Monday, July 2, 2012

Namus Al-Akbar, Sifat Surgawi Terbesar

 Namus Al-Akbar, Sifat Surgawi Terbesar
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs 
Lefke Cyprus, 1 Juli 2012




Audzubillahi minasy syaithanir rajim, Bismillahir Rahmaanir Rahim.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat jahil, sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyirikin laki-aki dan perempuan; sehingga Allah menerima taubat orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.” (Qur'an Suci Surat Al-Ahzab, Ayat 72-73).

Wahai manusia, jagalah diri kalian dalam aturan surgawi. Jika manusia tidak menjaga dirinya dalam tingkah laku dan sifat surgawi maka mereka tidak ada nilainya. Malaikat Jibril as selalu dikirim kepada Nabi Muhammad (saw) untuk menyampaikan wahyu. Kehormatan manusia adalah jika dia dapat menjaga sifat perilaku surgawi, ini adalah hal yang terpenting. Ketika mereka kehilangan adab dan sifat surgawimaka mereka tidak bernilai baik didunia maupun diakhirat. Malaikat Jibril as, adalah malaikat terbesar yang mencerminkan sifat-sifat perilaku surgawi maka dia dikirimkan kepada Nabi saw. Malaikat Jibril as tidak dikirimkan kepada setiap orang. Kehormatan terbesar manusia adalah sifat surgawi mereka. Jika mereka kehilangan sifat surgawinya maka mereka tidak bernilai.

Ketika Nabi (saw) mendapat wahyu yang terbesar dan itu adalah Laa ilaha illAllah Muhammad Rasulullah. SubhanAllah, Kebesaran Allah diberikan kepada Nabi Muhammad (saw) dengan disandingkan namanya. Sayyidina Muhammad (saw) adalah nabi terbesar diantara para nabi (as). Nabi (saw) membawa kehormatan terbesar sebagai Nabi yang terpilih untuk membawa sifat ilahiah dan wahyu terbesar yang diberikan darisurga. Dan kehormatan manusia tergantung dari sifat surgawi mereka.

Wahai Ulama jelaskan tentang perkara ini kepada manusia apakah arti "Namus" Sifat surgawi atau Heavenly Nature? Darimana dia datang dan untuk apa? Tanggung jawab para Ulama adalah untuk menjelaskan apakah "Namus" ini, yang telah dikirimkan kepada Nabi saw dan namus terbesar dari surga adalah Sayyidina Jibril as. Dan Namus yang dikaruniakan kepada manusia dengan kepercayaan surgawi kepada para ahli amanat (para pembawa amanah), tidak kepada setiap orang. Dan wahyu terbesar diberikan kepada Sang Pemimpin yang Awal dan yang Akhir, Sayyidina Muhammad (saw). Nabi (saw) dikaruniai Namus Al-Akbar karena beliau diberi kehormatan terbesar. Dan kehormatan terbesar bagi kemanusiaan adalah Nabi Muhammad (saw).

Mereka yang kehilangan sifat surgawi dan tidak menghormati sifat surgawi maka mereka tidak memiliki nilai. SubhanAllah, seluruh Nabi datang untuk memberikan nasehat kepada umatnya untuk menjaga sifat-sifat surgawi mereka. Karena kehormatan kalian adalah dengan menjaga sifat surgawi yang telkah diberikan kepada kalian. Jika kalian menyia-nyiakannya maka kalian tidak memilki nilai. SubhanAllah, pelajaran pertama sebagai kewajiban untuk para ulama adalah untuk mengajarkan kepada manusia bagaimana sifat surgawi mereka. "Namus", sifat surgawi  adalah yang memberikan mereka kehormatan terbesar sebagai manusia.

