Tuesday, November 6, 2012

Mawlid Bersama habib Hasan Assegaf

Mawlid Bersama habib Hasan Assegaf

Foto: There are always on earth 124,000 wali, not one wali, inheriting from 124,000 Prophets and inheriting also, Awliyaullah also, from 124,000 Sahaba. Every Sahaba was receiving from the Prophet (saw) and from one of the 124,000 Prophets. And Awliyaullah are inheriting from the Prophet (saw), from other prophets, and from Sahaba. And they are there, they are taking their knowledge from Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem. Innahu min Sulaymaan wa innahu Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem. The letter is from Sulayman (as) but the power and the miracle is from Bismillahi'r - Rahmani 'r-Raheem.

When Sayyidina Sulayman (as) said to his court can anyone bring to me Sheba's Throne before we arise from this meeting? And one of the strongest jinn said, yes I can do that. and he said, no I don't want it. And then `Asif ibn Barkhiyya, Allah gave him that power, and he said, I can bring that throne of Sheba before in the blink of an eye. He was a Wali. Sayyidina Sulyaman (as) can do it, but teaching. And with a blink of an eye it was there. How? With power of Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Raheem.

One Wali from believers in Sayyidina Sulayman (as) and in Sayyidina Dawood (as), believer in Tawrat and Zaboor, was able to bring throne of Sheba. What about Awliyaullah of today who are inherinting from the Prophet (saw). They can bring whole dunya, depending on their levels. That is why there are 124,000 Wali, as mentioned by many Awliya, one wali goes another comes and sits on his chair. There are 124,000 Wali and everyone on his level. (Mawlana Shaykh Hisham Kabbani qs, 6 November 2012, Lefke Cyprus)


Saya harus selalu mengatakan pada diri sendiri dan kepada kalian bahwa setiap amal `yang tidak dimulai dengan Bismillahi 'r-Rahmani' r-Rahiim maka semua amal akan terputus, tidak akan memiliki kesinambungan dan akan terpotong. Jadi setiap amal yang kita kerjakan harus dimulai dengan Bismillahi 'r-Rahmani' r-Rahiim. Nabi (saw) mengatakan "Kullu `amalin laa yabtadi'u bi Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahim fahuwa abtar". Setiap tindakan yang tidak dimulai dengan Bismillahi 'r-Rahmani' r-Rahiim akan terputus.

Jadi kita bertanya pada diri sendiri, apapun ang akan kita lakukan, misal kita ingin membeli sebuah bangunan atau kita ingin menjual suatu bangunan atau kita ingin membuat dan merawat taman kemudian setelah beberapa saat kebun dan taman itu mati kekeringan, dan semua pekerjaan kita merugi dan bangkrut atau kita kehilangan uang kita. Mengapa ini terjadi? Karena kalian tidak memulai pekerjaan yang kalian lakukan dengan mengucapkan Bismillahi 'r-Rahmani' r-Rahiim. Jika kita bermeditasi dan bertafakur tantang makna Bismillahi 'r-Rahmani' r-Rahiim maka kita menemukan kalimat itu terdiri dari 3 Nama Indah Allah dan Sifat atributNya: Allah, ar-Rahman dan ar-Rahim

Dan Allah adalah Nama yang mengandung seluruh Nama Allah, kita dapat mengatakan dalam bahasa Arab, al-ism al-jamI lil-asmaa, seluruh sifat dan namaNya yang meliputi seluruh asma'ul-husna. Jadi ketika Anda mengatakan Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka Anda sudah dibusanai dengan 99 Asma'ul Husna, Nama Allah dan Atribut. Segera setelah Anda katakan Bismillahir Rahmaanir Rahim, maka seketika 99 Nama Indah Allah dan Atribut akan dipakaikan pada dirimu. 
(Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs, 6 November 2012, Lefke Cyprus)



Disetiap waktu selalu ada 124.000 wali didunia ini, setiap satu wali, mewarisi amanah dari satu Nabi dan ada 124.000 nabi, dan para Nabi mewarisi juga 124.000 Sahaba. Setiap Sahabat menerima dari Nabi (saw) dan sahabat yang lain menerima amanah dari 124.000 nabi. Awliyaullah mewarisi dari Nabi (saw), dan juga dari nabi-nabi lainnya, dan dari Sahabat. Dan mereka mengambil pengetahuan itu dari samudera Bismillahir Rahmanir Rahim. Innahu min Sulaiman wa innahu Bismillahi 'r-Rahm
ani' r-Rahiim. Surat ini dari Nabi Sulaiman (as) tetapi kekuatan dan keajaibannya berasal dari Bismillahi'r - 'Rahmani r-Rahiim.

Ketika Sayyidina Sulaiman (as) berkata,"Siapa yang dapat membawa Singgasana Ratu Sheba sebelum kita datang dalam pertemuan? Dan salah satu jin terkuat berkata, "Aku bisa melakukan itu". Dan Nabi Sulaiman berkata, "Tidak, saya tidak menginginkan darimu". Dan kemudian 'Asif bin Barkhiyya, Allah memberi kekuatan kepadanya, dan dia berkata, saya dapat membawa tahta Sheba dalam sekejap mata. Dia adalah seorang Wali. Sebenarnya Sayyidina Sulyaman (as) pun bisa melakukannya, tetapi dia ingin mengajarkan kepada kita semua. Dan dengan sekejap mata tahta itu ada di sana dengan kekuatan Bismillahir-Rahmani' r-Rahiim .

Seorang Wali yang beriman dizaman Sayyidina Sulaiman (as) dan Nabi Dawud (as), yang beriman pada Taurat dan Zabur, mampu membawa Singgasana Ratu Sheba. Bagaimana menurut kalian dengan Awliyaullah saat ini yang mewarisinya dari Nabi Penutup dan Nabi terbesar Sayyidina Muhammad (saw). Mereka dapat membawa seluruh dunya ini, tergantung pada tingkatan mereka. Itulah sebabnya mengapa ada 124.000 Wali, seperti yang disebutkan banyak Awliya Allah, jika salah satu wali meninggal maka digantikan wali lain yang akan duduk di kursinya. Ada 124.000 Wali dan semua Wali berada pada tingkatannya masing-masing. (Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs, 6 November 2012, Lefke Cyprus)


Nabi (saw) mengatakan bahwa apa pun yang Allah berikan kedalam hati saya, saya tuangkan kedalam hati Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq (ra). Dan itu adalah sesuatu yang istimewa yang ada didalam hatinya, shay waqara fi qalbih. Dan ketika mereka berada di Gua Tsur ketika melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah, apa yang Nabi (saw) berikan kepada Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq (ra) tidak ada yang mengetahuinya.

 
Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq (ra) hanya menyebutkan lebih kurang 25 hadits saja, beliau selalu bersama dengan Nabi Muhammad (saw). Dan Sayyidina Abu Hurairah (ra) menyebutkan ribuan hadis. Sayyidina Abu Bakar (ra), dia menyembunyikannya. Seperti juga kalian dapat menyembunyikan halaman pada komputer, dan kemudian ketika Anda menghapus halaman lain maka halaman yang tersembunyi itu akan muncul. Demikian pula Awliyaullah dapat mengambil dari hati Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq (ra). Masing-masing mendapatkan informasi sesuai dengan tingkatannya.

Jadi itulah sebabnya kita melihat ke seluruh dunia bahwa kita harus mengetahui dan memahami banyak orang-orang yang mendengarkan suhbah kita dan setiap kata-kata yang terucap semua direkam. Kita harus sangat berhati-hati, karena ketika kalian duduk bersama dengan `ulama, maka hal itu menjadi berbeda dibandingkan ketika Anda duduk bersama dengan murid, karena bersama murid lebih mudah, apa pun yang Syaikh katakan, aamana wa sadaqnaa. Kami mendengarkan dan kami percaya. Tapi para `Ulama memperhatikan kita dan melihat kita demikian juga dengan Awliyaullah mereka juga melihat.

Tidak setiap Wali tahu bahwa ada Wali di atasnya, pada tingkat yang lebih tinggi. Dia tidak bisa memahami segala sesuatu yang dikatakan Wali diatas mereka. Mereka saling menghormati. Dan mereka duduk di majelis Nabi (saw). Itu adalah sesuatu yang diketahui. Bahkan ulama tahu bahwa Awliyaullah senantiasa bertafakur dan mendapatkan inspirasi dari hati Nabi (saw). Dan mereka tahu itu dan mereka malu untuk bertanya kepada Awliya lainnya. (Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs, 6 November 2012)



Saya duduk bersama Habib Hasan dan saudaranya di majelis beliau untuk melakukan Maulid Nabi (saw) dimalam tahun baru. Hal ini sungguh sebuah pengalaman menakjubkan. Setiap minggu mereka selalu mengadakan Maulid di berbagai tempat yang berbeda. Ketika saya datang di Jakarta mereka mengetahuinya dan mengundang kami untuk hadir dalam majelis beliau, mereka mengatur segala sesuatunya dan acara itu di stadion dengan setidaknya 300.000 orang yang hadir.

Dan semua orang di sana mencintai Habib Hasan qs. Ketika ia selesai membaca maulid, dia meminta saya untuk berbicara. Dan mereka semua adalah para Habaib yang memberikan penghormatan kepada saya untuk berbicara. Dapatkah Anda mengatakan bahwa dia bukan seorang wali? Ya dengan apa yang Allah berikan kepadanya, dia adalah seorang wali dan kami percaya dia adalah seorang wali.

Nabi (saw) mengatakan, siapakan saudara-saudara ku, mereka akan datang di akhir zaman. Di Indonesia setiap malam selalu ada maulid Nabi (saw) yang dihadiri lebih dari 10.000, 20.000 orang. Percaya atau tidak? Setiap malam selalu ada Maulid di Indonesia, di berbagai kota dan desa yang berbeda. Mereka membawa saya ke salah satu desa, di Pekalongan, dan saya bersama Mawlana Syekh Nazim qs kesana (ditahun 2001). Di desa itu mereka membawa kami dihari berikutnya ke Majlis shalat `alaa an-Nabi (saw). Dan mereka membawa kami ke Masjid yang sangat besar yang dipenuhi 20.000 orang yang berkumpul, dan masjidnya sangat sederhana, dengan atap seng dan sangat panas disiang hari.

Dan mereka semua duduk berbaris dan mereka mengundang kami untuk duduk bersama mereka. Dan ada 20.000 sampai 30.000 orang yang duduk dan mereka semua membaca Dala'il al-Khayrat setiap hari, mereka membaca satu hizb setiap hari. Dan mereka membaca dengan suara yang sama. Dan saya bertanya kepada mereka sejak kapan Mejelis Dalail Khayrot ini dimulai? Dan mereka mengatakan, sejak pendudukan Belanda 200 tahun yang lalu. Istiqomah tidak pernah tertinggal satu haripun, meskipun hari Libur Nasional dan hari Minggu, mereka tidak pernah beristirahat. Mereka membaca berjamaah dalam kelompok yang besar membaca Dalail al-Khayrat.

Apakah kita melakukan hal itu sekarang? Saya melihat diri saya sendiri dan kami semua. Sebuah perbedaan yang besar. Tapi di mana rahasia tariqah kita? Alhamdulillah kami memiliki seorang Sultan, seorang Raja. Dia adalah Sultan dari para Awliyaullah dan ia membawa kami semua bersamanya. Itulah sebabnya ia tidak mengharapkan apa-apa dari kita semua.

Apakah kalian mengetahui, ada berapa banyak pusat-pusat dzikir Zawiyah Naqshbandi Haqqani yang kita miliki di Indonesia? Sebelumnya kita memiliki 90 pusat di Indonesia, tapi kemarin Wakil Presiden datang dan dia mengatakan bahwa sekarang melonjak menjadi 105 pusat diseluruh Indonesia. Hal itu seperti reaksi kartu domino, seperti reaksi atom. Mereka murid-murid di Indonesia begitu berdedikasi. Tidak seperti di Singapura, atau Malaysia atau di Mesir, tidak ada negara Muslim seperti di Indonesia. Semoga Allah mengampuni kita dan memberikan Mawlana Syaikh Nazim qs panjang umur dan kesehatan yang baik. Dan juga untuk kalian semua dan untuk anak-anak, istri dan keluarga kita semua, bi hurmati 'l-Fatihah. 
(Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs, 6 Nov 2012)

Habib Hasan Assegaf Pimpinan Majelis Nurul Musthofa 

Foto: Saya duduk bersama Habib Hasan dan saudaranya di majelis beliau untuk melakukan Maulid Nabi (saw) dimalam tahun baru. Hal ini sungguh sebuah pengalaman menakjubkan. Setiap minggu mereka selalu mengadakan Maulid di berbagai tempat yang berbeda. Ketika saya datang di Jakarta mereka mengetahuinya dan mengundang kami untuk hadir dalam majelis beliau, mereka mengatur segala sesuatunya dan acara itu di stadion dengan setidaknya 300.000 orang yang hadir. 

