalah hasratan `alayya situasi yang buruk bagiku seolah-olah aku terjerembab ke dalam lumpur.” Zikrullah adalah permata. “Jika aku bernapas tidak dengan zikrullah, dalam setiap tarikan dan hembusan napas berarti aku telah menyia-nyiakan napasku dan menyia-nyiakan hidupku, seolah-olah permatanya jatuh ke dalam tempat sampah.”

Dan Allah berfirman bahwa segala sesuatu adalah dihitung, addahum wa ahsaahum `adda. Berapa umur kalian, ini adalah untuk orang-orang di dunia, tetapi berapa napas yang kalian hirup dengan zikrullah, itulah yang akan dihitung. Dan pada suatu ketika ada seorang pria yang berziarah ke makam dan ia berdoa untuk penghuni makam itu. Ia adalah seorang ulama yang wafat dalam usia 85 tahun, tetapi tiba-tiba datang seseorang yang mengatakan bahwa ulama itu wafat dalam usia 10 tahun, dan yang lain wafat dalam usia 5 tahun, padahal sesungguhnya ia wafat dalam usia 70 tahun. Jadi ia bertanya, “Apa maksudmu?” Dan ia berkata, “Apakah engkau tidak mengetahui tentang hadis Abu Darda (r) bahwa napas yang dihirup dan dikeluarkan tanpa zikrullah adalah sia-sia.

Dan bulan ini adalah bulannya umat, sebagaimana hadis, “Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban bulannya Nabi (s) dan Ramadan adalah bulan umatku.” Dan 10 hari terakhir di bulan Ramadan adalah itqun min an-naar.

...inama huwa hadza al-`ilm laysa huwa qalqalah, ilmu ini bukan hanya qalqalah, cara membaca dengan merdu, tetapi di dalam pelajaran kalian melihat diri kalian sendiri untuk membuat qalqalah. Tetapi ibn `Ajiba (r) berkata bahwa ini bukanlah cara untuk membaca dengan qalqalah, tetapi itu adalah rasa, dan untuk salat bersama dengan orang-orang yang berada di jalan Allah dan Allah bersama dengan orang-orang yang mengingat-Nya. Itu bukanlah syirik, tetapi itu adalah hadis suci yang diturunkan kepada Nabi (s). Lakukan apa yang ingin kalian lakukan dan katakan apa yang ingin kalian katakan mengenai Nabi (s) setinggi-tingginya. Itu bukanlah syirik! Syirik itu adalah bila kalian mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Ada banyak cara untuk mendorong orang untuk meningkatkan ibadah. Melakukan nawaafil bukanlah hal yang syirik! Tetapi syirik yang harus diwaspadai adalah bila mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, seperti Kristen mengatakan bahwa Yesus adalah anak Allah, dan Uzair adalah anak Tuhan, sebagaimana yang dikatakan oleh Yahudi.

Dan siapa yang ingin mengetahui posisinya di Hadirat Allah, ia harus memperhatikan kehadirannya di dalam salat. Saya melihat banyak orang yang melakukan salat ketika membaca Surat al-Fatihah dan kemudian Surat lalu ruku, mereka melakukannya dengan cepat dan hanya setengah ruku, saya tidak tahu mengapa, itu seperti ayam yang mematuk-matuk tanah untuk mencari sesuatu. Kalian membuat salat kalian seperti itu, itu tidak bisa diterima. Jika kalian menginginkan dunia, jangan melakukan salat seperti itu, karena itu tidak diterima. Ketika saya berusia 15-16 tahun, saya suka melakukan salat seperti itu, tetapi kemudian mendapatkan (hukuman dengan) tongkat setelahnya. Jangan bermain-main dengan salat. Kalian harus melakukan ruku dan sujud dengan baik, wudu pun begitu, jangan melampaui batasan-batasan dalam salat, karena Allah tidak menyukainya.

Ibn `Abbas (r), salah seorang muhaddis terbesar dan juga mufassir kitab suci al-Qur’an berkata, “Jika kalian melakukan salat dan tidak merasakan ketakutan terhadap Allah, dan jika kalian membaca kitab suci al-Qur’an tanpa merasakan ada informasi tertentu, maka kalian harus menangis! Dan jika disebutkan Allah, tetapi tidak ada tangisan yang keluar, lemparkanlah debu dan tanah ke kepala kalian. Pastikan kalian merasakan kotornya tanah tadi karena kalian tidak bisa dipercaya, dan menangislah atas dosa-dosa kalian dan mintalah kepada Allah agar diberikan kalbu yang lain. Artinya menggantikan kalbu kalian dengan kalbu yang lebih baik.

Dan Nabi (s), ketika beliau salat, beliau biasa beristighfar dan mengucapkan, subhanallah, alhamdulillah dan Allahu akbar. Ini akan melengkapi salat. Dan barang siapa yang setelah itu mengucapkan, la ilaha ill 'Llah wahdahu laa syariika lah lahul-mulku wa lahul-hamd wa huwa `ala kulli syay’in qadiir, Allah akan mengampuni dosa-dosanya bahkan jika dosa-dosa itu seperti buih-buih di samudra.

Wahai Muslim, kita berada di akhir zaman, dan semoga Allah mengaruniakan kita dengan … Allah berfirman, katakanlah (wahai Muhammad): jika engkau ingin mencintai Allah, ikutilah aku dan Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.

alhamdulillahI rabbil-`alamiin... Di dalam amplop ini berisi uang fitrah yang akan diberikan kepada beberapa orang di sini. Semoga Allah menerima fitrah kita bersama dengan puasa kita dan semoga Allah menerima fitrah kita, zakat al-fitr dan menerima salat kita dan puasa kita dan tarawiih dan setiap napas yang telah kita lakukan menjadi fitrah demi Sayyidina Muhammad (s) dan Allah adalah Yang dapat membuat segala sesuatu dapat diterima. Jadikanlah kami teguh di dalam iman dan Islam dan ihsan dan dekatkan kami dengan Surga, demi Nabi (s) dan demi Ramadan yang penuh berkah ini, semoga Allah menerima zakat kita dan fitrah kita dan mejadikannya dari yang imitasi menjadi zakat dan fitrah sejati dan semoga Allah tidak meninggalkan satu dosa pun, kecuali ia telah diampuni dan kesulitan apapun kecuali ia dapat diselesaikan dan semoga Allah memudahkan urusan kita dan memanjangkan umur kita untuk mencapai al-Mahdi (as). ...

Jadikanlah kami untuk mudah membaca kitab suci al-Qur’an dan jadikanlah ia sebagai petunjuk bagi kami dan cahaya di jalan ini dan kumpulkanlah kami bersama Nabi (s) di dunia dan akhirat, jadikanlah beliau (s) bersama kami setiap saat dan setiap waktu, dan ubahlah keadaan kami dan keluarga kami dan anak-anak kami dan semua saudara kami dan kerabat kami… jadikan kami semua di bawah syafaatmu yaa Rasuulallah! Dan kebenaran sejati yang dapat dikatakan oleh seorang hamba adalah bahwa tidak ada sesuatu yang dapat menahan kami dari apa yang Engkau berikan wahai Tuhan kami dan tidak ada yang dapat memberi kami dari apa yang Engkau tahan wahai Tuhan kami, panjangkanlah umur kami. Engkau adalah penyokong kami, dan penolong kami, ampnilah kami dengan rahmat-Mu. Kirimkanlah Shahib az-Zaman demi rahasia dari Surat al-Fatihah.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...