Monday, December 16, 2013

Konsistensi Istiqomah dengan Awraad Anda adalah Kunci Pembuka Harta Karunmu

Konsistensi Istiqomah dengan Awraad Anda adalah Kunci Pembuka Harta Karunmu
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs
2 November 2013 New Jersey 


Suhbah di Rumah Kediaman Pribadi  

Bismillahir Rahmaanir Rahim. Setiap orang dari kita memiliki tujuan dalam hidupnya, bagi sebagian orang, tujuan mereka adalah Allah dan Rasul-Nya ( saw ) sepenuhnya, dan mereka memberikan seluruh waktu mereka. Beberapa memiliki niat untuk Allah dan Rasul-Nya ( saw ) sesuai dengan kapasitas mereka, ini juga sangat baik. Beberapa dari mereka, satu hari mereka beriman, thumma amanu , satu hari lainnya mereka tidak beriman, thumma kafaru, yang berarti satu hari mereka berada di jalan yang benar, dan suatu hari lainnya mereka membuat berbagai kesalahan. 

Aku akan pergi dan beristirahat, tetapi Mawlana Syekh Nazim ( qs ) mengirimkan pesan," Jangan beristirahat ! Ini adalah salah satu saat terbaik, karena dalam dua hari ini adalah hari pertama Muharram, awal Tahun Baru, " dan awliyaullah pada hari-hari itu  sibuk dalam persiapan untuk tahun yang akan datang ini, yang merupakan tahun yang sangat berat dengan begitu banyak perubahan yang akan terjadi.  

Maka Mawlana Syaikh Nazim qs berkata, "Jangan lewatkan kesempatan itu untuk menyampaikan pesan kepada semua orang yang mencari Allah dan Rasul -Nya ( saw ) , karena orang-orang datang ke sini untuk cintaNya dan cinta Rasulullah (saw), mereka dapat berdoa di rumah mereka tetapi mereka mengambil kesulitan untuk datang jauh dari rumahnya kesini dalam rangka untuk duduk dan melakukan salat dan dzikir berjamaah.

"Asosiasi atau Majelis ini sangat penting, bukan karena orang yang berbicara adalah orang yang penting, tidak, bukan itu, tetapi karena materi yang disampaikan sangatlah penting. Hal ini penting karena tajalli atau manifestasi dimana Allah (swt) hanya mengirim tajali ini pada waktu-waktu tertentu saja. Dan tidak ada yang tahu kapan itu terjadi, dan pagi ini manifestasi / tajalli Allah dari Rahmah Kasih Sayang-Nya dikirimkan-Nya kepda kita semua, karena Allah ingin hamba-hamba-Nya untuk belajar, bukan belajar Alif, Baa, Taa, atau dengan membaca buku dan berkomunikasi melalui buku-buku, tetapi melalui cahaya tertentu yang Allah (swt) kirimkan dalam hati mereka yang hadir dalam asosiasi majelis ini. 

Seperti Sayyidina Musa (as) dan Sayyidina Khidr (as) ... Mengapa Sayyidina Musa (as) datang kepada Sayyidina Khidr (as)? Meskipun Sayyidina Musa (as) lebih tinggi dalam pengetahuan. Ya benar, Sayyidina Musa (as) lebih tinggi dalam pengetahuan Sayri'ah, dan memiliki Ilmu Pengetahuan Syari`ah , sebagaimana Allah (swt) memberi ilmu Syari`ah kepada Nabi Musa (as) untuk satu alasan : karena dia adalah Kalimullah dan dia bertanya, ia mendapat jawaban. Tapi ` Ilm al - Haqaa'iq, Ilmu hakikat diberikan Allah kepada Nabi Khidir (as) dan itu tidak berarti bahwa Sayyidina Musa (as) tidak lebih tinggi, tentu saja dia lebih tinggi, dia adalah salah satu Ulu'l-` Azam, salah satu dari lima Nabi Utama.

Jadi yang terpenting bukanlah siapa adalah siapa, atau siapa yang di sana, tapi yang terpenting adalah tajalli dimana Allah ( swt ) mengirimkannya dan awliya selalu mencarinya, dan pagi ini kami memiliki tajalli seperti itu ydi sini, ang akan disandangkan kepada Anda, karena seseorang meminta kepada saya kemarin, dimana mereka ingin belajar jenis pengetahuan ini dan bagaimana mereka bisa mencapainya?  

Itulah yang akan dicapai oleh kesabaran, tidak diperoleh dari membaca buku-buku, atau belajar sendiri, ini adalah ilmu yang lain, ilmu rasa karena Allah membukanya kehati mereka melalui para Awliya. Tugas kita adalah untuk berada di jalur yang benar yaitu dengan melakukan tiga hal, dan awliyaullah merekomendasikan tiga hal ini, jika Anda melakukannya maka anda akan mendapatkan pengetahuan Hakikat / Realitas, bagi mereka yang meminta untuk itu. Jika Syaikh Anda meminta Anda dan memberitahu kalian bahwa, " Ditempat ini, di bawah tanah ini, di dalamnya, kalian bisa mendapatkan Amaanat Anda, maka mereka akan mempersiapkan kalian untuk berada di sana! "

Grandsyekh Abdullah qs, semoga Allah memberkati jiwanya, berkata, dan saya mengutip kata-kata Grandsyekh, "Ada tujuh tempat di dunia ini yang sangat penting bagi kami. Lihatlah saat ini orang yang menambang berlian, mereka menggalinya jauh dibawah tanah, bisa dua kilometer atau tiga sampai empat km dibawah tanah, untuk mendapatkan berlian tersebut. Ada berlian dengan kualitas satu atau dua karat atau lebih. GrandSyaikh Abdullah qs berkata , "Ada tujuh berlian di dunia ini, dan awliyaullah mengatakan hal ini, yang kalian tidak akan dapat menemukan dengan membaca buku-buku. Dia berkata , " Ada tujuh berlian yang memiliki sentuhan Sayyidina Jibril (as) dan tidak ada yang tahu di mana mereka berada, kecuali satu yang berada di tangan Sayidina Mahdi (as) . Enam lainnya tersembunyi dan ketika Imam Mahdi (as) datang, maka berlian ini akan dikeluarkan dan mereka akan muncul.