Dan semua orang di sana mencintai Habib Hasan qs. Ketika ia selesai membaca maulid, dia meminta saya untuk berbicara. Dan mereka semua adalah para Habaib yang memberikan penghormatan kepada saya untuk berbicara. Dapatkah Anda mengatakan bahwa dia bukan seorang wali? Ya dengan apa yang Allah berikan kepadanya, dia adalah seorang wali dan kami percaya dia adalah seorang wali.

Nabi (saw) mengatakan, siapakan saudara-saudara ku, mereka akan datang di akhir zaman. Di Indonesia setiap malam selalu ada maulid Nabi (saw) yang dihadiri lebih dari 10.000, 20.000 orang. Percaya atau tidak? Setiap malam selalu ada Maulid di Indonesia, di berbagai kota dan desa yang berbeda. Mereka membawa saya ke salah satu desa, di Pekalongan, dan saya bersama Mawlana Syekh Nazim qs kesana (ditahun 2001). Di desa itu mereka membawa kami dihari berikutnya ke Majlis shalat `alaa an-Nabi (saw). Dan mereka membawa kami ke Masjid yang sangat besar yang dipenuhi 20.000 orang yang berkumpul, dan masjidnya sangat sederhana, dengan atap seng dan sangat panas disiang hari.

Dan mereka semua duduk berbaris dan mereka mengundang kami untuk duduk bersama mereka. Dan ada 20.000 sampai 30.000 orang yang duduk dan mereka semua membaca Dala'il al-Khayrat setiap hari, mereka membaca satu hizb setiap hari. Dan mereka membaca dengan suara yang sama. Dan saya bertanya kepada mereka sejak kapan Mejelis Dalail Khayrot ini dimulai? Dan mereka mengatakan, sejak pendudukan Belanda 200 tahun yang lalu. Istiqomah tidak pernah tertinggal satu haripun, meskipun hari Libur Nasional dan hari Minggu, mereka tidak pernah beristirahat. Mereka membaca berjamaah dalam kelompok yang besar membaca Dalail al-Khayrat. 

Apakah kita melakukan hal itu sekarang? Saya melihat diri saya sendiri dan kami semua. Sebuah perbedaan yang besar. Tapi di mana rahasia tariqah kita? Alhamdulillah kami memiliki seorang Sultan, seorang Raja. Dia adalah Sultan dari para Awliyaullah dan ia membawa kami semua bersamanya. Itulah sebabnya ia tidak mengharapkan apa-apa dari kita semua.

Apakah kalian mengetahui, ada berapa banyak pusat-pusat dzikir Zawiyah Naqshbandi Haqqani yang kita miliki di Indonesia? Sebelumnya kita memiliki 90 pusat di Indonesia, tapi kemarin Wakil Presiden datang dan dia mengatakan bahwa sekarang melonjak menjadi 105 pusat diseluruh Indonesia. Hal itu seperti reaksi kartu domino, seperti reaksi atom. Mereka murid-murid di Indonesia begitu berdedikasi. Tidak seperti di Singapura, atau Malaysia atau di Mesir, tidak ada negara Muslim seperti di Indonesia. Semoga Allah mengampuni kita dan memberikan Mawlana Syaikh Nazim qs panjang umur dan kesehatan yang baik. Dan juga untuk kalian semua dan untuk anak-anak, istri dan keluarga kita semua, bi hurmati 'l-Fatihah. (Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs, 6 Nov 2012) 
Majelis Nurul Musthofa Bershalawat



Monday, November 5, 2012

Doa Jawsyan Kabir

Doa Jawsyan Kabir


Yaa Nuuron Nuur, Yaa Munawwiron Nuur, Yaa Khooliqon Nuur, Yaa Mudabbiron Nuur, Yaa Muqoddiron Nuur, Yaa Nuuro Kulli Nuur, Yaa Nuuron Qobla Kulli Nuur, Yaa Nurom ba’da Kulli Nuur, Yaa Nuuron Fawqo Kulli Nuur, Yaa Nuurol Laysa Kamitslihi Nu
ur

Wahai Cahayanya Cahaya
Wahai Yang Menerangi Cahaya
Wahai Pencipta Cahaya
Wahai Yang Mengatur Cahaya
Wahai Yang Menentukan Kadar Cahaya
Wahai Cahaya Segala Cahaya
Wahai Cahaya Sebelum Semua Cahaya
Wahai Cahaya Sesudah Semua Cahaya
Wahai Cahaya Diatas Segala Cahaya
Wahai Cahaya Yang Tidak Dapat Diserupai Cahaya

Subhanaka Yaa Laa illaha illa anta, Al-Ghawts Al-Ghawts, khollisnaa minannaari Yaa Robb

Maha Suci Engkau Wahai Yang Tidak Ada Tuhan Selain Engkau, Tolonglah, Tolonglah, bebaskan kami dari api neraka, Wahai Tuhanku. (Doa Jawsyan Kabir 47)
 
Keterangan:
 
ini Doa Jawsyan Kabir, Doa ini memiliki keutamaan dan kedudukan yang agung. Diriwayatkan dari as-Sajjad Ali Zainal Abidin dari ayahnya dan dari kakeknya Ali bin Abi Thalib ra kw dan dari Rasulullah SAW. Ketika itu Rasulullah SAW menggunakan baju perang yang teramat berat dan menyakiti tubuhnya, kemudian beliau berdoa kepada Allah SWT, maka serta merta Allah SWT mengutus Jibril (as) kepadanya dan menyampaikan:

“Wahai Muhammad, Tuhanmu menyampaikan salam untukmu dan memerintahkanmu untuk menanggalkan pakaian perangmu, sebagai gantinya menyuruhmu untuk membaca doa ini untuk keamananmu dan umatmu, barangsiapa yang membacanya di saat hendak keluar dari kediamannya atau membawanya, maka Allah SWT akan senantiasa menjaganya dan mewajibkan atasnya surga serta menjadikan amal-amalnya selalu memperoleh taufik-Nya.

Friday, November 2, 2012

Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles Keturunan Nabi Muhammad (saw) di Eropa

Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles  Keturunan Nabi Muhammad (saw) di Eropa
By Harold Brook-Bakers



 
Keturunan Nabi Muhammad (saw) di Buckingham Palace

Tahun 1986 ada sebuah berita kecil muncul di media massa di barat dari sebuah pernyataan oleh seorang ahli genealogi ternama di barat, Harold Brooks-Baker. Dia memang mengakui dirinya sebagai ahli menulusuri silsilah ilmiah para bangsawan barat dan juga berbagai tokoh penting dunia.

Harold Brook-Bakers membuat pernyataan kepada wartawan yang menggemparkan seluruh Eropa dengan mempertaruhkan reputasinya. “The British Royal family is descended from Mohammed through the Arab Kings of Seville, who once ruled Spain. By marriage, their blood passed to the European Kings of Portugal and Castille, and through them to England's 15th century King Edward IV.”

Ratu Elizabeth II adalah keturunan langsung Nabi Muhammad (saw) melalui Raja-raja Arab yang menguasai Spanyol (Seville). Melalui perkawinan campur Para Raja Arab dan Raja Spanyol maka garis darah ini diteruskan kepada Ratu Elizabeth II, yang nenek moyangnya berdarah Arab berasal dari suku Quraisy, sukunya Nabi Muhammad (saw).

Secara genetis, keluarga kerajaan Inggris (Royal Family) memang memiliki banyak campuran darah dari berbagai tokoh dunia dari penjuru dunia. Dan anehnya, bisa dibuktikan melalui dokumentasi sejarah, dan diperkuat lagi dengan penelitian ilmiah. Kenyataan bahwa Ratu Elizabeth II memiliki darah Arab dari Nabi Muhammad (saw), akan membawa konsekuensi luas. Jika itu memang benar secara historis dan genetis, ini artinya sama saja ingin mengatakan bahwa "Hampir semua keluarga Kerajaan di daratan Eropa adalah keturunan Nabi Muhammad (saw)".

Mulai dari dinsati Romanov di Rusia yang digulingkan kaum Bolshevik dan dihukum mati sekeluarga. Kaum royalis Spanyol, Portugal (juga Brasil), Belanda, Belgia, Swedia, Denmark, Norwegia, Jerman, Yugoslavia, Italia, Dinasti van Oranje dari Belanda dan banyak lagi. Ini karena kebanyakan keluarga kerajaan di Eropa itu punya nenek moyang yang paling dekat dan bisa dilacak, yaitu Ratu Victoria dari Inggris. Sang Ratu yang berkuasa lebih 60 tahun itu, memiliki anak-anak dan cucu-cucu serta cicit-cicit juga canggah-canggah, yang kini menjadi raja dan permaisuri di berbagai negara Eropa barat. Maka Ratu Victoria disebut juga “Mother of Europe” dalam arti yang sebenarnya.

Melacak nenek moyang Arab-nya Ratu Elizabeth II bisa ditelusuri mulai dari Spanyol. Karena negeri ini paling banyak bersentuhan dengan Isalm melalui Raja Arab yang menaklukkan Spanyol dan menjadikan Spanyol sebagai tempat bermukimnya para bangsawan Arab yang menguasai negeri itu selama lebih dari 800 tahun. Untuk mengetahui dan memilah bukti-bukti Harold Brooks-Baker, dimulai dari Dinasti Ummayah yang berkuasa di sana, serta dinasti-dinasti kecil yang berkuasa setelah keruntuhan Ummayah tahun 1031 di Spanyol dan Portugal. Seperti dinasti Abbasiyah yang berkuasa dan mendirikan serta membangun kota indah Sevilla. Dinasti ini punya darah keturunan dari Nabi Muhammad (saw). Seorang putri dari raja-raja dinasti ini menikah dengan bangsawan Leon dan Castille, yang kemudian melahirkan raja-raja Portugal serta akhirnya Inggris. Tentunya juga raja/ratu disejumlah monarki di Eropa.

Menurut para ahli genealogi, ada Enam garis silsilah yang bisa dilacak sebagai keturunan Nabi Muhammad (saw) sampai kepada keluarga kerajaan Inggris. Semua garis silsilah itu punya kelemahan dan kekuatan dalam pembuktian ilmiah secara historis. Ratu Elizabeth II adalah keturunan Nabi Muhammad (saw) melalui garis keturunan seorang putri bangsawan dinasti Abbasiyah, yaitu Zaida.

Para ahli Genealogy Barat, setidaknya mencatat ada 6 Jalur Silsilah yang menghubungkan Ratu Elizabeth, Pangeran Charles dengan Silsilah dari Nabi Muhammad (saw). Adapun Ke-6 Jalur tersebut, adalah sebagai berikut :

Jalur Pertama

Nabi Muhammad (saw) => Fatimah (01) => Ishar (10) => Muawiyah of Cordoba (15, menikah dengan Gonsalo de Lara) => Jimena Munoz de Bierzo (19, menikah dengan King Alfonso VI of Leon) => Eleanor of Castile (25, menikah dengan King Edward I of England) => King Edward IV of England (33) => King George I of England (41) => Queen Elizabeth II of England (50) => Prince Charles (51) => Prince William (52)

Jalur Kedua

Nabi Muhammad (saw) => Fatimah (01) => Qasim (07) => Abu Nazar Lovesendes (13) => Aldonza Martinez de Silva (20) => Leonora de Aragon (27) => King George I of England (36) => Queen Elizabeth II of England (45) => Prince Charles (46) => Prince William (47)

Jalur Ketiga

Nabi Muhammad (saw) => Fatimah (01) => Aslan (08) => Qarais (11) => King Muhammad I of Seville (13) => Zaida of Seville (16, menikah dgn King Alfonso VI of Leon) => Maria Gonsalez (20) => King Alfonso IV of Portugal (24) => Richard of York (29) => King George I of England (38) => Queen Elizabeth II of England (47) => Prince Charles (48) => Prince William (49)

Jalur Ke-Empat

Nabi Muhammad (saw) => Fatimah (01) => Abu Hasan Ali (09) => Emir Hisham III of Cordoba (17) =>Juan Velez (22) => Maria de Padilla (29) => Joan Beaufort (32) => King James I of England (37) => King George I of England (40) => Queen Elizabeth II of England (49) => Prince Charles (50) => Prince William (51)

Jalur Lima

Nabi Muhammad (saw) => Fatimah (01) => Abu Djaffer Muhammad (08) => Zayd (12) => Adosinda (17) => Martim Vasques (21) => Sancha de Ayala (26) => Mary Dudley (32) => Dorothy Spencer (36) => William Charles Augustus (41) => Queen Elizabeth II of England (45) => Prince Charles (46) => Prince William (47)

Jalur Enam

Nabi Muhammad (saw) => Fatimah (01) => Obeidallah (10) => Khalifah Ismail al Mansur of Egypt (12) => Elvira Alfonsez (19) => Margarethe (22) => Elisabeth of Ziegenhain (27) => Duke Urich I of Whurttemberg (32) => Duke Johann Georg I of Saxe-Marksuhl (37) => King George III of England (41) => Queen Elizabeth II of England (47) => Prince Charles (48) => Prince William (49)

