Monday, December 16, 2013

Bagaimana mungkin engkau mengharapakan satu agama?

Bagaimana mungkin engkau mengharapakan satu agama?
Mawlana Jalaludin Rumi qs
Dari Buku Fihi ma Fihi




Bismillahir Rahmaanir Rahim

Para pecinta spiritual sejati telah memuaskan diri demi Sang Wajah, mereka tidak menginginkan apa-apa sebagai imbalannya. Kapan agama pernah menjadi satu? Selalu saja ada 2 atau 3 agama, bahkan dalam satu agama selalu saja ada perbedaan, pertikaian dan peperangan diantara mereka. Bagaimana mungkin engkau mengharapakan satu agama? Agama hanya akan menjadi satu di hari kebangkitan nanti, karena disetiap agama memiliki tujuan dan bentuknya sendiri. Di hari kebangkitan setiap orang akan memiliki satu mata,satu lidah dan satu pemahaman.

Menemukan agama yang benar adalah kemurahan Illahi, karena ketika mencari mereka tak dapat menemukan. Mereka berhenti, kemudian mencari lagi," Ini harus dicari, mungkin kau belum mencoba dengan sungguh-sungguh". Tetapi masih saja mereka tidak menemukan, dan melanjutkan pencarian sampai saatnya tiba ketika kebenaran menyingkapkan selubungnya...barulah mereka mengetahui.

Tetapi Allah memiliki Hamba-hambaNya yang mengetahui bahkan sebelum hari kebangkitan (Para Nabi dan Wali Allah). Meski demikian, sekalipun selubung terangkat, ternyata keimanan tetap tidak meningkat, ini seperti orang yang salat dalam gelap, mereka memalingkan wajah kesetiap arah, karena tidak mampu melihat, ketika fajar tiba mereka semua menghadap keberbagai arah, kecuali hanya seorang saja yang sepanjang malam menghadap ke Makkah. "Mengapa orang-orang itu berputar keberbagai arah.."

Hamba-hamba khusus Tuhan selalu menjaga wajah mereka hanya mengarahkan pandangannya kepada Sang Robb, Allah Yang Esa bahkan dimalam hari ketika kegelapan meliputi agama-agama dan memalingkan wajah-wajah mereka dari mencintai segala benda. Karena itulah bagi Wali Allah Kebangkitan telah mewujud.

Tidak ada akhir bagi kata-kata, tidak ada akhir bagi firqah-firqah. Mereka diberikan sesuai dengan kapasitas pencariannya. Mereka yang memahami sedikit tetapi memahami semua, yang lain memahami sebatas yang mereka dengar, karena mereka sesungguhnya tak tahu apa yang terjadi. Bagi mereka yang mengetahui bahkan dengan satu kalimat, mereka memahami seluruh isi cerita. Jadi seseorang mungkin saja tidak puas dengan lautan, yang lain cukup dengan beberapa tetes saja, dan lebih dari itu justru membahayakan.

Wa min Allah at Tawfiq

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...