Tuesday, November 20, 2012

Tanya Jawab Apakah Mendoakan Orang Lain Diterima? Apa Hukumnya?

Tanya Jawab Apakah Mendoakan Orang Lain Diterima? Apa Hukumnya?

Bagaimana secara syari'atnya kirim atau hadiahkan doa untuk orang-orang yang sudah meninggal? Halal kah?

Jawab :

Ketahuilah bahwa semua Nabi Allah gemar kirim hadiah doa untuk orang-orang yang telah wafat. Di Al-Qur'an, Allah ta'ala minta umat-Nya untuk kirim atau hadiahkan doa untuk semua orang-orang yang beriman, baik yang masih hidup apalagi yang sudah wafat. Antara lain diperintahkan dalam:

1. QS. Muhammad, ayat 19 : "Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan."

2. QS. Nuuh, ayat 28 : "Ya Tuhanku ampunilah aku. Ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, serta semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan."

3. QS. Ibraahiim, ayat 40-41 : "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do'aku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab."

4. QS. Al-Hasyr, ayat 10 : "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan anshar), mereka berdo'a, ya Tuhan kami, Ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."


Kemudian dalam hadits-hadits shahih diriwayatkan:

Dari Abu Hurayrah ra, "Aku mendengar Rosulullah saw bersabda, Jika kamu semua menshalati mayit, maka berdo'alah dengan ikhlas untuknya."
(Sunan At Tirmidzi)

Dari Auf bin Malik ra, "Rasulullah saw. menshalatkan sebuah jenazah, maka saya hafal doa beliau, beliau berdoa: "Ya Allah, ampunilah dia, kasih sayangilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, dan lapangkanlah kuburannya. Mandikanlah ia dengan air, es dan embun. Bersihkanlah ia dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah untuknya yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia) dan pasangan hidup yang lebih baik dari pasangan hidupnya (di dunia). Masukkanlah ia ke dalam surga, selamatkanlah ia dari azab kubur dan azab neraka." (HR Muslim no. 963, Ahmad no. 23975, An-Nasai no. 1983, Ibnu Abi Syaibah no. 11353, Ibnu Hibban no. 3075, dan Al-Baihaqi no. 6965)

Sesungguhnya A'isyah ra bertanya kepada Rasulullah saw, apa yang harus dibaca ketika kami memohon ampun bagi ahli kubur? Rasulullah saw menjawab, "Ucapkanlah, Salam sejahtera atas engkau semua wahai ahli kubur dari golongan mukminin dan muslimin, semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat-Nya bagi orang-orang yang mendahului serta orang-orang yang datang kemudian dari kami. Dan I'nsya Allah kami akan menyusul kalian." (HR Muslim)

Dari U'tsman bin A'ffan ra, "Nabi Muhammad saw jika selesai menguburkan jenazah, beliau berdiri di dekat kubur lalu bersabda, hendaklah kamu sekalian memintakan (kirim hadiah doa) ampunan bagi saudaramu (yang meninggal ini) karena saat ini dia sedang ditanya oleh malaikat." (Sunan Abu Dawud)

Dari A'isyah ra, "Seseorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad saw, Ibu saya meninggal dunia secara mendadak dan tidak sempat berwasiat. Saya menduga seandainya dia dapat berwasiat, tentu ia akan bersedekah. Apakah ia akan mendapat pahala jika saya bersedekah atas namanya? Nabi Muhammad saw menjawab, "Ya". (HR Muslim)

Dari Ibnu A'bbas ra, "Suatu hari Nabi saw berjalan melewati dua pemakaman. Kemudian beliau bersabda, kedua orang yang berada dalam kuburan ini sekarang sedang disiksa. Namun keduanya disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia kencing dan tidak menutup auratnya. Dan yang lain disiksa karena suka mengadu domba. Lalu Nabi saw mengambil pelapah kurma dan membelahnya menjadi dua, kemudian menancapkanya di atas kubur masing-masing. Para sahabat bertanya, mengapa engkau melakukan hal tersebut? Nabi saw menjawab, "Semoga keduanya mendapatkan keringanan siksa selama pelepah kurma ini belum kering." (HR Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Hurayrah ra, Rasulullah saw berkata, "Barang siapa memasuki pemakaman lalu membaca sura Al-Fatihah, Al-Ikhlas dan At-Takatsur, lalu berdo'a, "Aku hadiahkan bacaan yang aku baca dari firman-Mu untuk semua Ahli Qubur dari kalangan mukmiin dan mukminat, maka semua ahli qubur itu akan memberikan syafa'at (pertolongan) kepada orang yang membaca surat tersebut."

Jika ada sahabat di kalangan Anshar meninggal dunia, mereka berkumpul di depan kuburnya sambil membaca Al Qur'an. Berkata Nabi saw, "Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, anak yang shalih yang mendo'akannya atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya."
(HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa'i dan Ahmad)

Dari Ma'qil bin Yasar ra., Rasulullah saw berkata, "Bacakanlah surat Yaasiin atas orang yang meninggal di antara kalian."
(HR Abu Daud, An-Nasaa'i dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Dari Ma'qil bin Yasar ra., Rasulullah saw berkata, "Surat Yasin adalah intisari Al Qur'an. Tidaklah seseorang membacanya dengan mengharap rahmat Allah Swt kecuali Allah Swt akan mengampuni dosa-dosanya. Maka bacalah surat Yasin atas orang-orang yang telah meninggal diantara kamu sekalian." (Musnad Ahmad bin Hanbal)

Sabda Rasulullah saw, "Jantungnya Al-Qur'an adalah surat Yaasiin. Tidak seorang yang mencintai Allah dan negeri akhirat membacanya kecuali dosa-dosanya diampuni. Bacakanlah (Yaasiin) atas orang-orang mati di antara kalian."(Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Adalah Ibnu U'mar ra. gemar membacakan bagian awal dan akhir surat Al-Baqarah di atas kubur sesuah mayat dikuburkan.
(HR. Al-Baihaqi dengan sanad yang hasan)

Akhirnya tapi bukan yang terakhir, Imam Syafi'i pernah mewasiatkan: "Disunnahkan membaca sebagian ayat Al-Qur'an di dekat mayit, dan lebih baik lagi jika mereka (pelayat) membaca Al-Qur'an sampai khatam." (Dalil Al-Falihin Juz VI hal 103)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...