Menarik apa yang terjadi pada, Sir Abdullah Charles Edward Archibald Watkin Hamilton, seorang Bangsawan Inggris, yang memeluk Islam (Sumber : en.wikipedia.org). Sir Abdullah, mungkin merupakan salah satu contoh seorang bangsawan Eropa secara Genealogy beliau adalah keturunan ke-45 dari Rasulullah (saw), sebagaimana terlihat pada silsilah jalur sebagai berikut :

Sir Abdullah Charles Edward Archibald Watkin Hamilton 45, Sir Edward Achibald Hamilton 44, (son of Edward Joseph) 43, Sir Edward Joseph Hamilton 42, Sir John Hamilton 41, John Hamilton 40, William Hamilton 39, James (Colonel) Hamilton 38, Mary Butler 37, Elizabeth Poyntz 36, Anne Sydenham 35, Mary Poyntz 34, Nicholas Poyntz 33, Jane Berkeley 32, Thomas Berkeley 31, Maurice de Berkeley 30, Isabel de Mowbray 29, Elizabeth de Bohun 28, William de Bohun 27, Elizabeth Plantagenet 26, Eleanor de Castile (m. King Edward I of England) 25, Ferdinand III of Castile 24, Alfonso IX of Leon 23, Urraca of Portugal 22, Alfonso I of Portugal 21, Teresa of Castile 20, Jimena Munez 19, Nuno Gonsalez de Lara 18, Gonsalo Nunez de Lara 17, Nuno Gonsalez de Lara 16, Mawiyah of Cordoba 15, al Hakam II 14, Abd. Rahman III 13, Muhammad II 12, Abdullah I 11, Ishar 10, Abu Hassan Ali 09, Abu Djaffer Muhammad 08, Ali ar Ridha 07, Musa al Kadzim 06, Ja’far ash Shadiq 05, Muhammad al Baqir 04, Ali Zainal Abidin 03, Husain 02, Fatimah 01, Muhammad ‘The Prophet’

Catatan : James (Colonel) Hamilton (generasi ke-38, dari Muhammad ‘The Prophet’), merupakan salah satu leluhur Prince William melalui jalur ibunya, Diana Frances (Lady) Spencer, Silsilah selengkapnya sebagai berikut : Prince William of England 50, Diana Frances (Lady) Spencer 49, Edward John (8th Earl) Spencer 48, Cynthia Elinor Beatrix (Lady) Hamilton 47, James Albert Edward Hamilton 46, James Hamilton (2nd Duke) of Abercorn 45, James Hamilton (1st Duke) of Abercorn 44, James (Sir; `Viscount’) Hamilton 43, John James (K.G.) Hamilton 42, John (Hon.) Hamilton 41, James (Sir) Hamilton 40, James (Sir) Hamilton 39, James (Colonel) Hamilton 38



Melacak keturunan Nabi Muhammad di daratan Eropa, paling unik adalah menelaah dari Ratu Elizabeth II. Mengapa? Kerajaan Inggris merupakan kerajaan yang paling populer dibanding dengan kaum bangsawan Eropa lainnya. Hampir semua orang tahu siapa Ratu Inggris, siapa itu Pangeran Charles dan siapa pula Pangeran William atau ibunya yang menjadi selebritis dunia, mendiang Putri Diana.

Menurut penelitian para ahli genealogi, anggota kerajaan Inggris memiliki kaitan darah dengan banyak kaum bangsawan di dunia. Satu diantaranya dari darah para bangsawan Arab, yang ujung-ujungnya berasal dari keturunan Nabi Muhammad (saw). Yang mengatakan bahwa Ratu Inggris keturunan Nabi Muhammad itu adalah para ahli genealogi dari barat. Sehingga tidak mempunyai motif atau kepentingan dibalik pernyataan mereka.


Sebenarnya, fakta sejarah yang menyatakan adanya keterkaitan darah antara bangsawan Inggris dengan Nabi Muhammad (saw), sudah ada sejak lama dan aromanya hanya tercium dalam kalangan akademis atau pada perdebatan buku. Hanya Harold Brooks-Baker yang berani mengungkapkan kepada media massa, sehingga diketahui publik luas. Kerajaan Inggris sekarang dinamakan wangsa Windsor (House of Windsor) mempunyai pandangan yang obyektif terhadap Islam, terutama sejak usainya perang dunia.

Puluhan negara-negara persemakmuran yang isinya negara bekas jajahan Inggris, justru kebanyakan berpenduduk muslim. Ada sebagian kecil dari negara-negara tersebut yang dipimpim langsung oleh ratu Inggris. Misalnya Kanada, Australia, Selandia Baru, Bahama, Fiji, Papua Niugini dan banyak lagi. Ratu hanya diwakili oleh seorang gubernur jenderal. Jadi, sangat tidak mungkin bagi seorang raja atau ratu, bahkan perdana menteri Inggris memiliki opini yang negatif terhadap Islam. Sejak invasi perang yang sia-sia di Irak, kantor perdana menteri Inggris mulai mengucapkan selamat berpuasa kepada umat Islam.

Ratu Inggris kadang mendatangi sebuah mesjid saat berkunjung ke Pakistan tahun 1961, atau ketika ke Aljazair tahun 1983 dan terakhir mendengarkan ayat-ayat suci Quran saat datang ke sebuah mesjid di Turki tahun lalu. Namun anehnya, baru tahun 2002 Ratu Elizabeth II mengunjungi sebuah mesjid di tanahnya sendiri, di Lincolnshire. “Mana arah ke Mekkah?”, tanya ratu saat memasuki mesjid itu.

Pertalian darah Ratu Inggris dengan Nabi Muhammad (saw) justru makin meyakinkan sebuah tekad dan identitas pemeluk agama Islam di Inggris, agama terbesar kedua setelah Anglikan. “Kami muslim Inggris dan Queen Elizebeth II adalah Ratu kami”, kata seorang tokoh muslim di sana asal Pakistan. Menelusuri nenek moyang anggota kerajaan Inggris dari bangsawan Arab, banyak dilakukan melalui sebuah pelacakan literature berbahasa Spanyol dan Portugis. Dua bahasa dari negeri tempat bermukimnya para dinasti Arab lebih 800 tahun lamanya. Justru jarang yang berasal dari bahasa Arab.

Ada beberapa jalur silsilah cara melihat bagaimana para kaum aristokrat Arab di sana, menurunkan para raja di Eropa hingga saat ini. Tiap jalur memiliki banyak perdebatan untuk bisa menerima kenyataan pertalian darah tersebut. Masih banyak derajat spekulasi yang dibumbui dengan koneksi hipotetis dalam menyampaikan pernyataan untuk membuktikan bahwa Nabi Muhammad (saw) menurunkan hubungan darah kepada para aristokrat Eropa. Namun tidak berarti tidak ada hubungan darah antara kaum bangsawan Eropa dengan Nabi Muhammad (saw). Hubungan itu selalu ada dari banyak sisi penelusuran. Bahkan meskipun sang Ratu bukan keturunan Nabi Muhammad, tetapi dia masih kerabat Nabi Muhammad (saw).

Untuk mengetahui dan membuktikan pertalian itu, harus diketahui keadaan negeri Spanyol dan juga Portugal selama kekuasaan orang-orang Arab di sana. Mereka berkuasa selama 800 tahun dalam berbagai dinasti. Sejak 711 ketika Tariq bin Ziyad masuk ke Spanyol melalui Gibraltar atas perintah Khalifah Walid I dari Ummayah di Siria, hingga tahun 1031 adalah masa kekuasaan dinasti Ummayah. Setelah mereka runtuh, kekuasaan diteruskan oleh kerajaan-kerajaan kecil yang berkuasa secara lokal hingga tahun 1492, sampai ketika Raja Spanyol membunuh penduduk yang beragama Islam.


Dinasti-dinasti lokal itu disebut ‘party kingdoms’ atau Reyes de Taifas. Ada dua dinasti yang jelas-jelas menganggap mereka keturunan Nabi Muhammad, yaitu Hammudiyah dan Abbasiyah yang berkuasa dan membangun kota Seville di awal milenium kedua.

Dari dinasti Abbasiyah ini paling mudah menelusuri nenek moyang anggota kerajaan Inggris yang berasal dari Arab. Meskipun tidak mudah dan tidak bebas dari kritikan dan argumentasi pendapat yang berseberangan. Inilah silsilah yang bisa mengambar sebuah ilustrasi pertalian darah dari Nabi Muhammad (saw) kepada keluarga kerajaan Inggris:


1. NABI MUHAMMAD (SAW), (571-632)
2. SITI FATIMA (R), menikah dgn Ali bin Abi Thalib wafat 661, jadi khalifah 656-661
3. SAYIDINA HUSSEIN, (626-680)
4. ALI ZAINAL ABIDIN, (653-713)
5. MUHAMMAD AL BAKIR, (681-733)
6. IMAM JAFFAR SADDIQ, (708-765)
7. ISMAIL, (736-764) 8. MUHAMMAD, wafat 808
9. WAFI AHMAD, wafat 808
10. TAQI MUHAMMAD, wafat 893
11. RADIUDIN ABDULLAH, wafat 901
12. UBAYDILLAH AL MAHDI, (846-934), khalifah pertama Fatimiyah di Mesir
13. MUHAMMAD AL QAIM, (873-946), khalifah ke 2 Fatimiyah
14. ISMAIL AL MANSUR, (901-952), khalifah ke 3 Fatimiyah
15. DIHJA, menikah dgn Qaris bin Abbad, kadi di Seville, Spanyol
16. ISMAIL BIN QARIS, kadi di Seville, Spanyol
16. MUHAMMAD I ABUL KASIM, (980-1042), khatib di Seville, Spanyol (dinasti Abbasiyah)
17. ABBAD AL MUTADID, (1010-1069) Emir di Seville, Spanyol (dinasti Abbadiyah)
18. MUHAMMAD II AL MUTAMID, (1040-1095), Emir di Seville, Spanyol (dinasti Abbadiyah), saudara kandung #17
19. ZAIDA, menikah dgn Alfonso VI the Valiant, Raja Leon (1065-1109), Raja Castile (1072-1109)
20. SANCHA, menikah dgn Rodrigo "El Franco" Gonsalez de Lara
21. RODRIGO RODRIGUEZ DE LARA, menikah dgn Garcia de Azagra
22. SANCHA DE LARA, menikah dgn Gonzalo (II) Ruiz Giron, wafat 1234
23. MARIA GONZALEZ RUIZ, menikah dgn Guillen Perez de Guzman
24. MARIA, wafat tahun 1262 menikah dgn Alfonso IX, Raja Castile (1312-1350)
25. BEATRIX, menikah dgn Alfonso III, Raja Portugal (1248-1279)
26. DIONISISO, Raja Portugal (1279- 1325), menikah dgn Isabel of Aragon, putri Pedro III, Raja Aragon (1276-1285)
27. ALFONSO IV THE BRAVE, Raja Portugal (1325-1357), menikah dgn Beatrice, putri Sancho IV, Raja Castile (1284-1296)
28. MARIA, (1313-1357) menikah dgn Alfonso XI, Raja Castile (1312-1350)
29. PEDRO THE CRUEL, Raja Castile (1350-1369), menikah dgn Blance of Bourbon
30. ISABELLE (1355-1394), menikah dgn Edmund, Duke of York, England wafat 1402
31. RICHARD PLANTAGENET, Earl of Cambridge, wafat 1415, menikah dgn Anne Mortimer, penerus keluarga Clarence
32. RICHARD, Duke of York, menikah dgn Lady Cecily Neville, putrid Ralph, 1st Earl of Westmoreland
33. EDWARD IV, Raja Inggris (1461-1483), menikah dgn Elizabeth, putrid Sir Richard Woodvile
34. HENRY VII, Raja Inggris (1485-1509), menikah Elizabeth wafat 1503
35. MARGARET, menikah dgn Archibald, Earl of Angus
36. LADY MARGARET DOUGLAS, wafat tahun 1578, menikah dgn Matthew Stuart, Earl of Lennox, wafat 1671
37. HENRY STUART, Lord Darnley, Duke of Albany, wafat tahun 1567, menikah dgn Mary, Ratu Skotlandia, wafat 1587
38. JAMES I, Raja Inggris (1603-1625), menikah dgn Anne dari Denmark, wafat 1619
39. ELIZABETH, wafat tahun 1662, menikah dgn Frederick V, Raja Bohemia, wafat tahun 1632
40. SOPHIA, wafat tahun 1714, menikah dgn Ernest Augustus, Elector Hannover
41. GEORGE I, Raja inggris (1714-1727), menikah dgn Sphia Dorothea dari Celle, wafat tahun 1726
42. GEORGE II, Raja inggris (1727-1760), menikah dgn Caroline dari Bradenburg Auspach, wafat tahun 1737
43. FREDERICK, Pangeran Wales, wafat tahun 1751, menikah dgn Augusta dari Saxe-Coburg, wafat tahun 1772
44. GEORGE III, Raja inggris (1760-1820), menikah dgn Charlotte dari Mackenburg-Sterlitz, wafat tahun 1818
45. EDWARD, Duke of Kent, wafat tahun 1820, menikah dgn Victoria dari Saxe-Coburg (1786-1861)
46. VICTORIA, Ratu Inggris (1837-1901), menikah dgn Albert dari Saxe-Coburg dan Gotha (1819-1861)
47. EDWARD VII, Raja inggris (1901-1910), menikah dgn Alexandra dari Denmark (1844-1925)
48. GEORGE V, Raja inggris (1910-1936), menikah dgn Mary of Teck (1867-1953)
49. GEORGE VI, Raja Inggris (1936-1952), menikah dgn Lady Elizabeth Bowes-Lyon (1900-2001)
50. ELIZABETH II, Ratu Inggris sejak 1952, menikah dgn Phillip, Duke of Edinburg, lahir tahun 1921

Dari ilustrasi silsilah di atas Putri Zaida (no. 19) adalah putri dari Muhammad II bin Abbad al Mutamid al Allah. Muhammad II adalah Emir Seville, yang membangun kota Seville sebagai pusat kebudayaan Islam Spanyol. Zaida berpindah keyakinan pada awal keruntuhan dinasti Ummayah di Spanyol, sehingga anak keturunannya memiliki keyakinan yang berbeda dengan nenek moyang mereka dari Arab. Saat itu ada gelombang pemaksaan untuk mengembalikan negeri Spanyol seperti agama aslinya yaitu jaman sebelum Islam masuk ke sana.