Wahai manusia, carilah orang-orang yang memilki sifat surgawi, janganlah kalian mencari seseorang yang populer dan terkenal dengan berbagai title, gelar dunia yang mereka sandang, tetapi sebenarnya mereka tidak memiliki nilai dimata Allah. Tetapi mohonlah kepada Allah swt untuk mencari kehormatan kalian sebagai manusia, sesuai dengan sifat-sifat surgawi. Jika seseorang tidak menjaga sifat-sifat surgawinya pada dirinya dengan rasa hormat, maka dia adalah orang yang tidak memilki nilai didunia ini dan di akhirat kelak.

Wahai rakyat Mesir, dan seluruh penduduk dunia, carilah orang dengan sifat surgawi (para Wali Allah), karena mereka dapat menyelamatkan kalian. Jika kalian mengabaikannya, maka meskipun kalian telah melakukan pemilihan suara melalui pemilihan umum, seseorang tetap tidak akan mendapat kehormatan melalui suara terbanyak yang diraihnya. Karena nilai seseorang tergantung bagaimana dia dapat menjaga kehormatan dirinya dengan menjaga seluruh sifat-sifat
surgawinya. Sifat surgawi dikaruniakan kepada manusia yang sebagai kehormatan bagi anak-anak bani Adam (as). Maka carilah orang-orang yang memilki sifat surgawi, mereka adalah orang yang tulus yang dapat menyelamatkan kalian didunia ini dan di akhirat dan kalian akan mendapat kehormatan ini.

Wahai anak-anak Adam (as), seluruh  Nabi membawa kehormatan dan kebesaran sifat Ilahiah dari sifat surgawi (Namus). Dan Sifat Sugawi Terbesar dibawa oleh Pemimpin yang Awal dan Akhir, Sayyidina Muhammad (saw). Dan sifat surgawi ini berasal dari Allah (swt) yang disampaikan melalui Malaikat Jibril (as). Dan wahyu surgawi terbesar yang disampaikan kepada Pemimpin Awal dan Akhir, Nabi Muhammad (saw). Maka peganglah erat-erat tali beliau (saw), Beliau (saw) adalah Pemilik Sifat Surgawi Tertinggi, maka kalian akan selamat didunia dan di akhirat dengan mengikuti jalannya. Jika kalian menolaknya maka tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan kalian didunia dan di akhirat.

Al-Qura'an yang suci menerangkan segalanya dengan jelas "hum araadzilunaa". "orang yang hina dina (terendah) diantara kami". (QS 11:27). Umat sebelumnya dizaman ketika Nabi (saw) datang dan beliau (saw) menawarkan kepada mereka kehormatan surgawi, dan mereka mengatakan bahwa kau adalah orang yang hina dina diantara kami. Maka bagaimana kami dapat mematuhimu?

Orang yang tidak memilki kehormatan adalah mereka yang menolak kehormatan sifat surgawi. Sifat ilahiah ini berasal dari surga. Wahai manusia ambillah bagianmu, khususnya mereka yang beriman, ambillah bagian sifat surgawimu dari "Namus al-Malakut". Ini adalah sifat yang dapat memberikanmu kemuliaan didunia dan di akhirat. Jika kau kehilangan sifat ini, maka kau tidak akan memilki nilai di dunia ini dan di akhirat kelak. Jangan berpikir bahwa memenangkan pemilihan suara adalah suatu kehormatan. Tidak samasekali. Kehormatan manusia adalah dengan menghargai sifat ilahiah dalam dirinya. Dan Namus (atribut sifat surgawi) berasal dari al-Namus al-Akbar, dimana ini berasal dari surga dan di karuniakan kepada mereka yang dipilih dari langit. Mereka adalah orang-orang pilihan, yang dapat membawa kebaikan surgawi dibumi ini. Sisanya adalah mereka yang tidak memilki kehormatan surgawi.