"Jika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa ada berlian di tempat ini dibawah tanah ini dan pergilah kesana dan galilah, kemudian Syaikh memberikan kepada kalian sebuah sekop yang patah untuk mengambilnya dari dalam bumi yang sangat dalam, dimana untuk mencapai berlian itu kalian harus menggalinya begitu dalam, maka pergi dan galilah tanah itu, kalian harus melakukannya. ( Yes Sir ) Masyaa-Allah, Anda adalah seorang wali itu! Anda akan melakukannya, karena jika Syaikh bilang ada berlian yang memiliki sentuhan keindahan dari Sayyidina Jibril (as) , maka semua orang akan menggalinya meskipun kalian dipenuhi dengan tanda tanya,"Mengapa Syekh hanya memberi saya sekop yang rusak ini untuk menggali tanah yang begitu dalam? Ini berarti dia tidak ingin saya untuk mencapai hal itu, setelah dua atau tiga menit sekop rusak dan Anda tidak dapat menggali lagi.  

Namun sang Syaikh berkata, "Lakukan terus gali tanah itu!, maka pekerjaan dan tugas Anda adalah untuk melakukannya. Jadi jangan bertanya, "Bagaimana saya bisa melakukannya dengan sekop patah?". Dia tahu Anda tidak bisa melakukannya, tapi Sayikh ingin kalian untuk tetap melakukannya . "Kau ingin hartamu karunmu? Harta Anda berada di sana, jadi terus gali dengan sekop rusak untuk mendapatkan harta itu, dimana mereka bersembunyi ! "Ya , tentu saja kalian tidak bisa mendapatkannya dengan perhitungan pikiran dunyamu, tetapi dengan perhitungan akhirat, kalian akan dapat mewarisinya, karena kalian mewarisinya dari Nabi (saw), dan awliyaullah mewarisi kekuatan semacam ini dari Nabi (saw) !  

Jika kalian mengatakan bahwa 1 + 1 itu sama dengan 1, maka mereka akan berkata bagaimna mungkin? 1 + 1  sama dengan 2. Tetapi dalam kenyataannya 1+1 itu sama dengan 1 , dengan logika itu sama dengan 1. Mereka mengatakan , " Bagaimana itu bisa sama dengan 1 ? " Jika Anda menempatkan satu tetes air + 1 tetes air maka itu akan bergabung dan menjadi satu tetes air bersama-sama dengan tetesan air yang lain. Jadi 1+1= 1 dan kalian akan menemukan kenyataan bahwa Nabi ( saw ) memberikannya kedalam hati awliyaullah :

وكل من رسول الله ملتمسا غرفا من البحر أو رشفا من الدمي 

Wa kullun min rasoolillaahi multamisun , gharfan min al- bahri aw rashfan min ad - diyami.
Semua dari mereka mengambil bagiannya dari Nabi (saw) setetes dari lautannya atau seteguk dari hujannya terus menerus . (Imam al - Busayri , Burdah asy-Syarifa) 

Dan Nabi ( saw ) tidak akan mengatakan tidak jika kalian memintanya, dia akan memberikan sebanyak kapasitas Anda karena banyak yang dapat Anda ambil, dan dia terus memberi. Ketika paman Nabi (saw), Abu Jahal mengundangnya ke rumahnya dalam rangka untuk menyingkirkan dia dan ingin membunuh Nabi (saw) ia menggali parit, lubang jebakan dan menutupinya, sehingga ketika Nabi (saw) datang ia akan jatuh kedalam parit itu. Ketika Nabi (saw ) datang memenuhi undangannya itu, Abu Jahal sangat senang, bukan karena dia datang untuk makan, tetapi karena ia akan jatuh dalam lubang jebakan yang tak terlihat itu.

Tetapi ketika Abu Jahl berjalan, ia lupa lubang jebakan itu dan dia sendiri yang terjatuh kedalam lubang, Nabi (saw ) tidak jatuh dalam lubang itu. Siapakah yang menyelamatkan Abu Jahal dari dalam sumur itu? Nabi (saw).  Semua buku mengatakan itu Nabi ( saw), pasti. Awliyaullah mengatakan bahwa Nabi ( saw ) mengulurkan tangannya ke dalam sumur untuk menarik Abu Jahal dan jika bukan karena tangan Nabi ( saw ),  Abu Jahl yang jatuh kedalam lubang itu tidak akan pernah keluar dari lubang itu hingga Hari Akhir, hingga hari kiamat, jatuh ke dalam lubang itu, dan tidak pernah keluar lagi!

Wa min Allah at Tawfiq


http://sufilive.com/Consistency_with_Your_Awrad_is_the_Key-5277.html© Copyright 2013 Sufilive . All rights reserved. Transkrip ini dilindungioleh hukum hak cipta internasional . Mohon cantumkan Sufilive ketika berbagi . JazakAllahu kheir .

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...