Alfonsi VI memiiliki 5 istri dan beberapa selir. Diantara selir itu adalah Zaida yang berganti nama menjadi Elizabeth. Bukti-bukti kuat selalu ditampilkan untuk mendukung status Zaida sebagai anak dari Emir Seville.

Di pusara makam Zaida di Sahagun, tertulis "H.R. Regina Elisabeth, uxor Regis Adefonsi, filia Benabet Regis Sevillae, quae prius Zayda, fuit vocata". Dalam bahasa Inggris " Di sini beristirahat Ratu Elizabeth, istri Raja Alfonso, putri Aben-abeth, raja Seville, sebelumnya bernama Zayda”
Kata “Fuit uocitata” sebenarnya fuit vocitata (aksara 'u' biasanya dilafalkan sebagai 'v'). Artinya kira-kira “biasanya disebut” atau “sering dipanggil” Elizabeth. Zaida wafat ketika sedang melahirkan anak, tanggal 12 September 1099, sekitar 910 tahun silam. ‘Benabet’ dalam pusara makam Zaida artinya bin Abbad, nama keluarga ayahnya Zaida, bin Abbas atau dinasti Abbasiyah.

Siapakah Pangeran Charles?


Siapakah Pangeran Charles?
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani

 
( Tulisan ini merupakan wawancara TV yang  disampaikan oleh Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani,  Mufti Turky Cyprus dan Mursyid dari  Naqshbandi Haqqani  Sufi pada tanggal 24 Januari 1994 ).


Bismillahir Rahmanir Rahim.  Dengan nama Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa, “Wahai Tuhanku, kami meminta dukunganMu dan bantuanMu untuk menyampaikan suatu realita.  Hari ini beberapa stasiun TV datang pada saya untuk suatu wawancara yang sangat penting, mengenai Putra Mahkota Kerajaan Inggris Raya, Pangeran Charles dan juga tentang keheranan & ketidak percayaan masyarakat Turki dari berbagai tingkatan sosial atas kesufian dan keislaman Prince Charles.  Mereka sangat tertarik untuk mendapat penjelasan tentang apakah benar Prince Charles  telah menerima Sufisme dan apakah Sufisme itu diperoleh dari saya. Kemudian mereka juga ingin mengetahui  apakah Pangeran Charles ingin menjadi pengikut jalan Sufi.

Setiap stasiun TV di Turky selalu datang dan bertanya tentang hal tersebut karena masyarakat Inggris saat ini sedang kaget dan heran bagaimana seorang putra mahkota yg akan menjadi Raja Inggris dimasa datang ternyata  menganut Sufisme?. Demikian juga para petinggi Turki dan lapisan atas masyarakat Turki yang juga terkejut oleh berita ini. Dan mereka juga terkejut apakah ini memang suatu realitas.

Maka dari itu mereka berusaha untuk membentuk opini bahwa berita ini merupakan hal yang tidak tepat tentang kesufian Pangeran charles ini. Selain itu mereka membuat penafsiran dari imajinasi mereka bahwa Pangeran Charles tidak tulus dalam menganut sufisme, dan Prince Charles hanya akan memperdayai mereka. Atau ia ingin memperoleh dukungan dan manfaat dari bangsa Arab saat nanti ia menjadi raja. Denga kata lain menurut mereka adalah mustahil bila Pangeran Charles menganut sufisme

Kemudian saya menjawab dan menanggapi bahwa semua kata-kata penolakan itu hanya berasal dari imajinasi mereka belaka. Yang tidak sesuai dengan kenyataan.  Siapapun yang gemar memperdayai orang, akan beripikir buruk bahwa Pangeran Charles pun sedang berusaha memperdayai orang lain. Tidak, hal itu tidak akan terjadi.

Saat ini beliau adalah seorang “Muslim Sufi yang Tulus”. Dan beliau selalu menunjukkan cinta dan penghargaannya terhadap sufisme dan islam. Jika saya sebagai Mufti dan seorang Syaikh memuji tentang agama Nasrani apa yang anda akan pikirkan dan kalian mengerti tentang saya. Hal ini merupakan suatu kejelasan, bahwa Prince Charles adalah Muslim Sufi.

Begitu banyak kenyataan diperlihatkan  ketika Prince Charles berkunjung ke Turki, beliau mengunjungi Masjid Turki, dan mengunjungi makam suci dari para pengikut Nabi sallallahu alayhi wasalam dan mengunjungi para Shaykh Sufi di Istambul dan Konya. Beliau juga mempelajari masyarakat sufi muslim, kebudayaan Ottoman, dan menghargai serta memuji kebudayaan islam Ottoman ini. Jadi bukankah bukti itu suatu penjelasan yang sangat sempurna, namun tetap saja orang berpendapat bahwa beliau memperdayai masyarakat dan tidak benar-benar menyukai atau menerima sufisme yang merupakan suatu kebenaran dalam islam.

Namun saya berpikir, ketika saya membaca beberapa pidato Pangeran Charles. Berikan kepada saya apa yang tertulis disini? Disini tertulis teks sambutan yang diberikan oleh Prince Charles, yang juga adalah Pemimpin dari Oxford Center untuk Study Islam. Pidato ini merupakan bukti bahwa Prince Charles benar-benar menganut Sufisme dan Islam didalam hatinya. Namun sekarang banyak yang menyerangnya, yaitu mereka yang tidak tulus, yang menyatakan kepercayan mereka hanya melalui lidah tetapi tidak melalui hatinya. Ketika Prince Charles berada di Oxford University di Inggris, beliau berdiri dan memberikan kuliah tentang kesempurnaan dan keindahan islam yangg sebenarnya. Bagaimana saat ini kita bisa mengatakan bahwa ia tidak menerima Islam atau tidak tulus mengenai Islam?.

Saat ini para penganut Islam di Saudi dan muslim fundamentalis  telah mencapai ketingkatan yang sangat mengecewakan islam, tingkat nol. Selain itu mereka para fundamentalis dan muslim bergaris keras ini telah meninggalkan sebagian besar  dari keindahan dan kecantikan atau karakter Islam yang sebenarnya, dan mereka malah menganut karakter setan. Mereka tidak memandang Prince Charles  dengan ketulusan  atau harapan yang baik  sehingga apapun yg mereka harapkan atau yg mereka lihat hanyalah  merupakan prasangka dan niat buruk belaka.

Dan Allah Yang Maha Besar telah  berjanji pada para nabiNya,” Aku akan menurunkan kedunia 124.000 Wali dimana masing-masing Wali  mewakili satu dari Nabi-nabiKU. Dan satu dari mereka  akan mewakili dan mewarisi Nabi Muhammad saw. Para Nabi dan Wali akan memberi pengetahuan tentang masa depan, karena setiap nabi harus mampu dan memiliki pengetahuan tentang masa depan jika ia benar-benar seorang nabi. Jika mereka tidak memiliki pengetahuan tentang masa depan dunia, maka mereka bukanlah seorang  Nabi. Setiap Nabi harus memiliki pengetahuan tentang masa depan dunia, kapan berakhirnya dan rincian setiap realita yang akan terjadi. Merekapun harus memberitahu pengikutnya tentang setiap berita yang akan terjadi dan tentang hari akhir serta segala kejadian sebelum dan sesudah hari akhir.

Salah seorang pewaris ritual dari Nabi Muhammad saw, dan ia diberi nama Sultan Para Wali, ialah merupakan Wali Terbesar diantara para wali dijamannya. Ia bernama Muhyidin Ibnu Arabi qs. Beliau seorang Wali sufi sekaligus seorang pewaris dari stempel kenabian Muhammad saw.  Allah telah mengambil selubung hijab dari mata hatinya dan ia dapat melihat kitab lauh mahfud yang tersembunyi dilangit sehingga ia  mampu melihat apa yang akan terjadi diakhir dunia dan apa yang akan terjadi dihari akhir.  Syaikh Muhyidin Ibnu Arabi adalah seorang Wali Sufi yang sangat terkenal, ia memiliki informasi tentang hari akhir dan berita dri bangsa-bangsa didunia.

Ketika saat hari akhir mendekat yaitu pada era Imam Mahdi as, maka tujuh bangsa besar akan menganut islam yang sebenanrnya dan salah satunya yang pertama adalah Kerajaan Inggris Raya. Masyarakat dan bangsa Inggris akan merupakan bangsa yang pertama yang akan menganut “muslim sufi”,  kemudian disusul  Jerman, dan kemudian lima Negara besar barat lainnya. Dan semua bangsa tersebut akan menjadi “Negara Muslim Sufi”.

Dan saat ini adalah saat yang sesuai dengan apa yang dikatakan Ibnu Arabi qs akan menjadi kenyataan.  Maka hal ini telah dimulai dari calon Raja Inggris yang akan datang, dimana saat ini Pangeran Charles telah menerima dan menganut  Sufisme sebagai jalan Islam yang sebenarnya. Islam yang juga berarti kedamaian, Islam yang berarti kecintaan dan keharmonisan antar sesama, tanpa diskriminasi terhadap pengikutnya maupun bukan pengikutnya, antara bangsa kulit putih atau hitam atau bangsa kulit kuning dan merah.

Penjelasan diatas merupakan bukti pertama dan terkuat tentang apa yang dikatakan oleh Ibnu Arabi mengenai bangsa Inggris yang masuk Islam. Sekarang beberapa orang mempertanyakan.” Mengapa Pangeran Charles tidak menyatakannya secara terbuka dan langsung?” Dan saya membalasnya,”Apakah yang dapat kalian mengerti?” Mereka tidak melihat kondisi dimana Pangeran Charles berada, bagaimana posisinya dalam bangsanya, Kerajaan Inggris. Situasi dan kondisi bangsanya tidak memungkinkannya untuk mengumumkan kepercayaannya terhadap Sufisme secara terbuka. Dan kamipun tidak memerlukan beliau untuk mengumumkannya secara langsung. Tetapi apa yang dikatakannya tentang Sufisme sudah cukup untuk menekankan penerimaannya yang tulus terhadap Sufisme ini.

Kami punya pepatah,” Kalau pot bunga terbuat dari tanah maka apapun yang ditaruh didalamnya akan keluar sebagaimana awalnya. Kalau cuka yang ditaruh maka cukalah yang keluar, dan jika minyak yang ditaruh maka minyaklah yang keluar’. Cukuplah bagi Pangeran Charles bahwa ia telah menganut Islam yang sebenarnya yaitu Islam-Sufi yang didasari oleh cinta, toleransi, kerendahan hati, penghargaan dan kedamaian. Artinya apa yang ada dalam hatinya terucap dalam kata-katanya. Allah Maha Besar menerima hal ini.

Pangeran Charles tidak perlu berdiri berdiri di tengah Trafalgar Square dan mengucapkan, “La ilaha illa Allah Muhammadun Rasulullah, saya baru memeluk Sufisme dan Islam, seperti saya menerima semua agama lainnya tanpa diskriminasi.” Jika ia melakukan hal itu, mungkin orang akan melemparinya dengan batu, telur, tomat dan bawang. Tetapi ia cerdas, dilindungi dan diberkahi. Ia akan bertemu dengan Imam Mahdi alaihi salam (Sang Terpandu, orang yang akan memimpin umat yang akan turun sebelum kembalinya Nabi Isa , Jesus alaihi salam) dan akan menjadi salah seorang menterinya, maka semoga damai menyertai mereka.