Wahai rakyat Mesir, dan seluruh manusia didunia, berikan perhatianmu dan berusahalah untuk lebih memahami sifat surgawi, itu artinya adalah memahami Namus (Sifat Ilahiah) yang diturunkan bersama Nabi Muhammad (saw), Pemimpin yang Awal dan yang Akhir. Dia dikirim oleh Tuhan Pemilik Tahta (Arsyi), maka ambillah bagianmu dari sifat surgawi ini, maka kau akan diselamatkan dan diberi kehormatan didunia dan di akhirat. Tidak ada jalan lainnya, jalan yang lain tidak akan memberimu kehormatan dan kebahagiaan. Astagfirullah, ampuni kami dan ampuni mereka Yaa Allah. Wahai orang beriman, teguhkan imanmu kepada Allah swt dan Nabi (saw), dan apa yang dikirimkan bersama Nabi (saw) maka kalian akan selamat. Berusahalah dengan keras dan berusahalah untuk memahami. Aman Yaa Allah, Taubat Yaa Rabbi, Taubat Astaghfirullah.

Pengkhianat terbesar adalah mereka mereka yang kehilangan kepercayaannya, mereka yang melalaikan amanah sifat surgawi yang diberikan kepadanya. Dan Sifat-Sifat Surgawi adalah Kepercayaan (Amanah) dari Surga yang diamanahkan kepada manusia. Siapa yang kehilangan, maka dia kehilangan kehormatannya didunia ini dan di akhirat, dan mereka manusia yang tidak berharga. Taubat Yaa Rabbi. Bertaubatlah kalian kepada Tuhanmu. Beristigfarlah, Astaghfirullah al-Adzim wa atubu ilayh. Taubat Yaa Rabbi.

Yaa Allah, kirimkan kepada kami orang-orang yang tulus yang memilki sifat surgawi, untuk membimbing kami dan mengajari manusia. Orang yang mendapat dukunganMu Yaa Allah, demi kemuliaan Nabi (saw) yang telah Kau kirimkan, yang merupakan rahmatan lil alamin, rahmat kasih sayang bagi semesta alam dan merupakan kehormatan bagi anak bani Adam (as). Sang Pemegang Sifat Ilahiah Tertinggi, Pemimpin yang Awal dan yang Akhir, Sayyidina Muhammad (saw). Fatiha.

Kata-kataku ini bukan berasal dari pikiran egoku, yang tidak akan meningkatkan pemikiranmu. Tetapi kata-kata ini berasal dari inspirasi surgawi. Maka jagalah Sifat Surgawi yang telah Allah karuniakan kepadamu, maka kalian akan selamat didunia dan di akhirat. Jika tidak, maka kau akan dimusnahkan. Astaghfirullah. Taubat Yaa Robb. Fatiha.

Kata-kata ini akan mengguncangkan dunia. Kami mengharapkan perlindunganMU Wahai Tuhan kami. Kata-kata ini tidak berasal dari membaca buku-buku, tetapi berasal dari Inspirasi Ilahiah. Fatiha. Kata-kata ini adalah  puncak tertinggi dari kemanusiaan. Kata-kata ini mengindikasikan bagaimana untuk mencapai puncak tertinggi dari kemanusiaan. Allahu Akbar. Allahu Akbar.

"Namus al-Akbar", JIbril (as) adalah Pemilik Sifat Surgawi tertinggi, oleh karena itu Malaikat Jibril (as)  dipanggil dengan julukan ini, karena Jibril (as) membawa Namus Al-Akbar kepada Nabi Muhammad (saw). Majelis ini dan kata-kata ini bukan berasal dari pikiranku. Pelajaran terbesar bagi umat manusia dan kemanusiaan adalah kata-kata ini. Saya hanyalah hamba yang lemah, yang tidak mengetahui apapun. Janganlah kalian mengklaim bahwa kalian mengetahui segalanya. Yaa Afuw, Yaa Afuw, Wahai Yang Maha Pemaaf, maafkan kami Yaa Allah. Ampuni kami Yaa Allah.

Wa min Allah at Tawfiq

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...