Pada masa Imam Mahdi alaihi salam dan Nabi Isa as, semua raja akan menerima Islam yang sebenarnya sama dengan Kristen yang sebenarnya dan Yahudi yang sebenarnya. Bahkan sebelum abad berikutnya, setiap raja yang terusir dari tanah air atau kerajaannya oleh kaum fundamentalis, kaum fanatic atau kaun tirani, karena alasan apapun, mereka akan kembali pada tahtanya. Sekali lagi mereka akan kembali menjadi raja dengan kewenangan dan kekuatan penuh. Sistem parlementer dan demokrasi akan berakhir.

Saat ini, raja-raja di dunia ini hanya tinggal sedikit. Diawal abad ini ada sekitar 140 raja namun sekarang hanya tinggal 20 atau 25 raja. Kebanyakan tersingkir  dari tahta dan terusir. Rakyat manapun yang mendapat kehormatan memiliki raja, maka mereka harus berterima kasih dan menyembah Tuhan untuk kerajaan negaranya. Tuhan Maha Besar akan memberikan kembali hak-hak penuhnya.



Mungkin setelah tahun 2000 setiap raja yang telah kehilangan kekuatan dan hak kebangsawanannya, akan memperolehnya kembali. Mereka juga akan menjadi para menteri Imam Mahdi as, yaitu Sang Terpandu (Semoga  Beliau diberkahi) dan pendukung Nabi Isa alayhi salam (Jesus as) saat kembalinya beliau. Salah seorang pendukung Nabi Isa as yang akan diberi kewenangan ialah Raja Hussein Charles atau kita kenal saat ini adalah Pangeran Charles. Untuk maksud tersebut diataslah, maka Allah Yang Maha Besar mempersiapkan Pangeran Charles.

Imam Mahdi as akan datang dengan kekuatan spiritualnya untuk membuka jalan untuk kembalinya Nabi Isa as. Kami percaya bahwa Imam Mahdi as akan turun tidak lama lagi, kemudian Nabi Isa as (Jesus as) akan kembali. Hal ini sudah dipahami oleh para ahli Kitab Injil dan Tradisi Hari Akhir, selain itu banyak Wali juga sudah meramalkan hal ini.

Pemahaman inilah yang secara khusus dikirim oleh Allah kepada jantung wali Sufi yaitu Muhyidin Ibn ‘Arabi qs, Sang Shaikh Besar. Pengikut Sufisme dan para walinya berharap Imam Mahdi as akan turun saat Haji Besar, diera tahun 2000, dan Nabi Isa as,  akan turun tidak lama setelah itu di Damaskus, semoga damai bersamanya. Semoga Imam Mahdi as  turun saat Haji Akbar tiba, jika tidak semoga tidak lama sesudahnya. Hanya Allah yang memberi keberhasilan dan pengetahuan.

Wa min Allah at Tawfiq

Yaa Ghaliban Ghayra Maghlub (Wahai Yang Selalu Menang dan Tidak Dapat Dikalahkan)


Yaa Ghaliban Ghayra Maghlub (Wahai Yang Selalu Menang dan Tidak Dapat Dikalahkan)
Sultanul Awliya Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani qs
31 Oktober 2012 - Lefke Cyprus




Bismillahir Rahmaanir Rahim

Bacalah 100x setiap hari, Ya Ghaliban Ghayra Maghlub. Ya Ghaliban Ghayra Maghlub, Ya Ghaliban Ghayra Maghlub ( Wahai Yang Selalu Menang dan Tidak Dapat Dikalahkan)

Dzikir ini sangat diperlukan dizaman ini, ini adalah perintah untuk membaca Yaa Gholiban Ghayro Maghlub. Dan dzikir lainnya yang perlu dibaca adalah Allah Dzul Jalal. Allah Dzul Jalal, Allah Dzul Jalal. Bacalahi 40 kali sampai 100x sehari. Jika mereka ingin berdzikir lebih banyak, mereka bisa melakukannya. Saya memberikan ijazah dan izin kepada mereka semua. Ya Ghaliban Ghayra Maghlub dan juga Allah Dzul Jalal, Allah Dzul Jalal, Allah Dzul Jalal. Ya Ghaliban Ghayra Maghlub, Siapapun yang berada dipihak Allah, maka mereka tidak bisa dikalahkan (maghlub). Dia akan menghancurkan orang yang dzalim. Mereka akan habis  selamanya. Semoga Allah menjaga kalian dan melindungi kita semua. Pesan ini berasal dari sahabat Nabi (saw), Ummu Haram Sultan, instruksi telah tiba. Kita harus memperhatikannya dan Insya Allah dengan membaca dzikir ini kita semua akan berada dalam lingkaran Perlindungan Surgawi. Fatiha.

Kalian dapat pergi dengan aman dan di manapun Anda berada, ada keamanan dengan membaca dzikir ini. Kalian harus berusaha pindah dari kota Istanbul jika mungkin. Jika tidak, maka mereka akan menderita kesulitan dan akan sulit bagi mereka untuk diselamatkan. Semoga Allah membantu orang-orang Islam dan membuat mereka menang. Fatiha. Jangan lupa untuk senantiasa bersalawat untuk menghormati Nabi kita (saw) yaiutu dengan salawat Allahumma Salli ala Muhammadin wa'ala Ali Muhammadin wa Sallim sebanyak 100x setiap hari. Dan jangan tinggalkan dzikir Bismillahir Rahmaanir Rahim 100x setiap hari. Tidak ada yang bisa menyelamatkan orang-orang kecuali dengan Perlindungan Surgawi, tanpa perlindungan surgawi, mereka akan dimusnahkan. Semoga Allah mengampuni kita. Fatiha.

Semoga setiap orang menjaga persediaan makanan di rumah mereka, sebanyak yang mereka bisa lakukan. Masa didepan kalian akan menjadi sangat sulit. Mereka harus menyimpan beberapa persediaan makanan di rumah mereka. Ada hukuman yang akan datang bagi mereka yang masih merokok. Mereka harus berhenti merokok, kalau tidak mereka tidak akan dapat menemukan roti untuk mereka makan. Kami berlindung kepadaMU Yaa Allah. Ya Tuhan kami, semoga Engkau membuat kita mencapai hari-hari yang penuh kebaikan bersama dengan Sayidina Mahdi (as) dan diberikan kehormatan dengan melayani nya.

Semoga Allah memberikan kita semua untuk dapat bersama Sayyidina Isa (as) juga. Setelah saya memberikan janji setia (Bay'at) saya kepada Sayyidina Mahdi (as). Semoga Allah membuat kita termasuk golongan orang-orang yang beruntung (Ahl al-Sa'adah), dan InsyaAllah termasuk mereka yang beriman. Amantu Billah Ya Rabbi Ya Allah, kami percaya padaMU, kami percaya pada Kekasih-MU, kami percaya kepada Kitab-MU, kami percaya pada Al-Quran. Kami berusaha untuk menjaga perintah-MU dan berhenti mengerjakan semua larangan-MU sebanyak yang kami mampu. Semoga Engkau mengirimkan hambaMu untuk menolong kami Ya Rabbi, Ya Allah, Ya Allah .. Fatihah.

Para Perempuan tidak boleh pergi keluar rumah jika tidak ada kebutuhan yang mendesak. Astaizubillah, "Dan tinggal di rumah Anda, dan jangan menampilkan diri (berhias) seperti di zaman jahiliyah (kebodohan)." (Qur'an 33:33). Dan jangan tinggalkan shalat kalian. Mereka harus berhati-hati dengan perintah ini. Ini adalah perintah yang jelas. Wanita harus tetap di rumah mereka, tidak boleh pergi keluar rumah kecuali jika ada kebutuhan yang mendesak. Mereka tidak boleh bekerja diluar rumah, tinggallah didlam rumah mereka, di mana mereka akan mendapat perlindungan Illahi dan mendapat keamanan. Kami tidak dapat menjamin keselamatan bagi mereka yang tidak tinggal di rumah mereka. "Dan tinggalla di rumah-rumah kalian", demikian Nabi (saw) mengatakan. Masuklah kedalam rumahmu dan tutuplah pintu, maka kalian akan aman. Syukur, ballaghna .. Saya telah memberikan izin bagi kalian untuk menyebarkan deklarasi ini. Fatiha. Catat kata-kataku ini, perhatikan dengan serius dan sebarkan.

Belum Ada Izin Untuk Ke Cyprus

Belum ada izin bagi kalian untuk datang ke sini mengunjungi kami. Bagi mereka yang sudah berada disini, segera kembali ke negaranya dan rumahnya. Mereka tidak boleh tinggal terlalu lama di sini. Dan juga tidak ada izin untuk datang kesini, karena situasi dunia sangat berbahaya. Oleh karena itu, para pengunjung yang ingin datang harus menunggu sampai setelah tanggal 10 Muharram. Baru ada izin setelah tanggal 10 Muharram.

Mereka dapat tinggal di mana mereka berada sekarang, kalian dapat mengurus dargahs, zawiyah ditempat mereka, dan jangan ada  rasa takut sama sekali untuk berdzikir. Bagi penduduk Turki, tidak perlu bagi mereka untuk datang dan tinggal di sini. Mereka bisa kembali ke tempat mereka. Yang ingin tinggal mereka dapat berdzikir La ilaha illa Allah, Sayidina Muhammad RasulAllah. Ini diijinkan InsyaAllah.

Ya Rabbi Shukur, Ya Rabbi Shukur. Ya Rabbi Shukur, Ya Rabbi Shukur ... Allah Dzul Jalal, Allah Dzul Jalal, Allah Dzul Jalal. Mereka harus terbiasa untuk berdzikir dengan kalimat ini, mereka harus membaca dzikir ini, Allah Dzul Jalal, Allah Dzul Jalal, Allah Dzul Jalal. Jika kalian berada dipihaknya dan disisi Nabi Muhammad (saw), maka mereka akan ghalib (menang), Ya Ghaliban Ghayra Maghlub, Ya Ghaliban Ghayra Maghlub. (Wahai Yang Selalu Menang dan Tidak Dapat Dikalahkan)

Kalian dapat kembali kenegaramu wahai anakku, uruslah pekerjaanmu dan semoga kalian tetap dalam keamanan dan Insya Allah, engkau akan dapat melayani Sayyidina Mahdi (as) dengan izin Allah, Masya Allah. Fatiha.

Wa min Allah at Tawfiq

Saturday, October 27, 2012

Doa selama 10 hari pertama bulan Zulhijah

Doa selama 10 hari pertama bulan Zulhijah

Barangsiapa yang membaca doa berikut ini pada 10 hari pertama di Bulan Zulhijah, setiap hari 10 kali, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang (ia terpelihara dari dosa).

Laa ilaaha illallaah `adadad-duhuur/Laa ilaaha illallaah `adada amwaajil buhuur/Laa ilaaha illallaah `adadan-nabaati wasy-syajar/Laa ilaaha illallaah `adadal qathri wal mathar/Laa ilaaha illallaah `adada lamhil `uyuun/Laa ilaaha illallaah khayrum mimmaa yajma`uun/Laa ilaaha illallaah min yawminaa haadzaa ilaa yawmi yunfakhu fish-shuur

La ilaaha illallah, sepanjang masa/ La ilaaha illallah, sebanyak bilangan riak dan gelombang alun 7 samudra sepanjang waktu/ La ilaaha illallah sebanyak bilangan benih dan pepohonan hingga Hari kiamat/ La ilaaha illallah sebanyak bilangan rintik dan derai hujan sepanjang waktu/ La ilaaha illallah sebanyak bilangan kejap mata semua mahluk yang pernah dan masih akan diciptakan/ La ilaaha illallah lebih dari kapasitas kuantum yang dapat dimengerti/ La ilaaha illallah sejak hari ini hingga tatkala sengkakala Israfil AS ditiup menutup kehidupan ini.

Allahumma farjakal qarib/Allahumma satrakal hashin/Allahumma a'wa-idakal hasanat/Allahumma 'atha-ukal hasanal jamil/Ya Qadimal ihsan ihsanakal qadim/Ya Da-imal ma'ruf ma'rufakaddaim/Fashallallahu' alaa Sayyidina Muhammadin wa'ala alihi washahbihi wasallim

Allahumma, Ya Allah sesungguhnya Kelapangan dari-Mu sudah amat dekat—perisai perlindungan-Mu pun sangat rapat bak benteng—uluran-Mu juga selalu mengesensikan kebagusan-kebagusan—Anugerah-Mu pun selalu cantik/indah/menyenangkan—wahai Dzat Yang sari dahulu selalu memperbuat kebaikan—abadikanlah Kebaikan-Mu padaku—wahai Dzat Yang Kebajikannya Lestari—lestarikan Kebajikan-Mu buatku berupa Selawat buat Junjunganku Nabi Muhammad SAW beserta para Sahabat dan Keluarga Beliau semuanya...

Allahumma bihaqqi sha-imi 'arafah la tahrimni tsawaba 'arafah

Allahumma Ya Allah, demi kebenaran Hari (puasa) Arafah jangan Kau haramkan pahala Arafah bagiku.

Doa ini disampaikan oleh Sh. Mustafa al-Haqqani

Friday, October 26, 2012

Manakah Yang Lebih Pemurah, Nabi Ibrahim as atau Nabi Ismail as ?


Manakah Yang Lebih Pemurah, Nabi Ibrahim as atau Nabi Ismail as
Mawlana Shaykh Muhammad Hisham Kabbani qs
23 Desember 2005, As-Shidiq Mosque




Al-hajj ash-hurun ma`lumat faman. Ibadah Haji dan Hari Arafah segera tiba dalam beberapa hari ini. Semata untuk memenuhi kewajiban kita kepada Tuhan kita. Ummat Islam (Muslim) kini tengah bersiap-siap untuk menunaikan ibadah hajji ini.

Nisaburi berkata dalam Tafsir-nya, bahwa pada hari itu, akramallahu hadza al-Ummah bi sawmi 'Arafat wa akram arba'a min al-anbiyaa'. "Allah melimpahkan barakah-Nya pada hari itu dengan puasa Arafah, dan Ia SWT melimpahkan pula kehormatan pada empat Nabi pada hari itu:

1) Nabi Adam alayhi salam, Allah swt memaafkanya pada hari itu dari dosa memakan buah pohon terlarang
2) Nabi Musa 'alayhissalam, dengan takliim, berbicara langsung padanya di hari itu
3) Melimpahkan kehormatan pada Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wa aalihi wasallam dengan ibadah hajji dan kesempurnaan agama
4) Nabi Ibrahim alayhissalam dengan melimpahkan kehormatan padanya dengan seekor domba untuk disembelih sebagai ganti penyembelihan putranya Nabi   Ismail bagi Tuhannya.

Karena itulah, hari itu, yang kini tiba pada diri kita, amatlah penting. Karena itu pula Sayyidina Abu Bakr As-Siddiq radiyAllahu 'anhu mengetahui bahwa saat Allah SWT menurunkan ayat: Al yawma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu 'alaykum ni'matii..."Pada hari ini telah Ku-sempurnakan agamamu, dan telah kucukupkan bagimu ni'matku...", [menunjukkan bahwa pada hari] Arafat adalah puncak agama. Ia adalah tingkat tertinggi Islam. Allah SWT berfirman al-yawma, hari ini. Saat Nabi sallAllahu 'alayhi wa aalihi wasallam dalam hajjat al-wida', haji perpisahan, setelah mengalami kemenangan penuh dan memasuki Kota Makkah dan Ka'bah, Allah mewahyukan pada beliau "Hari ini telah Ku-sempurnakan agamamu dan Ku-cukupkan bagimu ni'mat-Ku".

Saat ayat Quran ini turun, Sayyidina Abu Bakar radiyAllahu 'anhu menangis. Para Sahabat yang lain bergembira. Mereka pun bertanya padanya, "Mengapa kau menangis, sedangkan tiap orang lainnya demikian bahagia?" Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq ra pun menjawab, "Adalah benar apa yang dipahami setiap orang yang lain, namun yang kupahami dari ayat ini adalah bahwa Nabi sallAllahu 'alayhi wa-aalihi wasallam akan meninggalkan diri kita, karena wahyu telah sempurna, telah selesai." Delapan puluh hari kemudian Nabi sallAllahu 'alayhi wa-aalihi wasallam pun wafat meninggalkan dunia fana' ini.

Wahai Muslim, Setelah kesempurnaan, tak akan ada yang lainnya. Itu berarti kalian tak dapat menambahkan suatu apa pun pada agama Isalam. Selesai. Itulah makna "atmamtu", ayat itu tak berbunyi tersempurnakan, tapi ayat itu berbunyi "Telah Ku-lengkapkan ni'mat-Ku". Kamal berbeda degan Tamam. Kamal berarti tak ada yang melebihinya. Tak ada yang melebihi bulan purnama di pertengahan bulan, tanggal 15 bulan Qomariyah. Tamam dapat berarti tamam menurut level kalian atau menurut level yang lainnya. Artinya, "Aku lengkapkan ni'mat-Ku bagimu, namun Aku melengkapkannya lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi." Jadi, setelah Kamal, tak ada yang lain selain nuqsan.

Jadi dalam Islam semua sudah sempuran, tak ada lagi yang perlu dilengkapkan. Jika Muslim melengkapi kewajiban-kewajiban yang telah diberikan pada mereka, mereka akan berbahagia dalam kehidupan ini. Tetapi lihatlah saat ini setiap orang datang dengan membawa berbagai masalah. Itulah kebijaksanaan dan kehendak Allah. Itulah sunnatullah yang ada saat Allah menciptakan ciptaan. Sayyidina Adam 'alayhissalam memiliki masalah-masalahnya. Musuhnya nomor satu manusia adalah Iblis.

Nabi sallAllahu 'alayhi wa aalihi wasallam, sang Mustafa, yang terpilih sebagai Nabi pilihan pun menghadapi masalah-masalah dari kaumnya. Bahkan hingga hari inipun, beliau sallAllahu 'alayhi wa aalihi wasallam tetap beroleh masalah dari orang-orang bodoh yang berkata miring tentang beliau. Namun, bagaimanakah masalah-masalah ini dapat diatasi? Berserahdirilah! Jika kalian berserah diri pada Kehendak Allah, kalian akan menyelesaikan masalah-masalah kalian.

Dalam (Tafsir) Nisaburi, saat Allah memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyembelih putranya Isma'il, "idzaa araa fii manaamihi". Diriwayatkan dalam Tafsir tersebut, bahwa siti Hajar, istri kedua sayyidina Ibrahim (as), yang sebelumnya adalah hamba sahayanya, dinikahi oleh beliau setelah istrinya yang pertama,
Sarah, karena istri yang pertamanya ini saat itu belum melahirkan seorang anak pun.

Kemudian hubungan Siti Hajar dengan Siti Sarah menjadi tidak harmonis. Kita sering mendengar saat ini orang berkata, "Aku tak tahan lagi; aku akan melarikan diri!" Demikian pula saat itu, Siti Hajar ingin melarikan dirinya dari Siti Sarah, nyonyanya, dan seorang malaikat pun mendatanginya, seraya berkata padanya, "Kenapa kau lari? Mengapa kau meninggalkan tuanmu Sarah?" Siti Hajar menjawab, "Aku tak mampu lagi bersabar darinya". Sang Malaikat berkata, "Kembalilah kamu, jangan melarikan diri! Dengarkan dan taatilah apa yang ia katakan, ia adalah tuanmu."

Siapakah yang dapat menerima hal seperti itu sekarang? Tak seorang pun. Kita tak mampu menerima nasihat dari saudara kepada saudara lainnya. Kita tak pula mampu menerima nasihat, dari ibu kepada putrinya, atau ibu kepada putranya, dari istri kepada suami atau sebaliknya, kita tak mau lagi menerima dan mendengar nasihat apa pun. Jika kita bertindak seperti Siti Hajar, untuk menerima dan berserah diri, tentu semua masalah akan terselesaikan. Jangan lari! Hadapi masalah! Wahai Hajar kau akan hamil dan mengandung seorang nabi, Nabi Ismail yang dari keturunannya kelak akal lahir Sang Pemimpin, As-Sayyid, Manusia Pilihan, yang menyampaikan Wahyu di Hari-hari Terakhir dunia ini. Jangan lari, saat itu tengah menunggumu saat dirimu mengandung sang pemimpin kemanusiaan, di mana ia sallAllahu 'alayhi wa aalihi wasallam bersabda dalam suatu hadits "Ana sayyidii waladi Aadam wa laa fakhr". (Aku pemimpin seluruh anak keturunan Adam, dan tidaklah aku bersombong).

Siti Hajar pun kembali, dan ia berlaku sabar hingga ia pun hamil. Ia pun melahirkan Nabi Isma'il 'alayhissalam hingga ia berusia 13 tahun, saat mana Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih Isma'il. Mengapakah perintah penyembelihan sang anak Isma'il tersebut datang lewat mimpi? Karena para Nabi diberi wahyu lewat perantaraan Sayyidina Jibril 'alayhissalam, kecuali Sayyidina Musa 'alayhissalami, yang selalu dapat berbicara langsung kepada Allah. Saat Sayyidina Ibrahim 'alayhissalam berada dalam kobaran api Namrudz, Sayyidina Jibril 'alayhissalam mendatangi beliau dan bertanya pada beliau, "Adakah sesuatu yang kau perlukan?" Ibrahim 'alayhissalam menjawab, "Tak ada, aku hanya membutuhkan dari Allah."

Lalu, kenapa kemudian perintah itu turun melalui suatu mimpi? Saat Allah Ta'ala memerintahkan pada Jibril, "Pergi dan katakan padanya untuk menyembelih putranya," Jibril pun berkata, "Wahai Allah, mohon janganlah mengutusku untuk melakukan hal ini. Akan kulakukan apa pun yang Kau perintahkan padaku, namun aku mohon pada-Mu untuk tidak memerintahkanku membawa perintah itu. Aku telah membangun suatu persahabatan yang erat dengan Nabi Ibrahim as. Ia adalah seseorang yang telah berusia lanjut. Bagaimanakah aku mampu pergi dan berkata padanya untuk menyembelih putranya yang baru ia dapati setelah usianya sudah sedemikian tua? Selama ini belum pernah aku mendatanginya kecuali dengan kabar gembira; mohon jangan taruh diriku dalam ujian seperti itu."

Allah pun berfirman, "Baiklah, Aku akan mengirimkan padanya melalui mimpi."  Ibrahim 'alayhissalam pun melihat mimpi tersebut, dan ini terjadi pada malam 'Arafat. Karena itulah, selepas Arafat, kita pergi dan menyembelih (qurban). Mimpi ini terjadi pada malam tanggal sembilan, dan bukan malam tanggal sepuluh.
Ibrahim 'alayhissalam pun segera berangkat dan menyembelih 100 domba. Maka, beliau pun menyembelih 100 domba, setelah ia melihat dalam mimpi bahwa dirinya diperintahkan untuk menyembelih putranya. Maka, begitu ia selesai menyembelih domba-domba tersebut, api pun menyambar dan mengambilnya. Ini adalah cara Allah SWT menunjukkan penerimaan-Nya akan kurban tersebut, sebagaimana dalam kasus Habil dan Qabil (putra-putra sayyidina Adam 'alayhis salam). Habil menyembelih kambing terbaiknya, sedangkan Qabil mengurbankan yang terjelek. Api turun dan mengambil domba qurban Habil dan tidak mengambil dombanya Qabil. Setelah peristiwa ini, Qabil menjadi dengki dan iri, sampai berakibat ia membunuh saudaranya sendiri.

Demikianlah, segala sesuatu didunia kini telah berubah menjadi kedengkian dan bisnis belaka. Saat orang melakukan bisnis dengan baik, kedengkian dan kecemburuan pun ditimpakan atas diri mereka. Begitu banyak Sihir digunakan dan melahirkan masalah-masalah lainnya. Setiap orang merasa dengki atas yang diperoleh saudara lainnya, dan berusaha menyakiti mereka.

Demikianlah, kembali kepada kisah Nabi Ibrahim, ia demikian bahagia api turun dan mengambil ke-100 dombanya. Kemudian ia melihat lagi mimpi yang sama pada malam tanggal 10, malam 'Idul Adha. Ia tahu bahwa mimpi tersebut bermakna, "Wahai Ibrahim, kau mesti menyembelih putramu bagi-Ku, Aku tak menginginkan domba-dombamu. Aku menginginkan putramu."

Apakah kalian kira Allah (swt) tak mengetahui bahwa Isma'il adalah kakek moyang dari Sayyidina Muhammad sallAllahu 'alayhi wa aalihi wasallam yang akan datang di masa kemudian? Tentu saja Allah mengetahui segala sesuatunya! Namun, Allah SWT menghendaki untuk menyembunyikan hal tersebut dari Nabi Ibrahim 'alayhissalam dan menyembunyikannya pula dari Nabi Isma'il 'alayhissalam.

Cahaya dari sang Insan Kamil (manusia sempurna) tersebut ada pada dahi Sayyidina Isma'il 'alayhis salam. Cahaya tersebut berpindah dari sang ayah ke sang putra lewat dahi tersebut, dan ketika ia menikah, cahaya itu pun berpindah ke putranya. Cahaya itu adalah "ikraaman li Muhammad" (penghormatan bagi Sayyidina Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wa aalihi wasallam). Karena itulah, kita mengatakan dalam Tafsir, bahwa sajadah sujud kepada Adam as adalah sajda ikraam (sujud penghormatan) dan bukan sajda ibadah (sujud penyembahan). Penyembahan atau ibadah hanyalah bagi Allah.

Maka, pada titik ini, apa yang mesti dilakukan oleh NabI Ibrahim as? Tak ada jalan lain. Maka, beliau pun menyuruh Hajar mempersiapkan Isma'il dan berkata, "Aku akan pergi dengannya." Hajar memandikan Isma'il dan meminyakinya. Lalu syaitan datang pada Hajar dan berkata, "Percayakah kamu pada suamimu? Ia tidak akan membawa putramu untuk pergi berpiknik; ia akan menyembelih dan mengurbankan putramu." Hajar menjawab, "Aku serahkan semua pada Tuhanku, aku tak peduli. Aku serahkan semua pada Tuhanku." Kemudian, syetan pun berpaling pada Sayyidina Isma'il dan berkata padanya, "Ayahmu akan membunuhmu!" Nabi Isma'il menjawab, "Wahai musuh Allah, jangan kau ganggu diriku. Jika ayahku hendak membunuhku, aku pun akan berbahagia untuk pergi menghadap Tuhanku."

Semua peristiwa ini terjadi di hari-hari Hajji. "Qaala yaa bunayya innii araa fil manaam... Faf'al maa tu'mar!" Sayyidina Isma'il berkata, "Aku tak akan berkata satu kata pun, tak perlu mengikatku, dan jangan kau tutup mataku, aku siap untuk Tuhanku."

Siapa yang mampu melakukan hal tersebut sekarang? Siapa yang mampu menerimanya? Hal ini tidaklah terlalu sulit. Lihatlah bagaimana Anbiyaullah (para Nabi Allah) menghadapi masalah dan kesulitan. Lihatlah pada diri kita, bagaimana kita menghadapi kesulitan-kesulitan dan berbagai masalah yang demikian kecil dibandingkan apa yang dialami oleh keluarga Nabi Ibrahim 'alayhissalam untuk menyembelih anaknya, maka kita tak mampu menghadapinya!

Saat itu, Nabi Isma'il (as) adalah putra satu-satunya. Nabi Ibrahim (as) belum memiliki Ishaq atau Ya'qub. Sang putra, Isma'il berkata, "Wahai ayahandaku, lakukanlah apa yang diperintahkan padamu dan kau akan mendapati diriku sebagai seseorang yang sabar, dan aku pun ingin agar dirimu pun bersabar. Seorang anak berumur 7 tahun atau 13 tahun berkata pada ayahandanya, "Bersabarlah. Namun, aku menginginkan satu hal darimu, wahai ayah." "Apakah itu?" tanya sang ayah, Nabi Ibrahim 'alayhissalam.

"Ambil dan bawalah bajuku, berikanlah pada ibundaku; sebagai suatu pengingat baginya bahwa aku memberikan nyawaku bagi Tuhanku. Dan, wahai Ayah, mohon katakanlah pada ibundaku seperti ini: 'Kutinggalkan anakku di suatu tempat yang lebih baik dari tempatmu dan di suatu majelis yang lebih baik dari majelismu'. Aku kini berada di Hadirat Tuhanku."

Nabi Ibrahim 'alayhissalam pun tak mampu mengendalikan dirinya lagi untuk tak menangis. Tangisnya pun berurai, "Wahai Allah, kasihanilah diriku atas kelemahan diriku, dan biarkanlah aku hidup lebih lama untuk memiliki seorang anak lagi. Jika Kau tak mengasihaniku, maka kasihanilah putraku, anak kecilku ini yang belum memilki dosa sama sekali, dan hanya berusia 7 tahun. Jika aku punya sesuatu dosa, tak mengapa bagiku bila Kau tak mengasihaniku, namun ia tak bersalah dan tak berdosa sama sekali."

Dan ketujuh langit pun dengan malaikat-malaikat didalamnya, mereka se mua menangis! Malaikat Jibril pun menangis dan Nabi Ibrahim pun menangis. Pintu-pintu langit terbuka lebar, dan Nabi Ibrahim dengan segenap tangisan dan luka dalam di hatinya, ia mengambil putranya dan menaruhnya di atas batu dengan segenap kekuatannya, dan menaruh pisaunya yang tajam di pembuluh darah di leher Isma'il putranya, sambil mendorongnya dengan keras, namun - pisau itu tak juga dapat memotong.

Nabi Ibrahim as dengan cepat berusaha memotong (anaknya) dan segera mengakhiri situasi yang penuh kesedihan tersebut, dan Allah mengujinya kembali di waktu ini. Allah Ta'ala tak mengizinkan pisau tersebut untuk menyayat leher Isma'il. Namun, ini merupakan ujian lain bagi Ibrahim - artinya ia harus melakukan sayatan potongan tersebut berulang kali, dan hatinya pun terbakar. Nabi Isma'il, putranya, berkata, "Apa yang terjadi, wahai Ayahku, aku mencium bau daging terbakar?" Ibrahim menjawab, "Dagingku yang terbakar dari dalam karena kepedihan wahai anakku!"

Ia pun mendorongkan pisaunya sekali lagi. Namun pisau itu tak juga mau memotong. Allah berfirman pada Jibril, "Jika pisau itu sampai memotong leher Isma'il, akan Ku-lempar kau dari hadapan-Ku!" Maka dengan kecepatannya, Malaikat Jibril melesat menuju Ibrahim. Dan Ibrahim pun melempar pisau tersebut dengan amarah karena ia tak mampu memenuhi perintah Tuhannya padahal pisau tersebut telah diasah olehnya hingga tajam. Dan pisau itu pun berkata, "Mengapakah dirimu marah wahai Ibrahim?" Nabi Ibrahim menjawab, "Kau tak juga memotong leher Isma'il anakku, dan aku pun tak dapat memenuhi perintah Tuhanku."

Pisau itu menjawab, "Ingatkah engkau ketika api tak mampu membakar dirimu?" Nabi Ibrahim menjawab, "Ya, aku ingat, dan itu karena perintah Tuhanku agar ia tak membakar diriku." Pisau itu pun berkata lagi, "Dan aku pun mematuhi perintah Tuhanku 70 kali untuk tidak memotong leher Isma'il. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman pada api "Kuunii bardan wa salaaman 'alaa Ibrahiim" "Jadilah engkau dingin dan menyelamatkan bagi Ibrahim", Ia SWT pun berfirman pada diriku untuk tidak memotong leher Isma'il." Dan dengan segera Malaikat Jibril membawa seekor kambing pada Ibrahim dan berkata padanya, "Engkau telah memenuhi apa yang Allah perintahkan bagimu - maka kini sembelihlah seekor domba."

Karena itulah, kini setiap orang menyembelih seekor domba pada hari hajji, untuk menghapuskan dan meluruhkan segenap dosa. Nabi Isma'il as pun berkata, "Aku ingin mengajukan satu pertanyaan? Akukah yang lebih pemurah dari dirimu, wahai Ayahku, ataukah dirimu yang lebih pemurah daripadaku?" Nabi Ibrahim (as) pun menjawab, "Aku lebih pemurah daripadamu." Mengapa? Tanya Nabi Ismail as. "Karena aku memberikan putraku dengan tulus bagi Tuhanku sebagai suatu kurban." Nabi Isma'il as berkata kembali, "Wahai ayahandaku, dan Isma'il memiliki rahasia Nabi Muhammad sallAllahu 'alayhi wa aalihi wasallam dalam dirinya, "Itu tidaklah benar. Kau memberikan anakmu, dan bukan dirimu sendiri. Sedangkan diriku menyerahkan jiwaku dan aku tak memiliki jiwa yang lain selain yang kupunyai saat ini. Engkau tidak menyerahkan jiwamu sendiri. Karena itu, aku lebih pemurah dari dirimu."

Lihatlah jawabani itu adalah karena Nabi Isma'il as membawa rahasia dari ruh Sayyidina Muhammad sallAllahu 'alayhi wa aalihi wasallam, Rahmat dan Kasih Sayang bagi seluruh ummat manusia. Rahmat bagi Kemanusiaan itu adalah sesuatu yang hebat. Inilah suatu rahasia yang ada dalam qalbu Anbiya' (para Nabi). Tak seorang pun tahu berapa tinggi dan dalam rahasia tersebut. Apa yang Sayyidina Isma'il berikan pada kita adalah suatu citarasa dari kasih sayang sang Nabi Akhir Zaman Sayyidina Muhammad (saw) yang datang di kemudian hari sebagai keturunan Sayyidina Isma'il as. Bihurmatil Habib, Al-Faatihah!

Wa min Allah Tawfiq

Tuesday, October 16, 2012

A Tale of two Drops of Water

A Tale of two Drops of Water

 

Maulana Shaykh Nazim’s Friday Suhbah
6th May 2011
A’uzubillah himinash shaitan nirrajeem
Bismillah-hir Rahman-nir Raheem
Assalamu’alaikum wrh wbkt
  • Man’s personality and identity is unknown to all, even to himself. Only His Lord and Creator truly knows him, for it is He who gave that identity of Deputy (Khalifa), to Man. This worldly life is no value, what is of value is the Station of being Deputies that has been bestowed upon us.
  • We must take an understanding from the teaching of the Prophets, an understanding that will grant us more honour in His presence. Try to understand something of what Allah Almighty granted you, oh Mankind. We have been called to try to reach some realities that bring much more honor and glory to us through endless Time Oceans. The Lord of Heavens is calling, “Oh People! Come and follow My Ways, and I promise you such honor and glory!”
  • Maulana says that it is like a Tree calling to the river water, to come and complete its journey in its fruits! Water has two choices when it flows in a river, it can flow through vegetation and become part of a fruit, or it can flow aimlessly to the ocean. If it accepts that call, the drop of water may attain an exalted position, in which it gives life to vegetation, flowers and fruits. The Lord of Heavens sent us Prophets who brought discipline, the Shari`ah; if you are keeping that discipline, you will take more and more honour. If not, you have wasted your life, you are going to end up in the ocean, without the benefit of attaining eternal life; you will be amongst the Spiritually dead ones.
  • Oh People! Use your minds, you must know what is important and what is imagination, what is a real jewel and what is an imitation. You must strive with all your might, to climb from one level of understanding to a higher one, from one Station to a higher Station, like a drop of water climbing up a tree. At each Station, more glorious enlightenment awaits your Soul’s pleasure and enjoyment. The drops of water who accept the call of the Tree, will be honored, for, when that special drop of water reaches its destination within the fruit, it acquires, not only a real taste and a beautiful appearance, it also attains something from the secret of Life, for every living thing comes from water.
  • The secret of life is water. The water of life is Love. And Love is what makes life sweet.The drops of water that nourishes fruits, are those who are really tasting that sweetness.
We made from water every living thing. (Surah Al-Anbiya 21:30)
  • But if you choose to laze your life away, turning your back on the Stations of Nearness to your Lord, you are going to be like that water running to the ocean. Unlike the water which struggles up through tree trunks and gives life to such a staggering amount of fruits, sewage water merely flows to the ocean, without going into any vegetation. It gives no life, and shares not in its secret.
  • Therefore, if a drop of water intends to flow through a tree, it needs to bow to nature’s authority and to follow the physical limits assigned to it. Try to follow such a discipline (Shari’ah), we must keep the discipline that our Lord, the Heavenly Creator, made for us; only then do we acquire honour.
  • Sadly, nowadays, most people are like river water that does not nourish a garden or its various trees, flowers, or fruits they are tasteless ones and are of no benefit to the living creatures around themselves. In these times, billions of drops of water have chosen to run to the ocean, they are not keeping that discipline to ascend the trees. Oh People! So many people are not keeping the Holy commands from Heaven, they are not keeping the discipline to make fruit, as all fruit needs discipline to thrive. Whoever keeps discipline is honoured and those who do not, waste their precious existence; they reach to their final destination, without attaining anything,
  • Therefore, try to make it to that fruit, so that you will be honoured with a specialty, that people will behold and say, “Mashaa-Allah.” If not, you are finished; you are never coming back here again, you will never be given another chance ever again, to acquire any honour. This is your only chance; your Lord is not in need of that honour, it is you who are in need of it.
  • In these times, where people want absolute freedom to do as their egos command, people do not accept any sort of rules or discipline in their lives, they do not want to be trained to acquire some part of heavenly honours. Whoever is not interested, it doesn’t matter; the ocean takes you in the end, and when you ask, “May we come back?”, the answer will always be, ‘No’, for, even if you return to this worldly life a hundred times, you will end up the same as before! So many regretful ones will ask to return to their worldly lives.
Couldst thou but see when the guilty hang their heads before their Lord, (and say): Our Lord! We have now seen and heard, so send us back; we will do right, now we are sure. (Surah As-Sajdah 32:12)
  • Honour is for that drop of water who accepts discipline, and for such a blessed drop, is an eternal harvest, for those fruits are forever! Sadly, so many people are heading to that Eternal life, not as fruits, but as ordinary water, they will never receive the benefit of what the Lord of Heavens has hidden in the Secret of Water.
  • Oh People! Come to accept divine discipline, to be happy here and Hereafter. If you are not accepting to be disciplined, you will destroy yourselves and others as well, and you will become of the dirty ones; like rubbish, you will have with no value.
  • Try to be a valued ones here and for all Eternity. If you are not accepting it, it doesn’t matter; you will be taken to the oceans, never to return. Oh People! Come to follow heavenly rules and leave what you are following of shaytanic rules. If not, you are going to end in the worst position! If you follow heavenly rules, you will be happy here and in the Hereafter; if not, it doesn’t matter, as you are going to lose every heavenly grant that was to be bestowed upon you. Leave shaytanic ways and follow heavenly ways that have been given to you from the time of Sayyidina Adam (as) to the time of our Prophet Muhammad (saw)!
Two drop of water 300x225 A Tale of two Drops of Water

Commentary
  • By admiring the vastness of creation, Man sees himself in perspective, he is but a weak and insignificant creature, who had no means to understand, let alone influence inter-galactic events. Man must realize his weak condition, and that is achieved through constant reflection of the limitless powers of Allah Almighty. Constant meditation on these matters, tames the ego to see itself as servant, not as a Lord.
  • Yet in Man’s smallness and weakness, being an insignificant speck in the Universe, he has been given the mind, the heart and the Soul, and he is able to understand the rest of Allah’s vast creation, with it. Allah did not give Man Physical prowess to fulfil his Duty as His Deputy, He bestowed Man with the Spiritual preparation and gifts to attain that Station. Just as a bird is given wings, and a fish, fins, to survive and thrive in their respective worlds, Man too has been given the complete set of accessories and tools to be His ultimate servant.
  • In this beautiful Suhbah, Maulana is drawing out two journeys that a drop of water can take. It can, like sewage, just flow into the sea. In doing so, it gives no life to living things, it doesn’t produce vegetation, flowers or fruit, it has lived for itself, selfishly, without care for others or even for itself.
  • Such a droplet achieved nothing in his short life in this world he had been sent here to attain Deputyship, he had been dressed in the Secret of His Lord, but he chose to throw all that away, to seek the animal pleasures of this temporary life. He leaves this world, not as Allah’s Deputy, but as a heedless bankrupt, a drop of sewage water that the river is happy to rid itself of.
  • Or the water droplet can choose to follow Shari’ah, a life of Discipline, for His sake. Such a drop of water goes through much testing and training, but eventually, it tastes the sweetness of the fruit, and helps give life to it.
  • A fruit is very symbolic, as descriptions of Jannah (Paradise) in the Qur’an always mentions the vegetation and fruits, that are found within in. No sweet fruits or green vegetation is found in Jahannam!
The Companions of the Right Hand, what will be the Companions of the Right Hand? (27) (They will be) among lote trees without thorns, (28) Among Talh trees with flowers (or fruits) piled one above another (29) In shade long-extended, (30) By water flowing constantly (31) And fruit in abundance (32) (Surah Al-Waqi'ah 56:27-32)
  • Each fruit has a different taste a watermelon and a pineapple taste so different – and each fruit contains its own special store of vitamins, energy and pleasure. Allah created everything unique – for example, different species of bananas taste different, bananas from the same comb also taste different, and even different parts of the same banana are different! Subhanallah! Every drop of water in every fruit, will attain its own unique station of sweetness and its own special combination of vitamins and energy, yet each drop is in ecstasy, for the drops of water in the fruit are gathered with other droplets who have completed the same gruelling journey, they are in the company of the blessed ones, the fellowship of the pious!
Whoso obeyeth Allah and the messenger, they are with those unto whom Allah hath shown favour, of the prophets and the saints and the martyrs and the righteous. The best of company are they! (Surah An-Nisa 4:69)
  • The dressings of sweetness of all these blessed drops of water, have actually been extracted from the sweetness of the Pond of the Prophet (saw), and by tasting, each drop has been shown the door to knowing the Prophet (saw), the Door to the Ocean of Unity. They exist for his (saw) honour, and by knowing him (saw), they have attained honour, which is why Maulana began this Suhbah by quoting the Quranic Verse, “the prophet is within you.” (Surah Ali-Imran 3:101)
  • The drop that arrives at its destination tastes, and gives taste! It benefits and in turn, gives benefits too! Most importantly, it will understand the Secret to Life, as Allah Almighty said that He made every living thing from Water. Maulana said, “Water is the Secret to Life, and the Water of Life, is Love! Hence the Secret lies in Love,” not talking, writing or reading about it, no, but tasting it, just as that drop of water in the fruit is tasting. Volumes may be written here, but only the droplet who has tasted, knows and understands. And only one who possesses it, may give of it, that is why it is so intoxicating to sit in Maulana’s presence (for those who have been blessed to meet him), for one who has tasted and drowned in the Love, becomes a fountain of Love from which others may drink from, like a ripe fruit from which we may take taste, pleasure and refreshment!
  • Read these Verses of the Holy Quran, in which Sayyidina Ibrahim, asked for fruits!
And remember that Abraham was tried by his Lord with certain commands, which he fulfilled; He said: “I will make thee an Imam to the nations.” He pleaded: “And also (Imams) from my offspring!” He answered: “But my promise is not within the reach of evil-doers.” (124) Remember We made the House a place of assembly for men and a place of safety; and take ye the station of Abraham as a place of prayer; and We covenanted with Abraham and Isma`il that they should sanctify My House for those who compass it round or use it as a retreat or bow, or prostrate themselves (therein in prayer). (125) And remember Abraham said: “My Lord make this a City of Peace, and feed its people with fruits such of them as believe in Allah and the Last Day.” He said: “(Yea) and such as reject faith for a while will I grant them their pleasure, but will soon drive them to the torment of fire an evil destination (indeed)!” (126) (Surah Al-Baqarah 2:124-126)
After Sayyidina Ibrahim (as) was severely tested by Allah (he took the Way of Discipline), Allah raised him and his descendents as Imams (Guides, Knowers, Gnostics, Friends of Allah), and commanded him and Sayyidina Ismail (as) to ‘sanctify My House’, which means, ‘to teach mureeds the Way of Discipline, to clean their hearts of Ego, for the heart of Man is the House of God’. Sayyidina Ibrahim (as) prayed that Makkah be a City of Peace (mureeds who followed the Way would attain peace) and beseeched Allah to give those who believed in Allah and the Last Day, ‘fruits’. Despite Makkah lying smack in the middle of a desert, Sayyidina Ibrahim (as) did not ask for (tasteless) water, nor did he ask for (physical) food. Prophets are always seeking Spiritual nourishment for their Ummahs, and Sayyidina Ibrahim (as) prayed to Allah, that believers be given ‘fruits’ – symbolising a journey of taste, under the guidance of true Shaykhs, who had walked the journey themselves and attained the Secret.
A Scientific analysis of Maulana’s analogy
(This section is only for those who wish to see the beauty of Maulana’s analogy from a Scientific point of view. Many scientific terms are used, so please skip this section if you find biological analysis dry and uninteresting.)
  • It is significant that Maulana likened each human being to a drop of water, as our bodies are almost 80% water. Water is unique, as so many substances are able to dissolve in it, perhaps showing a human being’s ability to absorb so many different types of knowledge and understanding. Water is known as the Universal Solvent, and Man has indeed been given the Keys to the Universe, as Adam (as) was taught the Names of all things.
  • Maulana says that we are all drops of water flowing in a stream. That is a beautiful analogy of life. A river flows so quickly, time passes relentlessly; and even if we stand still, time doesn’t wait for us. So many of us are caught up in the day-to-day activities of our lives, before we know it, a decade has shot by, and we are still Spiritually as lost as we were, ten years ago.
  • The drop of water that takes the easy route, will simply flow to the ocean. The one that takes the hard route, the Way of Discipline, will eventually reap an everlasting harvest. In a hadees Qudsi, Allah revealed to Jibrail (as), that the Way to Jahannam is easy, while the Way to Jannah, is very difficult, for it is a journey that requires discipline – even to become a Commando or a Heart Surgeon takes years of training and dedication, do we think that we can acquire life’s ultimate prize, Union with the Lord, and tasting of the Hidden Treasure, with no effort?
  • An aimless, lazy human being will never attain any honour. Like the drop of water hurtling to the ocean, he is just following his whims and fancies, and seeks only to please his Ego. In the end, the drop of water unites with the sea, it becomes Salty, an analogy for the Sea of Tears that such a person will cry, in eternal regret for having thrown away his honour and Station, for he will never be given such a chance again. Like tears, Sea water is salty, and provides no refreshment or satisfaction to one who drinks it. Similarly, one who ends up there, will never find refreshment or satisfaction, no matter how much he weeps at his folly.
  • The drop of water that chooses to enter the tree, will start to move within the root cells, by a process called Osmosis. Water is the only chemical in the Universe that moves by this method. It moves to a region with greater dissolved substances, just like a mureed moving towards a Shaykh with greater wisdom and understanding.
  • Once inside the tree-trunk, water moves up a tree by moving up a system of pipes, called the Xylem. The Xylem is the only part of the tree that is dead, and the water droplets climb upwards by clinging to the sides of these dead vessels. It is amazing that Maulana chose this scientific analogy, as it shows us that water can only rise upwards, by holding onto the dead part of the tree. By holding onto the hand of a true Shaykh, one who is a true inheritor of the Prophet (saw), one who has ‘died before his death’ – a weak drop of water is able to ascend upwards against the pull of gravity, which symbolises his struggle against his ego and this dunia.
  • There are two other factors that help water climb – root pressure and transpiration pull.
Root pressure is the pressure of other water droplets that are also around it in the root. It is like a push-from-below force that helps the water droplet climb, like the effect of being in a jema’ah (congregation), hence Shah Naqshband’s (qs) saying that, ‘There is goodness in Association.’
Transpiration pull, on the other hand, is a force that is exerted by evaporating water from the top of the tall tree, it is a pulling force from the top, that is caused by the power of the Sun, which in this case is symbolises the Divine Pull, helping the Seeker to his goal. Indeed, ‘When a person takes one step to Allah, Allah takes ten steps towards him.’ (Hadees Qudsi).
  • Once the droplet of water reaches the fruits, it is then mixed with fruit sugar, and acquires a sweetness that can be tasted in the fruit. Fruit sugar, also called fructose, is the sweetest natural sugar in existence. It is made by a unique process called photosynthesis, where green pigment is able to take Sunlight, and make it into sugar. Green is also symbolic of Rasulullah (saw), and it is amazing that only green pigment can make food directly from Sunlight, since only the Ocean of ‘Muhammadur Rasulullah (saw)’ can take directly from the Ocean of ‘La ila ha illallah’, and bring that knowledge of taste, to all of Mankind.
  • That blessed drop of water (mureed), with the support of root pressure (Association/Suhbah), plods on diligently by holding onto the dead wood called Xylem (his Shaykh), and with the help of Transpiration Pull (Divine Mercy), defies gravity (pull of Ego/dunia/shaitan/hawa) to finally reach the Green Chlorophyll (symbolising Prophet), who places it in a fruit (its Station/Maqam as decreed on the Day of Promises), dressed in the sweetest sugar (Ma’rifah) and it is now part of a living fruit (it has attained eternal life with Him, Haqiqah). This is what Maulana meant by Discipline – it means submitting oneself to the strict training of Tariqah, in order to attain the Reality, Haqq.
  • That blessed drop of water now tastes the sweetness of faith, the sweetness of True existence in Him, by Him and for Him. It experiences the sweetness of being a Gnostic, a Knower. Alhamdulillah. It is now part of a living fruit, it has attained life, eternal life, and it will never die ever again, for water is the secret to life. That blessed droplet of water in the fruit is now a source of nourishment and vitality for those who taste of it, it brings happiness and blessings by its existence henceforth.
  • The droplet in the Sea? In stark contrast, the damned droplet in the Sea, tastes only the saltiness of its tears, for it is forever veiled from its Beloved, never to taste the sweetness of Unity. That salty droplet is Spiritually dead, and will remain forever so. Whoever drinks from it, will become more thirsty, more diseased and will eventually die.
There is no compulsion in religion. Maulana says, we are all free to choose our way, but remember – we must be prepared to live with the consequences of our decisions, forever. It takes a truly blind, foolish and short-sighted one to choose an eternal life of regret over an eternal life of sweet love. It’s your call – you decide which fate you prefer.
Al-Fatiha.

This 46 minute Suhbah in English can be viewed at www.Saltanat.org, Click here to watch the Suhbah. Click on Juma Sohbat 06 May 2011 (en). Should the video no longer be there, please look for it under the video archives of the Saltanat TV site.
Saltanat TV is the Official Site of Maulana Shaykh Nazim that is sanctioned and approved by him personally.


 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...